Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Perancangan Aplikasi Deteksi Motif Songke Manggarai Berbasis Pengolahan Citra Digital untuk Promosi dan Pemasaran Sentra IKM Tenun Molas Poco Lembor Sabatani Jangku, Wilhelmus; Yosef Seran, Marius; Wayan Pio Pratama, I; Putu Eka Sudarsana, I; Fhelly Djun, Sisilia; Toni Harjo, Kristoforus; Made Dwija Oka Negara, I; G.C. Widiyanto, Angling
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 4 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i4.20810

Abstract

Penelitian ini bertujuan merancang dan mengembangkan aplikasi berbasis pengolahan citra digital untuk mendeteksi dan mengklasifikasikan motif Songke Manggarai. Dengan memanfaatkan algoritma Convolutional Neural Network (CNN) berbasis MobileNetV2 dan teknik augmentasi data, sistem mampu mendeteksi enam jenis motif Songke dengan akurasi mencapai 95%. Aplikasi ini dibangun berbasis web menggunakan Flask sebagai backend dan TensorFlow/Keras sebagai engine machine learning. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem dapat membantu pelaku IKM dalam mendokumentasikan, mengenali, serta mempromosikan produk tenun Songke secara digital, sekaligus memperluas jangkauan pasar melalui teknologi.
TOURISM AND SOCIAL JUSTICE: A “CAPABILITY APPROACH” PERSPECTIVE MARIUS YOSEF SERAN; I Nengah Dasi Astawa
Sanjiwani: Jurnal Filsafat Vol 16 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/sjf.v16i2.5026

Abstract

This study aimed to analyze the relationship between tourism and social justice based on the Capability Approach developed by Amartya Sen and Martha Nussbaum. The research employed an interpretive qualitative method, using data collection techniques such as literature review, document comparison, and case study analysis. Primary data sources consisted of key literature exploring the philosophical concepts of both thinkers, as well as works related to the philosophy of tourism. Secondary data sources included tourism-related data obtained from online sources. The results of the study indicate the existence of access and capabilities in tourism, along with opportunities and challenges, both in enhancing and limiting the capabilities of individuals and communities, particularly in relation to the natural environment, socio-cultural aspects, the economy, and human resources. Criticisms regarding the limitations of surveys and measurements also emerged from the analysis of documents and case studies. These critiques aim to guide tourism studies, from planning stages through to evaluation and oversight, toward employing holistic, comprehensive, and interdisciplinary measurement methods. Thus, it is hoped that universal values of tourism, such as inclusivity and sustainability, can be implemented in the development of the tourism sector.
Beyond Policy Rhetoric: Tata Kelola Pariwisata Berkelanjutan Berbasis Masyarakat di Desa Wae Lolos Laurensius Sandrio; Roseven Rudiyanto; Marius Yosef Seran; Septian Hutagalung; Irna Karina J. Kaban
Journal of Science Education and Management Business Vol. 5 No. 1 (2026): JOSEMB (Journal Of Science Education And Management Business)
Publisher : Riset Sinergi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan pariwisata di Kabupaten Manggarai Barat meningkat pesat seiring penetapan Labuan Bajo sebagai destinasi super prioritas nasional. Namun, percepatan tersebut menimbulkan tantangan terkait keberlanjutan lingkungan, pelestarian budaya, dan pemerataan manfaat bagi masyarakat lokal. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi kebijakan pariwisata berkelanjutan di Desa Wae Lolos serta merumuskan model tata kelola pariwisata berbasis masyarakat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, Focus Group Discussion (FGD), dan studi dokumen. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan pariwisata berkelanjutan secara normatif telah sejalan dengan kebijakan daerah, namun implementasinya belum optimal akibat lemahnya koordinasi, keterbatasan pendampingan, dan belum adanya pedoman operasional di tingkat desa. Dampak pariwisata terhadap masyarakat belum merata, baik secara ekonomi, sosial, budaya, maupun lingkungan. Penelitian ini merumuskan model tata kelola pariwisata berkelanjutan berbasis masyarakat yang menekankan penguatan kelembagaan lokal, partisipasi inklusif, distribusi manfaat berkeadilan, serta perlindungan budaya dan lingkungan sebagai alternatif kebijakan pengembangan desa wisata berkelanjutan.
Pemetaan Strategis Potensi Kemitraan Sentra IKM Tenun dan Olahan Ikan di Kabupaten Manggarai Barat Hutagalung, Septian; Seran, Marius Yosef; Iswanto, Andy Iwan; Ciptosari, Fitri
Journal of Science Education and Management Business Vol. 5 No. 1 (2026): JOSEMB (Journal Of Science Education And Management Business)
Publisher : Riset Sinergi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan sentra Industri Kecil dan Menengah (IKM) menjadi salah satu strategi penting dalam memperkuat struktur ekonomi daerah dan meningkatkan daya saing pelaku usaha lokal. Namun, keberlanjutan sentra IKM tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan infrastruktur fisik, tetapi juga perlu dilanjutkan dan diperkuat dengan kemitraan antar pemangku kepentingan terkait. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan secara strategis potensi kemitraan yang ada pada sentra IKM Tenun Molas Poco Lembor dan sentra IKM Olahan Ikan ITABAJO yang ada di Kabupaten Manggarai Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus komparatif, melalui teknik pengumpulan data dengan observasi lapangan, wawancara mendalam dan telaah dokumen. Analisis dilakukan menggunakan kerangka pemetaan kepentingan dan pengaruh pemangku kepentingan. Hasil penelitian menunjukkan bhawa pemerintah daerah dan pengelola sentra berperan sebagai aktor kunci, pelaku usaha pariwisata dan lembaga keuangan sebagai aktor strategis, serta akademisi dan lembaga pelatihan sebagai aktor pendukung. Temuan ini juga menegaskan bahwa penguatan tata kelola kemitraan berbasis peran aktor menjadi kunci dalam meningkatkan keberlanjutan dan kinerja sentra IKM. Penelitian ini turut memberikan kontribusi konseptual dan praktis bagi perumusan strategi pengembangan sentra IKM berbasis kolaborasi multipihak.
AN ASSESSMENT OF TOURIST SATISFACTION LEVELS WITH REGARD TO ATTRACTIONS, AMENITIES, ACCESSIBILITY, AND ANCILLARY SERVICES IN CUNCA WULANG Putri, Natalia Selviana; Rudiyanto, Roseven; Sandrio, Laurensius; Seran, Marius Yosef
Jurnal Hospitality dan Pariwisata Vol 12, No 1 (2026): Jurnal Hospitality dan Pariwisata
Publisher : Program Studi Hospitality dan Pariwisata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30813/jhp.v12i1.9100

