Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Memperkuat Kerukunan Warga Desa Rancamanyar Melalui Keterampilan Komunikasi Fitriawati, Diny; Sabarudin, Didin; Ghassani, Rizqi; Bintang, Gilang; Suminar, Erna
Jurnal Sosial & Abdimas Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Sosial & Abdimas
Publisher : LPPM Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51977/jsa.v7i1.1736

Abstract

Kerawanan yang menyebabkan instabilitas sosial potensial terjadi pada masyarakat transisi. Ciri transisi tergambar jelas pada masyarakat desa Rancamanyar, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung. Desa yang tengah berubah menuju wujud sebuah kota ini menyimpan berbagai potensi membahayakan. Di antaranya, gangguan pada kerukunan dan kenyamanan lingkungan. Sebagai masyarakat transisi, kesulitan akan dialami ketika harus berubah ke arah suasana baru. Karena menuntut masyarakat untuk mengikuti arus perubahan dan meninggalkan adat dan kebiasaan yang telah lama terbentuk. Di dalam perubahan menuju kebiasaan baru ini terdapat hal paling mendasar, yakni, komunikasi. Ini berkenaan dengan bertebarannya simbol-simbol baru sebagai pembawa perubahan yang harus mendapat pemaknaan yang tepat dari masyarakat. Kemajuan sangat pesat serta merta mengubah kultur dan kebiasaan serta mengubah pola komunikasi yang sudah terbentuk. Menghadapi perubahan tersebut, warga harus memiliki keterampilan komunikasi, baik komunikasi praktis maupun kemampuan memaknai simbol-simbol yang bertebaran di tengah perubahan yang terjadi. Berkenaan dengan itu, dosen Ilmu Komunikasi bersama dengan mahasiswa Ilkom UKRI melaksanakan pengabdian di desa Rancamanyar, Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung. Tujuannya, untuk memberikan pemahaman dan keterampilan komunikasi kepada kader dan aktivis masyarakat desa agar mampu memperkuat kerukunan di tengah beragamnya simbol-simbol yang bertebaran sebagai konsekuensi dari heterogenitas penduduk. Agar mencapai tujuan, PKM menggunakan metode ceramah dengan disertai diskusi. Hasilnya, masyarakat desa Rancamanyar berkomitmen memahami realitas perubahan dengan menerapkan sisi keilmuan komunikasi agar terpelihara kerukunan di antara sesama warga masyarakat.
MEDIA MENGUNGKAP NASAB PARA CALON PRESIDEN TAHUN 2024 : (RELASI NASAB DENGAN POLITIK IDENTITAS) Lusiawati, Ira; Fitriawati, Diny; Ghassani, Rizqi
JURNAL KEBANGSAAN RI Vol. 1 No. 1 (2023): JURNAL KEBANGSAAN RI
Publisher : LEMBAGA PUSAT KAJIAN KEBANGSAAN/PUSKAB UKRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/jkri.v1i1.3355

Abstract

The mass media carried out massive coverage regarding the declaration of the presidential candidates (candidates) for the Republic of Indonesia in 2024. This style of reporting on the presidential candidates not only communicates the achievements that have been achieved for each presidential candidate, but also reveals more about their lineage or lineage. The method used by the media has a big impact on the public in making choices, considering that lineage or lineage gives confidence to the presidential candidates to get support from potential voters. Likewise, prospective voters will get a complete reference regarding the profiles of the presidential candidates they will choose. Moreover, one of the functions of the media, namely, to inform, is very involved in the campaign process for each presidential candidate by reviewing more deeply about various matters including the background on the heroic ethos, and figures of the national Islamic movement. This can be a reinforcement to convince voters, especially from Muslims as the majority voter. Based on these conditions, this study aims to determine the process of disclosing lineage or lineage with respect to general election contestation (election). To explain this, the method used is descriptive qualitative with the type of media content analysis. The findings in this study are the campaign process which presents the symbols of identity politics through lineage to become reinforcement in the course of contestation. Ethnic and religious ancestry that is bound to the presidential candidates, of course as the inclusion of symbols that are part of identity politics.
NILAI INFORMASI DALAM KOMUNIKASI BENCANA UNTUK PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN Fitriawati, Diny
KOMUNIKA BANGSA Vol 2 No 2 (2025): EDISI 4
Publisher : UKRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/kosa.v2i2.4000

Abstract

Entering the third month of 2025, a series of disaster tragedies filled the entire media space. The events beat other events that occurred at the same time. Routine disasters and have become a ritual every time the beginning of the year are floods and similar tragedies as part of the same cause as floods and landslides. Like a cassette that is played every year, the flood song is always heard loudly. But then it disappears along with the season which then changes to the dry season. On that basis, this study aims to determine the role and position of disaster communication which includes a series of efforts in disaster prevention, management and recovery. The research method used is qualitative. The results of the study show that disaster communication carried out by communicators has a significant role in disaster prevention and management and post-disaster. Prevention is not directed so that disasters do not occur immediately but rather prevent losses that will be suffered by disaster victims.
Pelatihan Strategi Komunikasi dalam Pengamalan Nilai-Nilai Kebangsaan melalui Komunikasi Keluarga Dini Nur Fadhillah; Suhaeri; Fadli Tri Hartono; Diny Fitriawati; Cevi Mochamad Taufik; Didin Sabarudin; Ira Lusiawati; Gita Eka Sila; Rizqi Ghassani; Krisna Aditya
JURPIKAT (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/jurpikat.v6i2.2458

