Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Perancangan Katrol Sebagai Material Handling Equipment di CV. Tansa Menggunakan Quality Function Deployment Anwar Azhar; Ilma Mufidah; Yusuf Nugroho Doyo Yekti
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 8 No 16 (2022): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.26 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.7058940

Abstract

Indonesia is famous for its cultural diversity, including culinary. Kerupuk are one of the favorite snacks in Indonesia, the large interest in consuming kerupuk in Indonesia brings a lot of jobs for the community, for example UKM Tansa Bandung which has been producing kerupuk kemplang for 30 years. Like most UKM in Indonesia, the existing infrastructure is minimal, so UKM Tansa have to move heavy goods such as semi-finished products weighing 55 kg manually by carrying them on their shoulders repeatedly every day. This becomes a problem for workers over time because it can cause health problems for workers, namely the presence of Musculoskeletal Disorders (MSDs). Problems experienced by workers can be solved by designing tools in the form of moving goods from one point to another using the Quality Function Deployment (QFD) method.
Designing Ergonomic Standing Chair for Computer Numerical Control Machine Operators using TRIZ Rizalulhaq Rasyid; Dino Caesaron; Yusuf Nugroho Doyo Yekti
International Journal of Innovation in Enterprise System Vol 7 No 01 (2023): International Journal of Innovation in Enterprise System
Publisher : School of Industrial and System Engineering, Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/ijies.v7i01.191

Abstract

In this research, the working hours and posture of CNC (Computer Numerical Control) machine operators were investigated to determine the physical workload that they experienced during their daily work. Based on our observations, the operator works 8-hour regular shifts or 12-hour long shifts for 5 – 6 days a week. During these shifts, the operators work in front of the CNC machine while standing upright without any tools to rest. Preliminary research was conducted to evaluate these conditions the results show 13 out of 20 CNC machine operators complained about physical fatigue while working the CNC machines. It can also be concluded that the operators are experiencing excessive workload based on a workload assessment using the Quick Exposure Check (QEC) method. To solve this problem, a standing chair is designed with ergonomics in mind. The dimensions of the standing chair are based on the anthropometry of the CNC machine operators, which was never used before. The design process is conducted using the Theory of Inventive Problem Solving (TRIZ) methodology. Need statements from the CNC machine operators and design requirements from the stakeholders are converted into design specifications using TRIZ methodology. Parameters are determined to increase the capability of the existing design based on the design specifications. The result of this research is a standing chair that is suitable for the operator’s needs. Based on the analysis of the design result and the stress analysis simulation, it can be concluded a functional standing chair can be ergonomically designed with the TRIZ methodology.
Reverse Engineering to Design an Ergonomic Bio Briquette Packaging Machine Taufan Maulana Rizaldy; Agus Kusnayat Watnaya; Yusuf Nugroho Doyo Yekti
International Journal of Innovation in Enterprise System Vol 7 No 01 (2023): International Journal of Innovation in Enterprise System
Publisher : School of Industrial and System Engineering, Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/ijies.v7i01.196

Abstract

Briquettes are solids that are produced through the process of compression and pressure application and if burned will produce a small amount of smoke. Briquette production is carried out using a hammer mill where the raw material for briquettes is charcoal which is then crushed into charcoal granules. The packaging process is still done manually using a shovel to fill the 50kg sack and then take it to the sewing machine. The worker's posture when using a shovel has a Rapid Entire Body Assessment (REBA) score of 12 so it has a high work risk of musculoskeletal disorders (MSDs) and requires immediate improvement. The working environment at the company produces pollutants, meaning that there is no capture container for the fall of charcoal grains from the hammer mill. Based on the existing problems, a redesign of the existing machine is needed. The proposed machine was designed using the Reverse Engineering method because the existing condition already uses the machine then the existing machine is decomposed to find out the components and functions of the existing machine to find alternative concepts. The ergonomic approach uses REBA and LBA to determine changes in worker posture and the forces acting in the human spine. The DEM approach was chosen to find out if the charcoal grains dropped from the hammer mill were successfully captured and to find out the flow of the charcoal grains. The results of the proposed machine design have a good impact on workers in the packaging process.
