Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

KARAKTERISTIK PIGMEN ANTOSIANIN DARI EKSTRAK KOL UNGU (BRASSICA OLERACEA) DAN UBI JALAR UNGU (IPOMEA BATATAS L.POIR) SEBAGAI ZAT WARNA PENYERAP CAHAYA UNTUK SEL SURYA JENIS DYE-SENSITIZED SOLAR CELL (DSSC) Salsabila, Riesya Sagita Salsabila; Pambudi, Teguh; Perdani, Meka Saiman; Yuliasari, Fitri
JOURNAL ONLINE OF PHYSICS Vol. 10 No. 3 (2025): JOP (Journal Online of Physics) Vol 10 No 3
Publisher : Prodi Fisika FST UNJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jop.v10i3.45849

Abstract

Zat warna atau dye, berfungsi sebagai senyawa yang menyerap cahaya matahari dan menghasilkan elektron yang kemudian diteruskan ke lapisan semikonduktor. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi karaktersitik pigmen antosianin yang diekstrak dari bahan lam, yaitu kol ungu (Brassica Oleracea) dan ubi jalar ungu (Ipomoea batatas L.Poir), sebagai dye-sensitizer pada sel surya jenis Dye-Sensitized Solar Cell (DSSC). Pigmen antosianin dipilih karena kemampuannya menyerap cahaya dalam spektrum yang luas, sifatnya yang ramah lingkungan, dan ketersediaannya yang melimpah di alam. Ekstraksi pigmen dilakukan menggunakan pelarut etanol, dan karakterisasi dilakukann dengan Fourier-Transform Infared Spectroscopy (FTIR) dan UV-Visible Spectroscopy (UV-Vis). Hasil analisis FTIR menunjukkan adanya gugus fungsi O-H, C-H, C=C, C=O dan C-O pada ekstrak kol ungu dan ubi jalar ungu, yang sesuai dengan struktur pigmen antosianin. Analisis UV-Vis menunjukkan puncak serapan pada panjang gelombang 544,5 nm untuk kol ungu dan 542,5 nm untuk ubi jalar ungu. Selain itu, nilai bandgap energy yang diperoleh menunjukkan potensi penggunaan pigmen ini dalam DSSC, dengan nilai bandgap 1,992 eV untuk kol ungu dan 2,043 eV untuk ubi jalar ungu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pigmen antosianin dari bahan alam memiliki potensi sebagai dye-sensitizer yang efektif dan ramah lingkungan dalam pengembangan DSSC
Pemanfaatan Limbah Botol Plastik Sebagai Bahan Baku Sapu Lantai Daur Ulang Melalui Kegiatan Workshop dan Analisis Nilai Ekonominya Pambudi, Teguh
Babakti: Journal of Community Engangement Vol. 1 No. 1 (2024): April
Publisher : Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/babakti.v1i1.9

Abstract

Telah dilaksanakan kegiatan pelatihan pengolahan sampah botol plastik menjadi sapu daur ulang beserta analisis nilai ekonominya kepada masyarakat Desa Payungsari, Kecamatan Pedes, Kabupaten Karawang. Kegiatan pelatihan tersebut dilaksanakan melalui dua sesi yaitu metode pelatihan terstruktur dan pelatihan partisipatif. Pelatihan terstruktur dilaksanakan melalui sosialisasi jenis dan pemilahan sampah plastik dan pemaparan materi dengan metode ceramah. Selanjutnya pelatihan partisipatif dilaksanakan dengan melakukan kegiatan partisipatif dengan melibatkan peserta dalam pembuatan sapu daur ulang secara langsung oleh fasilitator. Kegiatan pelatihan pembuatan sapu daur ulang botol plastik menjadi salah satu upaya untuk mengurangi masalah sampah di Desa Payungsari. Hasil dari kegiatan ini mampu meningkatkan pengetahuan masyarakat desa mengenai jenis dan pemilahan sampah plastik yang dapat terus dilakukan. Pada kegiatan praktek langsung pembuatan sapu daur ulang, peserta kegiatan mampu meningkatkan keterampilan dan mengetahui nilai-nilai ekonomi yang dikeluarkan dan didapatkan. Untuk mengoptimalkan hasil sosialisasi dan pelatihan, maka perlu didukung dengan media seperti poster yang ditempel di beberapa tempat di lingkungan masyarakat.
Pengaruh jenis asam organik pada ekstraksi kitin dari jangkrik rumah (Acheta domesticus) melalui metode Green Process Sonia, Gita; Umam, Hilman Imadul; Pambudi, Teguh; Fauzie, Azis Kemal; Putri, Fajar Amelia Rachmawati; Shakila, Tasya Nur; Anjani, Cindy Salsabilla
Jurnal Penelitian Sains Vol 27, No 2 (2025)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56064/jps.v27i2.1152