Abstract

The ever-evolving digital media has had an impact on the dynamics of national awareness among the younger generation today, such as a weakening understanding and practice of Pancasila and low community resilience to the influence of globalisation. Therefore, a strategy is needed to practise national values. This community service activity aims to conduct family communication training as a strategy to practise national values. This activity employs a Community-Based Participatory Research (CBPR) approach. The results of this community service activity indicate that family communication in promoting national values can be developed through a combination of conformity orientation and conversation orientation. Thus, the family communication skills developed can be balanced with actions that foster mutual benefit among families and the community.
Komunikasi Suportif Pelatih Kepada Atlet Taekwondo BGFC Pasca Kekalahan Di Kejuaraan Shalihah, Mutia Rieza; Fitriawati, Diny
KOMUNIKA BANGSA Vol 3 No 1 (2025): Edisi 5
Publisher : UKRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/kosa.v3i1.4276

Abstract

Defeat in a championship is a major challenge for athletes, not only physically but also emotionally, which can potentially lower self-confidence, motivation, and even the desire to continue training. This study aims to understand how coaches support BGFC Taekwondo athletes after losing in a championship. The main focus of this study includes the emotional, informational, and instructional support provided by coaches to help athletes recover from failure. This study employs a qualitative method with a descriptive approach, utilizing data collection techniques such as observation, in-depth interviews, and documentation involving one coach and three athletes at the BGFC Taekwondo unit. The results indicate that supportive communication, both verbal and non-verbal, plays a crucial role in rebuilding athletes' self-confidence and accelerating mental recovery after a loss. Coaches who provide empathetic support, constructive feedback, and clear technical guidance are able to create positive interpersonal relationships, thereby encouraging athletes' motivation and readiness to train again and achieve success in the future. This study makes an important contribution to enriching the literature on sports communication and can serve as a practical reference for coaches in creating effective and supportive communication patterns
Memperkuat Kerukunan Warga Desa Rancamanyar Melalui Keterampilan Komunikasi Fitriawati, Diny; Sabarudin, Didin; Ghassani, Rizqi; Bintang, Gilang; Suminar, Erna
Jurnal Sosial & Abdimas Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Sosial & Abdimas
Publisher : LPPM Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51977/jsa.v7i1.1736

Abstract

Kerawanan yang menyebabkan instabilitas sosial potensial terjadi pada masyarakat transisi. Ciri transisi tergambar jelas pada masyarakat desa Rancamanyar, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung. Desa yang tengah berubah menuju wujud sebuah kota ini menyimpan berbagai potensi membahayakan. Di antaranya, gangguan pada kerukunan dan kenyamanan lingkungan. Sebagai masyarakat transisi, kesulitan akan dialami ketika harus berubah ke arah suasana baru. Karena menuntut masyarakat untuk mengikuti arus perubahan dan meninggalkan adat dan kebiasaan yang telah lama terbentuk. Di dalam perubahan menuju kebiasaan baru ini terdapat hal paling mendasar, yakni, komunikasi. Ini berkenaan dengan bertebarannya simbol-simbol baru sebagai pembawa perubahan yang harus mendapat pemaknaan yang tepat dari masyarakat. Kemajuan sangat pesat serta merta mengubah kultur dan kebiasaan serta mengubah pola komunikasi yang sudah terbentuk. Menghadapi perubahan tersebut, warga harus memiliki keterampilan komunikasi, baik komunikasi praktis maupun kemampuan memaknai simbol-simbol yang bertebaran di tengah perubahan yang terjadi. Berkenaan dengan itu, dosen Ilmu Komunikasi bersama dengan mahasiswa Ilkom UKRI melaksanakan pengabdian di desa Rancamanyar, Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung. Tujuannya, untuk memberikan pemahaman dan keterampilan komunikasi kepada kader dan aktivis masyarakat desa agar mampu memperkuat kerukunan di tengah beragamnya simbol-simbol yang bertebaran sebagai konsekuensi dari heterogenitas penduduk. Agar mencapai tujuan, PKM menggunakan metode ceramah dengan disertai diskusi. Hasilnya, masyarakat desa Rancamanyar berkomitmen memahami realitas perubahan dengan menerapkan sisi keilmuan komunikasi agar terpelihara kerukunan di antara sesama warga masyarakat.
Proses Adaptasi Mahasiswa Asal Alor Nusa Tenggara Timur di Lingkungan Pendidikan Universitas Kebangsaan Republik Indonesia Djonu, Nurhadia Jafar; Fitriawati, Diny; Bintang, Gilang
Komunikasiana: Journal of Communication Studies Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/kjcs.v5i1.26475

