Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Uji Tingkat Keausan Blade Pada Mesin Hammer Mill Menggunakan Metoda Finite Element Methods (fem) Dengan Pengembangan Konsep Aditya Novinda Hendrawan; Agus Kusnayat; Yusuf Nugroho Doyo Yekti
eProceedings of Engineering Vol 8, No 2 (2021): April 2021
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak CV. XYZ adalah salah satu perusahaan yang memproduksi pakan ternak dengan menggunakan mesin hammer mill. Salah satu bagian paling penting untuk memperkecil ukuran atau butiran halus pakan ternak pada mesin hammer mill yaitu pada bagian blade hammer. Kualitas dan kuantitas produksi yang dihasilkan oleh blade dapat menurun jika terjadi keausan. Perancangan pada penelitian ini menggunakan metode Finite Element Methods untuk mengetahui nilai stress, strain, dan deformasi blade hammer dan particle size yang dihasilkan. Hal tersebut dapat diperbaiki dengan kualitas blade hammer yang baik dari segi bentuk, material dan partikel yang digunakan oleh blade hammer. Blade Hammer mill pada konsep 1 menjadi konsep terbaik dilihat dari nilai stress dan strain yang dihasilkan. Kata Kunci- Blade hammer, Hammer mill, keausan, Finite Element Methods, Stress dan Strain. Abstract CV. XYZ is a company that produces animal feed using a hammer mill machine. One of the most important parts to reduce the size or fine grain of animal feed on a hammer mill machine is the blade hammer. The production quality and quantity produced by the blade may deteriorate in case of wear. The design in this study uses a Finite Element Methods to determine the value of stress, strain, and deformation of the hammer blade and the resulting particle size. This can be improved by good blade hammer quality in terms of shape, material and particles used by the blade hammer. The blade hammer mill in concept 1 is the best concept seen from the value of stress and strain generated. Keywords- Blade hammer, Hammer mill, wear, Finite element Methods, Stress and Strain.
PEMBUATAN SMART KOLAM LELE DALAM MENINGKATKAN EKONOMI MASYARAKAT KAMPUNG CYBER Lhaksmana, Kemas Muslim; Kusnayat, Agus; Widarmanti, Tri; Damayanti, Dida Diah; Doyo Yekti, Yusuf Nugroho; Rahayu, Mira; Sumargo, Seto
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 6 (2023): INOVASI PERGURUAN TINGGI & PERAN DUNIA INDUSTRI DALAM PENGUATAN EKOSISTEM DIGITAL & EK
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v6i0.2190

Abstract

Desa Citeureup terletak di Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung memiliki luas 205 ha yang ditempati sekitar 20.537 penduduk. Sebagai Perguruan Tinggi yang terletak di antara Desa Citeureup dan Desa Sukapura, Universitas Telkom mengadakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan tema Digital Community Service Engagement (Digital CSE) untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat mandiri melalui implementasi teknologi di Desa Citeureup. Tema pengabdian tersebut merupakan amanat dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, yang telah menetapkan Desa Citeureup sebagai salah satu lokasi Kampung Cyber. Transformasi digital tidak hanya terkait dengan teknologi dan digitalisasi, namun yang terutama adalah memberikan solusi atas permasalahan utama masyarakat dengan berbasiskan teknologi. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan berupa pembuatan kolam “cerdas” budidaya lele untuk meningkatkan ekonomi warga sebagai kegiatan pengabdian yang berkelanjutan CSE hingga tiga tahun. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat adalah untuk meningkatkan ekonomi masyarakat Desa Citeureup melalui pembuatan kolam lele berbasis SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Time-bound). Kolam lele merupakan salah satu potensi pengembangan ekonomi di wilayah tersebut, namun banyak warga yang menghadapi kendala dalam pengelolaan kolam lele yang efisien dan berkelanjutan. Metode SMART digunakan untuk merancang kolam lele yang tepat sasaran dan berdaya saing, sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan pendapatan masyarakat setempat.
