Claim Missing Document
Check
Articles

Perancangan Sistem Otomasi Proses Identifikasi Kesikuan Keramik Menggunakan Pengolahan Citra Metode Shi-tomasi Di Balai Besar Keramik Priyangga Arya Sadewa; Rino Andias Anugraha; Denny Sukma Eka Atmaja
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Balai Besar Keramik is a agencyof research and industrial development which has the task of conducting the research, development, cooperation, standardization, testing, certification, calibration and competence development of ceramic industry. One of the tests performed in the Balai Besar Keramik is test ceramics’s rectangularity. Rectangularity calibration in the Balai Besar Keramik still use manual performed by humans. In one day be able to test as much as 60-90 ceramics. With the manual method has the disadvantage of fatigue and long time process can reach 104 seconds /ceramics. Operators will experience fatigue in testing at the time of the test to 35. So as to overcome the problems of fatigue by using automation, the fatigue can be eliminated because of automation tireless, high accuracy and consistent quality. This research will develop a visual sistem automation using sensors, PLC and Human Machine Interface (HMI) based digital Image Processing with Shi-Tomasi method that can be used to determine the level rectangularity based ceramics tile corner point. In this study focused on reducing set-up time and operator error rate and design automation sistem. Time efficiency which obtained in the proposed system compared to the existing is 62.68%. By using shi-tomasi method for the ceramics rectangularituy measurement, it obtained 43% of error level. Keywords: Automation, Shi-Tomasi, Balai Besar Keramik, Digital Image Processing, and Ceramics’s RectangularityKeywords: Automation, Shi-Tomasi, Balai Besar Keramik, Digital Image Processing, and Ceramics’s Rectangularity
Perancangan Sistem Otomatisasi Klasifikasi Kualitas Kulit Berbasis Citra Menggunakan Algoritma Fuzzy Logic Terintegrasi Dengan Plc S7-1200 Di Pt. Karyamitra Budisentosa Dodik Pradana; Rino Andias Anugraha; Denny Sukma Eka Atmaja
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kulit samak merupakan bahan utama dalam memproduksi sepatu di PT. Karyamitra Budisentosa. Hal yang harus diperhatikan dalam memproduksi sepatu kulit salah satunya adalah kualitas bahan material utama yaitu kulit samak. Proses inspeksi klasifikasi kualitas kulit yang masih manual menyebabkan ketidakakuratan hasil klasifikasi, proses produksi tidak maksimal dan menghasilkan produk cacat serta pelaporan data yang belum terorganisir dengan baik. Oleh sebab itu, dibutuhkan pengklasifikasian kualitas kulit samak yang tepat untuk memperoleh tingkat keakurasian yang baik dan pelaporan data yang otomatis. Model fuzzy merupakan salah satu metode yang dapat digunakan untuk menentukan klasifikasi kualitas kulit samak. Penelitian ini bertujuan mengaplikasikan model fuzzy dalam sistem otomatisasi klasifikasi tingkat kualitas kulit samak dan mendeskripsikan tingkat keakuratannya serta pelaporan data yang otomatis dan memberikan tampilan interface manusia dengan mesin. Proses yang dilakukan yaitu ekstraksi ciri untuk mendapatkan nilai variance, standard deviation, entropy, serta proses morfologi deteksi tepi sobel untuk mendapatkan luas cacat. Informasi tersebut digunakan sebagai input untuk pengolahan data menggunakan model fuzzy dalam klasifikasi tingkat kualitas kulit samak. Model fuzzy yang telah dibangun akan dilakukan pengujian model dengan cara menentukan tingkat keakuratan dan error dari model tersebut. Tingkat keakuratan untuk data training 93.3% dengan error 6.7% sedangkan tingkat keakuratan untuk data testing 90% dengan error 10%. Kata Kunci: Model fuzzy, Ekstraksi Ciri, Deteksi tepi, Sistem Otomasi
