Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pengaruh Pengolahan Filtrasi Dan Koagulasi Menggunakan Serbuk Biji Kelor Terhadap Penurunan Kadar COD Air Limbah Laundry De Yarist, Fhilomena Grace; Santjoko, Herman; Rois, Ibnu
Buletin Keslingmas Vol. 44 No. 3 (2025): BULETIN KESLINGMAS: VOL. 44 NO. 3 TAHUN 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/keslingmas.v44i3.12354

Abstract

Biji kelor dengan kandungan senyawa bioaktif rhamonksioloksi benzil isotiosianat mampu mengadsorbsi mineral yang terkandung dalam air limbah suspense dan protein makromolekul yang polielektrolit bermuatan positif yang mampu menetralisir tegangan koloid antar partikel. Berdasarkan pengujian sampel limbah yang dilakukan di Vivie laundry pada januari 2024 diketahui kadar COD sebesar 661,12 mg/l, kadar tersebut tidak memenuhi standar baku mutu Peraturan Daerah Istimewa Yogyakarta No. 7 tahun 2016 sebesar 150 mg/l. Maka diperlukan metode pengolahan filtrasi dengan pasir dan koagulasi menggunakan biokoagulan yaitu serbuk biji kelor. Penelitian dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perlakuan filtrasi dan koagulasi dengan bubuk biji kelor terhadap penurunan kandungan COD pada air limbah laundry. Jenis Penelitian ini adalah Quasi eksperimen, dengan desain penelitian “Pretest and posttest group design”. Penelitian dilakukan pada bulan Juni-Juli 2024. Populasi pada penelitian ini adalah jumlah air limbah laundry sebanyak 10 liter. Sampel pada penelitian yaitu air limbah yang digunakan sebanyak 5 liter. Analisis data menggunakan uji wilcoxon. Kadar COD sebelum perlakuan sebesar 227,26 mg/l, setelah dilakukan pengolahan filtrasi dan koagulasi dengan serbuk biji kelor sebanyak 9 kali pengulangan, kadar COD mengalami penurunan rata-rata sebesar 152,88 mg/l dengan rasio penurunan sebanyak 32,73%. Berdasarkan pengujian satistik dapat disimpulkan bahwa perlakuan koagulasi dengan filtrasi memberikan pengaruh yang signifikan terhadap penurunan kandungan COD pada air limbah laundry.
Metode Penurunan Kadar Besi, Mangan, Nitrit dan Amonia dalam Penyediaan Air Bersih Sugianto, Sugianto; Santjoko, Herman; Yamtana, Yamtana; Narto, Narto; Muryani, Sri
Buletin Keslingmas Vol. 44 No. 3 (2025): BULETIN KESLINGMAS: VOL. 44 NO. 3 TAHUN 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/keslingmas.v44i3.13765

Abstract

Sumber mata air masih banyak dimanfaatkan untuk keperluan sehari-hari oleh masyarakat. Namun dalam pemanfaatan air tersebut masyarakat menghadapi beberapa masalah, seperti mengandung Fe (Besi), Mn (Mangan), NO2 (Nitrit) dan NH3 (Amonia), sehingga kondisi airnya keruh berwarna coklat kekuningan, berbau dan meninggalkan noda jika untuk mencuci. Tujuan penelitian ini adalah menerapkan model aerasi yang praktis dan teknologi tepat guna untuk masyarakat. Jenis penelitian ini adalah quasi experiment, dengan mendesain pengolahan air model sistem aerasi skala laboratorium. Obyek penelitian adalah air dari sumber mata air di Dusun Jamblangan, Purwobinangun, Pakem, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Perlakuan dalam penelitian ini adalah filtrasi aerator sistem tangga (Cascade Aerator) sebagai Model 1, Aerator air mancur (Spray Aerator) sebagai Model 2, Aerator Gelembung Udara (Bubble aerator) sebagai Model 3, dan Aerator air terjun (Waterfall aerator) sebagai Model 4. Proses oksidasi terhadap empat parameter air tersebut, dilakukan dengan filtrasi menggunakan media pasir sungai, pengulangan (replikasi) sebanyak 6 kali. Air contoh uji diperiksa di Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat Yogyakarta. Hasil filtrasi oksidasi dari keempat model aerator, mempunyai potensi yang berbeda dalam menurunkan parameter air yang diteliti. Aerator Model 1 penurunan yang dominan terhadap parameter Mn sebesar 63,9%. Aerator Model 2 penurunan yang dominan terjadi pada parameter Fe sebanyak 59,0% dan Amonia sebesar 43,8%. Aerator Model 3 penurunan terjadi pada parameter Fe sebesar 36,5% dan Mn sebesar 30,7%. Aerator Model 4 terjadi penurunan cukup tinggi parameter Fe sebesar 57,4% dan Mn sebesar 64,5%. Hasil penelitian Aerator Model 1, Model 2, Model 3 dan Model 4 mampu menurunkan parameter Fe, Mn, Nitrit dan Ammonia dalam air dengan potensi penurunan yang bervariasi. Aerator yang efektif dan efisien mampu menurunkan kadar Fe dan Mn yang paling banyak adalah Aerator Model 4 (Waterfall / Multiple Tray Aerator).