Claim Missing Document
Check
Articles

Development of Mathematical Literacy Problems using East Kalimantan Context Rusdiana, Rusdiana; Samsuddin, Auliaul Fitrah; Muhtadin, Achmad; Fendiyanto, Petrus
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7 No 1: Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 7 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v7i1.1885

Abstract

A deep understanding of advanced mathematics is essential. This is without doubt. However, mathematics that is applicable on daily life is deemed more important. At least for the ones that does not belong to pure mathemacs field. One des not need to be a mathematics professor to be able to predict commute time to their work or to decide which clothes to buy with given amount of discount. This is also known as mathematical literacy. One of the key features of mathematical literacy is the integration of context. Developing or designing mathematical literacy task with local context is one of efforts to promote students’ mathematical literacy. This is because students are already familiar with the context hence they cam understand the problem statement better. The current study is design research aiming to develop mathematical literacy problems with East Kalimantan context. There are two phases in this research. The first phase is the preliminary phase. Here, PISA 2012 mathematics problems are reviewed and then researchers developed prototype problems with equal level but based on East Kalimantan context. There were nine mathematical literacy problems were developed in this phase. The second phase is the formative evaluation which consists of self evaluation, expert review and field test. From the process, nine valid items of problems with local context for measuring students’ mathematical literacy are obtained.
Analisis Kelayakan Materi pada Buku Teks Matematika Kurikulum Merdeka SMA Kelas XI Berdasarkan Kriteria Bell Fendiyanto, Petrus; Siregar, Mufid Amien
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8 No 2 (2024): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 8 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v8i2.3357

Abstract

Buku teks adalah sebuah buku panduan pembelajaran yang digunakan guru dan juga peserta didik. Sebagai buku panduan pembelajaran, hendaknya buku teks yang beredar di pasaran itu harus dicek kualitasnya, karena kualitas pengajaran dari seorang guru ditentukan oleh kualitas buku sebagai bahan ajar. Penggunaan buku teks berkualitas tinggi akan meningkatkan pengajaran seorang guru. Jika kualitas pengajaran seorang guru meningkat, maka keaktifan belajar siswa di kelas meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk memahami analisis kelayakan materi buku teks matematika kurikulum merdeka SMA kelas XI menurut kriteria Bell. Jenis penelitian ialah deskriptif melalui pendekatan kualitatif. Subjek berupa buku teks matematika kurikulum merdeka SMA kelas XI sedangkan objek penelitiannya adalah kelayakan materi pada buku teks tersebut. Metode yang digunakan dalam mengumpulkan data adalah dokumentasi. Pengumpulan data ini dilakukan berupa instrumen lembar analisis kelayakan berbentuk checklist didasarkan pada kriteria Bell. Tiga sumber, yakni peneliti, dosen matematika, dan guru mengumpulkan data untuk penelitian ini. Berdasarkan pada kriteria Bell, analisis buku teks matematika kurikulum merdeka SMA kelas XI dapat disimpulkan bahwa persentase kelayakan materi komposisi fungsi dan fungsi invers adalah 84,62% termasuk berkategori sangat baik.
Aturan Asosiasi Media Sosial Favorit Mahasiswa Pendidikan Matematika Berdasarkan Cara Belajar dan Gaya Belajar Rizki, Nanda Arista; Novri, Ivan; Muhtadin, Achmad; Fendiyanto, Petrus
Journal of Mathematics Education and Science Vol. 7 No. 1 (2024): Journal of Mathematics Education and Science
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32665/james.v7i1.1924

