Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Gaya Belajar Dan Motivasi Belajar Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Kembang Janggut Muslimah, Nur; Haeruddin, Haeruddin; Fendiyanto, Petrus
PHI: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8, No 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/phi.v8i1.376

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar matematika dan pengaruh gaya belajar terhadap hasil belajar matematika baik sebelum dan sesudah dikontrol oleh motivasi belajar pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Kembang Janggut tahun ajaran 2023/2024. Variabel dalam penelitian ini yaitu Gaya Belajar (X1) dan Motivasi Belajar (X2) sebagai variabel bebas, serta Hasil Belajar Matematika (Y) sebagai variabel terikat. Populasi penelitian adalah seluruh kelas VIII SMP Negeri 1 Kembang Janggut yang berjumlah 4 kelas dengan siswa sebanyak 120 siswa, dengan sampel sebanyak 92 siswa yang terpilih dari 3 kelas melalui metode cluster random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan angket untuk memperoleh data gaya belajar dan motivasi belajar, serta tes soal uraian untuk memperoleh data hasil belajar matematika. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian berupa statistik deskriptif (tabel, mean, median, standar deviasi, maksimum, minimum, dan perhitungan persentase) dan statistik inferensial berupa analisis kovarian (anakova). Berdasarkan hasil analisis statistik deskriptif, diperoleh rata-rata skor untuk gaya belajar auditori adalah 37,96; rata-rata skor untuk gaya belajar visual adalah 37,06; rata-rata skor untuk gaya belajar kinestetik adalah 39,18; rata-rata skor untuk motivasi belajar adalah 47,45; serta rata-rata skor untuk hasil belajar matematika adalah 78,87. Berdasarkan hasil analisis inferensial menggunakan analisis kovarian (anakova) dengan α = 0,05 diperoleh . Variabel motivasi belajar diperoleh nilai taraf signifikan statistik (sig) < α = 0,05 yaitu (0,000 < 0,05), maka motivasi belajar berpengaruh terhadap hasil belajar matematika. Variabel gaya belajar diperoleh nilai taraf signifikan statistik (sig) > α = 0,05 yaitu (0,111 > 0,05), maka tidak terdapat perbedaan rata-rata hasil belajar matematika antara siswa yang memiliki gaya belajar (auditori, visual, dan kinestetik) setelah mengontrol motivasi belajar.
Development of Mathematical Literacy Problems using East Kalimantan Context Rusdiana, Rusdiana; Samsuddin, Auliaul Fitrah; Muhtadin, Achmad; Fendiyanto, Petrus
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7 No 1: Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 7 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v7i1.1885

Abstract

A deep understanding of advanced mathematics is essential. This is without doubt. However, mathematics that is applicable on daily life is deemed more important. At least for the ones that does not belong to pure mathemacs field. One des not need to be a mathematics professor to be able to predict commute time to their work or to decide which clothes to buy with given amount of discount. This is also known as mathematical literacy. One of the key features of mathematical literacy is the integration of context. Developing or designing mathematical literacy task with local context is one of efforts to promote students’ mathematical literacy. This is because students are already familiar with the context hence they cam understand the problem statement better. The current study is design research aiming to develop mathematical literacy problems with East Kalimantan context. There are two phases in this research. The first phase is the preliminary phase. Here, PISA 2012 mathematics problems are reviewed and then researchers developed prototype problems with equal level but based on East Kalimantan context. There were nine mathematical literacy problems were developed in this phase. The second phase is the formative evaluation which consists of self evaluation, expert review and field test. From the process, nine valid items of problems with local context for measuring students’ mathematical literacy are obtained.
Analisis Kelayakan Materi pada Buku Teks Matematika Kurikulum Merdeka SMA Kelas XI Berdasarkan Kriteria Bell Fendiyanto, Petrus; Siregar, Mufid Amien
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8 No 2 (2024): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 8 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v8i2.3357

