Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

THE EFFECT OF COMORBIDITIES ON MORTALITY IN COVID-19 PATIENTS IN dr RADEN SOEDARSONO HOSPITAL PASURUAN: Pengaruh Komorbid Terhadap Mortalitas Pada Pasien COVID-19 yang di RSUD dr. Raden Soedarsono Kota Pasuruan Lidia Puspita Kencana; Eka Diah Kartiningrum; Elyana Mafticha
Jurnal Berkala Epidemiologi Vol. 11 No. 3 (2023): Jurnal Berkala Epidemiologi (Periodic Epidemiology Journal)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jbe.V11I32023.240-248

Abstract

Background: COVID-19 patients with comorbidities have the highest mortality risk in Indonesia during the pandemic. Purpose: This study purposed to determine the prevalence of comorbidities on mortality of COVID-19 patients at RSUD dr. Raden Soedarsono, Pasuruan.  Methods: This study used a case-control design with 560 samples collected from January until December 2021. The samples consisted of 140 COVID-19 patients who were treated at RSUD dr. Raden Soedarsono, Pasuruan, in 2021 and declared dead as a case group, as well as 420 COVID-19 patients treated at RSUD dr. Raden Soedarsono, Pasuruan, in 2021 but did not die as a control group. The data were then analyzed using a logistic regression test with SPSS 22.0. Results: The results show that almost all COVID-19 patients did not have comorbidities of diabetes mellitus (85.50%), autoimmune (98.60%), kidney disease (98.20%), gastrointestinal diseases (92.10%), thrombosis and coagulation disorders (93.60%), myocardial injury (99.30%), heart failure (94.30%), hypertension (95.20%), and tuberculosis (5.70%). Also, almost all COVID-19 patients did not have comorbidities of geriatrics (71.60%), COPD (64.10%), and mortality status (25.00%). The results of the logistic regression test show that comorbidities of diabetes mellitus (P-value 0.01; OR 1.99) and geriatrics (P-value 0.00; OR 2.82) affect mortality in COVID-19 patients. Whereas comorbidities of autoimmune (P-value 0.84), kidney disease (P-value 0.37), gastrointestinal diseases (P-value 0.73), thrombosis and coagulation disorders (P-value 0.24), myocardial injury (P-value 0.84), heart failure (P-value 0.43), hypertension (P-value 0.93), COPD (P-value 0.86), and tuberculosis (P-value 0.15) do not affect mortality inCOVID-19 patients. Conclusion: Diabetes Mellitus and geriatrics are the most significant comorbidities in causing the death of COVID-19 patients at RSUD dr. Raden Soedarsono, Pasuruan.
Pemanfaatan Pojok ASI Sebagai Upaya Peningkatan Gizi Balita di Masa Pandemi COVID-19 Elyana Mafticha
Genitri: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Kesehatan Vol 1 No 1 (2022): juni
Publisher : Politeknik Kesehatan Kartini Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36049/genitri.v1i1.57

Abstract

Bayi dan Balita adalah generasi penerus bangsa yang sangat penting diberikan perhatian atas kualitas kesehatannya. Perhatian khusus pada kecukupan gizi pada periode balita sangat penting. Pertumbuhan dan perkembangan Balita tidak sepesat pada periode Bayi. Kenaikan berat badan bayi secara umum akan lebih mudah didapatkan dibandingkan saat usia Balita. Kecukupan gizi nutrisi Balita dipengaruhi oleh beberapa faktor baik faktor langsung maupun tidak langsung. Masa pandemic Covid-19 saat ini masih berlangsung, dimana layanan kesehatan menghadapi tantangan dan masalah yang sangat besar. Pelayanan kesehatan kepada ibu dan anak diliputi dengan ketakutan, misinformasi, pembatasan gerak, namun tidak dapat dihindari untuk tetap dilaksanakan guna menjaga derajat kesehatan masyarakat. Pelayanan kesehatan dilaksanakan sesuai protocol kesehatan dan dengan memperhatikan himbauan Pemerintah pada layanan kesetahan yang bersifat kampanye sampai dinyatakan aman oleh Pemerintah. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di desa Simbaringin dengan memanfaatkan Pojok ASI di Ponkesdes sebagai upaya peningkatan gizi Balita. Pelaksanaan Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan metode pemberian pendidikan kesehatan melalui mekanisme ceramah, tanya jawab, praktik langsung cara menyusui yang benar, penyediaan dan penyimpanan ASI perah serta menu seimbang untuk kecukupan asupan gizi Balita.
FAKTOR RISIKO GIZI KURANG PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PURI KABUPATEN MOJOKERTO Asih Media Yuniarti; Elyana Mafticha; Diana Narika Sari; Mukhammad Himawan Saputra
Al Tamimi Kesmas: Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (Journal of Public Health Sciences) Vol 11 No 2 (2022): Al-Tamimi Kesmas: Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (Journal of Public Health Sci
Publisher : Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35328/kesmas.v11i2.2304