Usulan Perbaikan Spesifikasi Alat Bantu Di Stasiun Kerja Pengikisan Alat Cap Dengan Menggunakan Metode (rula) Rapid Upper Limb Assessment (studi Kasus Rumah Batik Komar) Yuvie Mutiarasari; Rino Andias Anugraha; Yusuf Nugroho Doyo Yekti
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Rumah Batik Komar adalah perusahaan yang bergerak dibidang pembuatan kain batik. Proses pengikisan alat cap dilakukan dengan cara jongkok selama 30 – 60 menit. Postur kerja jongkok merupakan postur kerja canggung karena terdapat penyimpangan dari postur kerja yang ideal. Postur kerja canggu ng yang dibiarkan secara terus menerus dapat mengakibatkan tingginya risiko Musculoskeletal Disorders (MSDs) atau kerusakan jaringan pada bagian-bagian otot skeletal. Postur kerja canggung operator di stasiun pengikisan alat cap disebabkan oleh pemakaian meja kerja dan alat kikis operator yang tidak ergonomis. RULA (Rapid Upper Limb Assessment) merupakan metode yang digunakan untuk menilai postur, kekuatan, dan gerakan tubuh bagian atas yang berhubungan dengan aktivitas yang tidak berpindah-pindah tempat. Penilaian postur kerja pengikisan alat cap di rumah batik komar menggunakan metode RULA dikarenakan aktivitas operator mengikis alat cap menggunakan tubuh bagian atas dan tidak berpindah-pindah tempat. Hasil penilaian metode RULA pada operator pengikisan alat cap diambil dari postur kerja operator yang paling berbahaya yaitu didapatkan skor akhir 7 pada bagian kanan dan kiri yang berarti penyelidikan dan perubahan dibutuhkan sesegera mungkin. Postur kerja usulan dengan menggunakan spesifikasi alat bantu usulan menghasilkan skor 3 di kanan dan di kiri yang berarti diperlukan penyelidikan lebih jauh dibutuhkan dan mungkin saja perubahan diperlukan. Disimpulkan bahwa alat bantu usulan dapat mengurangi risiko Musculoskeletal Disorders (MSDs) pada operator pengikisan alat cap di Rumah Batik Komar. Kata Kunci : Musculoskeletal Disorders (MSDs), Pengikisan alat cap batik, RULA (Rapid Upper Limb Assessment), Postur Kerja Canggung.
Pengujian Dan Perbaikan Desain Material Handling Equipment Buncis Di Pt. Abofarm Untuk Meningkatkan Efisiensi Kerja Menggunakan Metode Pengembangan Produk Ulrich Eppinger I Gede Wisuda Pura; Rino Andias Anugraha; Yusuf Nugroho Doyo Yekti
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Hasil implementasi desain material handling equipment menujukan terdapat beberapa masalah antara lain tingkat keberhasilan operator dalam menggunakan alat 57%, jumlah kesalahan penggunaan alat yang besar, terdapat keluhan operator terkait teknis alat, Hal tersebut menunjukan perlu perbaikan pada desain produk. Pada penelitian ini perbaikan desain menggunakan metode pengembangan produk Ulrich Eppinger. Selanjutnya dilakukan pengujian hasil perbaikan dengan menggunakan usability testing dan fisiologi kerja, sehingga diperoleh perbandingan antara prototype material handling equipement improvement 1 dan prototype material handling equipment improvement 2 berdasarkan aspek usability produk dan ergonomi fisiologi kerja.Hasil penelitian ini adalah prototype material handling equipment yang mudah digunakan, efektif, efisien dan memuaskan pengguna. Berdasarkan analisis usability testing dan fisiologi kerja diperoleh hasil prototype material handling equipment improvement 2 memiliki waktu kerja, tingkat keberhasilan penggunaan alat, jumlah kesalahan penggunaan alat, keluhan pengguna terkait teknis alat yang lebih sedikit dibandingkan prototype material handling equipment improvement 1. Dari hasil usability questionare diperoleh rata-rata tanggapan penguna terhadap aspek learability 4.19, aspek efficiency 4.84, aspek memorability 4.61, aspek error 4.6, aspek satisfaction 5,03 dari skala likert 1-5. Selain itu berdasarkan analisis pengaruh alat terhadap fisiologi kerja operator terdapat penurunan presentaee cardiovascular load kondisi exsisting 32% menjadi 20% pada kondisi menggunakan prototype material handling equipment improvement 2. Kata kunci : alat material handling, metode Ulrich Eppinger, perbaikan dan pengujian produk, usability testing, fisiologi kerja.