Abstract

Media sosial menjadi media komunikasi yang erat dengan aktivitas Generasi Z. Media sosial dapat menjadi media pembelajaran dari berbagai kalangan terutama Mahasiswa generasi Z. Aturan asosiasi diperlukan untuk menganalisa pola frekuensi media sosial berdasarkan cara belajar dan gaya belajar Mahasiswa generasi Z. Penelitian ini bertujuan untuk membuat aturan asosiasi media sosial favorit untuk mahasiswa Pendidikan Matematika ketika ditinjau dari cara belajar dan gaya belajar mereka. Sampel diambil sebanyak 111 mahasiswa program studi Pendidikan Matematika di Universitas Mulawarman. Aturan asosiasi dibentuk ketika minimal sampelnya adalah 10 Mahasiswa. Minimal support, confidence, dan lift dalam penelitian ini berturut-turut adalah 0.5, 0.8, dan 1.000001. Hasil penelitian menunjukkan bahwa WhatsApp dan Instagram merupakan media sosial yang paling favorit dari 8 kemungkinan cara belajar dan gaya belajar. 1) Untuk Mahasiswa dengan cara belajar individu dan gaya belajar audio visual: Jika memiliki Tiktok, maka memiliki Instagram atau Instagram disertai WhatsApp; Jika memiliki WhatsApp dan Tiktok, maka memiliki Instagram. 2) Untuk Mahasiswa dengan cara belajar berkelompok dan gaya belajar audio visual: Jika memiliki Telegram, maka memiliki Instagram atau Instagram disertai WhatsApp; Jika memiliki Tiktok, maka memiliki Telegram atau Instagram disertai WhatsApp; Jika memiliki Telegram dan WhatsApp, maka memiliki Instagram; Jika memiliki WhatsApp dan Tiktok, maka memiliki Instagram.
PROBLEMATIKA DAN UPAYA GURU DALAM MENERAPKAN KURIKULUM MERDEKA PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA Saputri, Resky Adila; Fendiyanto, Petrus
INSPIRAMATIKA Vol 11 No 2 (2025): Inspiramatika: Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran Matematika, July-Decem
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Islam Darul Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/inspiramatika.v11i1.9562

Abstract

The purpose of this study is to determine the problems faced by teachers in implementing the independent curriculum in mathematics learning for class VIII at SMP Negeri 6 Samarinda and the efforts to overcome them. This study is a qualitative descriptive study. The subjects of the study were two mathematics teachers for class VIII at SMP Negeri 6 Samarinda, the curriculum vice principal, and six students. The objects of the study were the problems faced by teachers in implementing the independent curriculum in mathematics learning for class VIII at SMP Negeri 6 Samarinda and the efforts to overcome them. Data collection was carried out using observation, interview, and documentation techniques. The data analysis techniques used were data reduction, data presentation, and conclusion. The results of this study indicate that in implementing the independent curriculum, teachers experience problems in planning, implementing, and assessing learning. Problems in learning planning include: (1) analyzing Learning Achievements (CP) to compile Learning Objective Flow (ATP), (2) implementing diagnostic assessments, (3) compiling teaching modules, (4) compiling LKPD, (5) using teaching materials, and (6) compiling and determining Learning Objective Achievement Criteria (KKTP). Problems in implementing learning include: (1) implementing differentiated learning, (2) using technology, (3) learning atmosphere, and (4) adjusting teaching modules. Problems in learning assessment are planning and implementing assessments. Then the efforts made are: (1) socialization and training for competency development, (2) supervision and monitoring, (3) developing cooperation, and (4) supporting the school environment.
Pendampingan Pembuatan Modul Ajar Pembelajaran Berdiferensiasi Pada Sekolah Dasar Di Kota Samarinda Makrina Tindangen; Aloysius Hardoko; Petrus Fendiyanto
Jurnal Pengabdian Masyarakat Profesi Guru Vol. 3 No. 1 (2026)
Publisher : Program Studi Pendidikan Profesi Guru, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jpmpg.v3i1.6497

Abstract

Kegiatan pendampingan dalam penyusunan modul ajar berbasis pembelajaran berdiferensiasi merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kemampuan guru dalam merancang pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan, minat, serta karakteristik peserta didik. Kegiatan ini dilaksanakan di Sekolah Dasar kota Samarinda dengan melibatkan guru dan kepala sekolah dari 20 satuan pendidikan pada periode Februari sampai Juni 2025. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan pemahaman sekaligus keterampilan kepada guru dalam menyusun modul ajar berbasis pembelajaran berdiferensiasi yang selaras dengan Kurikulum Merdeka. pelaksanaan kegiatan mencakup beberapa tahapan, yaitu tahap persiapan, pelatihan, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Peserta juga diberikan kesempatan untuk menyusun modul ajar sebagai bentuk praktik langsung dengan bimbingan narasumber. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa persepsi peserta berada pada kategori sangat baik. Guru telah mampu menyusun serta mulai mengimplementasikan modul ajar berbasisi pembelajaran berdiferensiasi. Hasil monitoring dan evaluasi juga mengindikasikan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan guru dalam merancang pembelajaran yang adaptif serta berpusat pada peserta didik.
Analysis of Junior High School Students’ Mathematical Representation Ability Based on Self-Efficacy in Relations and Functions Yan Ayu Lintang Sagita; Petrus Fendiyanto
Jurnal Paedagogy Vol. 13 No. 3 (2026): July
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jp.v13i3.19416