UPAYA MENUMBUHKAN ENTREPRENEURSHIP DENGAN BUMBU RENDANG: PENGABDIAN MASYARAKAT DI DESA RAJAMANDALA KULON Nugroho Doyo Yekti, Yusuf; Susanto, Hadi; Azkia, Rifan; Alfi Syahriani, Nur
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 8 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i8.2928-2933

Abstract

Entrepreneurship dikembangkan di Desa Rajamandala Kulon melalui kegiatan pengabdian masyarakat. Kegiatan ini bertujuan untuk memotivasi masyarakat dalam memproduksi dan memasarkan rendang, makanan tradisional Indonesia yang telah diakui secara internasional.  Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode Plan-Do-Check-Action (PDCA). Pada tahap perencanaan, tim mengadakan rapat koordinasi, menyusun anggaran, dan merencanakan timeline. Tahap pelaksanaan meliputi pembuatan materi presentasi, soal pre-test dan post-test, serta kuesioner kepuasan peserta. Tahap pengecekan meliputi survei lokasi yang dilaksanakan untuk memastikan bahwa tempat kegiatan sudah siap. Tim juga memastikan komitmen mitra untuk bersedia berkolaborasi pada tahap selanjutnya. Tahap aksi mencakup pelatihan kewirausahaan dan pembuatan bumbu rendang yang higienis dan berkualitas. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme tinggi dari peserta yang terdiri dari ibu-ibu PKK dan pemuda karang taruna. Pelatihan motivasi berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam perencanaan bisnis dan pemasaran digital. Sementara itu, pelatihan teknis pembuatan bumbu rendang dilakukan di Posyantekdes Ikhlas Ramaku dengan fasilitas permesinan yang memadai. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta tentang kewirausahaan, dengan rerata skor post-test lebih tinggi (80) dibandingkan dengan pre-test (64,29). Meskipun sebagian besar peserta merasa puas, ada peserta yang merasa tidak puas karena harapan untuk mendapatkan alat produksi secara gratis belum dapat terpenuhi. Kesimpulannya, kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan kewirausahaan dan keterampilan teknis dalam produksi bumbu rendang, serta menumbuhkan minat masyarakat dalam mengembangkan usaha kecil. Rencana selanjutnya adalah melaksanakan program pendampingan berkelanjutan untuk mendukung proses produksi yang higienis dan berkualitas, memanfaatkan fasilitas yang tersedia di Posyantekdes Ikhlas Ramaku, guna meningkatkan kapasitas dan keberlanjutan usaha peserta.
Pengembangan Alat Safety Goggles Menggunakan Metode Quality Function Deployment (QFD) Bunyamin , Ahmad Fachri; Yekti, Yusuf Nugroho Doyo; Mufidah , lma
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak— Pekerjaan las merupakan salah satu pekerjaan di industri informal yang banyak dilakukan oleh masyarakatIndonesia. Sehingga operator las sangat membutuhkan safety goggles sebagai alat pelindung mata merekaData BLSmenunjukkan bahwa 1.790 kasus gangguan mata dialamioleh tukang las, sementara sekitar 1.390 kasus lainnyadisebabkan oleh paparan bunga api pengelasan. Adapuntujuan dari penelitian ini yaitu melakukan pengembanganalat safety goggles dalam meningkatkan keamanan dankenyamanan penggunaan safety goggles pada prosespengelasan menggunakan metode Quality FunctionDeployment (QFD), yang bertujuan untuk memenuhikebutuhan operator las sebagai pengguna safety goggles.Operator las merasa puas dengan hasil rancangan usulansafety goggles yang diberikan karena memiliki lensa yangtahan terhadap benturan, tahan terhadap sinar UV, memilikipelindung hidung untuk menjaga sistem pernapasan operatorlas dan penutup lensa yang berfungsi untuk melindungi lensasafety goggles, dan juga usulan safety goggles yang dirancangmenggunakan tali scarpt agar bisa disesuaikan denganukuran kepala operator las. produk yang dirancang telahberhasil memenuhi sebagian besar kebutuhan pengguna danjuga pengguna merasa puas dengan hasil rancangan usulansafety goggles karena dapat membantu keamanan dan jugakenyamanan pengguna pada saat melakukan prosespengelasan tanpa harus khawatir lagi mengenai keluhankeluhan mata yang dialami pada saat menggunakankacamata biasa. Kata kunci - Pekerja Las, Safety Goggles, Quality Function Deployment, Kacamata Biasa
