Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Analisis Pengaruh Variasi Kecepatan Rata-Rata Konstan Sepeda Motor Yamaha Bensin 4-Langkah Terhadap Konsumsi Bahan Bakar Irpandi, Wahyu; Mukhnizar, Mukhnizar; Zulkarnain, Zulkarnain; Abu, Risal; Afdal, Afdal
Educativo: Jurnal Pendidikan Vol 1 No 2 (2022): Jurnal Teknik, Komputer, Agroteknologi dan Sains (Marostek)
Publisher : PT. Marosk Zada Cemerlang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.874 KB) | DOI: 10.56248/marostek.v1i2.30

Abstract

Pertumbuhan sepeda motor di Indonesia mencapai 1 juta unit per tahun, jumlah populasi kendaraan bermotor akan berbanding lurus. Estimasinya, pertumbuhan terjadi sekitar 10 persen setiap tahunnya. Pertumbuhan sepeda motor di Indonesia akan menyebabkan peningkatan stok cadangan BBM yang bertambah tiap tahunnya. Oleh karena itu, penulis mengamati pengaruh variasi kecepatan rata-rata terhadap konsumsi bahan bakar pada sepeda motor Yamaha vixion bensin 4 langkah dengan melalui serangkaian pengujian dengan beberapa variasi yaitu pengujian berjalan dengan variasi kecepatan rata-rata 30, 50 dan 70 km/jam, pengujian dengan variasi posisi transmisi 1-2-3, 1-2-3-4, 1-2-3-4-5 dengan jarak 2 km. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi bahan bakar paling irit pada pengujian dengan jarak tempuh 2 km terjadi pada kecepatan 50 km/jam yaitu sebanyak 63 ml disusu l dengan kecepatan 30 km/jam sebanyak 74 ml. Sedangkan pada jarak 5 km di kecepatan 70 km/jam yaitu sebanyak 115 ml dan disusul dengan kecepatan 30 km/jam sebanyak 131 ml. Konsumsi rata-rata bahan bakar pada posisi transmisi 1-2-3, 1-2-3-4, 1-2-3-4-5 yaitu 79 ml, 75 ml, 70 ml. Dari penelitian yang telah dilakukan dapat dilihat bahwa jarak tempuh dan kecepatan kendaraan mempengaruhi konsumsi bahan bakar. Hal ini disebabkan pembakaran yang tidak selalu stabil di dalam ruang bakar.
Pembuatan Mesin Tempa Logam Dengan System Forging Hammer Septiawan, Abel; Mukhnizar, Mukhnizar; Zulkarnain, Zulkarnain
Educativo: Jurnal Pendidikan Vol 2 No 1 (2023): Jurnal Teknik, Komputer, Agroteknologi dan Sains (Marostek)
Publisher : PT. Marosk Zada Cemerlang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.616 KB) | DOI: 10.56248/marostek.v2i1.41

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penggunaan mesin tempa logam dalam pengolahan logam. Salah satu keuntungannya untuk mempercepat proses penempaan logam. Saat ini proses penempaan masih banyak menggunakan tenaga manusia, sehingga hasil penempaan logam pun sedikit. Oleh sebab itu timbulah ide untuk membuat mesin tempa logam ini yang lebih membantu hasil produksi. Adapun prinsip kerjanya yaitu digerakan dengan menggunakan motor listrik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tahapan-tahapan pembuatan mesin tempa logam. Produksi pembuatan mesin tempa logam dan hasil atau kinerja dari pembuatan mesin tempa logam. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian eksperimen atau percobaan. Pengumpulan data penelitian melalui beberapa metode seperti studi literatur, survey langsung (observasi) dan konsultasi atau bimbingan beberapa pihak terkait. Adapun tahapan penelitian yang lakukan seperti melakukan studi literatur, menggambar teknik pembuatan, pengumpulan alat dan bahan, merangkai prosedur pembuatan, merakit alat sampai sempurna dan melakukan pengujian pada mesin tempa logam tersebut. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu mesin tempa logam dengan sistem forging hammer yang digerakan menggunakan motor listrik memudahkan dalam proses tempa logam. Setelah mempelajari secara detail, rangka mesin tempa logam yang di buat dapat menompang dan menahan seluruh komponen mesin tempa logam lainnya dan konstruksi dari rangka tersebut kuat dan kokoh setelah dilakukan uji coba pada alat dengan menggunakan benda kerja plat baja. Mesin tempa logam tersebut dapat menempa dengan cepat sesuai yang diinginkan. Selain itu alat yang dioperasikan sangat membantu, kuat dan lebih kokoh. Dengan ini dapat disimpulkan bahwa mesin tempa logam dengan penggerak motor listrik 1 hp 2900 rpm dapat digunakan sebagai alat tempa logam yang sangat efektif untuk produksi usaha pandai besi.
Pengujian Mesin Tempa Logam Dengan Sistem Forging Hammer Adami, Mukhlis; Abu, Risal; Mukhnizar, Mukhnizar; Afdal, Afdal; Zulkarnain, Zulkarnain
Educativo: Jurnal Pendidikan Vol 2 No 1 (2023): Jurnal Teknik, Komputer, Agroteknologi dan Sains (Marostek)
Publisher : PT. Marosk Zada Cemerlang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56248/marostek.v2i1.92