Abstract

Tourist satisfaction is one of the evaluation results of tourism facilities provided by tourism managers. This is to determine the quality of a tourist destination for visiting tourists. Therefore, the purpose of this study was to measure the level of tourist satisfaction with attractions, amenities, accessibility, and ancillary facilities at Cunca Wulang Waterfall. This study used a quantitative approach. The data collection technique used in this study was a questionnaire distributed to tourists visiting Cunca Wulang Waterfall. Data collected from 150 respondents. The results showed that tourist satisfaction with the 4A aspects of Cunca Wulang Waterfall was in the satisfactory category. However, several aspects needed improvement, such as toilets, the addition of ropes to the pedestrian bridge, the addition of directional signs, and cleaning the roadside for public transportation access. 
PERAN HOUSEKEEPER DALAM TATA KELOLA OPERASIONAL DI HOTEL BINTANG KUTA, BALI Wadhi, Yohanes Paulus Hanny; Seran, Marius Yosef
Jurnal Hospitality dan Pariwisata Vol 12, No 1 (2026): Jurnal Hospitality dan Pariwisata
Publisher : Program Studi Hospitality dan Pariwisata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30813/jhp.v12i1.9549

Abstract

Housekeeping Department memiliki peran strategis dalam menunjang kegiatan operasional hotel dan menciptakan kepuasan tamu, khususnya pada hotel berbintang yang menuntut standar tinggi dalam aspek kebersihan, keselamatan dan kualitas pelayanan. Sehubungan dengan hal ini maka penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Housekeeping Department dalam mendukung operasional hotel dan peningkatan pengalaman tamu di Bintang Kuta Hotel, Bali. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, wawancara mendalam dengan staf dan pihak manajemen hotel, serta studi dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif untuk menggambarkan secara nyata pelaksanaan peran dan fungsi housekeeping dalam kegiatan operasional hotel sehari-hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Housekeeping Department menjalankan peran strategis melalui tiga fungsi operasioanal utama yaitu room section, public area section, dan linen section. Pelaksanaan fungsi ini didukung oleh proses kerja yang terstandar, mencakup penerapan prosedur operasional standar (SOP), koordinasi antar departemen, pengawasan rutin, serta pelatihan sumber daya manusia secara berkelanjutan. Proses kerja yang efektif tersebut berkontribusi dalam menciptakan lingkungan hotel yang bersih, aman, dan tertata dengan baik. Kondisi ini juga berdampak positif terhadap kualitas pelayanan kepada tamu, khususnya dalam aspek profesionalisme, keramahtamahan dan responsivitas. Penelitian ini juga menyimpulkan bahwa Housekeeping Department tidak hanya berfungsi sebagai unit pendukung, tetapi merupakan komponen operasional utama yang berpengaruh langsung terhadap kepuasan tamu, citra hotel dan keberlanjutan operasional hotel. Adapun hasil penelitian diharapkan dapat menjadi rujukan praktis bagi manajemen hotel serta turut memperkaya kajian terapan di bidang manajemen perhotelan.
Membangun Manggarai Barat Dari Desa Melalui Peningkatan Potensi Sumber Daya Manusia Marius Yosef Seran; Septian Hutagalung; Reynaldo Siagian
JURNAL AKADEMISI VOKASI Vol 2 No 1 (2023): Jurnal Akademisi Vokasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Politeknik eLBajo Commodus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63604/javok.v2i1.29

