Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Ketidaklangsungan Ekspresi dalam Antologi Puisi “Ayat-Ayat Api” Karya Sapardi Djoko Damono: Kajian Semiotika M. Riffaterre Nur Rahma; Mahmudah Mahmudah; Suarni Syam Saguni
Indonesian Journal of Pedagogical and Social Sciences Vol 1, No 1 (2021): Indonesian Journal of Pedagogical and Social Studies
Publisher : Indonesian Journal of Pedagogical and Social Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.733 KB) | DOI: 10.26858/.v1i1.25594

Abstract

Abstract. The source of data in this research is poetry from the poetry anthology "Ayat-ayat Api" by Sapardi Djoko Damono which focuses on "Line, Net, Cold Air, He Never and at the Door". The author focuses on the work of Sapardi Djoko Damono because of the background of his works which are close to god and death which are framed by other signs, as well as his works that are popular and many people recognize him. The five poems in the poetry anthology “Ayat-ayat Api” by Sapardi Djoko Damono include: Lines, Nets, Cold Air, He Never and At The Door. These poems are used as research material in this study. The five poems were chosen as research material because there are many hidden signs, there are diction games that raise a lot of questions. This is very helpful for the author in analyzing because it is the main focus of the author who examines the indirectness of expressions based on M. Riffaterre's semiotic theory. The method used is descriptive qualitative by collecting references related to theory to analyze the poem.  Keywords: Poetry, Riffaterre, sign
Implikatur Percakapan dalam Bahasa Toraja Dialek Gandangbatu Nensilianti Nensilianti; Ambo Dalle; Mahmudah Mahmudah; Sarce Liling
Seminar Nasional LP2M UNM SEMINAR NASIONAL 2022 : PROSIDING EDISI 7
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.876 KB)

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implikatur percakapan dalam bahasa Toraja dialek Gandangbatu. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Data penelitian ini adalah bahasa Toraja dialek Gandangbatu, sedangkan sumber datanya adalah sumber data lisan, yaitu wacana lisan yang dituturkan oleh penutur asli bahasa Toraja dialek Gandangbatu sebanyak lima orang. Pengumpulan data penelitian ini dilakukan dengan teknik obsevasi, teknik pencatatan, dan teknik intropeksi. Data penelitian dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan objektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implikatur percakapan dalam bahasa Toraja dialek Gandangbatu yang diperoleh dari wacana lisan meliputi:  (1) implikatur yang menyatakan penolakan suatu ajakan atau permintaan,    2) implikatur yang menyatakan perintah atau suruhan, (3) implikatur yang menyatakan alasan atas suatu pertanyaan, (4) implikatur yang menyatakan jawaban dengan mengimplikasikan pada objek yang lain, (5) implikatur yang menyatakan sindiran atas perbuatan atau tindakan  orang lain, dan (6) implikatur yang menyatakan suatu kecaman atau penilaian. Maksim yang digunakan untuk mengungkapkan dan memahami implikatur percakapan dalam bahasa Toraja dialek Gandangbatu meliputi: maksim kuantitas, maksim kualitas, maksim relevansi, dan maksim cara. Dari hasil penelitian tersebut penulis menyarankan agar hasil peneltian ini dapat dijadikan bahan pengembangan pengajaran bahasa Toraja sebagai muatan lokal.  Kata Kunci: Implikatur Percakapan, Bahasa Toraja, Dialek Gandabatu
PENGGUNAAN BUNYI SEGMENTAL MELALUI PENERAPAN TEKNIK SHOW NOT TELL (MENUNJUKKAN BUKAN MEMBERITAHUKAN) Syamsudduha Syamsudduha; Mahmudah Mahmudah
Seminar Nasional LP2M UNM 2017
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.187 KB)