Abstract

Buku teks adalah sebuah buku panduan pembelajaran yang digunakan guru dan juga peserta didik. Sebagai buku panduan pembelajaran, hendaknya buku teks yang beredar di pasaran itu harus dicek kualitasnya, karena kualitas pengajaran dari seorang guru ditentukan oleh kualitas buku sebagai bahan ajar. Penggunaan buku teks berkualitas tinggi akan meningkatkan pengajaran seorang guru. Jika kualitas pengajaran seorang guru meningkat, maka keaktifan belajar siswa di kelas meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk memahami analisis kelayakan materi buku teks matematika kurikulum merdeka SMA kelas XI menurut kriteria Bell. Jenis penelitian ialah deskriptif melalui pendekatan kualitatif. Subjek berupa buku teks matematika kurikulum merdeka SMA kelas XI sedangkan objek penelitiannya adalah kelayakan materi pada buku teks tersebut. Metode yang digunakan dalam mengumpulkan data adalah dokumentasi. Pengumpulan data ini dilakukan berupa instrumen lembar analisis kelayakan berbentuk checklist didasarkan pada kriteria Bell. Tiga sumber, yakni peneliti, dosen matematika, dan guru mengumpulkan data untuk penelitian ini. Berdasarkan pada kriteria Bell, analisis buku teks matematika kurikulum merdeka SMA kelas XI dapat disimpulkan bahwa persentase kelayakan materi komposisi fungsi dan fungsi invers adalah 84,62% termasuk berkategori sangat baik.
Aturan Asosiasi Media Sosial Favorit Mahasiswa Pendidikan Matematika Berdasarkan Cara Belajar dan Gaya Belajar Rizki, Nanda Arista; Novri, Ivan; Muhtadin, Achmad; Fendiyanto, Petrus
Journal of Mathematics Education and Science Vol. 7 No. 1 (2024): Journal of Mathematics Education and Science
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32665/james.v7i1.1924

Abstract

Media sosial menjadi media komunikasi yang erat dengan aktivitas Generasi Z. Media sosial dapat menjadi media pembelajaran dari berbagai kalangan terutama Mahasiswa generasi Z. Aturan asosiasi diperlukan untuk menganalisa pola frekuensi media sosial berdasarkan cara belajar dan gaya belajar Mahasiswa generasi Z. Penelitian ini bertujuan untuk membuat aturan asosiasi media sosial favorit untuk mahasiswa Pendidikan Matematika ketika ditinjau dari cara belajar dan gaya belajar mereka. Sampel diambil sebanyak 111 mahasiswa program studi Pendidikan Matematika di Universitas Mulawarman. Aturan asosiasi dibentuk ketika minimal sampelnya adalah 10 Mahasiswa. Minimal support, confidence, dan lift dalam penelitian ini berturut-turut adalah 0.5, 0.8, dan 1.000001. Hasil penelitian menunjukkan bahwa WhatsApp dan Instagram merupakan media sosial yang paling favorit dari 8 kemungkinan cara belajar dan gaya belajar. 1) Untuk Mahasiswa dengan cara belajar individu dan gaya belajar audio visual: Jika memiliki Tiktok, maka memiliki Instagram atau Instagram disertai WhatsApp; Jika memiliki WhatsApp dan Tiktok, maka memiliki Instagram. 2) Untuk Mahasiswa dengan cara belajar berkelompok dan gaya belajar audio visual: Jika memiliki Telegram, maka memiliki Instagram atau Instagram disertai WhatsApp; Jika memiliki Tiktok, maka memiliki Telegram atau Instagram disertai WhatsApp; Jika memiliki Telegram dan WhatsApp, maka memiliki Instagram; Jika memiliki WhatsApp dan Tiktok, maka memiliki Instagram.
PROBLEMATIKA DAN UPAYA GURU DALAM MENERAPKAN KURIKULUM MERDEKA PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA Saputri, Resky Adila; Fendiyanto, Petrus
INSPIRAMATIKA Vol 11 No 2 (2025): Inspiramatika: Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran Matematika, July-Decem
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Islam Darul Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/inspiramatika.v11i1.9562