Perancangan Fasilitas Kerja Dengan Pendekatan Ergonomi dan Quality Function Deployment di PD XYZ Arrajab, Kausa Gymnastiar; Yekti, Yusuf Nugroho Doyo; Caesaron, Dino
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak— PD. XYZ merupakan perusahaan dagang yangbergerak dibidang pembuatan pallet kayu. Tentu saja produkyang dihasilkan merupakan pallet kayu biasa dan terfumigasi.Untuk mendapatkan kebutuhan untuk merancangan fasilitaskerja nya, metode yang digunakan adalah Quality FunctionDeployment, pengukuran anthropometri dan juga Nordic BodyMaps. QFD digunakan agar dapat mengetahui spesifikasikebutuhan dan juga keinginan konsumen terhadap produkyang dirancang. Pengukuran anthropometri dilakukan untukmengetahui ukuran tubuh dari pekerja serta persentil yangcocok dengan operator. Dari penggunaan metode QFD, dapatdiperoleh atribut yang lebih spesifik, agar dapat mempermudahdalam merancangan meja kerja yang nanti nya akanmemberikan hasil berupa tingkat kesulitan dari perancangan.RULA atau Rapid Upper Limb Assessment digunakan untukmenganalisa postur pada kegiatan operator. Berdasarkan hasilkuisioner Nordic Body Map yang diberikan kepada operator,terdapat keluhan nyeri pada tubuh bagian atas (tangan,pergelangan tangan, lengan, leher dan trunk). Maka dari itu,fasilitas kerja yang akan dirancang merupakan meja kerja yangakan dirancang berdasarkan data primer (wawancara, nordicbody maps dan voice of customer) dan data sekunder(pengukuran anthropometri dan aktivitas kerja) yang telahdiperoleh. Kata kunci— REBA, QFD, Anthropometri, MSDs, NordicBody Maps
Perancangan Meja Kerja Pada Proses Pencetakan Kerupuk Menggunakan Metode Quality Function Deployment Pada Umkm Kerupuk Di Kecamatan Ciparay Hermansyah, Muhamad Emil; Yekti, Yusuf Nugroho Doyo; Iqbal , Muhammad
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak — Berdasarkan observasi, postur tubuh operatorterlihat canggung saat pencetakan kerupuk. Postur kerjatersebut berisiko menyebabkan Musculoskeletal Disorder(MSDs). Rapid Upper Limb Assessment (RULA) digunakanuntuk mengidentifikasi risiko postur kerja yang tidakergonomis. Hasil analisis RULA menunjukkan nilai yang tinggiyaitu 7. Berdasarkan observasi, postur tubuh kerja inidisebabkan oleh adanya perlengkapan kerja yang kurangmemadai. Oleh karena itu, investigasi lanjutan diperlukanuntuk membuat meja kerja yang dapat digunakan untuk prosespencetakan kerupuk. Metode Quality Function Deploymentdigunakan untuk merancang produk. Sesuai kebutuhanpengguna pendekatan antropometri digunakan untukmemastikan meja kerja yang dirancang sesuai dengankarakteristik fisik dari operator. Setelah mendapatkan hasilrancangan usulan yang sesuai, penelitan tersebut berhasilmenurunkan nilai RULA dengan nilai kondisi awal 7 menjadi 2yang menunjukkan adanya perbaikan pada aspek ergonomis.Postur kerja yang lebih ergonomis dapat meningkatkankesehatan operator, sehingga risiko cedera otot dan tulangdapat diminimalkan. Hal ini juga berdampak pada peningkatanproduktivitas karena operator dapat bekerja lebih efisien tanpaterganggu oleh rasa sakit atau ketidaknyamanan.Kata Kunci : Kerupuk, Musculoskeletal Disorders (MSDs),Rapid Upper Limb Assessment (RULA), Quality FunctionDeployment (QFD), Ergonomi.