Abstract

Dalam berbagai kehidupan, manusia pada saat ini berusaha untuk mempermudah pekerjaannya, khususnya dalam usaha produksi, sehingga manusia terdorong untuk membuat alat atau mesin salah-satunya mesin tempa logam. Mesin tempa logam telah banyak digunakan dalam dunia industri dan pandai besi untuk menipiskan besi atau baja. Selain mudah pengoperasian dan perawatannya, mesin ini juga sederhana sehingga dapat di buat sendiri oleh pemilik bengkel-bengkel kecil. Berdasarkan hal tersebut maka akan dilakukan pengujian kinerja mesin tempa sistem forging hammer terlebih dahulu sehingga aman untuk digunakan. Mesin tempa logam ini menggunakan motor dengan daya 1HP dan dengan kecepatan putaran 2900 Rpm. Logam yang diuji baja ST37 dengan tebal 3mm dan 5mm dan aluminium dengan tebal 3mm dan 5mm. Proses pengujian mesin tempa logam ini dilakukan dengan meletakkan benda kerja diatas landasan tempa kemudian menyalakan elektro motor (mesin). Selanjutnya setelah penempaan selesai, lakukan pengukuran terhadap benda kerja dengan menggunakan alat ukur jangka sorong. Dari hasil pengujian mesin tempa logam, mesin mampu menipiskan logam untuk jenis baja ST37 terjadi penipisan rata-rata 0,2mm dan untuk benda kerja jenis aluminium terjadi penipisan rata-rata 1,7mm. Gaya yang diterima untuk penempaan benda kerja ST37 ketebalan 5mm dan 3mm adalah 1N dan 3N, sedangkan untuk benda kerja Aluminium ketebalan 3mm dan 5mm adalah 3N dan 2N.
PEMBUATAN ALAT PEMOTONG PLAT MANUAL Tio Bonardo; Mukhnizar; Zulkarnain
Educativo: Jurnal Pendidikan Vol 2 No 1 (2023): Jurnal Teknik, Komputer, Agroteknologi dan Sains (Marostek)
Publisher : PT. Marosk Zada Cemerlang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56248/marostek.v2i1.97

Abstract

Pemotongan adalah proses pemisahan benda padat menjadi dua atau lebih, melalui aplikasi gaya yang terarah melalui luas bidang permukaan yang kecil. Adapun alat pemotong plat yang biasa digunakan dibengkel-bengkel umumnya, seperti gergaji tangan, gunting, dan gerinda tangan. Permasalahan yang terjadi dari alat pemotongan tersebut yaitu dalam proses pemotongan plat alat-alat tersebut kurang efesien dalam pemotonganya karena plat yang dipotong kurang lurus dan tidak presisi dan perlu dirapikan serta banyak memakan waktu untuk penyelesaiannya. Oleh sebab itu perlu dilakukan penelitian ini untuk membuat alat pemotong plat manual. Dimana alat pemotong ini  akan sangat membantu dan mempercepat dalam proses pemotongan plat dengan ukuran yang tepat.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem dan komponen yang digunakan dalam pembuatan alat pemotong plat secara manual, untuk mengetahui gambar teknik alat pemotong plat secara manual, untuk mengetahui proses pembuatan alat pemotong plat secara manual dan untuk mengetahui kinerja dari alat pemotong plat secara manual. Mekanisme yang digunakan alat pemotong ini adalah mekanisme manual dengan menggunakan tuas sebagai penggerak yang digerakkan dengan tangan. Prinsip kerja pemotong plat dimana plat diletakkan diantara pisau atas dan pisau tetap dan plat tersebut di beri gaya agar plat tidak bergeser, kemudian pisau atas bergerak turun dan memotong plat tersebut. Dari hasil uji alat pemotong plat secara manual, pada saat proses pemotongan dapat berfungsi dengan baik yaitu mampu memotong ketebalan besi 2 mm dengan baik dan lurus.
Planning and Design of a Coffee Peeling Machine with a Capacity of 100 Kg/Hour Rahman, Hidayatur; Abu, Risal; Mukhnizar, Mukhnizar; Koto, Rahmat Desman
MOTIVECTION : Journal of Mechanical, Electrical and Industrial Engineering Vol 6 No 3 (2024): Motivection : Journal of Mechanical, Electrical and Industrial Engineering
Publisher : Indonesian Mechanical Electrical and Industrial Research Society (IMEIRS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46574/motivection.v6i3.341

