Bambang Wijaksana, Bambang
Unknown Affiliation

Published : 11 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Musica: Journal of Music

Changes in The Use Of Gending Kebo Giro To Hadrah Shalawat Nabi Mahallul Qiyam In Temu Manten Tradition in Bumi Mulya Kuantan Singingi Regency Riau Province Sari, Renita; Sriwulan, Wilma; Awerman, Awerman; Wijaksana, Bambang
Musica: Journal of Music Vol 4, No 1 (2024): MUSICA : JOURNAL OF MUSIC
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/musica.v4i1.4367

Abstract

Temu Manten is a tradition in the traditional Javanese wedding procession. Temu Manten in Javanese means bring together bride and groom at the bride's residence in a part of traditional wedding processions. When the Temu Manten procession takes place, used Gending Kebo Giro as a music accompaniment at Temu Manten tradition. Gending Kebo Giro is played starting from the beginning of the procession until the Temu Manten tradition ends. Over time, the Temu Manten tradition in Bumi Mulya has undergone several significant changes, one of which is the change of musical accompaniment to the Temu Manten procession. Musical accompaniment which usually uses Gending Kebo Giro is currently replaced by Hadrah Sholawat Nabi Mahalul Qiyam. This study uses a qualitative research method using ethnography as a  approach. Data collection was carried out through literature study, observation, and interviews. Through the theory of change by Gerth and Mills as the main theory, the research results show that: changes in the use of gending to hadrah are caused by several factors including inter-ethnic marriage, the influence of Malay culture, and reasons for spending much amount of material.
Pertunjukan solis gitar dengan repertoar Elogio de la Danza, Nurlela, dan It's A Beautiful Day Fajri, Ihsan; Yusnelli, Yusnelli; Awerman, Awerman; Wijaksana, Bambang; Hendri, Yon
Musica: Journal of Music Vol 4, No 2 (2024): MUSICA : JOURNAL OF MUSIC
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/musica.v4i2.4702

Abstract

Pertunjukan musik dari berbagai zaman seperti klasik, modern, melayu dan popular dibalut kedalam sebuah pertunjukan solis gitar dengan menggunakan teknik pertunjukan musik yang mengandung kaidah konvensional. Pertunjukan ini terdiri dari beberapa repertoar dari zaman yang bebeda. Repertoar pertama berasal dari zaman modern yang berjudul Elogio de la danza dengan komposer Leo Brower yang diciptakan pada tahun 1964. Repertoar kedua yaitu Nurlela yang dipopulerkan oleh Bing Slamet. Repertoar ketiga berjudul It’s a beautiful day dengan komposer Tohpati yang diciptakan pada tahun 2013. Penyaji mengaplikasikan berbagai teknik seperti tirando, arpegio, harmonic, apoyando, slur, golpe, dan rasgueado untuk mewujudkan pertunjukan yang sempurna.Kata Kunci: Pertunjukan; Gitar Klasik; Solis
Penerapan Lagu Dinda Dalam Genre Koplo Dengan Format Ansambel Musik Di SMAN 3 Padangpanjang Mardin, Kalingga Laksana; Sriwulan, Wilma; Awerman, Awerman; Syahputra, Ade; Wijaksana, Bambang
Musica: Journal of Music Vol 5, No 1 (2025): MUSICA : JOURNAL OF MUSIC
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/musica.v5i1.5205