Usulan Perbaikan Meja Kerja Pada Stasiun Kerja Pengikisan Alat Cap Batik Dengan Menggunkan Proses Pengembangan Produk Ulrich-eppinger Muhammad Arya Mardiansyah; Rino Andias Anugraha; Teddy Syafrizal
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak — Terdapat beberapa jenis proses dalam pembuatan batik di Rumah Batik Komar yaitu salah satunya adalah batik cap. Produk batik cap adalah proses memberkan motif pada kain dengan menggunakan alat bantu cap. Alat bantu cap yang akan digunakan, akan dibuat terlebih dahulu pada workstation pembuatan alat cap. Pada workstation pembuatan alat cap salah satu prosesnya adalah pengikisan alat cap batik. Proses pengikisan dilakukan pada meja kerja pengikisan. Dimensi meja kerja pengikisan alat cap batik eksisting adalah 30cm x 27cm x 7cm. Berdasarkan hasil penilaian postur kerja operator menggunakan software RULA (Rapid Upper Limb Assesment) diperoleh skor 7/7. Nilai ini mengidentifikasi bahwa postur kerja berada pada posisi yang berbahaya maka diperlukan penelitian lebih lanjut dan perbaikan segera mungkin. Pada penelitian sebelumnya menggunakan analisis ergonomi untuk menghitung panjang, lebar, dan tinggi meja agar menghindari fatigue pada operator saat proses pengikisan berjalan. Peneliti selanjutnya meneruskan dari peneliti sebelumnya untuk mengembangkan meja pengikisan alat cap batik sesuai dengan kebutuhan operator pengikisan. Setelah dihasilkan alternatif konsep, kemudian di proses dengan menggunakan proses pengembangan produk Ulrich- Eppinger. Selanjutnya konsep terpilih dikonversi dalam bentuk desain kasar dan spesifikasi akhir.Pada penelitian ini, memiliki output yaitu konsep desain meja pengikisan alat cap batik usulan yang memenuhi kebutuhan operator pada saat proses pengikisan alat cap batik dan memenuhi kriteria ergonomi agar operator terhindar dari postur canggung dengan nilai 3/3. Kata kunci: Meja pengikisan, Ergonomi, Usulan perbaikan, Pengembangan produk, Ulrich-Eppinger
Optimasi Waktu & Biaya Pada Proses Pengujian Cutting Temperature Pada Tool Holder 2d Ultrasonic Vibration Assisted Turning Dengan Menggunakan Metode Elemen Hingga Dhiazzaki Dhiazzaki; Rino Andias Anugraha; Agus Kusnayat
eProceedings of Engineering Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Salah satu teknologi baru dalam proses bubut yaitu UVAT (Ultrasonic Vibration Assisted Turning). UVAT adalah teknologi dimana Tool Holder pada mesin bubut diberikan getaran berbentuk elliptical dimana input getaran tersebut adalah Frekuensi Getaran serta Amplitudo Getaran. UVAT dikatakan secara signifikan mengurangi gaya potong, lalu menghasilkan penyelesaian permukaan yang baik, serta memperpanjang umur pahat potong. UVAT juga dapat membuat permukaan benda kerja lebih halus, serta menambahkan umur pahat potong, mengurangi gaya potongan, meningkatkan kualitas permukaan benda kerja. Pengujian dilakukan dengan merancang simulasi dengan Finite Element Method menggunakan software ABAQUS CAE. Pengujian ini dilakukan untuk membandingkan suhu pemotongan pada tiga Tool Holder yang berbeda. Pemilihan Tool