Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Hubungan Body Image Dengan Status Gizi Pada Remaja Putri Di Sekolah Menengah Kejuruan Swasta Kristen 2 Tomohon Wasti Katerina Rapar; Ilham Salam; Deviana Pratiwi Munthe; Theo Welly Everd Mautang; Adi Yeremia Mamahit; Beatrix J. Podung
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1224

Abstract

Body image merupakan salah satu faktor psikologis yang dapat memengaruhi perilaku makan dan status gizi remaja putri. Ketidakpuasan terhadap bentuk tubuh dapat mendorong remaja melakukan perilaku makan yang tidak sehat sehingga berisiko mengalami status gizi tidak normal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan body image dengan status gizi pada remaja putri di Sekolah Menengah Kejuruan Swasta Kristen 2 Tomohon. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional melalui rancangan cross-sectional. Populasi penelitian berjumlah 136 siswi, dengan sampel sebanyak 102 responden yang dipilih menggunakan teknik Proportionate Stratified Random Sampling. Data body image diperoleh menggunakan instrumen Multidimensional Body Self-Relation Questionnaire–Appearance Scale (MBSRQ-AS), sedangkan status gizi diukur berdasarkan Indeks Massa Tubuh menurut Umur (IMT/U). Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki body image negatif (55,9%) dan status gizi normal (74,5%). Hasil uji Spearman menunjukkan terdapat hubungan negatif yang signifikan antara body image dan status gizi (r = -0,545; p = 0,000), yang menunjukkan bahwa semakin positif body image remaja putri, maka status gizinya cenderung semakin baik atau normal. Temuan ini menunjukkan bahwa body image berperan terhadap status gizi remaja putri sehingga diperlukan upaya edukasi mengenai penerimaan diri, gizi seimbang, dan pola hidup sehat untuk mendukung terbentuknya body image positif serta mempertahankan status gizi yang optimal.
Analisis Penerapan Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Puskesmas Wolaang Kecamatan Langowan Timur Grevia Syalomita Wuon; Richard Andreas Palilingan; Bintang Sri Rezeki Panjaitan; Ilham Salam; Fentje Welliam Langitan; Jilly Toar
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1036

Abstract

Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama seperti puskesmas masih menghadapi berbagai tantangan, terutama terkait kebijakan, perencanaan, dan evaluasi yang belum optimal sesuai Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) No. 52 Tahun 2018. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan manajemen K3 di Puskesmas Wolaang serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi terhadap 8 informan yang terdiri dari Kepala Puskesmas, Koordinator K3, dokter, perawat, bidan, petugas farmasi, dan petugas loket. Analisis data dilakukan dengan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan K3 di Puskesmas Wolaang belum memiliki dokumen formal khusus seperti Surat Keputusan (SK) Tim K3, meskipun tim dan koordinator K3 telah dibentuk. Perencanaan dan evaluasi K3 dilaksanakan secara rutin melalui kegiatan mini lokakarya dan apel pagi, namun belum berbasis identifikasi bahaya dan penilaian risiko yang formal. Pelaksanaan K3 seperti penggunaan alat pelindung diri (APD) dan hand hygiene telah berjalan namun belum merata di seluruh unit kerja. Kendala utama yang ditemukan adalah belum tersedianya tenaga kesehatan yang mendapat pelatihan khusus K3, keterbatasan sarana pendukung seperti air bersih, serta kelalaian individu dalam kepatuhan penggunaan APD. Faktor pendukung meliputi kerja sama tim dan komitmen pimpinan puskesmas. Dapat disimpulkan bahwa penerapan manajemen K3 di Puskesmas Wolaang belum sepenuhnya sesuai dengan Permenkes No. 52 Tahun 2018, sehingga diperlukan pelatihan K3 bagi tenaga kesehatan, penyusunan kebijakan formal, serta peningkatan sarana pendukung K3.
Hubungan Penggunaan Media Sosial Digital dengan Tingkat Stres pada Siswa SMA Negeri 1 Tondano Angel Pakasi; Fentje W. Langitan; Ilham Salam
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2026): JIK (JURNAL ILMIAH KESEHATAN)
Publisher : Yayasan Syalom Cipta Sumikolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64418/4x0tny72

Abstract

The escalating adoption of digital social media platforms among adolescents has been recognized as a potential determinant of psychological distress, particularly heightened stress levels. This study aimed to examine the correlation between digital social media use and stress levels among students at SMAN 1 Tondano during the 2025/2026 academic year. A quantitative observational research approach utilizing a cross-sectional design was conducted. The study sample comprised 84 high school students selected through a simple random sampling technique. Primary data were gathered using two standardized instruments, namely the Bergen Social Media Addiction Scale (BSMAS) to evaluate digital social media usage patterns and the Depression Anxiety Stress Scales (DASS-42) to assess psychological stress levels. Statistical analysis using the chi-square test yielded a  (), indicating a statistically significant relationship between digital social media engagement and stress levels among students at SMAN 1 Tondano. Consequently, students are strongly advised to demonstrate digital literacy by utilizing social media platforms judiciously and regulating their screen time duration to prevent disruptions in daily academic and personal routines.