Perancangan Alat Bantu Ergonomis Proses Pengemasan Buku Di Pt. Karya Kita Dengan Framework Mechanical Design Wiwit Mulyaningsih; Muhammad Iqbal; Yusuf Nugroho Doyo Yekti
eProceedings of Engineering Vol 3, No 1 (2016): April, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Karya Kita merupakan sebuah perusahaan yang bergerak dibidang percetakan yang berada di Soekarno-Hatta Bandung. Pada percetakan buku PT. Karya Kita memiliki 6 workstation dalam pelaksanaan tahap proses produksi. Untuk workstation pengemasan terdapat 5 orang operator dimana aktivitas di workstation tersebut masih dilakukan secara manual yang melibatkan operator membungkuk untuk memasukkan buku kedalam kardus. Sehingga hal tersebut menimbulkan risiko pada aktivitas pengemasan buku, hal ini dapat dilihat dengan metode RULA. Metode Rapid Upper Limb Assessment (RULA) merupakan metode cepat penilaian postur tubuh bagian atas [1]. Input metode ini adalah postur (telapak tangan, lengan atas, lengan bawah, punggung, dan leher), beban yang diangkat, tenaga yang dipakai (statis/dinamis), dan jumlah pekerjaan. Skor RULA yang didapat berdasarkan postur kerja operator proses pengemasan di PT. Karya Kita cukup tinggi yaitu 7 untuk aktivitas mengangkat buku, memidahkan buku dan memasukkan buku kedalam kardus. Skor rula yang bernilai 7 artinya kondisi ini berbahaya maka pemeriksaan dan perubahan diperlukan dengan segera (saat itu juga) [2]. Ketiga aktivitas yang ada di proses pengemasan dapat menimbulkan risiko MSDs yang dirasakan oleh operator. Musculuoskeletal Disorders (MSDs) merupakan gangguan otot, saraf, tendon, ligamen, sendi, tulang rawan dan cakram tulang belakang [3]. Berdasarkan permasalahan diatas, penulis merancang alat bantu pada proses pengemasan buku untuk mengurangi risiko MSDs dengan menggunakan Framework Mechanical Design dan tools yang digunakan mengadopsi dari UlrichEppinger. Hasil yang didapat dari tahapan Framework Mechanical Design berupa spesifikasi dari rancangan alat bantu yang akan dibuat. Alat bantu didesain dengan mempertimbangkan postur kerja operator yang diharapkan dapat mengurangi risiko MSDs yang dirasakan oleh operator. Kata kunci : Framework Mechanical Design, Spesifikasi Teknis, Ulrich-Eppinger, RULA, Rapid Upper Limb Assessment
Design Of Work Method In Order To Decreaseillness Rate Caused By Muscle And Nerve Dueto Unproper Work Method Using Ocra Index Ininstallation Department Pos Install Woodenlh And Routing Wiring In Pt. Xyz Muhammad Nusem Hudiantoko; Rino Andias Anugraha; Yusuf Nugroho Doyo Yekti
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Health is an important form of human capital. It can enhance worker’s productivity by increasing their physical capacities, such as strength and endurance, as well as their mental capacities, such as cognitive functioning and reasoning ability. Such in Vehicle logistics division, there is still 16% of total disease in PT XYZ are caused by nerve and muscle. By divide it into departement category, the most common disease is in Installation Operation which contributed 60%, it means that from the 16% disease caused by nerve and muscle 60% of infected operator are work in Installation Operation. In Installation Department operation there are five lines that have responsibility to install the available or given car. From the five lines, the most common is in line 2 which contribute 25%. Then identify each job in line 2 is the next step, and the most common is in Pos 2D which responsibility to install the wooden LH and routing. Then, the exisitng condition is assess by OCRA Index which evaluate four main collective risk factors based on their respective duration, which are repetitiveness, force, awkward posture and movements, and lack of proper recovery periods. Then, from the given result of assessment will be used as parameter to give an improvement which in term of an improvement work method. By improving the work system, the gap that has been categorized in OCRA Index has been fixed. In other words the OCRA Index for improvement condition is lower than the existing one. Means that the improvement process are sucessfully decreased the risk of illness from 2,449 to 1,054 by the OCRA Index assessment process. Key words: OCRA Index, Wooden LH, Nerve and Muscle, Routing, Repetitiveness, Awkward posture