Holder berdasarkan rata-rata suhu pemotongan Toolhoder yang paling kecil, dengan Cutting Speed 350 RPM, Feed Rate 105 mm/min, Depth of Cut 1 mm, Frekuensi Getaran 18000 Hz, Amplitudo X 4 µm, Amplitudo Y 6 µm sebagai parameternya Kata kunci : Ultrasonic Vibration Assisted Turning, Finite Element Method, Cutting Temperature Abstract One of the new technologies in the lathe process is UVAT (Ultrasonic Vibration Assisted Turning). UVAT is a technology where Tool Holder on the machine provides elliptical movement where is Vibration Frequency and Vibration Amplitude are the input. UVAT is very influential on cutting force, while producing good, and extend the life of cutting tool. UVAT can also create better surface roughness for workpieces, and add age, reduce cutting style, improve the workpiece surface quality. The test is set by designing a simulation with Finite Element Method using ABAQUS CAE software. This test is performed to compare the cutting temperature on three different Tool Holder. Selection of Tool Holder is based on the lowest average Toolhoder cutting average. with 350 RPM Cutting Speed, 105 mm/min Feed Rate, 1 mm Depth of Cut, Vibration Frequencies 18000 Hz, 4 µm X Amplitude, 6 µm Y Amplitude as its paramters Keywords: Ultrasonic Vibration Assisted Turning, Finite Element Method, Cutting Temperature
Perancangan Mesin Withering Trough Dan Sistem Otomasi Pada Stasiun Kerja Pelayuan Teh Hitam Orthodoks Menggunakan Metode Perancangan Produk Rasional Di Ptpn Viii Rancabali Yasser Muhammad Syaiful; Rino Andias Anugraha; Denny Sukma Eka Atmaja
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PTPN VIII Rancabali merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pertanian khususnya teh Jawa Barat. Proses produksi di PTPN VIII masih menggunakan sistem manual baik dalam proses produksi maupun sistem pencatatan data yang dapat menyebabkan ketidakseragaman mutu produk. Menurut SOP PTPN VIII Rancabali, untuk mencapai tujuan dari pelayuan yaitu kerataan layu 90% maka selisih suhu dry and wet harus ≤ 2°C, namun 20 dari 34 pengamatan atau sekitar 59% selisih temperatur yang dihasilkan masih ada yang berada di atas 2°C. Design WT yang linier pun menyebabkan rata-rata penyebaran suhu tidak merata, pada kondisi eksisting rata- rata suhu WT adalah 25,78 °C, sedangkan optimalnya adalah 27-28 °C. Hal tersebut kemudian dapat menyebabkan tidak tercapainya target produksi sesuai mutu maka dari itu diperlukan perancangan ulang mesin withering trough yang dapat menyebarkan udara lebih merata menggunakan metode perancangan produk rasional Niggel Cross karena sistematis dalam proses perancangan dan sistem SCADA yang dapat mempermudah mandor/operator layu dalam proses monitoring & controlling secara konstan dan kontinyu untuk menjaga selisih suhu dry and wet yang dihasilkan adalah ≤ 2°C. Hasil yang diperoleh setelah merancang WT menggunakan metode perancangan produk rasional adalah konsep 2 yaitu menggunakan PLC, monorail, geared motor, dan solenoid valve dengan ukuran WT 32,9x1,8 m dan lubang terbagi 3 dengan ukuran 3,62x0,5 m dengan jarak antar lubang 6,6 m, kerataan suhu pun menjadi 27,87°C yang artinya mengalami kenaikan 7,48% lebih baik dari kondisi eksisting. Selain itu, sistem pencatatan pada stasiun pelayuan sudah otomatis terekam dalam database secara otomatis. Kata Kunci : Pelayuan, Nigel Cross, Teh Hitam Orthodoks, Otomasi, Perancangan Produk , Database, SCADA, HMI.