Abstract

Bunyi segmental merupakan bunyi yang dapat disegmen-segmenkan, diruas-ruaskan, atau dipisah-pisahkan. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan keterampilan mahasiswa dalam menggunakan bunyi segmental melalui teknik show not tell (menunjukkan bukan memberitahukan) dalam pembelajaran fonologi bahasa Indonesia mahasiswa semester 1 prodi bahasa dan sastra indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, data penelitian ini berupa cara mahasiswa menghasilkan bunyi-bunyi segmental sesuai dengan jenis dan klasifikasi bunyi segmental. Analisis data dilakukan dengan tiga tahap, yaitu (a) reduksi data, (b) penyajian data, (c) Verifikasi/kesimpulan. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa (1) keterampilan menggunakan bunyi vokoid, terdiri dari: (a) ada tidaknya gangguan, (b) tinggi rendahnya lidah, (c) maju mundurnya lidah, dan (c) bentuk bibir dan (2) keterampilan menggunakan bunyi kontoid, terdiri dari: (a) ada tidaknya gangguan, (b) mekanisme udara, (c) arah udara, (d) pita suara, (e) lubang lewat udara, (f) mekanisme artikulasi. Kata Kunci: bunyi segmental, show not tell
Alih Kode dan Campur Kode Bahasa Makassar dan Bahasa Indonesia pada Siswa Sekolah Menengah Pertama Karmila Karmila; Asia M; Mahmudah Mahmudah
HUMAN: South Asian Journal of Social Studies Vol 3, No 1 (2023): Human: South Asean Journal of Social Studies
Publisher : HUMAN: South Asian Journal of Social Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/human.v3i1.49138

Abstract

Abstract. This study aims to describe (1) the manifestations of the use of code-switching in Makassar and Indonesian among students of SMPN 1 Takalar, (2) the manifestations of the use of code-switching in Makassar and Indonesian among students of SMPN 1 Takalar, and (3) the causes of code-switching. and mixed Makassar and Indonesian language codes for SMPN 1 Takalar students. This type of research is qualitative research with a qualitative descriptive research design. The data in this study were oral data in the form of words, clauses, phrases and sentences containing code-switching and code-mixing of Makassar and Indonesian languages originating from informants, namely students in grades 8.2, 8.3 and 8.4 at SMPN 1 Takalar which were taken during the conversation process between students when learning the local language takes place. Data collection was carried out using (1) the SBLC technique (free involvement technique), (2) the recording technique, and (3) the documentation technique.The results of this study indicate that there are three forms of code switching in class VIII students at SMPN 1 Takalar, namely (1) occurring between sentences, (2) occurring within sentences and (3) symbolic code switching that occurs on tags. There are two forms of code mixing, namely (1) insertion of elements in the form of words and (2) insertion of elements in the form of phrases, there are also two types of clauses (1) simplex clauses, and (2) complex clauses. Factors causing code switching and code mixing are (1) speakers/speakers, (2) listeners/oppositors, (3) the presence of a third party, (4) habits, (5) background of the speaker's attitude, (6) linguistic background or the language skills of SMPN 1 Takalar students.Keywords: Code Switching, Code Mixing, Makassar Language, Indonesian.
ANALISIS APPRAISAL DALAM TEKS BERITA AKSI UNJUK RASA PADA MEDIA DARING Andi Mulia; Mahmudah Mahmudah; Mayong Mayong
JURNAL KONFIKS Vol 9, No 1 (2022): KONFIKS
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN PADA MASYARAKAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/konfiks.v9i1.8088

