Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

MODEL KOMUNIKASI ANTAR UMAT BERAGAMA DI ERA DIGITAL DALAM MENCIPTAKAN KERUKUNAN BANGSA (Studi Pada Masyarakat Muslim Mayoritas – Minoritas di daerah Sleman-DIY dan Sintang-KalBar) Puspitasari, Niken; Virga, Rika Lusri
Profetik: Jurnal Komunikasi Vol. 12 No. 2 (2019)
Publisher : Faculty of Social Sciences and Humanities Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/pjk.v12i2.1664

Abstract

Abstrak - Perkembangan Teknologi komunikasi yang pesat saat ini tak ayal berimbas juga pada isu-isu nasional yang marak melalui media sosial. Penyebutan era digital yang saat ini terdengar biasa merupakan era dimana sudah tidak ada lagi sekat maupun batasan geografis di masyarakat dalam mengakses informasi. Berangkat dari berita yang terjadi di Kabupaten Sintang Kalimantan Barat terkait penolakan warga dayak terhadap kehadiran Sekjen MUI untuk datang kedaerah tersebut serta penolakan yang terjadi di Bandung saat Acara Kebaktian Natal Umat Kristen yang menghadirkan Pdt.Dr.Stephen Tong pada sesi kedua yang sedianya dilaksanakan pada pukul 18.30 WIB di Gedung Sabuga dibubarkan oleh sekelompok organisasi massa Islam, peneliti tertarik untuk mengkaji lebih dalam bagaimana model komunikasi antar umat beragama di era digital dalam menciptakan kerukunan bangsa. Menggunakan pendekatan kualitatif dan teknik pengumpulan data melalui Partisipatori Observation, dokumentasi, dan indepth interview sebagai panduan dalam mencari informasi, peneliti berharap penelitian ini bisa menjadi Role Model untuk daerah-daerah lain di Indonesia dalam menciptakan kerukunan beragama. Teknik analisis yang digunakan berupa pemaparan data, reduksi data, dan penarikan kesimpulan. Kemudian keabsahan data diuji melalui triangulasi data serta kecukupan referensi. 
Understanding Digital Literacy in Religious Content on Social Media: @generation_muda_nu and @kuntummagazine Study Sanityastuti, Marfuah; Virga, Rika Lusri; Zahra, Latifa
Profetik: Jurnal Komunikasi Vol. 17 No. 1 (2024): Vol. 17 No. 1 (2024)
Publisher : Faculty of Social Sciences and Humanities Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/pjk.v17i1.3062

Abstract

In Indonesia, the development of social media use has not been directly proportional to the skills in using digital media or digital literacy. It is not uncommon for the information disseminated or received to invite controversy, which results in hostility and crime. Using qualitative descriptive research methods with the results that the understanding of digital literacy and the display of social media content on public accounts, namely the @generasi_muda_nu account and the @kuntummagzine account, in managing Instagram using interview methods with the managers of each account and documentation and content display analysis. This research also found that @generasi_muda_nu and @kuntummagazine accounts understand the diversity of digital media contexts. Both accounts also include cognitive abilities in content posts and involve new creations in content. It's just that @generasi_muda_nu is much more able to take advantage of these creations by maximizing other features of Instagram, such as Instagram TV. However, the account manager @generasi_muda_nu is much more active because the account gets more comments from its followers than the @kuntumamgazine account. Both accounts have also been creative in displaying content in the style of young people; the critical attitude of the manager has also been is only discussed briefly. The account manager's social responsibility is displayed in several posts through source quotes and account identities written on each uploaded content