Abstract

Nutritional status is the main source for determining the growth and development of a person's body, especially in toddlers. Malnutrition can have an unavoidable adverse impact, where the worst manifestations can lead to death. The purpose of this study was to determine the risk factors for undernutrition in toddlers in Puskesmas Mojokerto Regency. This research method used the observational method with a cross-sectional research design and used the chi-square test with a sample of 92 respondents. Data collection was carried out using a questionnaire and a 24-hour food recall. This research was conducted in August 2022. The results showed that most of the toddlers received adequate food intake (53.3%), most of the toddlers had experienced infectious diseases (52.2%), and most of the toddlers had malnutrition status ( 53.3%). The results of the Chi-Square test showed that the variables that had a significant relationship with malnutrition in toddlers, were food intake (p = 0.000) and infectious diseases (p = 0.000). The food intake consumed by toddlers is very monotonous so it makes them have no appetite and causes food intake to be unfulfilled, while in infectious diseases most toddlers who have experienced diarrhea, coughs, colds, and fever greatly affect malnutrition in toddlers. It is hoped that the health service and nutrition program holders can increase socialization and provide health education, especially on how to provide good nutrition to toddlers continuously so that they are not susceptible to infectious diseases
FAKTOR RISIKO KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI PUSKESMAS BANGSAL KABUPATEN MOJOKERTO Syalfina, Agustin Dwi; Mafticha, Elyana; Fardiansyah, Arief; Syurandari, Dwi Helynarti; Priyanti, Sari; Haruman, Eodevi Pramuditharisya
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 8, No 4 (2023):
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jimkesmas.v8i4.46886

Abstract

Angka kejadian Diare pada balita di Indonesia sebesar 37,8% dan 20% balita meninggal karena diare. Diare pada balita harus segera dilakukan penanganan karena menyebabkan terjadinya dehidrasi, asidosis metabolik, gangguan sirkulasi yang berdampak pada kematian. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis faktor risiko yang mempengaruhi Diare pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Bangsal Kabupaten Mojokerto.Penelitian ini menggunakan desain case control. Populasi kasus adalah seluruh Balita yang diare berjumlah 107 sedangkan populasi control yakni balita yang berkunjung di Puskesmas Bangsal dengan Diagnosa lain yakni 73. Besar sampel kasus berjumlah 36 responden dan 36 sampel kontrol. Pengambilan data diambil dengan menggunakan kuesioner kemudian diolah dengan editing, Coding, Scoring, Tabulating Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan Uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden berpengetahuan baik sebanyak 37 responden (51.4%) dan sebagian besar responden dengan Kebiasaan Cuci Tangan Pakai Sabun yang negatif sebanyak 37 responden (51,4%) di Puskesmas Bangsal Kabupaten Mojokerto. Hasil analisis menunjukan bahwa pengetahuan (OR=88,000 CI 95% 18.236-424.657) dan kebiasaan cuci tangan (OR=88,000 CI 95% 12.176-202.045) merupakan faktor risiko yang signifikan terhadap kejadian diare pada balita. Pengetahuan dan Perilaku Cuci Tangan Ibu yang kurang baik berisiko terhadap kejadian Diare pada Balita. Diharapkan tenaga kesehatan melakukan sosialisasi secara continue tentang perilaku hidup sehat sebagai upaya peningkatan pencegahan diare pada balita. Kata Kunci: Pengetahuan, Cuci,Tangan, Diare, Balita
PERAN KECERDASAN BUATAN DALAM KESEHATAN MASYARAKAT GLOBAL Alamudi, Mohammad Yusuf; Sudiyanto, Henry; Nurwidji, Nurwidji; Diana, Sulis; Anggreni, Dhonna; Mafticha, Elyana; Kartiningrum, Eka Diah; Fardiansyah, Arief
Prosiding Seminar Nasional COSMIC Kedokteran Vol 3 (2025): Edisi 2025
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Kata “kesehatan masyarakat” merupakan salah satu kata yang paling sering digunakan oleh para pembuat kebijakan, perencana, penyedia layanan kesehatan, dan akademisi. Kata ini merupakan salah satu alat terpenting untuk menjaga kesehatan bangsa serta untuk pembangunan secara keseluruhan. Kesehatan masyarakat bekerja untuk memantau wabah penyakit, baik akut maupun kronis, untuk mencegah cedera, dan untuk memahami distribusi faktor risiko di masyarakat. Kecerdasan buatan (AI) berpotensi meningkatkan kemampuan kesehatan masyarakat untuk meningkatkan kesehatan semua orang di semua komunitas. Tujuan: menentukan Peran Kecerdasan Buatan dalam Kesehatan Masyarakat Global. Metode: Metodologi yang digunakan melibatkan tinjauan pustaka atau analisis makalah yang dikumpulkan dari tahun 1980 hingga 2024 melalui mesin pencari Google. Selanjutnya, sumber dikumpulkan, diidentifikasi, dan dievaluasi. Laporan penelitian ini menggunakan frasa kesehatan masyarakat dan AI. Perburuan tersebut terjadi pada tahun 2024 dari bulan Juli hingga November. Artikel-artikel dalam koleksi ini diterbitkan dalam bahasa Inggris dan Indonesia di jurnal nasional dan internasional, analisis dengan Vosviewer. Hasil : Berdasarkan analisis menggunakan Vosviewer, ditemukan bahwa kesehatan masyarakat terkait dengan AI meliputi big data, data mining, machine learning, deep learning, algoritma, global health informatics. Penelitian kesehatan masyarakat dan AI dilakukan antara tahun 2018 hingga 2024 dan masih terbuka untuk dikaji. Kesimpulan: AI memiliki peran penting dalam kesehatan masyarakat, terutama dalam kaitannya dengan big data, kebijakan kesehatan, dan perawatan kesehatan.
FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP AKTIVITAS FISIK PADA REMAJA Agustin Dwi Syalfina; Elyana Mafticha; Aisyah Dewani Putri; Dian Irawati; Sari Priyanti; Wiwit Sulistyawati
Al Tamimi Kesmas: Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (Journal of Public Health Sciences) Vol 13 No 2 (2024): Al-Tamimi Kesmas: Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (Journal of Public Health Sci
Publisher : Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35328/kesmas.v13i2.2825