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mengungkapkan (1) sikap bahasa yang digunakan pada media daring dalam berita aksi unjuk rasa tataran linguistik sistemik fungsional, (2) pemosisian (engagement) bahasa yang digunakan pada media daring dalam berita aksi unjuk rasa tataran linguistik sistemik fungsional, (3) garduasi (graduation) bahasa yang digunakan pada media daring dalam berita aksi unjuk rasa tataran linguistik sistemik fungsional, serta (4) mengetahui relevansi kajian appraisal di perguruan tinggi. Data dalam penelitian ini yakni berupa kata, frasa dan klausa yang bermuatan mengenai aksi unjuk rasa dengan model analisis appraisal. Adapun sumber data, yaitu media daring Detik, Kompas, dan Tribunnews pada pemberitaan aksi unjuk rasa, serta beberapa buku dan jurnal yang mendukung penelitian ini. Teknik pengumpulan data adalah Teknik dokumentasi, teknik pustaka, teknik baca simak, dan teknik catat. Data yang telah dikumpulkan dianalis dengan teknik yaitu menggunakan model analisis appraisal Martin White (2005) yang terdiri dari aspek sikap (attitude), pemosisian (engagement), dan graduasi (graduation). Hasil penelitian pertama bentuk apprasial sikap yang terdapat pada pemberitaan aksi unjuk rasa dalam media daring detik, kompas, dan tribunnews terdiri dari afek, penghakiman/penilaian(judgment), apresiasi. Kedua bentuk apprasial pemosisian yang terdapat pada pemberitaan aksi unjuk rasa dalam media daring detik, kompas, dan tribunnews terdapat bentuk monoglosik dan heteroglosik. Ketiga bentuk apprasial graduasi yang terdapat pada pemberitaan aksi unjuk rasa dalam media daring detik, kompas, dan tribunnews terdapat bentuk focus dan force. Serta keempat penelitian ini, memiliki relevansi dengan program magang jurnalistik di perguruan tinggi.
Perbandingan Kompetensi Literasi Membaca antara Siswa Kelas VIII SMPN 1 Takalar dengan SMPN 1 Sanrobone Johar Amir; Mahmudah Mahmudah; Rizki Herdiani; Bakri
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i2.3345

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dua hal pokok, yaitu: (1) mengungkap kompetensi membaca siswa SMPN 1 Takalar dalam menemukan informasi (2) mengungkap kompetensi membaca siswa SMPN 1 Sanrobone dalam memahami informasi. Dan membuktikan adanya perbedaan kompetensi membaca antara siswa SMPN 1 Takalar dengan siswa SMPN 1 Sanrobone dalam mengevaluasi dan merefleksikan informasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Penelitian ini merupakan metode penelitian yang mengukur kompetensi literasi membaca siswa kemudian mendeskripsikan atau memberikan gambaran terhadap kompetensi literasi membaca siswa melalui skor dari sampel yang telah terkumpul sebagimana adanya atau sesuai dengan fakta. Data dalam penelitian ini berupa angka dari hasil pekerjaan siswa yang diolah untuk mengukur kompetensi literasi membaca siswa kelas VIII SMPN 1 Takalar dan siswa SMPN 1 Sanrobone melalui tes berbasis PISA. Populasi penelitian ini yakni seluruh siswa kelas VIII di SMP Negeri Sanrobone Kabupaten Takalar. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data pada penelitian ini adalah teknik tes. Teknik tes ini dilakukan dengan beberapa langkah, yaitu (1) memberikan informasi petunjuk pelakasanaan teks, cara pengisian, dan durasi waktu yang diberikan; (2) meminta siswa mengisi data diri pada lembar soal; (3) memberikan kesempatan kepada siswa untuk menawab soal-soal yang diberikan. Durasi waktu penyelesaian tes tersebut selama dua jam pelajaran atau selama 50 menit. Kurun waktu tersebut digunakan untuk menjawab 20 nomor soal. Pengumpulan data dilakukan pada hari yang berbeda pada setiap sekolah dengan total dua hari karena terdapat dua sekolah.
Analisis Appraisal Laporan Mahasiswa Program Kampus Mengajar Muhammad Rifai Taha; Mahmudah Mahmudah; Nensilianti Nensilianti
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i2.3496

