Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Karakteristik Fisik dan Aktivitas Antibakteri Edible Coating/Film Pati Tapioka dengan Penambahan Ekstrak Jahe Merah (Zingiber officinale var. rubrum) Moulia, Mona Nur; Ummah, Narjisul; Ilhami, Ariyanta Tiyas
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 20, No 2 (2026): TEKNOTAN, Agustus 2026
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jt.vol20n2.14

Abstract

Salah satu teknik pengawetan pangan yang relatif baru adalah pengemasan edible coating/film. Edible coating diaplikasikan dan dibentuk secara langsung pada permukaan bahan pangan, sedangkan edible film merupakan lapisan tipis yang sebelumnya dicetak dalam bentuk lembaran tipis. Pelapisan produk pangan dengan edible coating/film dari pati tapioka telah banyak dilakukan dan penambahan bahan antibakteri alami seperti rempah-rempah terbukti dapat memperpanjang umur simpan dan memperbaiki kualitas produk. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh konsentrasi penambahan ekstrak jahe merah terhadap karakteristik fisik dan antibakteri edible coating/film pati tapioka Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Tunggal dengan faktor konsentrasi ekstrak jahe merah yaitu tanpa ekstrak jahe merah (JM0), ekstrak jahe merah 5% (JM5), ekstrak jahe merah 10% (JM10) dan ekstrak jahe merah 15% (JM15). Aktivitas antibakteri pada edible coating di uji dengan menggunakan metode sumur menggunakan media nutrient agar pada bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Edible film pati tapioka dengan ekstrak jahe merah memiliki ketebalan (0,22-0,36 mm), kadar air (2,88-4,09%), WVTR (17,56-44,89 g/m2h), ketahanan air (71,11-95,63%), kelarutan air (2,13-9,32%), dan nilai L* (21,35-23,11). Tidak terbentuknya zona hambat dari edible coating pati tapioka dengan ekstrak jahe merah terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli.
Perubahan Laju Respirasi Tiga Varietas Pisang Lokal Selama Penyimpanan dengan Suhu yang Bervariasi: Changes in The Respiration Rates of Three Local Banana Varieties During Storage at Varying Temperatures Dwi Rahayu; Narjisul Ummah; Mas Wisnu Aninditya; Mona Nur Moulia; Enrico Syaefullah
Journal of Food Engineering Vol. 5 No. 4 (2026): October
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jofe.v5i4.7227

Abstract

Pisang merupakan komoditas buah dengan hasil panen tertinggi skala nasional di Indonesia. Penanganan pasacapanen pisang masih menjadi tantangan tersendiri, terutama untuk memperpanjang umur simpan buah. Penurunan laju respirasi dapat dilakukan untuk menambah umur simpan buah dan menunda proses pematangan buah. Tujuan dari penelitian ini yaitu melakukan pengukuran laju respirasi dan menganalisis perubahan laju respirasi buah pisang lokal (pisang ambon, pisang kepok, dan pisang raja) dengan suhu penyimpanan yang berbeda-beda (28 oC, 15 oC, dan 10 oC). Laju respirasi diukur menggunakan respirometer dengan metode closed systems berdasarkan perubahan konsentrasi O2­ selama 9 hari penyimpanan. Hasil penelitian menunjukkan pisang ambon memiliki laju respirasi tertinggi pada ketiga suhu penyimpanan. Laju respirasi pada suhu 28 oC meningkat 5-6 kali lebih tinggi dibandingkan pada suhu dingin. Hasil analisis menggunakan three way repeated measures menunjukkan adanya interaksi antara jenis pisang, suhu, dan waktu pengukuran, dimana ketiganya memberikan pengaruh signifikan terhadap perubahan laju respirasi. Perbedaan varietas buah berpengaruh terhadap laju respirasi dan penurunan suhu penyimpanan berperan signifikan dalam penurunan laju respirasi buah.