Perancangan Media Pembelajaran Berupa E-Learning Solidworks Untuk Modul Molding Dengan Menggunakan Metode Model Addie Sebagai Alat Bantu Ajar Di Keprofesian Pde Telkom University Alam Fathurochman; Rino Andias A.; Yusuf Nugroho Doyo Yekti
eProceedings of Engineering Vol 2, No 1 (2015): April, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keprofesian PDE (Product Design and Ergonomic) Universitas Telkom merupakan keprofesian yang memiliki konsentrasi keahlian pada desain produk. Dalam hal untuk menunjang konsentrasi keahlian tersebut, kompetensi yang menjadi fokus utama keprofesian ini adalah kompetensi menggunakan software SolidWorks yang merupakan perangkat lunak untuk digunakan dalam merancang desain produk. Namun, dalam kondisi eksisting anggota keprofesian memiliki keterbatasan dalam memenuhi kompetensi penguasaan software SolidWorks sehingga membutuhkan media pembelajaran yang efektif dan efisien. Media pembelajaran yang memiliki tingkat efektif dan keefesienan saat ini berupa e-learning. Pada saat ini kebutuhan akan produk berbahan material plastik semakin meningkat dari tahun ke tahun. Penguasaan terhadap modul molding menjadi kebutuhan dalam memenuhi kompetensi software desain produk. Penelitian ini dirancang dengan menggunakan metode desain instruksional ADDIE. Diawali dengan tahap analisis untuk analisa kebutuhan metode pembelajaran, analisa hardware dan software, serta analisa kebutuhan user yang merupakan mahasiswa Keprofesian PDE Universitas Telkom. Selanjutnya tahap desain e- learning dengan mengacu pada manual book SolidWorks Mold Tools , CSWPA-Mold Tools dan storyboard. Tahap terakhir pada penelitian ini adalah development yaitu perancangan teknis aplikasi dengan menggunakan softwre Adobe Flash. Pada fase akhir penelitian dilakukan evaluation dengan menguji aplikasi e-learning kepada mahasiswa dengan menggunakan metode pilot test dan user acceptance test. Hasil akhir penelitian ini berupa aplikasi e-learning SOLIDLEARN modul Mold Tools berbasis Adobe Flash. materi pembelajaran melalui media elektronik termasuk intranet, internet, audio/video tape, TV interaktif, CD ROM, dan Computer Based Training (Gilbert & Jones, 2001). Banyak keuntungan ketika proses belajar mengajar dilakukan dengan e-learning. Beberapa keuntungannya adalah dapat mengurangi waktu kegiatan belajar mengajar, meminimasi biaya akomodasi, meminimasi biaya pendidikan secara komprehensif, dapat meliputi wilayah geografis dengan lebih luas dan juga menjadi sarana pelatihan subjek belajar untuk lebih mandiri dalam memperoleh ilmu pengetahuan. Disamping itu e-learning juga memberikan banyak kesempatan penelitian bagi dosen, bersama dengan tantangan terus untuk mendokumentasikan beasiswa. Inovasi dalam e-learning teknologi mengarah ke sebuah revolusi di bidang pendidikan, yang memungkinkan belajar menjadi individual (pembelajaran adaptif), meningkatkan interaksi peserta didik dengan orang lain (pembelajaran kolaboratif), dan mengubah peran pengajar (Ruiz, et al., 2006). Kemudian, dalam survey yang dilakukan oleh Tim Unwin(2007) untuk melihat pengaruh e-learning pada proses pembelajaran di Afrika. Dan hasilnya sebagian besar responden(68%) menyatakan bahwa e-learning dapat memberikan peningkatan nilai pada proses pembelajaran, seperti yang terdapat pada Gambar 1. The Value of E-LearningKesimpulan yang didapat dari penelitian adalah terciptanya 80 alat bantu ajar yang memiliki pengaruh terhadap peningkatan pemahaman modul Mold Tools oleh pengguna 60 aplikasi e-learning SOLIDLEARN. 40 Kata kunci: Keprofesian PDE, Model ADDIE, E-Learning, CSWPA-Mold Tools, SolidWorks
Perancangan Media Pembelajaran Berupa E-Learning Solidworks Untuk Modul Part Assembly Dengan Menggunakan Metode Model Addie Sebagai Alat Bantu Ajar Yang Efektif Di Keprofesian Pde Telkom University Arief Yudha Indraswara; Rino Andias A.; Yusuf Nugroho Doyo Yekti
eProceedings of Engineering Vol 2, No 1 (2015): April, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keprofesian   Product   Design   and   Ergonomic adalah suatu kelompok keahlian di Fakultas Rekayasa Industri. Keprofesian PDE memiliki fokus yang salah satunya adalah kompentensi untuk menggunakan software SOLIDWORKS. Penelitian ini mengusulkan untuk merancang suatu alat bantu ajar software SOLIDWORKS berupa e-learning. E-Learning terbukti berdampak positif dan dapat meningkatkan hasil belajar. Penelitian ini menggunakan metode instructional design dengan model ADDIE. Penelitian dimulai pada tahap Analysis dengan mengumpulkan user requirements dari mahasiswa keprofesian   PDE   Universitas   Telkom.   Lalu,   penelitian dilanjutkan  ke  tahap  Design  pada  model  ADDIE. Pembuatan konten e-learning yang berdasar kepada CSWP khusus    modul    Assembly    modeling    dan    perancangan storyboard dilakukan pada tahap ini. Setelah itu, penelitian dilanjutkan ke tahap Developmen dengan merancang aplikasi flash. Hasil akhir dari penelitian adalah alat bantu ajar e-learning SOLIDLEARN modul Part Assembly yang berbentuk   aplikasi   flash.   Uji   coba   dilakukan   kepada mahasiswa yang terpilih melalui metode pilot test dan user acceptance test pada tahap evaluasi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terwujudnya rancangan media pembelajaran      efektif      berupa      e-learning      software SOLIDWORKS untuk modul Part Assembly dengan metode ADDIE yang dapat menunjang pembelajaran di keprofesian PDE Telkom University.Kata kunci—Keprofesian PDE, Model ADDIE, E-Learning, SOLIDWORKS, CSWP 
Evaluation Of Manual Patient Handling Activityto Reduce Musculoskeletal Disorders Withmovement And Assisstance On Hospital Patient(study Case R.s Muhammadiyah Bandung) Amanda Puspita Permata Sari; Rino Andias Anugraha; Yusuf Nugroho Doyo Yekti
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Handling activities tend to raise a risk of musculoskeletal disorders or MSDs when it implement with wrong method. One of handling activities which have a high risk of MSDs is nursing activity. This study aims to assess the risk of MSDs among nurses in different wards on Muhammadiyah hospital by means of MAPO (Movement and Assistance of Hospital Patient) method. The study was conducted in 13 sections of Muhammadiyah subspecialty hospital including 111 wards. Exposed nursing staff (N=30) were asked to report MSDs experiences in the past one year. The results indicated that 3 units are on the red category, 6 units are on the yellow category, and 4 units come on green category. Lifting factor indicates the high level of patient handling activity. However minor factor aids showed very bad results. We can conclude this activity raises the risk of MSDs for nurses. The other factors such environmental about 27%, training factor 35% and also wheelchair factor 43% need to meet the best requirement to perform the proper handling activity on every ward. It is therefore necessary to implement an ergonomic program in order to modify the observed baneful condition as soon as possible.. Kata kunci : manual handling, patient handling, MAPO Index, movement and assistance of hospital patient, musculoskeletal disorders