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk laporan mahasiswa program kampus mangajar dengan analisis apraisal dalam perspektif atittide (prilaku) pada aspek: afek-perasaan, penghakiman-karakter, dan apresiasi-nilai. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik baca, catat, dan dokumentasi pada Tujuh (7) laporan. Teknik analisis data dilakukan dengan cara mereduksi data, menyajikan, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan sejumlah dua puluh (22) bentuk perasaan afek yang terdiri dari tujuh belas (17) afek postif, lima (5) afek negatif. Data pada kutipan yang mengungkap afek pada konteks afek positif yaitu: Alhamdulillah baik dan ada kemajuan sedikit demi sedikit. Kutipan di atas termasuk ungkapan afek positif dan dapat dinilai bahwa ungkapan tersebut adalah ungkapan perasaan baik, senang karena Ketika ada ungkapan yang baik maka ada perasaan senang,. Itulah yang membawa peran positif untuk meningkatkan kebahagiaan diri. Hal ini merupakan ranah pada afek positif afek Positif sedangkan afek negatif diniali dari ungkapan perasaan ragu-ragu, sedih karena ketika ada ungkapan yang belum terlaksana dan ada perasaan rasa sedih. Itulah yang membawa peran negatif.
Kajian Simiotika pada Iklan Layanan Masyarakat di Kabupaten Barru Teori Charles Sanders Peirce Achmad Afandy; Muhammad Rapi Tang; Mahmudah Mahmudah
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i2.3645

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan (1) ikon yang terdapat dalam iklan layanan masyarakat dengan menggunakan kajian semiotika Charles Sanders Peirce. Data penelitian ini adalah pernyataan verbal yang menjadi tanda ikon, indeks, dan simbol yang terdapat dalam iklan layanan masyarakat. Sumber data penelitian ini adalah iklan layanan masyarakat yang terdiri atas 20 iklan. Adapun teknik pengumpulan data melalui teknik dokumentasi dan teknik catat dengan menerapkan teknik analisis data interaktif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) tanda jenis ikon dalam iklan layanan masyarakat merujuk pada ikon diagram yang terbentuk atas pesan tanda yang saling berkaitan dalam wilayah makna relasi. Hasil analisis data menunjukkan bahwa bentuk Ikon yang umum ditemukan dalam layanan masyarakat adalah ikon image dan ikon diagram. Namun, ikon diagram mendominasi dalam konteks iklan tersebut. Kehadiran gambar dengan kemiripan objeknya menjadi penegas, memudahkan pemahaman masyarakat terhadap objek yang diiklankan
TRANSITIVITAS DALAM KUMPULAN CERPEN SEPASANG SEPATU TUA KARYA SAPARDI DJOKO DAMONO (KAJIAN LINGUISTIK SISTEMIK FUNGSIONAL) Agnes Gabril; Anshari Anshari; Mahmudah Mahfud
Neologia: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5, No 1 (2024): February
Publisher : Fakultas Bahasa dan Sastra Indoensia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/neologia.v5i1.54171

Abstract

This research aims to analyze the form of transitivity in the short story collection A Pair of Old Shoes by Sapardi Djoko Damono. This research uses qualitative research by applying descriptive methods. The results of the research show that the short story A Pair of Old Shoes uses six forms of transitivity, namely six processes and the most dominant form of transitivity used is mental transitivity. Based on the use of mental processes, the short story A Pair of Old Shoes invites readers to participate in feeling, seeing, imagining and thinking about the events and actions experienced and accepted by the characters in the short story
STRUKTUR TEKS MIKTO PADA CHANNEL YOUTUBE NAJWA SHIHAB KAJIAN WACANA KRITIS TEUN A. VAN DIJK Widya Widya; Mahmudah Mahmudah; Muhammad Rapi
Neologia: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5, No 1 (2024): February
Publisher : Fakultas Bahasa dan Sastra Indoensia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/neologia.v5i1.59092

Abstract

In language studies there are studies that function to understand language in its use. This intends to help listeners and readers to understand the implied meaning in a text, especially in critical discourse studies. Teum A. Van Dijk divides the function of language into four namely ideology, domination, power, influence. The object of study in this analysis is a video entitled "Najwa's notes with Maudy Ayunda" on the Najwa Shihab Youtube Channel. From the results of the macro structure analysis on the use of the word modality, the data for the word modality wants is 1, the word modality wants is 1, the word modality must be 1, the word modality will be 1, the word modality can be 3.