Abstract

Penelitian yang berjudul “Penerapan Lagu Dinda Dalam Genre Koplo Dengan Format Ansambel Musik” ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kemampuan peneliti dalam memberikan pembelajaran di bidang musik kepada siswa/i SMAN 3 Padangpanjang. Lagu Dinda ini diaransemen kembali ke dalam format ansambel musik dengan beberapa instrumen seperti bellyra, pianika, gitar elektrik, gitar bass, gendang koplo, dan drumset. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dalam bentuk penelitian tindakan (Action Research), dengan tujuan untuk memecahkan masalah yang ditemukan dalam proses pembelajaran di lapangan. Dalam proses penelitian dan pengajaran tersebut, peneliti memakai teori musik dari Aaron Copland yang dipergunakan sebagai alat untuk memahami elemen dasar musik, seperti melodi, harmoni, dan ritme. Pembelajaran yang diajarkan sesuai dengan ilmu musik konvensional sehingga dapat meningkatkan kemampuan siswa/i dalam memainkan musik dengan baik dan benar. Hasil penelitian dari pengajaran tersebut adalah dipertunjukkannya Lagu Dinda dalam genre koplo oleh siswa/i SMAN 3 Padangpanjang di Gedung Pertunjukan Hoeridjah Adam Institut Seni Indonesia Padangpanjang. Kata kunci : Penerapan, Lagu Dinda, Genre Koplo, Ansambel
Laras Turonggo Seto (Ansambel Campuran) Sandiga, Chandra; Tindaon, Rosmegawaty; Wijaksana, Bambang; Herdianto, Ferry; Saputra, Weldy
Musica: Journal of Music Vol 5, No 2 (2025): MUSICA : JOURNAL OF MUSIC
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/musica.v5i2.5939

Abstract

Laras Turonggo Seto merupakan komposisi musik yang bersumber dari melodi tradisi Turonggo Seto dalam repertoar Kuda Lumping Aneka Turonggo. Karya ini digarap berdasarkan sistem laras pelog, slendro, dan madenda yang dikembangkan ke dalam bentuk musik fantasia dua bagian menggunakan media ansambel campuran. Proses penciptaan dilakukan melalui studi pustaka dan wawancara, kemudian dilanjutkan dengan tahapan eksplorasi dan eksperimentasi musikal. Melodi tradisi diolah melalui teknik unisono, call and response, imitasi, serta augmentasi untuk membangun struktur dan karakter musikal karya. Unsur ladrang dihadirkan sebagai penguat identitas musikal Jawa dalam konteks komposisi kontemporer. Hasil penciptaan menunjukkan bahwa pengolahan laras tradisional yang dipadukan dengan instrumen modern mampu menghasilkan ekspresi musikal baru tanpa menghilangkan nilai estetika dan karakter khas Turonggo Seto sebagai seni pertunjukan tradisi.
Kreativitas Yusuf Gayos Dalam Mengembangkan Musik Tradisi Batang Hari Di Kabupaten Batang Hari, Provinsi Jambi Viani, Chintiya Nopta; Syahputra, Ade; Sriwulan, Wilma; Awerman, Awerman; Wijaksana, Bambang
Musica: Journal of Music Vol 5, No 2 (2025): MUSICA : JOURNAL OF MUSIC
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/musica.v5i2.5992

Abstract

Musik tradisi sebagai warisan budaya takbenda menghadapi tantangan serius akibat perubahan sosial dan minimnya regenerasi pelaku seni. Di Kabupaten Batang Hari, Provinsi Jambi, Yusuf Gayos tampil sebagai seniman yang berperan penting dalam mempertahankan sekaligus mengembangkan musik tradisi melalui pendekatan kreatif. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk kreativitas Yusuf Gayos dalam proses penciptaan, pengolahan musikal, serta transformasi unsur musik tradisi ke dalam karya kontemporer tanpa menghilangkan identitas budaya lokal. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, studi pustaka, dan dokumentasi. Analisis data didasarkan pada teori kreativitas Graham Wallas, teori bentuk musik Karl Edmund Prier, serta konsep pelestarian budaya Koentjaraningrat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kreativitas Yusuf Gayos terwujud melalui pemanfaatan pola vokal Barzah, syair Melayu, teknik improvisasi, serta penggabungan instrumen tradisional dan modern dalam karya seperti Kaylana dan Menyeding Untung. Temuan ini menegaskan bahwa kreativitas seniman berperan strategis dalam menjaga keberlanjutan musik tradisi Batang Hari di tengah dinamika zaman