Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Motivation And Capacity in Entrepreneurship: Are They Enough? (An Insight from Entrepreneur-Self-Test for Student at Politeknik eLBajo Commodus) Marius Yosef Seran; Andy Iwan Iswanto; Fitri Ciptosari; Gregorius Antariksa Berybe
JURNAL AKADEMISI VOKASI Vol 4 No 1 (2025): Jurnal Akademisi Vokasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Politeknik eLBajo Commodus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63604/javok.v4i1.167

Abstract

This study explores the relationship between motivation and capacity, based on entrepreneurial self-test, as predictors of entrepreneurial potential among vocational students at Politeknik eLBajo Commodus. With the growing emphasis on entrepreneurship education in Indonesia, this research investigates whether motivation as an internal drive and capacity as a enabling factors are sufficient to foster entrepreneurial readiness. Using a quantitative explanatory design, data were collected through an Entrepreneur-Self-Test consisting of 27 indicators, and analyzed using JASP for descriptive statistics, reliability, correlation, and regression analysis. The findings reveal that while both motivation and capacity significantly influence entrepreneurial potential, capacity exhibits a stronger predictive power. The study concludes that motivation and capacity are necessary but not entirely sufficient for predicting entrepreneurial potential. Therefore, entrepreneurship education must integrate contextual skills and experiential learning to bridge mindset and execution. These insights contribute to the ongoing refinement of entrepreneurship class and curriculum, for broader inclusion of environmental and structural factors in student development strategies.
ANALISIS KONSEP 3A (ATRAKSI, AMENITAS, AKSEBILITAS) DALAM PERENCANAAN PENGEMBANGAN PARIWISATA BERBASIS MASYARAKAT: (STUDI KASUS: DESA UMATOOS, KABUPATEN MALAKA) MARIUS YOSEF SERAN; Septian Hutagalung; Roseven Rudiyanto; Laurensius Sandrio; Ida Ayu Rostini
Jurnal Penelitian Terapan Mahasiswa Vol 1 No 1 (2023): Jurnal Penelitian Terapan Mahasiswa
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik eLBajo Commodus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to analyze the 3A (attraction, amenity, accessibility) concept of tourism planning development in Desa Umatoos, Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Malaka. This research uses a qualitative method and the key informants are the representatives of related stakeholders which from academician, business, community, local government, and mass media. This study uses field observations, in depth interview, focus group discussion, and literature studies. The result of the study showed the existence of main tourist attractions, alternative attractions, other potential nature and cultural tourism products in the village, also numbers of supporting facilities and accessibilities. There are also some weaknesses and potential threats that can become obstacles in the whole process of CBT’s planning development. Therefore, it is recommended that stakeholders need to collaborate in the whole aspects of planning development.
Strategi Pemasaran Destinasi Wisata Dalam Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (Studi pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Belu) carmelita Ribeiro Alves; Frans Nyong; Yohanes Kornelius Ethelbert; Marius Yosef Seran
Jurnal Penelitian Terapan Mahasiswa Vol 2 No 1 (2024): Jurnal Penelitian Terapan Mahasiswa
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik eLBajo Commodus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berangkat dari sejumlah masalah pokok yaitu bagaimana pemasaran pariwisata yang dilakukan oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Belu, faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi pemasaran destinasi pariwisata di Kabupaten Belu dan bagaimana menentukan strategi yang sebaiknya dilakukan untuk pemasaran pariwisata di Kabupaten Belu. Metode kuantitatif digunakan dalam penelitian ini dengan pendekatan statistik deskriptif dan Analisis SWOT. Dalam pengumpulan data, peneliti melakukan observasi dan pembagian kuesioner tentang pemasaran pariwisata yang dilakukan oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Belu. Sumber data primer diperoleh secara langsung dari responden dan sumber data sekunder diperoleh melalui buku-buku, dan dokumen resmi dari dinas dan instansi lain yang terkait dengan penelitian ini. Responden dalam penelitian ini adalah berjumlah 20 orang yang terdiri dari pegawai Dinas Pariwisata Kabupaten Belu dan grup wisatawan atau masyarakat yang pernah mengunjungi obyek wisata yang dikelola oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Belu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang digunakan oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Belu untuk memasarkan pariwisata dalam rangka peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) belum terlaksana secara optimal.
Implementasi Sistem Manajemen Kinerja Dalam Meningkatkan Produktivitas Kerja Karyawan Pada PT. Pungkook Indonesia One Grobogan Laurensius Sandrio; Marius Yosef Seran; Hersanius Kurnia Peong; Yohanes Paulus Hanny Wadhi; Septian Hutagalung
Jurnal Penelitian Terapan Mahasiswa Vol 2 No 1 (2024): Jurnal Penelitian Terapan Mahasiswa
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik eLBajo Commodus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penulisan karya ilmiah ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan sistem manajemen kinerja karyawan ang digunakan oleh PT. Pungkook Indonesia One. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan mengunakan observasi, wawancara kepada karyawan, observasi dan studi dokumen. Teknik analisis data menggunakan Triangulasi sumber untuk memvalidasi data yang diperoleh dari berbagai sumber. Triangulasi membantu memastikan keabsahan dan keandalan informasi yang digunakan dalam penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Sistem Manajemen Kinerja (SMK) di PT. Pungkook Indonesia One dapat meningkatkan produktivitas kerja karyawan melalui beberapa elemen, seperti perencanaan, pengukuran, evaluasi, dan umpan balik. Namun, terdapat beberapa tantangan dalam implementasi SMK seperti kurangnya kesadaran para karyawan dan kendala teknologi informasi. Oleh karena itu, PT. Pungkook perlu melakukan beberapa upaya untuk mengatasi tantangan tersebut, seperti meningkatkan sosialisasi SMK dan meningkatkan investasi pada teknologi informasi. Diharapkan penelitian ini dapat memberikan saran dan masukan bagi perusahaan dalam meningkatkan produktivitas kerja karyawan melalui implementasi SMK.
A Comparative Study on MPA’s and OECM’s Conservation Management: Key Findings and Lesson Learned MARIUS YOSEF SERAN; Septian Hutagalung; Kusnanto; Laurensius Sandrio; Roseven Rudiyanto
Jurnal Penelitian Terapan Mahasiswa Vol 2 No 2 (2024): Jurnal Penelitian Terapan Mahasiswa
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik eLBajo Commodus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21076/jptm.v2i2.129

