Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Implikasi Inkonsistensi Penafsiran Pasal 70 Huruf H ayat (1) KUHP dalam Merespon Tindak Pidana Pencucian Uang Calvin; Nasution, Rasina Padeni
Judex Laguens Vol 3 No 2 (2025)
Publisher : Ikatan Hakim Indonesia (IKAHI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25216/ikahi.3.2.8.2025.289-308

Abstract

Kehadiran KUHP Nasional merupakan tonggak penting dalam pembaruan hukum pidana Indonesia, menggantikan warisan kolonial dengan paradigma baru. Namun, beberapa pasal dalam KUHP Nasional masih memiliki kecenderungan multitafsir, termasuk Pasal 70 Huruf H ayat (1), yang berpotensi menimbulkan inkonsistensi dalam penerapannya. Ketidakjelasan pasal ini dapat mengarah pada ketidakadilan bagi korban kejahatan, terutama dalam konteks victim precipitation. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan fokus pada analisis norma hukum dalam peraturan perundang-undangan, khususnya Pasal 70 Huruf H ayat (1) KUHP Nasional. Hasil penelitian menunjukan bahwa ketidakjelasan pasal 70 huruf H ayat (1) akan memberikan implikasi yang inkonsistensi dalam penerapannya. Korban akan sering mendapatkan perlakuan yang cenderung tidak adil, hal itu disebabkan pelaku kejahatan berlindung di balik klaim bahwa tindakan mereka diprovokasi oleh korban, seperti dalam kasus kejahatan seksual yang dikaitkan dengan cara berpakaian korban. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan penafsiran yang lebih komprehensif terhadap frasa "mendorong atau menggerakkan" dalam konteks victim precipitation, batasan yang jelas mengenai kejahatan yang dapat dikategorikan sebagai victim precipitation, proporsionalitas antara tindakan korban dan reaksi pelaku, kemudian intensitas dan kesengajaan provokasi korban. Selain itu, diperlukan pelatihan bagi aparat penegak hukum agar dapat menerapkan pasal ini secara adil dan tepat.
Magang kerja sebagai IT Support di PT. Avecode International Eryc; Calvin; Indasari
National Conference for Community Service Project (NaCosPro) Vol. 7 No. 01 (2025): The 7th National Conference for Community Service Project 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/nacospro.v7i01.10719

Abstract

Artikel ini menguraikan pengalaman magang sebagai IT Support di PT Avecode International selama enam bulan, dengan fokus pada pelaksanaan berbagai kegiatan teknis terkait instalasi, perawatan, dan troubleshooting perangkat keras, perangkat lunak, serta jaringan komputer. Penekanan diberikan pada proses perencanaan, pengembangan, pengujian, dan peluncuran sistem yang dilakukan secara sistematis melalui metode Agile dan siklus evaluasi berkala untuk memastikan efektivitas kerja. Hasil yang diperoleh menunjukkan peningkatan keterampilan teknis, pemahaman terhadap prosedur operasional, serta dokumentasi kegiatan secara terstruktur. Pengalaman ini turut memperkaya kompetensi mahasiswa dalam bidang teknologi informasi sekaligus mendukung kelancaran operasional perusahaan. Temuan ini menyarankan perlunya pengembangan sistem penilaian kinerja magang yang terukur dan peningkatan kemampuan komunikasi serta kerja sama dalam tim agar peserta magang dapat beradaptasi lebih baik di lingkungan profesional.
MEMBANGUN JIWA MANDIRI DAN KREATIF DALAM KEWIRAUSAHAAN BAGI ANGGOTA KOPERASI BUMI MANDIRI SEJAHTERA DI KELURAHAN PASIR KALIKI KECAMATAN CIMAHI UTARA Adiputra, I Gede; Calvin; Budiman, Juan
Jurnal Serina Abdimas Vol 1 No 4 (2023): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v1i4.28320

Abstract

ABSTRACT The development of the creative economy cannot be separated from the young generation as a repository of creativity. Namely with creative ideas that can open up entrepreneurship and help the government in its efforts to reduce the unemployment rate in Indonesia. The more young people who want to enter the world of entrepreneurship, the more productivity will be generated which will have an impact on national economic development. Creative and innovative abilities are the basis for an entrepreneurial spirit to achieve success. An entrepreneurial spirit can encourage an independent, creative and innovative mentality, responsibility and not giving up easily when starting a business. The objectives of this PKM activity are as follows: a) As a form of counseling and motivating the community to be able to improve their abilities to support their abilities in the future, b) partner communities can train their mentality and creativity in entrepreneurship and entrepreneurship, c) Providing provisions for partners about the benefits of entrepreneurship. The problems faced are (1) entrepreneurial management has not been implemented optimally (2) good packaging has not been provided for the products being marketed and (3) labeling has not been provided to introduce the products. It can be concluded that: the implementation of service activities is in accordance with the plans that have been made and is running smoothly. Participants who take part in activities are more than the specified minimum number. This training provides participants with additional knowledge and understanding regarding creativity, innovation, independence, promotion and marketing as well as the importance of packaging and labeling. ABSTRAK Perkembangan ekonomi kreatif tidak lepas dari generasi muda sebagai gudang kreatifitas. Yaitu dengan ide kreatifnya yang dapat membuka wirausaha serta ikut membantu pemerintah dalam upaya mengurangi tingkat pengangguran di Indonesia. Semakin banyak anak muda yang mau terjun ke dunia wirausaha, semakin banyak juga produktifitas yang dihasilkan yang akan berdampak pada perkembangan ekonomi nasional. Kemampuan yang kreatif dan inovatif yang dijadikan dasar jiwa kewirausahaan untuk mencapai kesuksesan. Jiwa entrepreneur dapat mendorong mental yang mandiri, kreatif dan inovatif, bertanggung jawab serta tidak mudah menyerah ketika memulai usaha. Tujuan dari kegiatan PKM ini adalah sebagai berikut : a)Sebagai bentuk penyuluhan dan memotivasi masyarakat agar mampu meningkatkan kemampuan untuk menunjang kemampuannya di masa yang akan datang, b) masyarakat mitra dapat melatih mental dan kreatifitas dalam kewirausahaan dan entrepreneurship, c) Memberikan bekal bagi mitra tentang manfaat dari kewirausahaan. Permasalahan yang dihadapi adalah (1) belum maksimalnya manajemen wirausaha yang dilakukan (2) belum diberikan kemasan yang baik pada produk yang dipasarkan dan (3) belum diberikan labelling untuk mengenalkan produknya. Dapat disimpulkan bahwa:pelaksanaan kegiatan pengabdian sesuai dengan rencana yang telah dibuat dan berlangsung dengan lancar. Peserta yang mengikuti kegiatan lebih dari jumlah minimal yang ditetapkan. Pelatihan ini memberikan tambahan pengetahuan dan pemahaman peserta mengenai Kreativitas, inovatif, kemandirian, promosi dan pemasaran serta pentingnya kemasan dan labeling.