Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

PENGARUH PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF MODEL THINK-PAIR-SHARE TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIKA Rena Revita; Zubaidah Amir MZ
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (671.615 KB) | DOI: 10.31004/cendekia.v1i1.10

Abstract

This study is a quasi experimental research that aims to determine whether there is or not differences in mathematical communication skills between students who apply cooperative learning model think-pair-share with students applying conventional learning and to know how to improve students' mathematical communication skills using cooperative learning model Think -Pair-Share. Data collection techniques in this study are observation, test and documentation techniques. The independent variable in this research is cooperative learning of think-pair-share model, while the dependent variable is student's mathematical communication ability. The data analysis technique used is test-t to see whether there is or not the difference and test of improvement N-Gain to see the improvement of students' mathematical communication ability. Based on the results of the analysis obtained the research results that there are differences in the ability of mathematical communication between students who use cooperative learning model think-pair-share (experiment class) with students using conventional learning (control class). This can be seen from the value of t0 obtained is 2.085 greater than the value of ttable is 1.99. Supported by the average grade obtained by experimental class that is 66,375 higher than the average value of control class is 53,875. Cooperative learning of think-pair-share model can also improve students' mathematical communication ability which is seen based on analysis result with N-Gain improvement test ie experimental class using cooperative learning with Think-Pair-Share model has increased by 0.607 higher than the increase obtained Control class is 0.432.
PENGARUH MODEL THINK-PAIR-SHARE DENGAN METODE MIND MAPPING TERHADAP HASIL BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN MATEMATIKA Lies Andriani; Rena Revita
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2 No 1 (2018): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (531.029 KB) | DOI: 10.31004/cendekia.v2i1.38

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan desain yang digunakan adalah The Nonequivalent Posttest-Only Control Group Design. Penelitian bertujuan untuk mengetahui ada atau tidak ada perbedaan hasil belajar antara mahasiswa yang belajar menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe think-pair-share dengan metode mind mapping, dengan siswa yang belajar dengan pembelajaran konvensional. Populasi dalam penelitian ini mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika UIN Suska Riau TA.2017/2018. Sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa semester III (tiga).Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik tes, teknik observasi, dan dokumentasi. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah model pembelajaran kooperatif tipe think-pair-share dengan metode mind mapping, sedangkan variabel terikat adalah hasil belajar mahasiswa. Teknik analisis data yang digunakan adalah tes “t” untuk melihat ada atau tidaknya perbedaan hasil belajar mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar matematika antara mahasiswa yang mendapat pembelajaran kooperatif tipe Think-Pair-Share dengan Metode Mind Mapping dengan mahasiswa yang mendapat pembelajaran konvensional
ANALISIS INSTRUMEN TES AKHIR KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIKA UNTUK SISWA SMP PADA MATERI FUNGSI DAN RELASI Rena Revita; Annisah Kurniati; Lies Andriani
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2 No 2 (2018): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (866.086 KB) | DOI: 10.31004/cendekia.v2i2.44

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas instrumen tes akhir kemampuan komunikasi matematika siswa SMP pada materi fungsi dan relasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif. Sedangkan data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan metode pengumpulan data lapangan. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah informasi berupa validitas soal, reliabilitas soal, daya beda, dan tingkat kesukaran pada soal. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan, untuk validitas soal diperoleh kesimpulan bahwa dari 6 soal uraian yang akan diujikan dinyatakan valid, dengan memperoleh nilai t hitung lebih besar dari nilai t tabel yaitu sebesar 1,330. Sedangkan untuk reliabilitas, diperoleh hasil bahwa soal yang akan diujikan tersebut reliabel dengan memperoleh nilai reliabilitas sebesar r11= 0, 707563. Jika dibandingkan dengan nilai r tabel product moment pada taraf signifikan 5% yaitu 0,444, maka dapat disimpulkan bahwa soal yang akan diujikan reliabel untuk dijadikan alat pengumpul data. Berdasarkan hasil analisis tingkat kesukaran, terdapat 4 buah soal dengan tingkat kesukaran sedang dan dua soal dengan tingkat kesukaran mudah. Sedangkan untuk daya beda, berdasarkan hasil analisis daya beda, terdapat 5 soal dengan daya beda baik dan satu soal dengan daya beda cukup baik.
EVALUASI Evaluasi Pelaksanaan Kurikulum 2013 Pada Tahap Perencanaan Dalam Pembelajaran Matematika SMA Rena Revita; Irma Fitri
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 3 No 1 (2019): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.6 KB)

