Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

NILAI PENDIDIKAN ISLAM PADA SHALAWAT DALAM BUKU “Spiritualitas Salawat Kajian Sosio-Sastra Nabi Muhammad SAW” Karya Dr. H. Wildana Wargadinata, Lc., M.Ag. Wargadinata, Muhammad Khanafi; Muntaqo, Rifqi; Imron, Ali
Alphateach (Jurnal Profesi Kependidikan dan Keguruan) Vol 5 No 1 (2025): ALPHATEACH (JURNAL PROFESI KEPENDIDIKAN DAN KEGURUAN)
Publisher : Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Sains Al-Qur'an (UNSIQ) Jawa Tengah di Wonosobo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/alphateach.v5i1.9713

Abstract

Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk: 1) Mengetahui nilai pendidikan Islam pada shalawat; 2) Mengetahui isi dan kandungan buku Spiritualitas Salawat Karya Dr. H. Wildana Wargadinata, Lc., M.Ag; 3) Menjabarkan tantangan di era modernisasi terhadap nilai pendidikan Islam pada shalawat. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif kepustakaan. Data diperoleh dari sumber primer dan sumber sekunder: 1) sumber primer dari buku “Spiritualitas Salawat Kajian Sosio-Sastra Nabi Muhammad SAW”; 2) sumber sekunder diperoleh dari pihak lain yang tidak diperoleh secara langsung dari subjek penelitinya seperti buku, artikel, jurnal lain yang berkaitan dengan pembahasan penelitian. Teknik analisis data yang digunakan yaitu deskriptif-analitik, dengan cara pengumpulan dan menelusuri data berdasarkan data primer dan sekunder, dilakukan klasifikasi data, perbandingan data, kemudian diinterprestasikan dan akhirnya ditarik kesimpulan. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: 1) Nilai pendidikan Islam yang terkandung pada tradisi shalawat adalah yang pertama Nilai Akidah meliputi Iman kepada Allah dan Iman kepada Rasul Allah; kedua Nilai Ibadah terdiri dari thalabul ilmi, silaturahim/ukhuwah Islamiyah, syiar Islam; dan yang ketiga Nilai Akhlak. 2) Buku spiritualitas salawat berisi tentang masifnya tradisi shalawat di lingkungan masyarakat. a) Terdapat perbedaan istilah shalawat yang belum dipahami masyarakat, yaitu antara shalawat, madaih, sirah, dan doa. b) Tradisi slametan yang sudah berlangsung bahkan sejak era sebelum Islam, menjadi bukti rakyat Indonesia sebagai bangsa yang guyun, saling toleran, suka tolong menolong. Slametan menyatukan tradisi shalawat yang dilakukan masyarakat dalam berbagai upacara kehidupan. c) Tradisi shalawat terbagi dalam dua aspek nilai manfaat, pertama aspek ibadah dan spiritual, bertujuan untuk dzikrullah, mencari syafaat di hari kiamat, barakah dan tawassul, sadaqah, ungkapan cinta Rasul, penenteram jiwa, penghormatan kepada Nabi, teladan moral, peningkatan spiritual, dan memperluas wawasan keagamaan. Kedua aspek sosio kultural yang tujuannya adalah silaturahim, guyup rukun, seni dan budaya Islam, sarana hiburan, dan tradisi kampung halaman. 3) Munculnya era modern berdampak pada perubahan sosial budaya yang sudah berjalan, menjadi tantangan dalam mempertahankan tradisi shalawat. Namun tidak semua masyarakat mampu menerima perubahan tersebut, ada dari mereka kelompok masyarakat yang menolak adanya tradisi shalawat, dan hal itu terjadi karena adanya perbedaan pemahaman akidah, budaya dan pengaruh modernisasi. Perkembangan tradisi shalawat modern tidak menghilangkan shalawat tradisional yang sudah berjalan, akulturasi yang menggabungkan seni tradisional dan modern membuat tradisi shalawat tidak ketinggalan zaman, menyesuaikan perubahan dan menjangkau semua kalangan. Namun demikian, tradisi tersebut tetap relevan dilaksanakan karena mampu mempertahankan dan menjaga esensi dari nilai pendidikan Islam yang terkandung pada tradisi shalawat, dan terdapat banyak hikmah didalamnya.
PENDIDIKAN FIKIH WANITA DALAM KITAB KIFAYATUNNISA KARYA MUHAMMAD USMAN Istiqomah, Ibadiyatul; Muntaqo, Rifqi; Imron, Ali
Alphateach (Jurnal Profesi Kependidikan dan Keguruan) Vol 5 No 1 (2025): ALPHATEACH (JURNAL PROFESI KEPENDIDIKAN DAN KEGURUAN)
Publisher : Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Sains Al-Qur'an (UNSIQ) Jawa Tengah di Wonosobo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/alphateach.v5i1.9822