Abstract

Bandung setiap tahunnya menjadi daerah yang dipilih oleh mahasiswa daerah untuk menimba ilmu. Alasannya karena masyarakatnya yang ramah dan biaya hidup yang relatif murah. Mahasiswa asal Kabupaten Alor yang menjadi salah satu mahasiswa yang merantau ke Kota Bandung. Selama merantau dan berinteraksi dengan mahasiswa lokal, mereka merasakan beberapa hambatan yang disebabkan adanya perbedaan budaya antara Alor dengan Bandung seperti dari bahasa, kebiasaan, cita rasa makanan, dan gaya pergaulannya. Hambatan tersebut menjadi faktor timbulnya proses adaptasi yang ketidakmampuan mereka dalam menerima perbedaan yang ada. Adapun tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui proses fase perencanaan, fase honeymoon dan fase frustasi pada proses adaptasi di Universitas Kebangsaan Republik Indonesia. Metode penelitian menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses adaptasi yang dialami oleh mahasiswa asal Alor Nusa Tenggara Timur terdiri dari empat fase yaitu; fase perencanaan, fase honeymoon, fase frustasi, dan yang terakhir fase readjustment. Fase perencanaan di mana fase iniĀ  dialami oleh mahasiswa asal Alor untuk mempersiapkan secara material maupun mental. Fase honeymoon ini para mahasiswa asal Alor memiliki perasaan semangat untuk memulai kehidupan di lingkungan baru. Fase frustasi yang dialami oleh mahasiswa asal Alor diakibatkan ketidaksesuaian ekspektasi mereka dengan realita yang ada. Fase yang terakhir yaitu fase readjustment, di mana seseorang menyelesaikan masa krisisnya yang dialami difase frustasi dengan cara mengatasi masalah mereka masing-masing dengan cara mengubah perilaku dengan mengikuti organisasi yang ada di kampus, dengan begitu akan mendapat perhatian lebih dari teman-teman kampus dan tidak merasa terasingkan oleh kelompok-kelompok pertemanan yang ada di lingkungan kampus.
Pengelolaan Media Sosial Sebagai Strategi Digital Marketing Pariwisata Retnasary, Maya; Dewi Setiawati, Sri; Fitriawati, Diny; Anggara, Reddy
Jurnal Ilmiah Ilmu Pariwisata Vol 1 No 1 (2019): Jurnal Kajian Pariwisata
Publisher : LPPM STP ARS Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51977/jiip.v1i1.130

Abstract

ABSTRAK Penggunaan media sosial sebagai strategi digital marketing saat ini sudah banyak digunakan. Tetapi dalam bidang pariwisata, penggunaan media sosial lebih banyak diginkaan oleh para influencer traveler dari pada pemerintah. Pemerintah selaku pihak yang bertanggung jawab dalam mempromosikan agenda wisata, sangat diperluakn keahlian dan pengelolan khusus dari media sosial. Sayangnya tidak banyak instansi pemerintah yang aktif mengelola media sosial dalam mempromosikan pariwisatanya. Salah satu pemerintah yang aktif mempromosikan pariwisata melalui media sosial adalah pemerintah kabupaten bandung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan bagaimana cara pemerintah daerah dalam mengoptimalkan penggunaan media sosial sebagai media promosi dari pariwisata daerah tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Hasil penelitian ini menjelaskan jika konten dari media sosial memiliki peran yang penting. Melalui akun instragram disparbudkab.bdg menghasilkan akun yang informatif dan persuasif. Hal tersebut tidak lepas dari proses pembentukan konten yang terorganisir dengan baik. Peran aktif pemerintah untuk melibatkan pihak yang ahli dibidang konten media sosial juga menjadi kunci kesuksesan akun disparbudkab.bdg dalam mengelola konten pariwisata di daeranya. Kata Kunci : Konten Digital, Instagram, Pariwisata. ABSTRACT The use of social media as a digital marketing strategy is now widely used. But in the field of tourism, it is more widely used by influencer travelers than the government. As the party responsible for promoting the tourism agenda, the Goverment needs special expertise and management from social media. Unfortunately there are not many government agencies that actively manage social media in promoting tourism. One of the government that actively promote tourism through social media is the Bandung regency government. The purpose of this study is to explain how local governments optimize the use of social media as a promotional medium for tourism in the area. The research method used is descriptive qualitative. The results of this study explain if content from social media has an important role. Through the instragram account disparbudkab.bdg generates an informative and persuasive account. This is inseparable from the process of forming well-organized content. The active role of the government to involve those who are experts in the field of social media content is also a key to the success of the disparbudkab.bdg account in managing tourism content in its area. Keywords: Digital Content, Instagram, Tourism.