Perancangan Konsep Mesin Auto Loader Spot Welding Menggunakan Metode Perancangan Produk Generik Di Pt. Dharma Precision Parts Faizal Wahyu Winarsa; Rino Andias Anugraha; Muhammad Iqbal
eProceedings of Engineering Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Dharma Precision Part merupakan salah satu perusahaan yang tergabung dalam Dharma Group yang berlokasi di Kawasan Industri Cikarang. Core bussiness dari perusahaan ini adalah dalam pembuatan suku cadang kendaraan bermotor yang salah satunya adalah Arm Stay. Arm Stay merupakan besi penghubung antara kaca spion dengan kendaraan bermotor. Produk Arm Stay ini dilakukan dalam beberapa proses yang diantaranya adalah proses facing, chamfer, pembuatan ulir, grinding, welding, dan bending. Dalam keadaan eksisting, beberapa proses pembuatan masih dilakukan secara manual dengan meggunakan operator. Sehingga mengakibatkan permasalahan terhadap biaya perusahaan yang terus meningkat seiring meningkatnya upah tenaga kerja setiap tahunnya. Oleh karenanya dibutuhkan sebuah sistem kerja yang ter-otomasi yang dapat menggantikan tenaga kerja operator. Sistem kerja yang terotomasi dapat diterapkan pada stasiun kerja Spot Welding yang masih menggunakan operator dalam pengoperasiannya. Sehingga dalam penelitian ini akan dilakukan perancangan terhadap mesin Spot Welding yang akan menghasilkan konsep produk terpilih dan geometri produk. Metode yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah metode perancangan produk generik dalam tahapan pengembangan konsep dan perancangan tingkat sistem agar dapat menghasilkan spesifikasi dalam pembuatan mesin Auto Loader Spot Welding. Konsep terpilih ini akan menjadi masukan untuk detail desain yang dilakukan oleh peneliti kedua. Kata kunci : perancangan produk , pengembangan konsep, geometri produk, auto loader spot welding
Peningkatan Kualitas Dan Kuantitas Pelayanan Uptd Pengolahan Kulit Kota Padang Panjang Dengan Metode Quality Function Deployment Lathifa Rozani Thaib; Budi Praptono; Rino Andias Anugraha
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

UPTD Pengolahan Kulit dibentuk dalam rangka mengangkat perekonomian masyarakat Kota Padang Panjang, dimana kelangsungannya berhubungan dengan IKM-IKM Kulit Kota Padang Panjang. IKM membutuhkan kulit dengan kualitas baik dan harga terjangkau untuk bisa bersaing dengan produk dari luar, sedangkan UPTD belum mampu menghasilkan kulit tersebut karena keterampilan SDM masih dalam tahap dasar. Lamanya waktu pelayanan (pengolahan kulit) juga sering dikeluhkan oleh IKM selaku pelanggan UPTD. Selain itu pengurangan subsidi bahan kimia yang dikhawatirkan akan mengurangi jumlah pelanggan dan visi UPTD untuk menjadi pusat penyamakan kulit dan pengembangan Industri Kulit di luar Pulau Jawa menjadi dasar perlunya peningkatan kualitas dan kuantitas pelayanan UPTD. Metode yang digunakan adalah metode Quality Function Deployment (QFD). Dari wawancara pendahuluan dengan pelanggan dan pihak UPTD, serta literatur diperoleh 17 atribut kebutuhan yang kemudian disebar dalam bentuk kuesioner dan diolah sehingga menghasilkan 5 atribut kebutuhan yang akan ditingkatkan dan diolah dalam QFD. Dari QFD dihasilkan 6 critical part yang menjadi usulan yaitu, pengukuran kinerja SDM, pemberian training, jaminan kualitas kulit, proses penggunaan tanning drum dengan kapasitas optimal, penetapan dan penerapan standar waktu proses, serta pemeliharaan mesin. Kata Kunci : kebutuhan pelanggan, pelayanan, QFD, leather processing
Perancangan Alat Bantu Pada Proses Pengeringan Teh Hitam Orthodoks Menggunakan Perancangan Produk Rasional Dan Scada Di Ptpn Viii Rancabali Andhika Meiziano; Rino Andias Anugraha; Denny Sukma Eka Atmaja