Abstract

The purpose of this study is to determine the problems faced by teachers in implementing the independent curriculum in mathematics learning for class VIII at SMP Negeri 6 Samarinda and the efforts to overcome them. This study is a qualitative descriptive study. The subjects of the study were two mathematics teachers for class VIII at SMP Negeri 6 Samarinda, the curriculum vice principal, and six students. The objects of the study were the problems faced by teachers in implementing the independent curriculum in mathematics learning for class VIII at SMP Negeri 6 Samarinda and the efforts to overcome them. Data collection was carried out using observation, interview, and documentation techniques. The data analysis techniques used were data reduction, data presentation, and conclusion. The results of this study indicate that in implementing the independent curriculum, teachers experience problems in planning, implementing, and assessing learning. Problems in learning planning include: (1) analyzing Learning Achievements (CP) to compile Learning Objective Flow (ATP), (2) implementing diagnostic assessments, (3) compiling teaching modules, (4) compiling LKPD, (5) using teaching materials, and (6) compiling and determining Learning Objective Achievement Criteria (KKTP). Problems in implementing learning include: (1) implementing differentiated learning, (2) using technology, (3) learning atmosphere, and (4) adjusting teaching modules. Problems in learning assessment are planning and implementing assessments. Then the efforts made are: (1) socialization and training for competency development, (2) supervision and monitoring, (3) developing cooperation, and (4) supporting the school environment.
ANALISIS KELENGKAPAN DAN KESESUAIAN MODUL AJAR GEOMETRI FASE D PADA KURIKULUM MERDEKA Fendiyanto, Petrus; Berahman, Berahman; Nisa, Zahratun; Subaer, Sukma
JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika) Vol 11, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jp2m.v11i2.7631

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelengkapan dan kesesuaian modul ajar geometri pada fase D di SMPN 21 Samarinda dalam implementasi Kurikulum Merdeka, dengan merujuk pada Panduan Pembelajaran dan Asesmen (PPA) edisi revisi 2024 serta platform Merdeka Mengajar. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis dokumen. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen modul ajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kelengkapan modul ajar di SMPN 21 Samarinda mencapai 82,38%, sementara tingkat kesesuaiannya sebesar 76,91%. Sebagian besar komponen telah memenuhi kriteria kelengkapan dan kesesuaian. Namun, terdapat beberapa komponen yang masih kurang lengkap, seperti sarana dan prasarana, asesmen, Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), glosarium, serta pengayaan dan remedial. Selain itu, terdapat beberapa ketidaksesuaian pada indikator, seperti kelengkapan lampiran, tahapan pembelajaran, dan asesmen yang belum sepenuhnya sejalan dengan tujuan pembelajaran. Penelitian ini menekankan perlunya perbaikan pada komponen-komponen tersebut untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran geometri di kelas VIII SMPN 21 Samarinda.
Pendampingan Pembuatan Modul Ajar Pembelajaran Berdiferensiasi Pada Sekolah Dasar Di Kota Samarinda Makrina Tindangen; Aloysius Hardoko; Petrus Fendiyanto
Jurnal Pengabdian Masyarakat Profesi Guru Vol. 3 No. 1 (2026)
Publisher : Program Studi Pendidikan Profesi Guru, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jpmpg.v3i1.6497

Abstract

Kegiatan pendampingan dalam penyusunan modul ajar berbasis pembelajaran berdiferensiasi merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kemampuan guru dalam merancang pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan, minat, serta karakteristik peserta didik. Kegiatan ini dilaksanakan di Sekolah Dasar kota Samarinda dengan melibatkan guru dan kepala sekolah dari 20 satuan pendidikan pada periode Februari sampai Juni 2025. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan pemahaman sekaligus keterampilan kepada guru dalam menyusun modul ajar berbasis pembelajaran berdiferensiasi yang selaras dengan Kurikulum Merdeka. pelaksanaan kegiatan mencakup beberapa tahapan, yaitu tahap persiapan, pelatihan, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Peserta juga diberikan kesempatan untuk menyusun modul ajar sebagai bentuk praktik langsung dengan bimbingan narasumber. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa persepsi peserta berada pada kategori sangat baik. Guru telah mampu menyusun serta mulai mengimplementasikan modul ajar berbasisi pembelajaran berdiferensiasi. Hasil monitoring dan evaluasi juga mengindikasikan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan guru dalam merancang pembelajaran yang adaptif serta berpusat pada peserta didik.