Abstract

This research aims to design a coffee peeling machine with a capacity of 100 kg/hour to improve the efficiency and effectiveness of the coffee peeling process, which is currently done manually by Indonesian farmers with limited results. The machine is equipped with a motor, V-belt, pulley, peeling rollers, and a hopper. Test results show an average peeling time of 35 seconds per kilogram, with a capacity of 102.8 kg/hour and an efficiency of 95%. Its innovative design prevents coffee bean buildup, ensures smooth flow, and is easy to use and maintain. This machine not only enhances productivity and coffee quality but also reduces labor costs. By using this machine, farmers can speed up the peeling process and be more efficient in meeting market demands. Further development is recommended to improve material quality, optimize the design, and provide training for farmers on machine use. Penelitian ini merancang mesin pengupas kulit kopi berkapasitas 100 kg/jam untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengupasan kopi, yang selama ini dilakukan secara manual oleh petani di Indonesia dengan hasil yang terbatas. Mesin ini dilengkapi motor penggerak, V-belt, pulley, roller pengupas, dan hopper. Hasil pengujian menunjukkan waktu pengupasan rata-rata 35 detik per kilogram dengan kapasitas 102,8 kg/jam dan efisiensi sebesar 95%. Desain inovatifnya mencegah penumpukan biji, memastikan aliran yang lancar, serta mudah digunakan dan dirawat. Mesin ini tidak hanya meningkatkan produktivitas dan kualitas kopi, tetapi juga mengurangi biaya tenaga kerja. Dengan penggunaan mesin ini, petani dapat mempercepat proses pengupasan dan lebih efisien dalam memenuhi permintaan pasar. Pengembangan lebih lanjut disarankan untuk meningkatkan kualitas material, optimasi desain, dan pelatihan penggunaan bagi petani.
Optimalisasi Sistem Perawatan pada Tumbler Drayer dengan Metode RCM di Hotel X Fadlan, Muhammad; Mukhnizar, Mukhnizar; Selviyanty, Veny; Abu, Risal; Afdal, Afdal
Jurnal Teknik Industri Terintegrasi (JUTIN) Vol. 8 No. 3 (2025): July
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jutin.v8i3.46254

Abstract

Reliability Centered Maintenance (RCM) is a process to determine effective maintenance. Dryer Tumbler is a drying machine that has a concentrated air flow pattern and a sealed cylinder rim to ensure the water management system works optimally. This tool is very useful and beneficial especially for laundry because it can produce the highest output in meeting the workload. Repeated component damage occurs in the dryer tumbler machine at Hotel X due to less than optimal maintenance. This is because the maintenance and repair estimates for the existing dryer tumbler machine have not been managed with good and suitable methods. Repeated component interference in the machine makes the machine's performance less than optimal, thus hampering the production process. The production process that is not running optimally causes the resulting product to also experience a decrease in quality. Based on the calculation of component replacement costs, cost savings of 85.17% were obtained for dryer bearings, 2.84% for flatbelts, 58.59% for sizepress bearings and 75.23% for gear couplings.
Analisis Kenaikan Temperature pada Turbine Guide Bearing untuk Pemeliharaan Periodik Unit 2 PLTA Maninjau Pratama, Bagas Adi; Mukhnizar, Mukhnizar; Zulkarnain, Zulkarnain; Selviyanty, Veny; Abu, Risal
Jurnal Teknik Industri Terintegrasi (JUTIN) Vol. 6 No. 3 (2023): July 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jutin.v6i3.17093