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pembangungan desa di Kabupaten Manggarai Barat melalui peningkatan sumber daya manusia. Metode penelitian kualitatif digunakan dalam penelitian ini dengan informan-informan kunci adalah pemangku kepentingan terkait, yakni akademisi, pelaku usaha dan industri, perwakilan masyarakat, pemerintah daerah, kepala desa, serta pers atau media. Penelitian ini menggunakan observasi lapangan, forum diskusi terpumpun dan kajian literatur sebagai teknik pengambilan data. Analisis data menggunakan matrik analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan adanya kekuatan, kelemahan, peluang, dan potensi ancaman yang dapat mengganggu seluruh proses pembangunan sumber daya manusia. Oleh karena itu, rekomendasi dari penelitian ini agar para pemangku kepentingan terkait perlu melakukan koordinasi yang semakin baik dan kuat dalam upaya untuk memastikan agar setiap rencana tindak lanjut strategis dapat diimplementasikan dengan tepat dan efisien.
Pengembangan Atraksi Ekowisata Pesisir Melalui Identifikasi: Terumbu Karang, Lamun dan Mangroves (Studi Kasus: Ekosistem Wilayah Pesisir Dusun Rangko) MARIUS YOSEF SERAN; Septian Hutagalung; Roseven Rudiyanto; Laurensius Sandrio; Fitri Ciptosari
JURNAL AKADEMISI VOKASI Vol 2 No 2 (2023): Jurnal Akademisi Vokasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Politeknik eLBajo Commodus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63604/javok.v2i2.92

Abstract

The coastal ecosystems identified are seagrass, mangroves forest, and coral reef ecosystems. Through this identification then this research aims to develop number of opportunities for developing coastal ecotourism through this observation and identification of mangroves, seagrass and coral reef ecosystems spread along several points in the coastal area of ​​Rangko’s Village. The method for data collection are qualitative description based on direct observation, field identification and documentation. The results shown that there is a diversity of coral reef, seagrass and mangrove ecosystems. Based on this finding can be concluded that the development of coastal ecotourism in Rangko’s coastal area has the opportunity to be developed through a number of ecotourism activities, such as snorkeling, fishing, paddleling, bird watching, and mangroves planting.
Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah Denpasar dan Yogyakarta: Studi Komparasi dan Pembelajaran Marius Yosef Seran; Putu Guntur Pramana Putra; I Nengah Sandi Artha Putra; Laurensius Sandrio; Yosef Kurniawan Ukar
JURNAL AKADEMISI VOKASI Vol 3 No 1 (2024): Jurnal Akademisi Vokasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Politeknik eLBajo Commodus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63604/javok.v3i1.114

Abstract

The Denpasar Tourism Development Master Plan Regional Regulation for 2018-2029 No. 3 of 2019 and The Yogyakarta Tourism Development Master Plan Regulation for 2015-2025 No. 3 of 2015 serve as guiding documents for the future trajectory of tourism development in their respective regions over the next decade. These regulations are instrumental in ensuring that the progression of tourism aligns with predetermined visions and objectives. This study adopts a comparative approach, which involves analyzing and contrasting the two regulations to draw insights. Comparative analysis is employed as a method to scrutinize data and derive new insights. The findings from this analysis reveal both similarities and disparities between the two regulations. Commonalities include shared objectives, legal underpinnings such as UU 1945 article 18, paragraph 6, adherence to Law no. 10 of 2009, regulatory types, timeframes, and general provisions. However, distinctions emerge in discussions about general and specific differences. Regarding tourism development objectives outlined in each regulation, such as those Denpasar Regional Regulation No. 3 of 2019, article 13 and Yogyakarta Regional Regulations No. 3 of 2015, article 7, both emphasize similar goals: fostering the growth of the creative economy, enhancing employment opportunities, boosting regional income, and safeguarding the environment. The effective implementation of these regulations of expected to yield positive outcomes for all stakeholders involved in tourism development.
Persepsi Masyarakat Terhadap Program Pemberdayaan Masyarakat Binaan Balai Taman Nasional Komodo (Studi Kasus: Kampung Rinca) Yovita Roukawali Bunga; Marius Yosef Seran; Mappiasse; Muhammad Ikbal Putera
JURNAL AKADEMISI VOKASI Vol 3 No 2 (2024): Jurnal Akademisi Vokasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Politeknik eLBajo Commodus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63604/javok.v3i2.143

Abstract

The purpose of this research is to evaluate the community empowerment program implemented by the Komodo National Park Center in Rinca Village and understand the level of community satisfaction with the community empowerment program that has been implemented. This research uses quantitative methods in a observation descriptive approach. The research population includes all community groups involved or affected by the empowerment program, while the research sample was taken as many as 55 respondents from the population. The data collection technique used to measure community satisfaction with the empowerment program is a questionnaire. This questionnaire includes 3 indicators on each of 11 statements with a Likert scale of 1 - 5. The results stated that most chose 4 (Agree) in this case it can be stated that they are “satisfied” with the empowerment program implemented, although there are aspects that need to be improved. In summary, this research is useful from a theoretical point of view to further research and more effective program planning for the future and from a practical point of view the results of this study can be used by the Komodo National Park as an evaluation and improvement of the program.