PERANCANGAN MOUSE WRIST PAD UNTUK MENGURANGI RISIKO CARPAL TUNNEL SYNDROME BERBASIS INTERNET OF THINGS Rafyanto, Muhammad Syachrian; Caesaron, Dino; Yekti, Yusuf Nugroho Doyo
Journal of Industrial Engineering and Operation Management (JIEOM) Vol 8, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jieom.v8i1.16080

Abstract

Buruh, karyawan, atau pegawai merupakan jenis pekerjaan dengan prosentasi terbesar di Indonesia (37.66%). Para karyawan, terutama di sektor teknologi informasi dan administrasi, diketahui sering menggunakan komputer dalam pekerjaan sehari-hari. Pekerjaan dengan menggunakan komputer memiliki risiko gangguan kesehatan, yaitu Carpal Tunnel Syndrome (CTS). Oleh karena itu, penelitian ini berfokus pada perancangan produk Mouse Wrist Pad menggunakan metode Quality Function Deployment (QFD) dan Reverse Engineering (RE) untuk mengurangi risiko CTS. Metode Quality Function Deployment digunakan untuk menentukan spesifikasi produk berdasarkan kebutuhan pelanggan, sedangkan Reverse engineering digunakan untuk membuat desain produk berdasarkan produk yang sudah ada. Produk wrist pad dirancang untuk mendeteksi tekanan dan gerakan dengan menggunakan sistem Internet of Things (IoT). Hasil analisis menunjukkan bahwa produk ini dapat mendeteksi beban dengan tingkat akurasi 95-100%. Rancangan produk ini dapat dijadikan solusi untuk pengguna mouse yang berisiko mengalami CTS.Kata Kunci:  Carpal Tunnel Syndrome, Quality Function Deployment, Reverse Engineering, Mouse Pad, Internet of Things
Perancangan Dashboard Monitoring dan Controlling Kinerja Proyek pada PT. XYZ Menggunakan Metode Agile and Lean Development Azkia, Rifan; Doyo Yekti , Yusuf Nugroho; Caesaron , Dino
Action Research Literate Vol. 8 No. 9 (2024): Action Research Literate
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/arl.v8i9.513

Abstract

PT. XYZ adalah perusahaan yang bergerak di bidang jasa dan konstruksi sipil untuk telekomunikasi, berlokasi di Bandung. Kegiatan utama perusahaan ini meliputi pembelian bahan baku, penyediaan bahan baku, dan pembangunan jaringan telepon, internet, serta TV. Salah satu proyek penting yang sedang dilaksanakan adalah Proyek Ducting Telephone (R-29). Namun, proyek ini mengalami masalah karena anggaran yang melebihi rencana dan jadwal yang tidak sesuai. Masalah ini sebagian besar disebabkan oleh ketiadaan alat monitoring dan kontrol informasi yang efektif, seperti dashboard. Akibatnya, perusahaan mengalami kesulitan dalam memantau kemajuan proyek, mengelola anggaran, serta menjaga jadwal tetap on track. Ketidakmampuan untuk secara efisien mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah menyebabkan inefisiensi, penundaan, dan potensi pembengkakan anggaran. Penelitian ini bertujuan untuk merancang Dashboard Monitoring dan Controlling Proyek yang sesuai dengan kebutuhan PT. XYZ. Proses perancangan menggunakan metode Agile dan Lean Development yang terdiri dari empat fase: Think and Plan, Design and Create Minimum Viable Product, Development, dan Testing. Dashboard yang dirancang mencakup fitur-fitur penting seperti Project Overview, Project Financial Tracking, Project Timeline, Project Milestone, Project Logistic, Project Performance, dan Project Risk. Berdasarkan hasil kuesioner Face Validation, dashboard ini dinyatakan valid dan relevan, serta hasil User Acceptance Test (UAT) menunjukkan tingkat kepuasan pengguna yang tinggi dengan nilai keseluruhan 86%.
