Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Pertarungan Simbolik dan Ideologi dalam Slogan Pilkada Kabupaten/Kota di Sulawesi Selatan Tahun 2024 Model Pierre Bourdieu Asmawati Asmawati; Jufri Jufri; Mahmudah Mahmudah
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i1.4191

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang dikaji melalui teori analisis wacana kritis dengan tujuan: (1) mengklasifikasi dan mengeksplanasi representasi pertarungan simbolik melalui eufemisasi dalam slogan pilkada Kabupaten/Kota di Sulawesi Selatan tahun 2024. (2) mengklasifikasi dan mengeksplanasi representasi pertarungan simbolik melalui sensorisasi dalam slogan pilkada Kabupaten/Kota di Sulawesi Selatan tahun 2024. Penelitian ini berfokus pada kutipan kata, frasa, klausa, atau kalimat yang mengandung unsur eufemisasi dan sensorisasi dalam slogan pilkada di Kabupaten/Kota di Sulawesi Selatan tahun 2024. Data dalam penelitian ini berupa kutipan langsung dari slogan yang terdapat pada spanduk, banner, baliho, dan stiker kampanye yang digunakan oleh kandidat. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi teknik dokumentasi, teknik baca, dan teknik catat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pertama, representasi eufemisasi ditemukan dalam tiga klasifikasi yaitu, (1) penggunaan kata-kata persuasif yang menciptakan citra positif, (2) penggambaran visi dan misi calon melalui simbol-simbol yang mengundang kedamaian, dan (3) simbolisasi modernitas yang menarik perhatian pemilih. Kedua, representasi sensorisasi ditemukan dalam dua klasifikasi yaitu (1) penghilangan atau pembatasan informasi yang dianggap kontroversial, dan (2) penggunaan kata-kata yang menghindari konfrontasi atau ketegangan, berfokus pada harmoni dan kesejahteraan.
Representasi Alam dan Spiritual dalam Novel Bilangan Fu Karya Ayu Utami (Kajian Ekofeminisme) Eva Ruwaidah Mulyati; Mahmudah Mahmudah; Muhammad Saleh
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v4i4.990

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang dikaji melalui ekofeminisme yang bertujuan: (1) mengklasifikasi dan mengeksplanasi representasi alam melalui ekofeminisme dalam novel Bilangan FU karya Ayu Utami. (2) mengklasifikasi dan mengeksplanasi representasi spiritual melalui ekofeminisme dalam novel Bilangan FU karya Ayu Utami. Penelitian ini berfokus pada kutipan teks yang mengandung unsur ekofeminisme alam dan ekofeminisme spiritual dalam novel Bilangan Fu karya Ayu Utami. Data dalam penelitian ini ialah kutipan langsung, tuturan atau dialog yang terkait dengan fokus penelitian di dalamnya yang mengandung ekofeminisme alam dan ekofeminisme spiritul dalam novel Bilangan Fu karya Ayu Utami. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik dokumentasi, teknik baca, dan teknik catat. Hasil penelitian menunjukan bahwa: pertama representasi ekofeminisme alam ditemukan empat klasifikasi yaitu, (1) penindasan terhadap alam dan perempuan, (2) peran perempuan dan kearifan lokal menunjukan bahwa perempuan sangat berperan penting terkait dengan pengetahuan lokal dan pelestarian alam. (3) kritik terhadap modernitas dan eksploitasi alam mengkritik proyek-proyek modernisasi dan industrialisasi yang merusak alam, (4) diskriminasi gender terhadap laki-laki dilihat dari hubungan manusia dengan alam dalam novel Bilangan Fu karya Ayu Utami, kedua representasi ekofeminisme spiritual ditemukan dua klasifikasi yaitu (1) kepercayaan tradisional, mitologi, dan ritual yang memuat kepercayaan mistis yang masih mengakar dalam kehidupan masyarakat, seperti kepercayaan terhadap kekuatan-kekuatan magis penanggalan-penanggalan Jawa kuno, upacara sesajen dan bertapa untuk mendapatkan kesaktian, (2) peran perempuan dalam konteks alam dan spiritual yang masyarakatnya masih mempercayai dewi-dewi sebagai pemberi kehidupan, kesuburan, dan keselamatan yang patut untuk dihormati.
Pemberitaan Fasilitas Kampus dalam Media Daring Estetika Pers: Analisis Framing Robert N. Entman Inka Indiarti; Juanda Juanda; Mahmudah Mahmudah
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i2.1277