Abstract

Kurangnya pemahaman fikih di kalangan perempuan Muslim menjadi tantangan di era modern. Kitab Kifayatunnisa karya Muhammad Usman menyajikan ajaran fikih khusus wanita yang relevan untuk menjawab persoalan keagamaan mereka saat ini. Kajian terhadap kitab ini penting untuk memahami pendidikan fikih wanita dalam perspektif klasik yang masih aplikatif. Menggunakan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui dokumenter dan penelusuran data online. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Isi kitab Kifayatunnisa ini lengkap dan terperinci terkait fikih wanita, seperti haid, nifas, istihadhah, melahirkan, hukum-hukum yang berhubungan dengan hukum haid dan nifas serta iddah; 2) Pendidikan fikih wanita yang terkandung didalam kitab Kifayatunnisa, antara lain yaitu: pendidikan syari’at (ibadah), pendidikan kesehatan reproduksi islami, pendidikan mandiri beribadah, serta pendidikan sosial dan moral. 3) Kitab Kifayatunnisa memiliki peran yang penting dalam pendidikan fikih wanita, terutama dalam menghadapi tantangan dan memenuhi kebutuhan pemahaman wanita muslimah saat ini. Kitab ini menguraikan berbagai aspek hukum Islam yang relevan dengan kehidupan wanita, termasuk isu kesehatan reproduksi.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM KELAS VII DI MTS NEGERI 1 WONOSOBO Oktavia, Vena Yeni; Muntaqo, Rifqi; Farida, Nur
Alphateach (Jurnal Profesi Kependidikan dan Keguruan) Vol 4 No 1 (2024): ALPHATEACH (JURNAL PROFESI KEPENDIDIKAN DAN KEGURUAN)
Publisher : Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Sains Al-Qur'an (UNSIQ) Jawa Tengah di Wonosobo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/alphateach.v4i1.7013

Abstract

Keterlibatan guru dalam memilih dan mempraktekkan strategi,metode, hingga instrumen yang sesuai dengan mata pelajaran dan kondisi siswa ketika belajar di kelas memiliki dampak yang signifikan terhadap efektivitas proses pendidikan. Penelitian ini didorong oleh masalah pengajaran dan pembelajaran yang sering muncul saat belajar tentang sejarah kebudayaan Islam, termasuk ketidaktertarikan siswa untuk berpartisipasi di kelas, yang berdampak pada hasil belajar. Agar siswa lebih terlibat dalam pembelajaran, pendidik harus mampu mengatasi hambatan dalam proses belajar mengajar dengan menerapkan metodologi dan model pembelajaran yang tepat dan beragam.Penelitian ini bertujuan untuk memastikan bagaimana hasil belajar siswa dalam topik SKI dipengaruhi oleh metodologi pembelajaran kooperatif Think Pair Share. Selanjutnya, tujuannya adalah untuk memastikan apakah paradigma pembelajaran kooperatif Think Pair Share dalam disiplin SKI telah meningkatkan atau mengubah hasil belajar bagi siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan quasi eksperimental dalam desain penelitian kuantitatif. Kelas eksperimen dan kelas kontrol adalah dua kelas yang menjadi subjek penelitian serta 64 siswa MTs Negeri 1 Wonosobo kelas VII menjadi sampel penelitian. Pre-test dan post-test hasil belajar digunakan sebagai alat pengumpulan data dalam penelitian ini. Setelah itu, hasilnya dibagikan, diperiksa, dan diproses menggunakan uji-t dan uji gain untuk mengidentifikasi perbedaan dan perbaikan dalam hasil penelitian.Studi data menunjukkan bahwa metodologi pembelajaran kooperatif Think Pair Share berdampak pada hasil belajar siswa. Hal ini ditunjukkan dengan fakta bahwa hasil belajar siswa meningkat ketika model pembelajaran kooperatif Think Pair Share digunakan, dan hasil uji gain kelas eksperimen menunjukkan nilai 0,602. Hasil belajar siswa pada mata kuliah SKI yang menggunakan model pembelajaran kooperatif Think Pair Share berbeda dengan yang menggunakan pendekatan konvensional. Hasil uji-t, yang menunjukkan bahwa 3,42 > 2,657 pada tingkat signifikansi 1%, mendukung hal ini. Pada tingkat signifikansi 5%, yaitu 3,42 > 1,998.
pengelolaan kelas pada mata PAI kelas IX Di SMP N 3 Kertek Wonosobo priatna, rian adam; Muntaqo, Rifqi; munawaroh, hidayatu
Alphateach (Jurnal Profesi Kependidikan dan Keguruan) Vol 4 No 1 (2024): ALPHATEACH (JURNAL PROFESI KEPENDIDIKAN DAN KEGURUAN)
Publisher : Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Sains Al-Qur'an (UNSIQ) Jawa Tengah di Wonosobo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/alphateach.v4i1.7058