Abstract

Turbine Bearing is a piece of equipment used to keep the shaft rotating about its axis or to keep a linearly moving component on track. The operation at PLTA Maninjau also makes use of a Turbine Bearing with a Journal Bearing type. The turbine bearing of the Maninjau hydropower plant experienced an abnormality, with the bearing temperature rising from 60°C to 80°C. Using the fishbone diagram method and failure mode and effects analysis, the authors conducted a root cause analysis of the causes of the increase in turbine bearing temperature in this study (FMEA). The cause of the increase in. The cause of the increase in the temperature of the turbine bearing unit 2 of the Maninjau Hydropower Plant was found to be a misalignment caused by a small bearing clearance of 0.2 mm, which should have been 0.4 mm according to the design value, after conducting research using the observation method through data collection and data processing. And reduced cooling water effectiveness from 18.41% to 1.15%. As a result, corrective maintenance on Maninjau Hydropower Unit 2 is required.
Analisis Perbaikan dan Pemeliharaan Sistem Pendingin (Air Conditioner) Pada Mobil Jazz New Gowasa, Estomi; Afdal, Afdal; Selviyanty, Veny; Abu, Risal; Mukhnizar, Mukhnizar
Jurnal Teknik Industri Terintegrasi (JUTIN) Vol. 6 No. 3 (2023): July 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jutin.v6i3.17096

Abstract

In a new Honda Jazz car, there is a rotten smell coming from inside the AC cabin, the temperature is not cold and causes the windshield to fog up. The purpose of the research is to find out the causes of damage to the AC system and appropriate maintenance actions. The method used is primary data, namely by direct inspection it is known that the refrigerant parameters are low on the pressure gauge manifold device on both sides LO 0.6–0.8 kg/cm2 and HI 8–9 kg/cm2. Damage to the capillary pipe is leaking. The action taken is to replace the capillary tube components, so the temperature parameters become LO=1.5–2.0 kg/cm² and HI=14.5–15 kg/cm². Once the pressure on the compressor, LO=4–6 kg/cm² and LO=7–10 kg/cm². The temperature is hot in the vehicle cabin. After replacing the compressor Normal pressure LO=1.5–2.0 kg/cm² and HI=14.5–15 kg/cm². Unstable Condenser temperature, LO=15Psi. HI=300–350Psi. cleaning is carried out at the temperature parameters LO=25Psi and HI=150 Psi, normal conditions. The hot room temperature = 29.2ºC and the cleaning action is carried out, then the temperature becomes = 16.8ºC, the AC room temperature returns to normal.
Perencanaan Mesin Pembuat Serbuk Jahe Fernando, Pungki; Risal, Abu; Mukhnizar, Mukhnizar; Afdal, Afdal; Selviyanty, Veny
Jurnal Teknik Industri Terintegrasi (JUTIN) Vol. 6 No. 3 (2023): July 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jutin.v6i3.17208

Abstract

The ginger powder making machine is designed and simulated to make it easier to get ginger juice or ginger water for the body to consume. The process of making ginger powder consists of: Power planning for planning a ginger cutting machine Pd = 0.88 kw, Material shaft S30C, diameter ?24 and tensile strength 48 kg/mm2, Bearing type = 6205, two pulleys used, namely drive pulley = 80 mm and the driven pulley = 76.2 mm, the planning speed around the pulley is V = 5.861 m/s. belt length 502.4 mm = 19.77 inches. The shear stress on the 12 mm diameter bolt = 0.188 kg/mm2 and the shear stress on the 14 diameter bolt = 0.141 kg/mm2. The design tangential force on the pin is F = 204 kg and the shear stress on the post plan is ?_k= 2.04 kg/mm2 . Planning Gear box using a ratio of 1: 50, Planning a clutch flans using type FCL 90, Cutting speed of the blade V = 0.48 m/min.
Analisis Torsi Sepeda Motor Vixion New 2013 Menggunakan Final Drive Gear Ukuran 13, 14 dan 15 Ahmadi, Syukri; Mukhnizar, Mukhnizar; Abu , Risal; Selviyanty, Veny; Afdal, Afdal
Jurnal Teknik Industri Terintegrasi (JUTIN) Vol. 6 No. 3 (2023): July 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jutin.v6i3.17209

Abstract

Motorcycles are vehicles that have quite high economic value when compared to other vehicles. Motorcycles are made up of several constituent components, one of which is the use of final gear. The purpose of this study was to determine the amount of torque and the ratio of torque produced from the final gear size 13,14,15 on the new 2013 vixion motor. From the data obtained, the maximum torque when using the final gear size 13 = 15.24 Nm at a speed of 7.05 rpm. 14 = 15.49 Nm at 7.33 rpm and 15 = 15.91 Nm at 6.83 rpm. While the difference in the ratio of torque produced by the final gear (standard) size 13 and size 14, the difference in value = 0.22 Nm, the final gear size 14 is larger, the difference in the torque ratio between size 14 and size 15, the difference in value = 0.35, is greater than 15 size 14, the difference in the torque ratio between size 15 and size 13 is the difference in value = 0.57 Nm, which is 15 greater than size 13