Abstract

Framing merupakan struktur ide yang merghubungkan elemen-elemen yang berberda dalam teks berita yang mengacuh pada makna, bagaimana seseorang memaknai suatu peristiwa dapat dilihat dari perangkat tanda yang dimunculkan dalam teks. Kemudian dalam penelitian ini, penulis ingin mengetahui framing pemberitaan fasilitas kampus dalam media daring Estetikapers.com. Adapun teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis framing Robert N. Entman dengan pendekatan kualitatif melalui dua elemen yang dimilikinya, yakni: pendefinisian masalah, dan memperkirakan sumber masalah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa definisi masalah pada media daring Estetikapers.com adalah kurangnya perhatian dari pihak birokrasi kampus dalam menyediakan fasilitas yang memadai. Memperkirakan sumber masalah ditemukan bahwa perencanaan yang kurang optimal, kebijakan yang tidak merata, dan manajemen administratif yang perlu diperbaiki. Kontribusi penelitian ini adalah dapat memberikan informasi sebagai dasar pertimbangan, dan pendukung dalam menjawab permasalahan-permasalahan mengenai analisis framing pemberitaan online dalam media kampus. Penelitian kedepan adalah mengukur seberapa besar pengaruh pemberitaan online media kampus di perguruan tinggi.
Kesalahan Gramatikal pada Karya Tulis Mahasiswa Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia FBS UNM: Analisis Kesalahan Berbahasa Nensilianti Nensilianti; Andi Imamul Akhyar; Mahmudah Mahmudah
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i2.1409

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis kesalahan gramatikal dan bentuk kesalahan gramatikal pada karya tulis ilmiah mahasiswa program studi Bahasa dna Sastra Indonesia FBS UNM. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif bersifat deskriptif. Data dalam penelitian ini berupa kalimat, frasa, klausa yang menunjukkan kesalahan grmatikal dalam teks skripsi mahasiswa prodi Bahasa dan Sastra Indonesia FBS UNM. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan 2 jenis kesalahan gramatikal dalam karya tulis ilmiah mahasiswa prodi Bahasa dan Sastra Indonesia FBS UNM serta 7 temuan bentuk kesalahan gramatikal dengan rincian yakni, kesalahan fungsi subjek dalam kalimat, kesalahan fungsi predikat dalam kalimat, kekeliruan konstruksi kalimat, kesalahan penggunaan preposisi, penggunaan kata yang kurang tepat, kekeliruan penggunaan konjungsi, kekeliruan penulisan afiks yang terbagi atas prefiks dan konfiks. Temuan beberapa kesalahan gramatikal dipengaruhi oleh pembelajaran seperti seminar tentang kaidah tata Bahasa Indonesia. Selain itu, kurangnya kesadaran peneliti untuk memahami kaidah tata bahasa, konstruksi pembentukan kalimat dalam ruang lingkup sintaksis, konstruksi pembentukan kata dalam ruang lingkup morfologi, dan yang terakhir pengaruh dari bahasa ibu. Faktor eksternal juga memengaruhi peneliti dalam menggunakan bahasa yang baik dan benar. Faktor tersebut berupa kelelahan, kurang fokus, tidak teliti sehingga menghasilkan kesalahan-kesalahan yang tidak disengaja.
Kesantunan Berbahasa dalam Novel "Dunia Nadhira" karya Alnira: Kajian Pragmatik Brown dan Levinson Ningrum Amalia Putri*; Mahmudah Mahmudah; Faisal Faisal
Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 9 No. 1 (2026): Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jd.v9i1.5900