Abstract

Penulisan skripsi ini bertujuan untuk :1) Untuk mengetahui konsep pengelolaan kelas pada mata Pelajaran PAI untuk meningkatkan prestasi siswa kelas IX di SMP N 3 kertek Wonosobo. 2) Untuke mengetahui pengelolaan kelas pada mata Pelajaran PAI untuk meningkatkan prestasi siswa kelas IX yang dilaksanakan di SMP N 3 Kertek Wonosobo. 3) Untuk mengetahui apa faktor yang menghambat dan mendukung dalam menerapkan pengelolaan kelas untuk meningkatkan prestasi siswa kelas IX pada mata Pelajaran PAI Kertek Wonosobo. Skripsi ini menggunakan pendekatan peneliatian kualitatif lapangan subjek penelitian meliputi kepala sekolah,guru mapel,dan siswa kelas IX SMP N 3 Kertek Wonosobo.Teknik pengumpulan datab menggunakan metode obserasi,wawancara, dan dokumentasi. Instrumen penelitian adalah penilitian sendiri keabsahan data menggunakan data perpanjangan pengamatan, ketekunan menggunakan bahan referensi dan member chek. Adapun Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) konsep pengelolaan kelas pada mata Pelajaran PAI pada pembelajaran di SMP N 3 Kertek Wonosobo ialah doa Bersama,mengaji BTQ, Sholat Dhuhur berjamaah.2)pengelolaan kelas pada mata Pelajaran PAI untuk meningkatkan prestasi siswa kelas IX dilakukan dengan Cara pembiasaan-pembiasaan penataan ruang kelas,mengantisipasi kondisi kelas, terapkan aturan dengan tegas namun bersahabat, pastikan siswa tetap focus.3) Faktor-faktor pendukung pengelolaan kelas pada mata Pelajaran PAI untuk meningkatkan prestasi siswa kelas IX di SMP N 3 Kertek Wonosobo adalah tersedianya sarana dan prasarana.Adapun faktor-faktor penghambatnya adalah kurangnya disiplin siswa di dalam kelas dan masih banyak siswa yang belum bisa membaca Al- Qur’an.
Studi Perbandingan Motivasi Belajar Fikih Ibadah Antara Santri di Pondok Pesantren Al-Asy’ariyyah 7 Dan Santri di Pondok Pesantren Ar-Ridwan Anisah, Anisah; Muntaqo, Rifqi; Farida, Nur
Alphateach (Jurnal Profesi Kependidikan dan Keguruan) Vol 4 No 1 (2024): ALPHATEACH (JURNAL PROFESI KEPENDIDIKAN DAN KEGURUAN)
Publisher : Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Sains Al-Qur'an (UNSIQ) Jawa Tengah di Wonosobo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/alphateach.v4i1.7203