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian evaluasi dengan menggunakan model evaluasi kesenjangan (discrepancy model) yang bertujuan untuk melakukan evaluasi terhadap implementasi kurikulum 2013 dalam pembelajaran matematika SMA. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Bengkalis. Sampel sebagai sumber informasi dalam penelitian ini adalah guru matematika SMA Negeri kelas XI. Berdasarkan jenis data yang akan dikumpulkan dan sumber datanya, maka teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik pengumpulan data kuantitatif dan teknik pengumpulan data kualitatif. Hasil dari penelitian ini diperoleh kualitas perencanaan pembelajaran matematika SMA berupa perangkat pembelajaran silabus yaitu perumusan indikator memperoleh hasil 87,5%, pemilihan materi memperoleh hasil 75%, pengembangan kegiatan memperoleh hasil 91,7%, alokasi waktu memperoleh hasil 75%, sumber belajar memperoleh hasil 76,4% dan penilaian memperoleh hasil 76,4%, sedangkan RPP dalam implementasi kurikulum untuk komponen perumusan indikator memperoleh hasil 75,2%, perumusan tujuan memperoleh hasil 64,3%, pemilihan materi memperoleh hasil 75,4%, pemilihan sumber memperoleh hasil 68,3%, pemilihan media memperoleh hasil76,3%, model pembelajaran memperoleh hasil 80,1%, skenario pembelajaran memperoleh hasil 68,8%, penilaian memperoleh hasil 62,9%. Sebagaimana yang terdapat pada setiap komponen-komponen pada silabus dan RPP yang dinalisis memperoleh hasil persentase rata-rata diatas 75% maka komponen pada silabus dan RPP termasuk kategori baik.
Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Core Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Berdasarkan Self-Confidence Siswa SMP/MTS Desnani Ulfa; Depriwana Rahmi; Rena Revita
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 3 No 2 (2019): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.106 KB) | DOI: 10.31004/cendekia.v3i2.124

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian Quasi Eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui: 1) Ada atau tidak perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematis antara siswa yang memperoleh pembelajaran dengan model pembelajaran CORE dengan siswa yang memperoleh pembelajaran konvensional. 2) Ada atau tidak interaksi antara model pembelajaran CORE dan Self-Confidence terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Desain penelitian yang digunakan adalah The Nonequivalent Post-Test Only Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII semester genap SMP Negeri 1 Bangkinang Kota tahun ajaran 2018/2019. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Purposive Sampling, Teknik analisis data yang digunakan untuk hipotesis pertama adalah uji-t sedangkan untuk hipotesis kedua menggunakan anova dua arah. Hasil analisis data dengan menggunakan uji-t menunjukkan nilai sehingga dapat disimpulkan terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematis antara siswa yang mengikuti model pembelajaran CORE dengan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang tidak mengikuti model pembelajaran CORE. Hasil analisis data dengan menggunakan anova dua arah untuk menunjukkan interaksi sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat interaksi antara model pembelajaran CORE dan self confidence terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa.
Evaluasi Pelaksanaan Kurikulum 2013 Pada Tahap Pelaksanaan Dalam Pembelajaran Matematika SMA Irma Fitri; Rena Revita
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 3 No 2 (2019): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.486 KB) | DOI: 10.31004/cendekia.v3i2.129

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian evaluasi dengan menggunakan model evaluasi kesenjangan (discrepancy model). Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Bengkalis dengan populasi yaitu SMA Negeri di Kecamatan Bukit Batu dan Siak Kecil. Sampel sebagai sumber informasi dalam penelitian ini adalah guru matematika dan siswa SMA Negeri kelas XI. Berdasarkan jenis data yang akan dikumpulkan dan sumber datanya, maka teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik pengumpulan data kuantitatif dan kualitatif. Hasil dari penelitian ini diperoleh kualitas pelaksanaan pembelajaran matematika SMA dalam implementasi kurikulum 2013 termasuk kategori baik karena komponen pendahuluan, komponen inti, dan komponen penutup telah dilaksankan walupun belum maksimal.
Lembar Kerja Peserta Didik Matematika Berbasis Penemuan Terbimbing Terintegrasi Nilai Keislaman Arnida Sari; Rena Revita
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6 No 1 (2022): Volume 6 Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v6i1.1256

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan dan menghasilkan Lembar Kerja Peserta Didik Matematika berbasis Penemuan Terbimbing terintegrasi Nilai Keislaman untuk siswa SMP/MTs yang memenuhi kriteria valid, praktis dan efektif. Jenis penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (Research and Development) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation). Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII, ahli materi pembelajaran dan ahli teknologi pendidikan yang berasal dari dosen dan guru. Objek penelitian ini adalah LKPD Matematika berbasis Penemuan Terbimbing terintegrasi Nilai Keislaman. Instrumen pengumpulan data berupa angket dan soal tes. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan teknik analisis data kualitatif untuk menganalisis data yang diperoleh dari hasil saran dan komentar para ahli dan subjek lainnya dan teknik analisis data kuantitatif untuk menganalisis data yang diperoleh dari hasil angket dan tes siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan uji validitas, LKPD Matematika berbasis Penemuan Terbimbing terintegrasi Nilai Keislaman dinyatakan sangat valid dengan persentase ahli teknologi 96,30%, Ahli materi pembelajaran 97,03% dan ahli materi keislaman 83,4%. Hasil uji praktikalitas kelompok kecil diperoleh bahwa LKPD Matematika berbasis Penemuan Terbimbing terintegrasi Nilai Keislaman dinyatakan sangat praktis dengan persentase tingkat kepraktisan 84%. Hasil Uji keefektifan memiliki keefektifan yang rata-rata 81,81%. Dari hasil tersebut mengidentifikasi bahwa LKS yang dikembangkan valid, praktis dan efektif untuk dapat digunakan siswa.
Pengaruh Model Contextual Teaching and Learning Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Berdasarkan Kemandirian Belajar Siswa SMP/MTs Siti Mamartohiroh; Ramon Muhandaz; Rena Revita
Tarbawi : Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 16 No. 1 (2020): Tarbawi : Jurnal Ilmu Pendidikan
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Kerinci