Abstract

Aktivitas fisik yang tidak dilakukan secara rutin dapat meningkatkan berbagai risiko penyakit tidak menular, salah satunya yaitu penyakit jantung, stroke, hipertensi, obesitas, dan diabetes mellitus. World Health Organization (WHO) memperkirakan lebih dari 80% populasi remaja di dunia kurang aktivitas secara fisik dan di Indonesia proporsi aktivitas fisik kurang yaitu 35,5% pada usia ≥10 tahun. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor yang mempengaruhi aktivitas fisik pada remaja di MAN 2 Kabupaten Mojokerto. Penelitian ini menggunakan metode cross sectional, dengan teknik proportionate stratified random sampling yang jumlah sampelnya 126 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan pengisian kuesioner yang dibuat oleh peneliti dan diisi oleh responden. Data yang terkumpul diolah dengan menggunakan uji statistik untuk dianalisa dengan uji chi square dengan α 0,05. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden dengan jenis kelamin perempuan sebanyak 64,3%, sebagian besar responden dengan motivasi negatif sebanyak 52,4%, sebagian besar responden dengan dukungan teman positif sebanyak 51,6%, sedangkan hampir setengahnya responden dengan aktivitas fisik ringan sebanyak 36,5%. Hasil uji chi square menunjukkan bahwa ada pengaruh jenis kelamin dengan aktivitas fisik (p value 0,000), ada pengaruh motivasi dengan aktivitas fisik (p value 0,000), dan ada pengaruh dukungan teman dengan aktivitas fisik (p value 0,000). Jenis kelamin, motivasi, dan dukungan teman berpengaruh dengan aktivitas fisik.
Consumption of Green Bean Extract as an Effort to Increase Hemoglobin Levels in Pregnant Women Sari Priyanti; Agustin Dwi Syalfina; Dian Irawati; Elyana Mafticha
KESMAS UWIGAMA: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 8 No 1 (2022): January-June
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/kujkm.v8i1.1408

Abstract

Background: Maternal mortality rate (MMR) is one of the indicators used to measure maternal health status in an area. Data in Indonesia recorded that the maternal mortality rate in 2015 was 305 per 100,000 live births, but the Sustainable Development Goals (SDG's) target is 70% per 100,000 live births in 2030. Bleeding occupies the highest percentage of maternal deaths (28%). Anemia and chronic energy deficiency (KEK) in pregnant women are the main causes of bleeding. Non-pharmacological treatment to increase hemoglobin levels by consuming foods rich in iron is green beans. Objectives: This study describes the effect of mung bean juice on hemoglobin levels. Research Metodes: This study uses a systematic review method through a literature review of 15 national journals. Results: The results of a literature search show that the consumption of green bean juice with the combination of consumption of FE tablets affects the increase in HB levels of pregnant women. However, this consumption must also be supported by good nutritional intake to accelerate the absorption and transport of iron and it is necessary to avoid drinks that affect iron absorption such as milk and caffeine. Conclusion: Green bean juice is able to significantly increase the Hb level of pregnant women with the consumption of FE tablets because the content of green beans is high in vitamin C and iron. Therefore, it is important to disseminate information to the community about the benefits and how to use mung bean juice as an effort to prevent anemia in pregnant women
Analisis Pola Makan Dan Penggunaan Kontrasepsi Sebagai Faktor Risiko Obesitas Pada Pekerja Wanita Syalfina, Agustin Dwi; Mafticha, Elyana; Irawati, Dian; Septin, Ayu Khoiriyatul; Priyanti, Sari; Sulistyawati, Wiwit
Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS.Dr. Soetomo Vol 11, No 1 (2025): JMK Yayasan RS.Dr.Soetomo, April 2025
Publisher : STIKES Yayasan RS.Dr.Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29241/jmk.v11i1.2190