Abstract

Motivasi memainkan peran penting dalam proses belajar, namun setiap individu memiliki motivasi yang berbeda-beda. Motivasi yang beragam ini dapat memengaruhi pencapaian tujuan belajar masing-masing. Berbagai faktor seperti cita-cita, kemampuan, kondisi pribadi, dan lingkungan dapat memengaruhi motivasi setiap individu. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi motivasi belajar fikih ibadah di Pondok Pesantren Al-Asy’ariyyah 7 dan Pondok Pesantren Ar-Ridwan, serta membandingkan motivasi belajar di kedua lembaga tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dari berbagai sumber seperti santri, ustadz/ustadzah, dan pengurus pondok. Data kemudian dianalisis dengan mereduksi informasi yang relevan, memaparkannya, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Pondok Pesantren Al-Asy’ariyyah 7, motivasi belajar fikih tidak mengutamakan strategi pembelajaran aktif, tetapi lebih cenderung menggunakan pendekatan pembelajaran kooperatif. Di sisi lain, di Pondok Pesantren Ar-Ridwan, motivasi belajar fikih lebih ditonjolkan pada individu, dengan santri menunjukkan antusiasme tinggi dalam mempelajari fikih ibadah. Perbandingan antara kedua pondok pesantren menunjukkan bahwa Pondok Pesantren Ar-Ridwan lebih mengutamakan pembelajaran aktif yang membuat santri lebih bersemangat dan tertarik dalam belajar, sehingga mencapai prestasi belajar yang baik. Di sisi lain, Pondok Pesantren Al-Asy’ariyyah 7 lebih mengedepankan pembelajaran kooperatif yang mendorong kemandirian belajar santri melalui tugas-tugas yang diberikan
NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER ISLAM DALAM KISAH NABI MUSA BERGURU KEPADA NABI KHIDIR DALAM AL-QUR’AN SURAT AL-KAHFI AYAT 65-82 Ridhowi, Ahmad; Muntaqo, Rifqi; Linnaja, Ngatho'ilah
AL-QALAM: JURNAL KEPENDIDIKAN Vol 21 No 2 (2020): AL-QALAM: JURNAL ILMU KEPENDIDIKAN
Publisher : FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN UNIVERSITAS SAINS AL-QUR'AN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study is to explore the values of Islamic character education in the content of the Al-Qur’an Surah Al-Kahf and take the wisdom contained in the letter related to Islamic character education. The type of research used is library research, a qualitative aproach with data sourch based on written works such as books of interpretation, data collection techniques using the maudhu’i method and tahlili method, data analysis techniques using content analysis and wacana analysis. The result o this study indicate that character education in the context of current education is relatively low due the several factors. The values o of character education contained in the story of prophet Musa studying with prophet Khidr in the Qur’an Surah Al-Kah verse 65-82 is: tawadhu’, patiently, sincerity and continuity in studying, social care, communicating well and polite, forgiving, tawaqal.
Humanist-Quranic Based Managerial Organizational Culture in Indonesia: Ethnographic Study Muntaqo, Rifqi; Muntaqo, Lutfan; El Syam, Robingun Suyud; Wan Jusoh, Wan Noor Hazlina
JURNAL AL-TANZIM Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Nurul Jadid University, Probolinggo, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/al-tanzim.v9i1.9792

Abstract

This study aims to analyze the managerial and organizational culture in one of the Islamic universities in Indonesia that has humanist and Qur’anic characteristics, as well as the forms of its implementation. This is expected to be a differentiator from the organizational culture patterns in other higher education institutions, especially private ones. This study uses an ethnographic approach with a data collection flow that adopts the Spradley model. This method was chosen to understand in depth how the integration of humanist and Qur’anic values is applied in the managerial culture that is characteristic of the university. Data collection was carried out through participatory observation, unstructured interviews, and closed questionnaires. Qualitative data validation used triangulation techniques of sources, methods, and researchers. Data analysis techniques were carried out qualitatively using the Miles and Huberman model. The results of the study indicate that the managerial culture applied in the Islamic university has unique characteristics, namely integrating the values contained in the Qur’an, which are manifested in real humanistic actions. This can be seen both in terms of regulations and interactions within it involving the leadership, lecturers, and employees. In addition, this study also found how the institution collaborates with external partner institutions.