Abstract

Penelitian saat ini bertujuan untuk mengembangkan kitin yang ramah lingkungan dan ekonomis dengan berbagai macam aplikasi menggunakan asam organik untuk demineralisasi jangkrik rumah. Sampel kitin diekstraksi dari jangkrik rumah (Acheta domesticus) dan langkah demineralisasi dilakukan dengan tiga asam organik (sitrat, asetat, dan oksalat). Kitin yang diekstraksi dengan asam asetat pada proses demineralisasi menunjukkan hasil ekstraksi tertinggi dengan hasil sebesar 6% dibandingkan asam organik lainnya. Sedangkan pada proses deproteinasi menggunakan larutan DES (Deep Eutectic Solvent) sampel yang diesktraksi menggunakan asam oksalat berhasil mendapatkan %DP sebesar 97,7% yang artinya hampir seluruh kandungan protein pada sampel berkurang. Pita karakteristik dan gugus fungsi kitin diidentifikasi dengan spektrum FTIR yang menunjukan struktur kitin pada penelitian ini sama dengan kitin komersil. Pada penelitian ini, asam organik sama efektifnya dengan asam mineral untuk demineralisasi jangkrik rumah. Proses yang dikembangkan membuka kemungkinan untuk memproduksi kitin dengan cara yang lebih ramah lingkungan dan dengan biaya yang lebih rendah di banyak sektor industri.
Adsorpsi Ion NO2- Menggunakan Activated Carbon dan Activated Carbon Termodifikasi Cetyltrimethylammonium Bromide Pahlevi, Rio Ramdhan; Pambudi, Teguh; Hakim , Muhammad Fahmi
TEKNIKA Vol. 19 No. 3 (2025): Teknika September 2025
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.15688577

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas proses adsorpsi ion nitrit (NO₂⁻) dengan memanfaatkan activated carbon serta activated carbon yang telah dimodifikasi menggunakan surfaktan cetyltrimethylammonium bromide (CTAB). Activated carbon dikenal memiliki struktur berpori dan luas permukaan yang tinggi, menjadikannya adsorben potensial dalam pengolahan air. CTAB, merupakan sebuah surfaktan kationik yang memiliki gugus kepala hidrofilik dan ekor hidrofobik, digunakan dalam modifikasi ini untuk meningkatkan afinitas permukaan activated carbon terhadap ion nitrit melalui perubahan karakteristik permukaan menjadi lebih elektropositif dan hidrofilik. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa kondisi optimal untuk activated carbon terjadi pada pH 2 dan waktu kontak selama 60 menit, sementara activated carbon termodifikasi menunjukkan efisiensi maksimum pada pH 6. Kajian kinetika adsorpsi memperlihatkan bahwa model pseudo-orde dua paling sesuai untuk menggambarkan mekanisme interaksi antara adsorben dan adsorbat, menunjukkan adanya proses kimisorpsi. Modifikasi permukaan activated carbon dengan CTAB terbukti meningkatkan kapasitas adsorpsi melalui penguatan interaksi elektrostatik, sehingga berpotensi besar sebagai solusi alternatif dalam pengolahan limbah cair yang terkontaminasi ion NO₂⁻.
PEMANFAATAN BELALANG SEBAGAI SUMBER KITIN MELALUI PROSES EKSTRAKSI RAMAH LINGKUNGAN Anjani, Cindy Salsabilla; Umam, Hilman Imadul; Pambudi, Teguh; Fauzie, Azis Kemal; Putri, Fajar Amelia Rachmawati
Jurnal Al Ulum LPPM Universitas Al Washliyah Medan Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Al Ulum: LPPM Universitas Al Washliyah Medan
Publisher : UNIVERSITAS AL WASHLIYAH (UNIVA) MEDAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47662/alulum.v13i2.912