Abstract

This article will describe the forms of politeness strategies in utterances or quotations in the novel and identify the most frequently used strategies in Alnira's novel "Dunia Nadhira" using Brown and Levinson's pragmatics. This research is a qualitative descriptive study using content analysis techniques. The data sources in this study are utterances or quotations contained in the novel published in 2018. Data collection techniques used include documentation techniques, namely listening, reading, and note-taking. The results show that four politeness strategies found by Brown and Levinson in utterances or quotations in the novel: positive politeness strategies, negative politeness strategies, direct strategies, indirect strategies, with the most dominant strategy found being positive politeness strategies. It can be concluded that in this study, politeness is not only found in everyday life but is also applied in literary works, novels, and to understand each context of speech, to whom, when, and where the speaker is communicating.Keywords: language; politeness; novel; pragmatics; strategy Abstrak Artikel ini akan mendeskripsikan bentuk strategi kesantunan berbahasa pada tuturan atau kutipan dalam novel dan mengidentifikasi strategi yang paling sering digunakan dalam novel “Dunia Nadhira” karya Alnira dengan menggunakan kajian pragmatik Brown dan Levinson. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian deskriptif kualitatif  dengan teknik analisis isi. Sumber data dalam penelitian ini adalah tuturan atau kutipan yang terdapat dalam novel yang diterbitkan pada tahun 2018. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi teknik dokumentasi yaitu simak, baca, dan catat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan empat strategi kesantunan Brown dan Levinson yang terdapat pada tuturan atau kutipan dalam novel, yaitu strategi kesantunan positif, strategi kesantunan negatif, strategi langsung, strategi tidak langsung, dan strategi yang paling dominan yang ditemukan adalah strategi kesantunan positif. Dapat disimpulkan bahwa dalam penelitian ini kesantunan berbahasa tidak hanya terdapat dalam kehidupan sehari-hari, tetapi juga diterapkan dalam karya sastra novel dan untuk memahami setiap konteks tuturan kepada siapa, kapan, di mana penutur berkomunikasi.Kata kunci: berbahasa; kesantunan; novel; pragmatik; strategi
ANALISIS KEJAHATAN BERBAHASA DALAM BERSOSIAL MEDIA (LINGUISTIK FORENSIK) Herwin; Mahmudah; Saleh
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 17 No 2 (2021)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/k7za7923

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan kejahatan berbahasa berdampak hukum pada tindak tutur ilokusi ekspresif bentuk penghinaan, fitnah, dan makian. Ditemukan dalam penelitian berupa kejahatan berbahasa berdampak hukum pada tindak tutur ilokusi ekspresif bentuk penghinaan, fitnah, dan makian. Pertama, Bentuk-bentuk ilokusi penghinaan yang dilakukan oleh pengguna media sosial pada masa pra dan pasca pemilihan Walikota Makassar 2020 ditemukan bebarapa bentuk ilokusi tindak tutur ekspresif penghinaan yaitu omong kosong, omong doang, pakai otak,bohong, iqnya rendah, mempermalukan diri sendiri, otak kosong, tong kosong nyaring bunyinya, banyak ballena, ular berkepala dua, dan seribu wajah. Kedua, Bentuk-bentuk ilokusi fitnah yang dilakukan pengguna sosial media pada masa pra dan pasca pemilihan Walikota Makassar 2020 ditemukan bebarapa bentuk ilokusi tindak tutur ekspresif fitnah yaitu, tidak ada sekali sama sekali kinerja yang diberikan, melakukan korupsi, melakukan kecuangan, calon koruptor, menjadi provokator, melakukan kelicikan, dan mendapatkan bantuan. Ketiga, Bentuk-bentuk ilokusi fitnah dilakukan oleh pengguna media sosial pada masa pra dan pasca pemilihan Walikota Makassar 2020 ditemukan bebarapa bentuk ilokusi tindak tutur ekspresif makian yaitu, telaso, sundala, tidak punya rasa malu, munafik, calon ahli neraka, balao, rakus harta, bau tanah, mulut comberan, kongkong, dan tolo-tolo.
MENGUNGKAP IDEOLOGI TEKS BERITA COVID 19 BERDASARKAN PENDEKATAN ANALISIS WACANA KRITIS THEO VAN LEEUWEN Resky Amalia; Mahmudah; Mayong
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 17 No 2 (2021)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/rqwe6z52