Abstract

This study aims to analyze students’ mathematical representation abilities in relation to their levels of self-efficacy in learning the topic of relations and functions. Employing a descriptive qualitative approach, this study involved 23 eighth-grade students from a public junior high school in East Kalimantan, Indonesia. Based on the results of a self-efficacy questionnaire, students were classified into three groups: high, moderate, and low self-efficacy. Six students were then purposively selected for further in-depth analysis using a mathematical representation ability test and semi-structured interviews. Data were analyzed through the processes of data condensation, data display, and conclusion drawing, with source triangulation applied to ensure the credibility of the findings. The results showed that students with high self-efficacy demonstrated a very high level of mathematical representation ability (87.5%) and consistently employed visual, symbolic, and verbal representations. Students with moderate self-efficacy achieved a moderate level of mathematical representation ability (58.33%), indicating sufficient conceptual understanding but inconsistencies in procedural application. Meanwhile, students with low self-efficacy exhibited a low level of mathematical representation ability (20.83%), characterized by limited confidence and difficulties in expressing mathematical ideas effectively. These findings suggest that teachers should design learning experiences that simultaneously enhance students’ self-efficacy and encourage the use of various mathematical representations, including visual, symbolic, and verbal forms. Furthermore, curriculum developers should develop instructional activities and assessment frameworks that integrate multiple representation modes while fostering students’ confidence in communicating mathematical ideas. Such efforts may contribute to deeper mathematical understanding and improved problem-solving skills.
Optimasi Biaya Distribusi Brownies Amanda Samarinda dengan Metode North West Corner dan Stepping Stone Petrus Fendiyanto; Kurniawan Kurniawan
Proximal: Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 8 No. 4 (2025): Volume 8 Nomor 4 Tahun 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/proximal.v8i4.6994

Abstract

Efficient product distribution is one of the keys to the success of business operations, especially for culinary businesses with a wide sales network such as Brownies Amanda in Samarinda City. With two main outlets, which function as distribution centers, product delivery to several sales points in strategic locations requires optimal logistics cost planning. This study aims to determine a distribution scheme that minimizes the total shipping cost from two outlets located on Jalan Ahmad Yani and Jalan Bung Tomo to four sales points, namely on Jalan Wahid Hasyim, Jalan Slamet Riyadi, Jalan Bhayangkara, and Jalan Ampera (Palaran). The method used in this study is the classic approach in operations research, namely the North West Corner method to obtain an initial solution, which is then refined using the Stepping Stone method to achieve an optimal solution. Based on calculations and analysis, it was found that the optimal solution resulted in a total distribution cost of Rp 111.000, - with a shipping allocation that meets all demand and does not exceed the capacity of each outlet.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS SCRATCH PADA MATERI OPERASI HITUNG BILANGAN BULAT KELAS VII SMP Dewi, Kemala Puspita; Abbas, Abd. Basir; Widyasari, Tri; Fendiyanto, Petrus
De Fermat : Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 9 No. 1 (2026)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/defermat.v9i1.2492

Abstract

This development research is based on students’ limited understanding of integer arithmetic operations, particularly negative numbers, as well as the lack of interactive learning media in the learning process. This study aims to examine the process of developing Scratch-based learning media for integer arithmetic operations and to determine the validity and practicality of the developed media. This study employs the Research and Development (R&D) method using the ADDIE model, which includes the stages of Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. The instruments used include validation sheets for subject matter experts and media experts, as well as a practicality questionnaire for students. Data collection techniques were conducted through interviews, observations, and questionnaires. The results of the study indicate that the learning media was developed through stages of needs analysis, curriculum analysis, and technology analysis; media and instrument design; product creation in the form of Scratch-based interactive media containing content, practice problems, and educational games; validation; revision; and finally, pilot testing with students. The learning media was deemed highly valid by subject matter experts (87.33%) and by media experts (97.04%), and highly practical based on student responses (91.49%). Thus, the Scratch-based learning media developed was deemed suitable and highly practical for use in teaching mathematics on integer arithmetic for 7th-grade junior high school students.
TREN PENELITIAN TENTANG PROBLEM BASED LEARNING DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI JURNAL TERINDEKS SINTA TAHUN 2016-2025 Duratun Fahirah; Zainuddin Untu; Petrus Fendiyanto; Asyril Asyril
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 11 No. 2 (2026): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/g9eprr86

Abstract

Penelitian tentang Problem Based Learning (PBL) dalam pembelajaran matematika terus berkembang sebagai respons terhadap rendahnya kemampuan matematika peserta didik. Hasil studi Programme for International Student Assessment (PISA) menunjukkan bahwa kemampuan matematika peserta didik di Indonesia masih tergolong rendah, sehingga berdampak pada hasil belajar. Salah satu penyebabnya adalah pembelajaran yang masih berpusat pada guru dan kurang menarik. Oleh karena itu, banyak penelitian mengkaji penerapan PBL sebagai solusi, sehingga menjadikan topik ini sebagai tren dalam penelitian pendidikan matematika. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tren penelitian tentang Problem Based Learning (PBL) di jurnal terindeks SINTA tahun 2016-2025. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR). Data diperoleh dari artikel yang dipublikasi pada jurnal terindeks SINTA dengan topik PBL. Teknik pengumpulan data ialah studi dokumentasi dengan menggunakan metode Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta Analyses (PRISMA). Sebanyak 162 artikel memenuhi seluruh kriteria, kemudian dianalisis berdasarkan identitas artikel (nama jurnal, tahun terbit, indeks SINTA) dan konten artikel (jenjang pendidikan, rumusan masalah, dan metode penelitian). Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa tren penelitian PBL dalam pembelajaran matematika pada jurnal terindeks SINTA periode 2016–2025 mengalami perkembangan yang fluktuatif namun cenderung meningkat, serta didominasi oleh penelitian pada jenjang pendidikan dasar dengan fokus utama pada peningkatan hasil belajar dan penggunaan metode eksperimen. Hal ini menunjukkan bahwa PBL masih menjadi topik yang relevan dan banyak dikaji dalam penelitian pendidikan matematika. Saran bagi peneliti lain untuk memperluas cakupan elemen yang dianalis, sehingga tidak terbatas hanya pada identitas dan konten artikel.
KEMAMPUAN MATEMATIKA SISWA SMP KELAS IX DALAM MENYELESAIKAN SOAL BERTIPE PISA Alifia Hadinah; Rusdiana Rusdiana; Petrus Ferdiyanto; Zainuddin Untu
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 11 No. 2 (2026): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/pz44gg81

Abstract

Rendahnya kemampuan matematika murid Indonesia tercermin dari hasil Programme for International Student Assessment (PISA), di mana capaian Indonesia masih berada pada peringkat 66 dari 81 negara partisipan. Pembelajaran yang cenderung prosedural diduga menjadi salah satu penyebab rendahnya kemampuan murid dalam menyelesaikan soal bertipe PISA. Data dikumpulkan melalui tes berupa soal matematika bertipe PISA yang telah divalidasi oleh validator dan wawancara semi terstruktur untuk mendukung analisis jawaban murid. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan mengelompokkan kemampuan murid ke dalam kategori tertentu serta didukung triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan matematika murid SMP kelas IX masih tergolong rendah. Dari 61 murid yang menjadi responden, sebanyak 33 murid (54%) berada pada kategori kurang, 22 murid (36%) pada kategori cukup, 5 murid (8%) pada kategori kurang sekali, dan 1 murid (2%) pada kategori baik. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar murid mengalami kesulitan dalam mengidentifikasi masalah, memahami konteks, serta menerapkan konsep matematika pada soal bertipe PISA. Dengan demikian, tingkat kemampuan matematika siswa SMP kelas IX secara umum masih dalam kategori kurang, sehingga diperlukan upaya perbaikan pembelajaran, khususnya dengan memperkenalkan soal-soal kontekstual bertipe PISA secara berkelanjutan agar kemampuan matematika siswa dapat meningkat.