Abstract

Marine Protected Areas (MPAs) and Other Effective Area-Based Conservation Measures (OECMs) are two conservation approach models that offer conservation programs through activities related to protecting marine ecosystems and promoting social and economic sustainability issues. and culture. Even though they are two different approaches, they complement each other and have an important role in conservation activities. This study uses a comparative method to analyze the similarities and differences between MPAs and OECDMs. The research results show that these two approaches have the same main goal, namely protecting biodiversity and promoting sustainable ecosystems. Meanwhile, in relation to different aspects, there are several components such as definitions, approaches and implementation mechanisms. MPAs tend to be more focused on protecting specific areas with restrictions on human activity and activities, whereas OECMs offer greater flexibility by integrating conservation in a variety of land and resource use contexts. In terms of conservation objectives, both MPAs and OECDS aim to improve the quality of life of entire ecosystems, protect threatened species, and support local economic sustainability. This can be done through ecotourism and responsible resource management. Thus, the implementation of these two approaches can have a positive impact on all stakeholders involved in conservation and sustainable development.
Antara Harapan dan Kepuasan Wisatawan Terhadap Kompetensi Pemandu Wisata Alam (Studi Kasus: Loh Liang dan Loh Buaya, Taman Nasional Komodo Maria Anjelina Koka; Marius Yosef Seran; Fitri Ciptosari; Muhammad Ikbal Putra
Jurnal Penelitian Terapan Mahasiswa Vol 3 No 1 (2025): Jurnal Penelitian Terapan Mahasiswa
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik eLBajo Commodus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesenjangan antara kepuasan dan kepentingan wisatawan terhadap kompetensi pemandu wisata alam di Taman Nasional Komodo. Sebagai salah satu destinasi wisata alam yang terkenal di dunia, Taman Nasional Komodo memiliki peran penting dalam memberikan pengalaman wisata yang berkualitas melalui layanan pemandu wisata alam. Metode penelitian yang digunakan adalah observasi dengan menyebarkan kuisioner kepada wisatawan yang telah mengunjungi Taman Nasional Komodo. Sampel yang diambil berjumlah 100 wisatawan. Data dianalisis menggunakan software ms. excel untuk mengidentifikasi indikator-indikator mana yang terdapat kesenjangan signifikan antara harapan dan realisasi layanan yang diterima oleh wisatawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa aspek kompetensi pemandu wisata alam yang perlu ditingkatkan untuk memenuhi harapan wisatawan. Kompetensi tersebut meliputi pengetahuan dalam menjelaskan jalur trekking yang akan dilalui dengan jelas dan kemampuan menjawab pertanyaan wisatawan dengan tepat, cepat, dan jelas. Berdasarkan temuan ini, direkomendasikan adanya pelatihan dan pengembangan lebih lanjut bagi para pemandu wisata alam guna meningkatkan kualitas layanan dan kepuasan wisatawan.
Identifikasi dan Evaluasi Paket Wisata Desa Waelolos Untuk Pengembangan Pariwisata Berbasis Masyarakat Modestus Frigedi Ice; Marius Yosef Seran
Jurnal Penelitian Terapan Mahasiswa Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Penelitian Terapan Mahasiswa
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik eLBajo Commodus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63604/jptm.v3i2.181

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi kualitas paket wisata, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi pelaksanaan paket wisata, dan mengembangkan strategi paket wisata untuk mendukung pengembangan pariwisata berbasis masyarakat di Desa Waelolos, Manggarai Barat, Flores, Nusa Tenggara Timur. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas paket wisata di Desa Waelolos dinilai lengkap dan saling mendukung, dengan keunggulan seperti akses jalan yang baik, keindahan alam, dan keramahan masyarakat setempat. Faktorfaktor yang memengaruhi pelaksanaan paket wisata antara lain lokasi strategis, kekayaan alam dan budaya, kolaborasi dengan Dinas Pariwisata dan perguruan tinggi setempat, serta pelatihan dan pendampingan. Strategi pengembangan paket wisata yang disarankan antara lain promosi melalui media sosial, peningkatan infrastruktur pendukung, dan pengelolaan pariwisata yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Pengembangan ekowisata di Desa Waelolos diharapkan dapat meningkatkan perekonomian lokal dan melestarikan lingkungan alam dan budaya.