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengungkap ciri ideologi eksklusi pemberitaan Covid-19 mengenai tindak kejahatan dalam media daring SINDOnews.com dan Fajar.co.id model Theo van Leeuwen; (2) mengungkap ciri ideologi inklusi pemberitaan Covid-19 mengenai tindak kejahatan dalam media daring SINDOnews.com dan Fajar.co.id model Theo van Leeuwen; (3) mengindentifikasi perbedaan strategi eksklusi dan inklusi media daring SINDOnews.com dan Fajar.co.id pada pemberitaan Covid-19 mengenai tindak kejahatan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan paradigma kritis, sehingga metode pengumpulan data yang digunakan, yaitu teknik dokumentasi, teknik baca simak dan teknik pencatatan. Selain itu, teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penyimpulan data. Sumber data dalam penelitian ini adalah media daring SINDOnews.com, cetakan Juli-September 2020. Ciri ideologi eksklusi dalam media daring SINDOnews.com dan Fajar.co.id, ditemukan adanya strategi wacana pasivasi dan nominalisasi. Ciri ideologi inklusi dalam media daring SINDOnews.com dan Fajar.co.id, ditemukan adanya strategi wacana objektivasi, nominasi, identifikasi, determinasi, indeterminasi, asimilasi dan individualisasi. Selain itu, terdapat tiga perbedaan pada strategi eksklusi dan inklusi dalam media daring SINDOnews.com dan Fajar.co.id.
METAPHORS OF SOCIAL JUSTICE IN DIGITAL DISCOURSE: IDENTITY CONSTRUCTION AND MINORITY VOICES IN INDONESIA’S PROTESTS Mahmudah Mahmudah; Suriadi Suriadi; Filawati Filawati
Jurnal Gramatika Vol 12, No 1 (2026): Spring Issue (April-September)
Publisher : Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22202/jg.2026.v12i1.10565

Abstract

Social justice protests in digital discourse increasingly rely on metaphor to articulate political demands, construct collective identity, and amplify marginalized voices. However, limited research has examined how metaphors function as ideological tools in postcolonial protest discourse, particularly in Indonesia. Addressing this gap, this study critically analyzes social justice metaphors circulating in Indonesian digital protests from August to September 2025 to explore how language constructs political identity and represents minority voices. Drawing on Teun A. van Dijk’s Critical Discourse Analysis framework, this qualitative study examines seventeen widely circulated protest texts from social media platforms. The analysis integrates textual structure, social cognition, and socio-political context to identify dominant metaphorical patterns and their ideological functions. The findings reveal five major metaphor categories: spatial power, institutional justice, moral, economic justice, coercive, repressive state, and democratic solidarity. These metaphors function to delegitimize state coercion, frame social inequality as a moral crisis, and construct “the people” as ethical political actors. Importantly, metaphors of solidarity and justice provide discursive space for marginalised groups, such as workers, students, and victims of state violence, to assert their legitimacy in the public sphere. This study argues that metaphors in digital protest discourse operate not merely as rhetorical devices but as instruments of resistance that challenge dominant power structures and reconfigure political identity. By foregrounding Indonesia’s postcolonial context, the research extends critical metaphor studies beyond Western-centric analyses and highlights the role of digital discourse in shaping contemporary democratic struggles. Future research is encouraged to adopt multimodal and comparative approaches to explore further the relationship between metaphor, ideology, and minority representation in global protest movements.
PKM Bagi Kepala Sekolah Dan Guru Sman 1 Majene Dalam Pengembangan Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan (KOSP) Berbasis Kurikulum Merdeka Nensilianti Nensilianti; Ambo Dalle; Mahmudah Mahmudah; Ridwan Ridwan; Riana T Mangesa
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat (Abdimas)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/abdimas.v4i1.6376

