Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

MODEL DAN BUDAYA LITERASI SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN MINAT BACA PESERTA DIDIK DI SMA NEGERI 1 MEGAMENDUNG Muhamad Abdul Malik; Amir Mahrudin; Abdul Kholik
AL - KAFF: JURNAL SOSIAL HUMANIORA Vol. 4 No. 1 (2026): AL-KAFF: Jurnal Sosial Humaniora
Publisher : Fakultas Agama Islam dan Pendidikan Guru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/al-kaff.v4i1.21138

Abstract

meningkatkan minat baca peserta didik di SMA Negeri 1 Megamendung. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Megamendung dengan menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Responden dalam penelitian ini terdiri dari wakil kepala sekolah bidang humas, guru sekaligus mentor literasi, dan peserta didik. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model budaya literasi yang diterapkan di SMA Negeri 1 Megamendung mencakup kegiatan literasi pagi 15 menit, pembentukan Tim Literasi Sekolah, penyediaan pojok baca, serta program tematik LIBERTA (Literasi Bersama Penuh Cinta). Program ini memadukan kegiatan membaca, menulis, dan ekspresi kreatif dalam suasana yang kolaboratif dan menyenangkan. Dalam pelaksanaannya, keterlibatan guru sebagai fasilitator literasi menjadi faktor penting dalam membentuk ekosistem literasi yang aktif dan partisipatif. Budaya literasi ini didukung oleh berbagai faktor seperti dukungan kebijakan sekolah, ketersediaan sarana, serta antusiasme peserta didik. Namun, masih terdapat kendala seperti keterbatasan waktu dan belum meratanya minat baca di kalangan siswa. Model budaya literasi yang diterapkan terbukti memberikan dampak positif terhadap peningkatan minat baca peserta didik dan membentuk lingkungan belajar yang mendorong pembelajaran sepanjang hayat.
Implementasi Upaya Sekolah dalam Menjaga Kesehatan Mental Peserta Didik di SMA Kharisma Nurul Amal Astri Lindasari; Amir Mahrudin; Abdul Kholik
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 8 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i8.25853

Abstract

Kesehatan mental siswa merupakan aspek penting yang memengaruhi perkembangan, perilaku, dan keberhasilan belajar. Oleh karena itu, sekolah perlu mengembangkan upaya sistematis untuk mendukung kesejahteraan psikologis peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi upaya sekolah dalam menjaga kesehatan mental peserta didik di SMA Kharisma Nurul Amal. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Setelah diperoleh melalui observasi, wawancara, dan penyelidikan dokumentasi, data kemudian dianalisis secara interaktif melalui proses reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Selama proses ini, triangulasi teknik dan triangulasi sumber diperlukan untuk memastikan validitas data.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekolah dapat mencapai tujuan mereka melalui pembelajaran, pembiasaan budaya sekolah, kegiatan keagamaan, layanan bimbingan dan konseling, dan keteladanan guru. Guru juga membantu membuat lingkungan belajar yang mendukung kesehatan mental peserta didik. Program didukung oleh komitmen warga sekolah, budaya religius, dan kerja sama dengan orang tua. Namun, ada masalah seperti pemahaman yang buruk dari beberapa siswa, efek lingkungan, dan integrasi program kesehatan mental yang buruk. Implementasi program didukung oleh sinergi komunitas sekolah dan orang tua, meskipun masih menghadapi kendala seperti pengaruh lingkungan eksternal, pemahaman yang rendah dari sebagian peserta didik, dan integrasi program kesehatan mental yang kurang optimal. Penelitian ini menemukan bahwa upaya sekolah berfungsi sebagai cara preventif dan promotif untuk menjaga kesehatan mental siswa. Ini juga menjadi dasar untuk memperkuat kebijakan sekolah yang lebih fokus pada kesejahteraan psikologis peserta didik.
Implementasi Layanan Literasi Perpustakaan dalam Menguatkan Literasi Informasi Peserta Didik di SMA Cahaya Rancamaya Islamic Boarding School Syabila Melania; Amir Mahrudin; Syukri Indra
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 8 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i8.25909

Abstract

Literasi informasi merupakan keterampilang krusial yang wajib dipunyai murid dalam bertahan pada hambatan di era digital, karena kemampuan mengenali kebutuhan informasi, mencari, mengevaluasi, dan memanfaatkannya secara tepat sangat menentukan keberhasilan belajar. Perpustakaan sekolah memiliki peran strategis dalam mendukung penguatan literasi informasi peserta didik, khususnya melalui layanan literasi yang terstruktur. Penelitian ini bermaksud untuk menelaah bagaimana implementasi layanan literasi perpustakaan dalam menguatkan literasi informasi peserta didik di SMA Cahaya Rancamaya Islamic Boarding School. Pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus digunakan pada penelitian ini dengan deknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan mengolah data menggunakan model dari Miles dan Huberman yang termasuk dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pada hasilnya memperlihatkan bahwa layanan literasi perpustakaan di sekolah ini dijalankan melalui program rutin seperti Morning Reading, diskusi artikel, dan kelompok literasi yang membiasakan peserta didik membaca setiap hari. Guru dan pustakawan berperan aktif sebagai teladan dengan selalu membawa buku, sehingga budaya membaca terbentuk di seluruh lingkungan sekolah. Kondisi ini tidak sekedar menciptakan kebiasaan membaca, melainkan juga memperkuat keterampilan literasi informasi murid untuk membuka, memahami, mengevaluasi, dan memanfaatkan informasi untuk mendukung pembelajaran. Meskipun terdapat keterbatasan penggunaan teknologi digital, perpustakaan tetap menjadi pusat utama kegiatan literasi yang efektif karena adanya komitmen guru dan pustakawan. Dengan demikian, implementasi layanan literasi perpustakaan terbukti mampu membangun budaya literasi berkelanjutan sekaligus memperkuat literasi informasi peserta didik secara kritis, mandiri, dan sistematis sesuai tuntutan pembelajaran abad ke-21.