Analisis Hubungan Gaya Hidup Terhadap Kualitas Tidur Mahasiswa Teknik Industri Universitas Telkom Cahyani , Ni Nyoman Prema Mega; Rahayu, Mira; Yekti, Yusuf Nugroho Doyo
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tidur merupakan proses fisiologis penting dalam menjaga kesehatan fisik dan mental. Mahasiswa sering mengalami penurunan kualitas tidur akibat gaya hidup yang kurang sehat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara gaya hidup dan kualitas tidur mahasiswa Program Studi Teknik Industri Universitas Telkom. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan pengumpulan data melalui kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) untuk mengukur kualitas tidur dan Health Promoting Lifestyle Profile II (HPLP II) untuk mengukur gaya hidup. Sampel berjumlah 290 mahasiswa dari angkatan 2021, 2022, dan 2023. Hasil menunjukkan bahwa 93% responden memiliki kualitas tidur yang buruk dan hanya 7% memiliki kualitas tidur yang baik. Gaya hidup mahasiswa berada pada kategori cukup (45%) dan baik (42%), dengan sebagian kecil di kategori rendah (6%) dan sangat baik (7%). Uji korelasi Spearman menunjukkan hubungan signifikan antara gaya hidup dan kualitas tidur dengan nilai korelasi -0,154 dan signifikansi 0,009. Empat komponen gaya hidup yang paling berpengaruh terhadap kualitas tidur adalah tanggung jawab terhadap kesehatan, aktivitas fisik, pertumbuhan spiritual, dan manajemen stres. Semakin baik gaya hidup mahasiswa, semakin baik pula kualitas tidurnya. Kata kunci— gaya hidup, kualitas tidur, mahasiswa, PSQI, HPLP II.
Analisis Postur Kerja dan Keluhan Muskuloskeletal Pada Aktivitas Area Pencucian Lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Pertiwi dengan REBA dan NBM Dewa , Amanda Natasya Putri; Yekti , Yusuf Nugroho Doyo; Salma , Sheila Amalia
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Panti Sosial Tresna Werdha Budi Pertiwi merupakan lembaga resmi yang menyediakan layanan kesejahteraan sosial bagi lansia untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka secara jasmani, rohani, dan sosial. Salah satu area penting di panti ini adalah area pencucian, tempat lansia melakukan aktivitas seperti wudhu, mencuci peralatan makan, dan mencuci pakaian. Namun, fasilitas pencucian yang tersedia belum memenuhi prinsip ergonomi, yang ditandai dengan keluhan nyeri otot dan meningkatnya risiko cedera akibat postur membungkuk dalam waktu lama. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi risiko ergonomi dan keluhan muskuloskeletal yang dialami oleh penghuni lansia saat melakukan aktivitas di area pencucian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rapid Entire Body Assessment (REBA) untuk menilai risiko berdasarkan postur tubuh, serta Nordic Body Map (NBM) sebagai kuesioner untuk mengidentifikasi keluhan otot berdasarkan persepsi subjektif pengguna. Hasil perhitungan REBA menunjukkan bahwa aktivitas wudhu berada pada tingkat risiko sedang dengan skor 5, sedangkan aktivitas mencuci peralatan makan dan mencuci pakaian menunjukkan tingkat risiko tinggi dengan skor masing-masing 9 dan 10 Hasil dari kuesioner NBM mendukung temuan tersebut, di mana aktivitas mencuci pakaian menunjukkan keluhan tertinggi pada bagian punggung, pinggang, dan bokong, dengan tingkat keluhan mulai dari agak sakit hingga sangat sakit. Temuan ini menegaskan pentingnya perbaikan fasilitas dan prosedur kerja, khususnya pada aktivitas mencuci, guna menciptakan lingkungan yang lebih ergonomis, aman, dan nyaman bagi lansia. Kata kunci: Ergonomi, Lansia, REBA, NBM, MSDs, Area Pencucian.