Abstract

Pelatihan ini diharapkan dapat menginspirasi dan memotivasi kepala sekolah dan guru dalam menyusun Kurikulum Operasiona Satuan Pendidikan yang menjadi acuan sekolah dalam penyelenggaraan pendidikan. Mitra kegiatan ini adalah SMA Negeri 1 Majene yang berjumlah 20 orang. Untuk mengatasi permasalahan sekolah, PkM ditempuh dalam tiga tahapan kegiatan yaitu: workshop, pendampingan, dan refleksi. Secara umum, target yang diharapkan dari kegiatan pelatihan ini tercapai. Guru-guru SMAN 1 Majene yang menjadi peserta pelatihan ini telah mampu merancang dan menghasilkan draft KOSP sesuai dengan hasil analisis SWOT karakteristik siswa dan sekolah. Selain itu, motivasi peserta mengikuti pelatihan sangat tinggi, terbukti dengan kehadiran peserta yang mencapai 100%. Keberhasilan pelatihan ini dapat pula dilihat dari pemahaman dan kreativitas peserta dalam mengembangkan draft KOSP sekolah mereka meningkat menjadi sekitar 65% (indikatornya adalah perbandingan hasil sebelum dan sesudah pelatihan).
Edukasi Mitigasi Bencana Berbasis Kolaborasi Dengan Penguatan Kesiapsiagaan Santri di Wilayah Rawan Bencana Kebakaran Erma Suryani Sahabuddin; Mahmudah Mahmudah; Nurlita Pertiwi; Masriwaty Malik; Indramini Indramini
DEDIKASI Vol 27, No 2 (2025): JURNAL DEDIKASI
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/dedikasi.v27i2.78114

Abstract

Sulawesi Selatan merupakan salah satu provinsi dengan tingkat kerawanan bencana tinggi, meliputi banjir, tanah longsor, gempa bumi, angin puting beliung, dan kebakaran permukiman. Kondisi ini berdampak pada keberlangsungan lembaga pendidikan, termasuk pesantren. Deskripsi  pelaksanaan program edukasi mitigasi bencana di Pondok Pesantren Puteri Ummul Mukminin ‘Aisyiyah Makassar  sebagai upaya peningkatan kesiapsiagaan warga pesantren terhadap risiko bencana. Kegiatan yang dilaksanakan pada 27 September 2025 ini meliputi empat tahapan: ceramah interaktif, simulasi evakuasi, diskusi partisipatif, dan penguatan nilai-nilai Islam. Hasilnya menunjukkan peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan sikap santri terhadap kesiapsiagaan bencana. Kerjasama antara Dosen Universitas Negeri Makassar (UNM) dan Pimpinan Wilayah Aisyiyah  Sulawesi Selatan, Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (PWA Sulsel, LLHPB), Dinas Kebakaran Kota Makassar, serta partisipasi aktif warga pesantren menjadi faktor pendukung utama, sementara keterbatasan sarana dan kebutuhan pelatihan berkelanjutan menjadi tantangan. Secara keseluruhan, program ini efektif dalam menumbuhkan budaya siaga bencana dan berpotensi direplikasi di lembaga pendidikan lain di wilayah rawan bencana. Kata Kunci: Mitigasi Bencana, Pesantren, Kesiapsiagaan, Edukasi, LLHPB, PWA, Lingkungan.