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32939/tarbawi.v16i01.524

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model Contextual Teaching and Learning terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis berdasarkan Kemandirian Belajar Siswa SMP/MTs. Penelitian ini merupakan penelitian Factorial Experiment dengan menggunakan Pretest-Posttest Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII MTs GUPPI Bandar Sungai. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Cluster Random Sampling, dengan sampel terpilih memiliki kesamaan rata-rata sebelum perlakuan.Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah tes, angket, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan anova dua arah. Untuk hipotesis 1 diperoleh F_A=5,036>F_tabel=4,01 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematis antara siswa yang memperoleh pembelajaran dengan penerapan model Contextual Teaching and Learning dengan siswa yang belajar menggunakan pembelajaran konvensional, dengan skor rata-rata yang lebih baik adalah kelas eksperimen daripada kontrol yaitu berturut-turut adalah 41,94 dan 38,92. Untuk hipotesis 2 diperoleh F_B=4,392>F_tabel=3,16 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematis antara siswa yang memiliki kemandirian belajar tinggi, sedang dan rendah, dengan skor rata-rata untuk siswa yang memiliki kemandirian belajar tinggi 43,69, sedang 38,63 dan rendah 42,83. Dan untuk hipotesis 3 diperoleh F_(A×B)=0,302≤F_tabel=3,16 sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat pengaruh interaksi antara model pembelajaran dengan kemandirian belajar terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Penelitian ini dapat dimanfaatkan guru untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas terutama dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa.
Pengembangan Modul Matematika Berbasis Model Pembelajaran Problem Based Learning pada Materi Sistem Persamaan Linier Dua Variabel Kelas VIII SMP/MTs Novita Yuliazmar Lestari; Rena Revita; Ade Irma
Suska Journal of mathematics Education Vol 8, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/sjme.v7i2.13955

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menghasilkan modul pembelajaran matematika berbasis model  problem based learning pada materi Sistem Persamaan Linier Dua Variabel yang memenuhi kriteria valid, praktis dan efektif.   Desain penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Jenis penelitian ini merupakan penelitian  pengembangan (Research and Development). Teknik pengumpulan  data  yang digunakan  berupa  tes, angket, observasi, dokumentasi dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan uji validitas, modul matematika berbasis model problem based learning dinyatakan sangat  valid dengan persentase tingkat kevalidan 91,80%. Hasil uji kepraktisan  kelompok kecil dengan jumlah responden 10 orang siswa diperoleh bahwa modul matematika  berbasis model  problem  based  learning  sangat praktis dengan persentase tingkat kepraktisan  85,85%.  
Pengaruh Model Pembelajaran Group Investigation terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Berdasarkan Self Confidence Siswa SMP/MTs Nurhayati Yati; Rena Revita
JURING (Journal for Research in Mathematics Learning) Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.625 KB) | DOI: 10.24014/juring.v5i2.13925

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidak perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematis antara siswa yang menerapkan model pembelajaran group investigation dengan siswa yang menerapkan pembelajaran langsung ditinjau dari self confidence siswa yang tinggi, sedang, dan rendah pada MTs Khairul Ummah Air Molek. Serta untuk mengetahui ada atau tidak interaksi antara model pembelajaran group investigation dengan self confidnece siswa terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain penelitian factorial eksperiment. Populasi penelitian seluruh siswa kelas VIII. Pengambilan sampel kelas menggunakan Cluster random sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes, angket, observasi, dan dokumentasi.Instrumen yang digunakan adalah soal tes, angket self confidence siswa, lembar observasi pembelajaran dan dokumen-dokumen penting.Analisis data penelitian menggunakan teknik uji anova dua arah. Berdasarkan hasil analisis data diketahu bahwa terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematis antara siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran group investigation dengan siswa yang belajar menggunakan pembelajaran langsung di MTs Khairul Ummah Air Molek, dan terdapat perbedaan kemampuan pemecahan matematis antara siswa yang memiliki self confidence tinggi, sedang, dan rendah. Namun, tidak terdapat interaksi antara model pembelajaran group investigation dengan self confidence siswa terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis.