Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

The Relationship between Mother's Knowledge and Attitudes and Giving Early Complementary Breastfeeding at UPTD Boronadu Health Center South Nias Regency in 2022 Fau, Yentiria; Painem, Painem; Purba, Edy Marjuang; Sari, Febriana; Situmorang, Tetti Seriati; Nainggolan, Anna Waris; Sinaga, Rosmani
Jurnal EduHealth Vol. 13 No. 02 (2022): Jurnal eduHealth, Periode Oktober - December, 2022
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.901 KB)

Abstract

Giving complementary breastfeeding too early is one of the inhibiting factors for exclusive breastfeeding. The results of a preliminary survey conducted at the UPTD Health center Boronadu South Nias Regency where interviews were conducted with mothers and it was found that 8 mothers did not know that babies should only be given breast milk until they were 6 months old and they agreed that babies less than 6 months old were given additional food other than breast milk such as bananas, tea, formula milk and other foods. This study aims to determine the relationship between knowledge and attitudes of mothers regarding early complementary breastfeeding at the UPTD Health center Boronadu South Nias Regency in 2022. This study was an analytic observational study with a cross sectional design. The population is all mothers having babies more than 6 months at the UPTD Health center Boronadu South Nias Regency, namely 118. The number of samples based on the sample formula is 48 people. There is a significant relationship between the knowledge (p=0.022) and attitudes (p=0.006) of postpartum mothers and the provision of early complementary breastfeeding in the UPTD Work Area of the Boronadu Health Center in 2022. It is also hoped that health workers at the UPTD Boronadu Health Center will be able to further increase public knowledge regarding complementary breastfeeding and increasing its role in efforts to achieve exclusive breastfeeding through counseling, which can be carried out at village meetings, posyandu and counseling during pregnancy checks.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Dan Perilaku IbuTerhadap Pelaksanaan Deteksi Dini Kanker Serviks Di Puskesmas Lampahan Kecamatan Timang Gajah Kabupaten Benar Meriah Tahun 2022 Fitrianti, Fitrianti; Sari, Febriana; Afrida, Afrida; Afwanah, Afwanah
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i2.3390

Abstract

Kanker serviks adalah suatu proses keganasan yang terjadi pada leher rahim, sehingga jaringan di sekitarnya tidak dapat melaksanakan fungsi sebagaimana mestinya. Keadaan tersebut biasanya disertai dengan adanya perdarahan dan pengeluaran cairan vagina yang abnormal, penyakit ini dapat terjadi berulang-ulang. Perilaku kesehatan dipengaruhi oleh 3 faktor utama, yakni faktor predisposisi (predisposing factor), faktor pemungkin (enabling factor), dan faktor pendorong (reinforcing factor). Penelitian ini bertujuan untuk Hubungan Tingkat Pengetahuan Dan Perilaku Ibu Terhadap Pelaksanaan Deteksi Dini Kanker Serviks Di Di Puskesmas Lampahan Kecamatan Timang Gajah Kabupaten Bener Meriah Tahun 2022. Jenis penelitian ini observasional analitik, populasi penelitian adalah wanita usia subur. Pengumpulan data menggunakan data primer dan sekunder dan analisa data univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ada hubungan tingkat pengetahuan dengan test IVA pada wanita usia subur (WUS) di Puskesmas Lampahan Kecamatan Timang Gajah Kabupaten Bener Meriah Tahun 2022 dengan nilai signifikansi yaitu 0,000 < 0,05. Ada hubungan sikap deteksi dini kanker leher rahim dengan test IVA pada wanita usia subur (WUS) di Puskesmas Lampahan Kecamatan Timang Gajah Kabupaten Bener Meriah Tahun 2022dengan nilai signifikansi yaitu 0,000 < 0,05.Kata Kunci : Pengetahuan, Perilaku, Deteksi Dini KankerCervical cancer is a malignant process that occurs in the cervix, so that the surrounding tissue cannot carry out its functions as it should. This situation is usually accompanied by bleeding and abnormal vaginal discharge, this disease can occur repeatedly. Health behavior is influenced by 3 main factors, namely predisposing factors, enabling factors, and reinforcing factors.This study aims to determine the relationship between knowledge level and mother's behavior towards the implementation of early detection of cervical cancer at the Lampahan Health Center, Timang Gajah District, Bener Meriah Regency in 2022. This type of research was analytic observational, the study population was women of childbearing age. Data collection uses primary and secondary data and univariate and bivariate data analysis. The results showed that there was a relationship between the level of knowledge and the IVA test in women of childbearing age (WUS) at the Lampahan Health Center, Timang Gajah District, Bener Meriah Regency in 2022 with a significance value of 0.000 <0.05. There is a relationship between the attitude of early detection of cervical cancer and the IVA test in women of childbearing age (WUS) at the Lampahan Health Center, Timang Gajah District, Bener Meriah Regency in 2022 with a significance value of 0.000 <0.05.Keywords: Knowledge, Behavior, Early Detection of Cancer
Asuhan Kebidanan Nifas Pada Ny. L Post Partum 6 Jam Dengan Pelaksanaan Personal Hygiene Dan Perawatan Luka Perineum Di Klinik Rizky Provinsi Sumatera Utara Tahun 2025 Larasati, Rahmi; Sari, Febriana
Excellent Midwifery Journal Vol. 8 No. 2 (2025): Volume 8 No. 2, Oktober Tahun 2025
Publisher : STIKes Mitra Husada Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55541/emj.v8i2.366

Abstract

Latar Belakang: Sepsis puerperalis tetap menjadi kontributor utama kematian ibu, yang sering kali dipicu oleh kegagalan manajemen luka perineum pada fase nifas dini. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis optimasi asuhan nifas dini melalui integrasi personal hygiene dan perawatan luka perineum dalam mencegah komplikasi infeksi. Metode: yang digunakan adalah studi kasus deskriptif observasional dengan pendekatan manajemen kebidanan tujuh langkah Varney pada seorang ibu nifas 6 jam postpartum di Klinik Rizky, Sumatera Utara. Data dikumpulkan melalui anamnesis, pemeriksaan fisik, dan observasi klinis menggunakan skala REEDA. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa intervensi edukasi terstruktur dan manajemen nyeri efektif meningkatkan kemandirian subjek dalam perawatan mandiri, yang dibuktikan dengan capaian skor REEDA minimal (skor 1) pada akhir observasi. Integrasi antara kualitas pelayanan bidan dan fasilitas sanitasi yang adekuat terbukti memitigasi risiko infeksi serta mempercepat mobilisasi dini. Kesimpulan: Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa asuhan nifas dini yang integratif pada periode immediate postpartum merupakan strategi preventif krusial dalam menekan morbiditas maternal. Temuan ini merekomendasikan standardisasi protokol asuhan nifas berbasis kemandirian pasien di fasilitas kesehatan primer.