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan negara yang memiliki kawasan hijau yang banyak digunakan sebagai lahan perkebunan dan memiliki beragam komoditas tanaman. Khususnya pada komoditas teh, Indonesia pernah menempatkan diri sebagai negara ke-5 pemasok teh terbesar di dunia. Namun prestasi tersebut menurun karena banyakanya alih fungsi lahan yang mengakibatkan kemampuan pasok Indonesia berkurang. Salah satu tindakan yang bisa dilakukan adalah dengan mekasimalkan kapasitas produks. Ketika produksi teh berlangsung ada kendala yang mengakibatkan jumlah produksi menjadi berkurang, diantaranya adalah ceceran bubuk teh dan proses pengeringan dengan suhu yang berlebihan. Pada penelitian ini dilakukan perancangan alat bantu mengunakan perancangan produk rasional dan perancangan sistem SCADA yang terdiri perancangan sistem otomasi dan Human Machine Interface (HMI). Dari penelitian ini dihasilkan usulan alat bantu berupa wadah penampung bubuk teh yang berguna untuk mengurangi tumpukan dan jumlah ceceran pada stasiun pengeringan. Wadah pada atas mesin memili dimensi 2000 x 500 mm dan dipasang secara miring 10o terhadap dasar wadah dan wadah yang pada bagian bawah mesin memiliki lebar 2150 mm pada bagian yang menempel dengan mesin dan 500 mm pada bagian yang mengarahkan ke conveyor. Kemudian dihasilkan juga sistem control dan monitoring yaitu sistem SCADA yang dilengkapi pencatatan database secara otomatis sehingga memudahkan dalam pencatatan data pada stasiun pengeringan. Kata kunci : Perancangan Produk Rasional, Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA), Human Machine Interface (HMI), Proses Pengeringan Teh, Otomasi
Evaluation Of Manual Patient Handling Activityto Reduce Musculoskeletal Disorders Withmovement And Assisstance On Hospital Patient(study Case R.s Muhammadiyah Bandung) Amanda Puspita Permata Sari; Rino Andias Anugraha; Yusuf Nugroho Doyo Yekti
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Handling activities tend to raise a risk of musculoskeletal disorders or MSDs when it implement with wrong method. One of handling activities which have a high risk of MSDs is nursing activity. This study aims to assess the risk of MSDs among nurses in different wards on Muhammadiyah hospital by means of MAPO (Movement and Assistance of Hospital Patient) method. The study was conducted in 13 sections of Muhammadiyah subspecialty hospital including 111 wards. Exposed nursing staff (N=30) were asked to report MSDs experiences in the past one year. The results indicated that 3 units are on the red category, 6 units are on the yellow category, and 4 units come on green category. Lifting factor indicates the high level of patient handling activity. However minor factor aids showed very bad results. We can conclude this activity raises the risk of MSDs for nurses. The other factors such environmental about 27%, training factor 35% and also wheelchair factor 43% need to meet the best requirement to perform the proper handling activity on every ward. It is therefore necessary to implement an ergonomic program in order to modify the observed baneful condition as soon as possible.. Kata kunci : manual handling, patient handling, MAPO Index, movement and assistance of hospital patient, musculoskeletal disorders
Automation System Design For Stopper Valve Chamfering Process On Bench Lathe SD-32A Machine At PT. Dharma Precision Parts Mohamad Ilham Fauzan; Haris Rachmat; Rino Andias Anugraha