Abstract

This study aimed to extract chitin from rice grasshoppers using the Deep Eutectic Solvent (DES) method. The chitin extraction process involves several stages, namely delipidation, demineralization, and deproteination. In the demineralization and deproteination stages, two extraction methods were compared, namely the conventional method using strong acids and bases and the environmentally friendly method using Deep Eutectic Solvent (DES). The conventional method uses hydrochloric acid (HCl) for demineralization and sodium hydroxide (NaOH) for deproteination. DES is an effective solvent in dissolving proteins without damaging the chitin structure. This success was evidenced by test parameters of fat content from 30.91 to 9.01 with a DL percentage of 70.85%. In the ash content test, it was proven that the % ash content in pure grasshoppers was 4.87% and decreased in the demineralization process to 1.38% for the extraction stage using DES from 1.25 in the extraction process using the conventional method, this shows that the demineralization extraction process was successful in reducing mineral levels. In the protein content test, pure grasshoppers were 53.57% decreased in the deproteination process using DES to 1.11% and in the conventional method using NaOH, it decreased by 1.65%, this proves a decrease in protein content in the deproteination stage. In the chitin extraction process, an infrared spectrum analysis (FTIR) was also carried out on the extracted chitin samples.
Photocatalytic Degradation of Diazinon in Aqueous Solutions Using ZnO Under Visible Light Irradiation: An Advanced Oxidation Process Approach Umam, Hilman Imadul; Pambudi, Teguh; Widianto, Eri; Yuliasari, Fitri; Putri, Fajar Amelia Rachmawati; Nandira, Rantika Sekar; Utami, Marsah Rahmawati
Indonesian Journal of Environmental Management and Sustainability Vol. 9 No. 3 (2025): September
Publisher : Magister Program of Material Science, Graduate School of Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26554/ijems.2025.9.3.105-114

Abstract

Diazinon is a commonly used organophosphate insecticide in agriculture, but its persistence in water and soil presents significant health and environmental concerns. This study investigates the photocatalytic removal of diazinon from aqueous solutions using zinc oxide (ZnO) nanoparticles activated by visible light irradiation. ZnO was chosen due to its excellent photocatalytic properties, including a direct band gap (~3.1 eV), strong oxidative capability, chemical stability, and non-toxic nature, making it a superior candidate for visible-light-driven environmental remediation. Photocatalytic degradation under sunlight was also assessed for comparison. Key operational parameters, such as photocatalyst dosage, solution pH, initial diazinon concentration, and irradiation time, were systematically optimized. The highest degradation efficiency degradation was achieved with 20 mg of ZnO, neutral pH, 30 mg/L an initial concentration, and 60 minutes of irradiation. Kinetic analysis revealed that the process followed zero-order reaction kinetics (k = 1.118; R2 = 0.9962). Notably, visible light irradiation was more effective than sunlight in degrading diazinon. These findings provide important details about the potential of ZnO nanoparticles as an efficient, low-cost, and environmentally friendly photocatalyst for remediating pesticide-contaminated water under sustainable energy conditions.
Community-Based Clean Water Quality Improvement Through Monitoring and Education In A Rural Area Of Karawang Zuhri, Alifa Rahma; Pambudi, Teguh; Umam, Hilman Imadul; Putri, Fajar Amelia Rachmawati
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (Indonesian Journal of Community Engagement) Vol 11, No 3 (2025): September
Publisher : Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jpkm.105233