Abstract

Obesitas adalah salah satu masalah kesehatan terbesar di dunia yang tidak hanya terjadi di negara maju tetapi juga negara berkembang. Obesitas banyak terjadi pada perempuan tidak terkecuali pada pekerja. Obesitas dapat menimbulkan beberapa penyakit seperti diabetes tipe 2, strok, penyakit jantung, dan sejumlah kanker sampai menyebabkan kematian. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi dengan kejadian obesitas pekerja wanita di PT “IS” Kota Mojokerto. Penelitian ini menggunakan pendekatan crossectional, dengan teknik sampling propotionate to size random sampling yang jumlah sampelnya 120 responden. Data yang terkumpul diolah menggunakan uji statistik untuk dianalisa dengan uji chi square dengan α 0,05. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden dengan pola makan tidak sesuai sebanyak (71,7%), sebagian besar responden menggunakan kontrasepsi hormonal sebanyak (64,2%), sebagaian besar responden mengalami obesitas sebanyak (69,2%) . Hasil uji chi square menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara pola makan terhadap kejadian obesitas (p value 0,000; PR= 5,798; 95%CI = 2,442-13,770), dan ada pengaruh yang siginifikan antara penggunaan kontrasepsi terhadap kejadian obesitas (p value 0,000; PR=5,175; 95%CI = 2,249-11,908). Pola makan dan penggunaan kontrasepsi berpengaruh signifkan terhadap kejadian obesitas pekerja wanita.
EDUKASI TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI PADA REMAJA AWAL DI SD NEGERI 2 JABON MOJOANYAR KABUPATEN MOJOKERTO Elyana Mafticha; Siti Rachmah; Dwi Helynarti Syurandhari
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT KESEHATAN (ABDIMAKES) Vol 4 No 1 (2024): FEBRUARI
Publisher : Jurnal Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55316/amk.v4i1.1020

Abstract

Reproductive health promotion is still not free to convey, and is considered taboo, so some formal school-level institutions are still hesitant to carry out reproductive health counseling for their students. Adolescents are a group that has a high vulnerability to reproductive health problems. The purpose of this activity as a form of community service carried out by the Lecturer Team and students of Majapahit College of Health Sciences is as an effort to educate students at SD Negeri 2 Jabon Mojoanyar Mojokerto Regency about reproductive health education in early adolescents. Education by lectures, discussions and counseling demonstration. The activity which was carried out for one month was able to improve students' understanding of reproductive health in early adolescents and how to overcome if they experience problems related to reproductive health. This activity is expected to be a concern, especially in the world of education, increasing education on reproductive health promotion programs Keywords: reproductive health, early adolescence, health promotion
Consumption of Fe Tablets as a Risk Factor for Anemia in Adolescents Syalfina, Agustin Dwi; Mafticha, Elyana; Priyanti, Sari; Irawati, Dian; Maula, Yolanda Sisca
Media Kesehatan Masyarakat Vol 5 No 1 (2023): Media Kesehatan Masyarakat (April)
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/mkm.v5i1.8160

Abstract

Anemia in women of childbearing age, especially adolescent girls, is a nutritional problem that has a long impact on maternal and child health, from pregnancy complications to maternal death and low birth weight babies. Efforts to control and prevent anemia in adolescent girls are carried out through two main activities, including health promotion and the provision of Fe tablets. Fe tablets are consumed by adolescent girls during menstruation and once a week. This study aims to analyze the effect of consuming Fe tablets on anemia in adolescent girls. The type of research used is analytic epidemiological research with cross sectional design. The population is all students at SMPN 1 Trowulan with a sample of 70 students obtained by simple random sampling technique. The data were taken directly at the research site using a questionnaire and a check list instrument and then processed and analyzed using the chi-square test. The results of this study indicate that 80% of respondents do not take Fe tablets during menstruation, 40% do not take Fe tablets once per week, 84.3% are irregular in consuming Fe tablets, there is a significant effect of consuming Fe tablets once per week on anemia. in adolescent girls (p value = 0.017, PR = 3.375, 95% CI = 1.150-9.902). Adolescents who regularly consume Fe tablets once a week will have normal Hb levels. It is expected that health workers will increase socialization about the consumption of Fe tablets during menstruation, distribution of Fe tablets during menstruation