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract As the rapid development of technology, encourages manufacturing companies to be able to implement the technology into its production process, one of the technologies is automation that can improve the productivity. PT. Dharma Precision Parts is one of the manufacturing company that producing machining parts with various types of products, one of them is stopper valve. The problems that arise in stopper valve production process is the manufacturing process still manual that rely on the operator's involvement and also the inability of the company to fulfill production targets. Automation system design using a Programmable Logic Controller (PLC) as the main controller in the process and pneumatic technology as driver is done in order to resolve the these problems and can be applied to the chamfering process of stopper valve part. From research conducted it can be concluded that, automation system design for chamfering process stopper valve parts on Bench Lathe machine SD-32A at PT. Dharma Precision Parts has been completed and the new process time for chamfering process is around 5 seconds/parts. Using automation system in the stopper valve part production process is expected to increase production capacity and reduce the use of labor then provide a positive impact to the company. Keywords: Automation, Programmable Logic Controller, PLC Programming, Pneumatic, Omron PLC
Co-Authors Agus Alex Yanuar Agus Kusnayat Ahmad Rizani Alam Fathurochman, Alam Amalia Syafitri Amalia Syafitri Amalia Syafitri, Amalia Amanda Puspita Permata Sari Anasta Baye Adhi Andhika Meiziano Arie Gede Putra Arief Yudha Indraswara Arief Yudha Indraswara, Arief Yudha Ayren Tantri Sofan Ayren Tantri Sofan Ayren Tantri Sofan, Ayren Tantri Bagus Rahadian Bela Pitria Hakim Budi Praptono Budi Santosa Deni Sukma Eka Atmaja Denny Sukma Eka Atmaja Dhiazzaki Dhiazzaki Dian Ayu Aprianti Dida Diah Damayanti Diki Elfan Reksawana Dodik Pradana Dwindo Lanang Yudhismara Dwindo Lanang Yudhismara, Dwindo Lanang Fahreza Fadhil Hakeki Faizal Wahyu Winarsa Fiky Riyan Darmawan Pratama Ghita Devira Haris Rachmat Hilman Syahir I Gede Wisuda Pura I Gede Wisuda Pura I Gede Wisuda Pura, I Gede Wisuda Ikhsan Rahmawan Ilma Mufidah Imelia Rizki Lestari Imelia Rizki Lestari Imelia Rizki Lestari, Imelia Rizki INDAH PUSPITASARI Intan Permatasari Kartika Andini Putri Kristanto, Fransiskus Kevin Lathifa Rozani Thaib Luqman Abdul Hakim Luqman Abdul Hakim, Luqman Abdul Luqman Makarim M Nusem Hudiantoko M Nusem Hudiantoko, M Nusem M. Fadli Setiawan M. Fadli Setiawan, M. Fadli Mardiyanti Harnita Mohamad Ilham Fauzan Mohamad Ilham Fauzan Mohamad Ilham Fauzan, Mohamad Ilham Mohammad Fadli Setiawan Mohammad Fadli Setiawan, Mohammad Fadli Muhammad Arya Mardiansyah Muhammad Iqbal Muhammad Luthfil Muhammad Nusem Hudiantoko Muhammad Rayes Fitra Gifari Muhammad Rivai Muhammad Rizky Paramarta Muhammad Sohibul Wafa Muhammad Yogaswara Wiraditya Muhammad Zamzam Anshori Murni Dwi Astuti Nathaniel Ardy Perdana Ni Made Yunita Sari Dewi Ni Made Yunita Sari Dewi, Ni Made Yunita Sari Nikki Rizky Pradipta Pangestu Rizky Purnama Pratya Poeri Suryadhini Priyangga Arya Sadewa Putra Ramadhan Heru Putri Nopitasari Putri, Icha Ebtiana Rahadian, Bagus Rahmat Habibie Bariyanto Rama Abdurrafi Mutaqi Rama Abdurrafi Mutaqi, Rama Abdurrafi Randy Pradana Riskika Dea Pratama Salsabila, Diana Satria Mandala Suyanto Suyanto Syafiq, Naufal Hilman Teddy Sjafrizal Teddy Syafrizal Tri Widarmanti Widia Juliani Wiyono Sutari Yasser Muhammad Syaiful Yusuf Nugroho Yusuf Nugroho Doyo Yekti Yusuf Nugroho, Yusuf Yuvie Mutiarasari