Abstract

Surface water is the primary source of water for communities but is highly susceptible to contamination that can pose health risks. Telukambulu, a village in Karawang, West Java, faces challenges in household clean water quality. This community service activity aims to evaluate household water quality through the assessment of physical water parameters and screening using water test strips to measure chemical parameters. Analysis reveals that household water is not entirely suitable for daily needs such as drinking and cooking, with chemical parameters like pH, alkalinity, and chlorine levels being inconsistent. Community education was conducted to enhance understanding of the importance of water management, coupled with the application of simple filtration technology for water purification. This solution was designed to be easily adopted and sustainable. The program successfully raised community awareness about the importance of clean water quality and provided practical guidelines for improving household water quality. Through this approach, it is expected that the community can manage water more healthily and support better living standards.
KARAKTERISTIK CAMPURAN DYE ALAMI KLOROFIL - ANTOSIANIN DARI EKSTRAK KULIT BUAH NAGA - DAUN BINAHONG DAN EKSTRAK PAKCOY - KOL UNGU UNTUK DIKEMBANGKAN SEBAGAI DYE PADA SEL SURYA DSSC (DYE-SENSITIZED SOLAR CELL) Rahmatullah, Alzachry Redhaqa; Yuliasari, Fitri; Pambudi, Teguh; Imadul Umam, Hilman
Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya Vol 10 No 2 (2025): Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/fisa.v10i2.24380

Abstract

Penelitian ini meneliti potensi campuran dye alami yang mengandung pigmen antosianin dan klorofil untuk aplikasi Dye Sensitized Solar Cell (DSSC). Dua kombinasi spesifik yang diteliti yaitu: dye dari kulit buah naga (Hylocereus undatus) dicampur dengan daun binahong (Anredera cordifolia), serta dye dari kol ungu (Brassica oleracea) dengan pakcoy (Brassica rapa). Proses ekstraksi dilakukan menggunakan etanol sebagai pelarut melalui metode maserasi dan larutan yang telah di ekstraksi kemudian dianalisis menggunakan spektroskopi FTIR (Fourier Transform Infra-Red) dan UV-Vis (Ultra-Violet – Visible). Analisis FTIR menunjukkan adanya gugus fungsi penting seperti hidroksil, karbonil, dan karboksil dalam masing – masing campuran dye. Sementara itu, analisis UV-Vis menunjukkan bahwa dye campuran kulit buah naga dan binahong memiliki penyerapan cahaya yang lebih kuat pada λ = 537 nm dibandingkan dengan dye campuran kol ungu dan pakcoy pada λ = 540 nm. Kedua campuran ini menunjukkan luas penyerapan di seluruh spektrum tampak (400–700 nm), yang merupakan faktor penting untuk penyerapan cahaya yang lebih efisien. Kemudian, nilai bandgap yang dihasilkan adalah 2,10 eV untuk dye campuran kulit buah naga dan binahong, sementara itu 2,48 eV untuk dye campuran kol ungu dan mengindikasikan potensi transfer muatan yang lebih baik. Kemudian uji kompatibilitas dye dengan lapisan TiO₂ menunjukkan bahwa dye mampu meningkatkan absorbansi material semikonduktor, menunjukkan potensinya sebagai fotosensitizer dalam DSSC. Hasil-hasil membuktikan bahwa campuran dye alami sangat berpotensi sebagai material alternatif dari dye sintetis dalam teknologi DSSC, sekaligus mendukung pengembangan solusi fotovoltaik yang lebih ramah lingkungan.
PRODUKSI BIOETANOL DARI BIOMASSA MINYAK SAWIT (SEBUAH TINJAUAN) Asyafa, Amalia Cantika; Pambudi, Teguh; Umam, Hilman Imadul
CHEDS: Journal of Chemistry, Education, and Science Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/cheds.v7i2.8122

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh luas permukaan dan sifat fisik batok kelapa yang dibuang terhadap aktivator gelombang mikro dan NaOH. Tungku digunakan untuk mengarbonisasi bahan selama dua jam pada suhu 600°C. Kimia fisika (D), fisika kimia (800 watt selama 20 menit), aktivasi kimia (A) menggunakan NaOH 20%, dan fisika (C) menggunakan microwave. Analisa yang dilakukan meliputi pengujian luas permukaan, kadar abu, kadar karbon, kadar air, dan kadar evaporasi dengan menggunakan metode UV-Vis. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa aktivator yang digunakan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap sifat karbon aktif berbahan tempurung kelapa. Dengan konsentrasi udara 3,19%, aktivasi A menghasilkan karbon aktif dengan sifat paling besar. kadar penguapan 9,05%, kadar abu 5,64%, kadar karbon 85,31%, dan daya serap iodium 1047,16 mg/g. Analisis luas permukaan menunjukkan bahwa variasi aktivator mempengaruhi luas permukaan karbon aktif dengan nilai 14,240 m2/g, 14,233 m2/g, 14,219 m2/g dan 14,195 m2/g.
Karakteristik ZnO Nanorod Berstruktur Seperti Landak Sebagai Fotoanoda Pada Dye-Sensitized Solar Cell (DSSC) Yuliasari, Fitri; Aeni, Alfieta Rohmaful; Wahyuningtyas, Aulia; Umam, Hilman Imadul; Perdani, Meka Saima; Pambudi, Teguh; Hidayat, Rahmat
JIIF (Jurnal Ilmu dan Inovasi Fisika) Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jiif.v8i1.49327

Abstract

Penelitian ini bertujuan membuat sel surya jenis Dye-sensitized solar cell  (DSSC) dengan memanfaatkan ZnO nanorod (ZnO-NR) berstruktur seperti landak sebagai lapisan fotoanoda. Fotoanoda ZnO-NR dibuat dari lapisan penumbuh (seed layer) ZnO nanopartikel (ZnO-NP) diatas substrat ITO menggunakan metode hidrotermal dengan variasi perbandingan konsentrasi larutan penumbuh (growth solution) hexamethylenetetramine (HMTA):Zn(NO3)2·6H2O adalah 0,1 : 0,1 M dan 0,25 : 0,05 M. Morfologi ZnO nanorod dipelajari melalui karakterisasi Scanning Electron Microscopy (SEM) yang menunjukan bahwa penambahan ZnO-NP pada lapisan penumbuh akan menghasilkan ZnO-NR berstruktur seperti landak. Karakterisasi X-Ray Diffraction (XRD) menunjukkan bahwa ZnO-NR menghasilkan pola puncak difraksi yang sesuai dengan bidang ZnO dan berbentuk hexagonal wurzite. Hasil pengukuran Spektroskopi UV-Vis menunjukkan penyerapan dye oleh ZnO-NR pada rentang UV hingga cahaya tampak. Pada penelitian ini pembuatan DSSC difabrikasi dengan struktur ITO/ZnO-NR/D358-dye/mosalyte/Platina/FTO. Parameter-parameter DSSC kemudian dipelajari melalui pengukuran arus-tegangan (I-V) sementara itu rekombinasi muatan yang terjadi, dipelajari melalui karakterisasi Intensity Modulated Photovoltage Spectroscopy (IMVS). Efisiensi yang dihasilkan mencapai 1,65% dari fotoanoda ZnO-NR dengan konsentrasi larutan penumbuh 0,25:0,05 M yang menghasilkan diameter ZnO-NR berukuran lebih kecil sehingga berpotensi meningkatkan penyerapan dye dan memberikan performa DSSC yang lebih baik.