Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

STRENGTHENING UNDERSTANDING OF THE IMPORTANCE OFDIGITAL INVESTMENT AMONG UIN GUSDURPEKALONGAN STUDENTS: PENGUATAN PEMAHAMAN PENTINGNYA INVESTASI DIGITAL DIKALANGAN MAHASISWA UIN GUSDUR PEKALONGAN Arditya Prayogi; Imam Prayogo Pujiono; Dimas Setiaji Prabowo; Rohmad Abidin
WISDOM : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Wisdom Vol. 1 No. 2 (2024): JPKM WISDOM 2, 2024
Publisher : PT. ROCE WISDOM ACEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

An understanding of digital investment, especially in the current era ofdisruption, is urgently needed by all groups, including students who arefamiliar with the development of digital technology. Digital investment needsto be promoted from an early age by utilizing the current technologicalopportunities. Thus, this community service activity was carried out with theaim of strengthening participants' understanding of digital investment andpracticing it in the form of creating accounts and content on Blogs andYoutube. With this digital investment, it is hoped that students will have a goodunderstanding and can benefit from this investment in the future. This serviceactivity was carried out using the service learning method by giving theoreticallectures and direct practice. From the results of the activity, it was found thatthe activity participants had a good understanding of the material presented andhad basic skills related to digital investment by having Blog and Yotubeaccounts and being able to produce content as part of digital investment. Thisactivity also has a social impact based on the good response given by theparticipants during the activity.
MEMBUMIKAN PENDIDIKAN MODERASI BERAGAMA DALAM REPRESENTASI TOKOH PUNAKAWAN CERITA WAYANG LAKON SEMAR MBANGUN KAHYANGAN Prabowo, Dimas Setiaji; Sulistianingsih, Irka; Widodo, Agung
Kuttab: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam Vol 8 No 1 (2024): Kuttab : Jurnal Ilmu Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/ktb.v8i1.1989

Abstract

The emergence of intolerant ideologies, the circulation of many hoax news, the emergence of acts of violence that triggered divisions due to the lack of literacy regarding the religious moderation education are the background for this research. This research will attempt to explain how religious moderation education is delivered by the Punakawan wayang in the puppet show intitled Semar Mbangun Kahyangan staged by Dalang Ki Seno Nugroho. This research is classified as qualitative research. The data in this research are in the form of conversations containing religious moderation education from the Punakawan wayang characters in the wayang story Semar Mbangun Kahyangan. Listening techniques and note-taking techniques are the means of collecting data in this research. This research was analyzed using Norman Fairclough's critical discourse analysis. After conducting an in-depth search, it was found that there are seven (7) principles of religious moderation which are part of the religious moderation education contained in the conversations of the Punokawan puppets in the puppet play Semar Mbangun Kahyangan which was staged by Dalang Ki Seno Nugroho. The seven principles were include Tahadhdhur, I'tidal, Musawah, Shura, Al Ishlah, Al Muwathanah, and Tawazun.
Pengaruh Media Kapija terhadap Kemampuan Membaca Kata Beraksara Jawa Siswa Kelas 3 Madrasah Ibtidaiyah Nasihah, Ati Dinan; Prabowo, Dimas Setiaji; Hidayat, Mohamad Wahyu
DIWANGKARA: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra dan Budaya Jawa Vol 4 No 2 (2025): Februari
Publisher : STKIP PGRI Ponorogo Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60155/dwk.v4i2.487

Abstract

This research aims to analyze and explore the influence of using KAPIJA (Javanese Smart Card) media on the ability to read Javanese words in grade 3 students at MI Miftahul Ulum Kalitorong. The research method used was a quantitative type of experiment with a one group pretest-posttest design with the research subjects being all grade 3 students so that sampling used total sampling. Data is collected through documentation and tests. The results of the research show that there are differences in values and influences before and after using KAPIJA (Javanese Smart Card) media on the ability to read Javanese script words. One of the language skills taught in elementary schools is the ability to read. One of the reading skills taught is reading Javanese words. Apart from the quality of human resources to improve the ability to read Javanese script, there is also a need for media that teachers use. Even though the use of KAPIJA media was successful in improving reading skills, research also identified several obstacles in learning Javanese, such as a lack of supporting facilities for learning so that students felt bored. To overcome these obstacles, teachers can utilize the strategies, models and media used in learning and involve students in every learning activity.
Kuliner sebagai Kajian Budaya: Pindang Tetel dan Cerita Masyarakat Pekalongan Aurelia Syaharani; Khaera Adinia Putri; Naeli Farkhah; Sekar Oktaviani; Sayidatim Milatina; Dimas Setiaji Prabowo
Semantik : Jurnal Riset Ilmu Pendidikan, Bahasa dan Budaya Vol. 3 No. 4 (2025): November: Semantik : Jurnal Riset Ilmu Pendidikan, Bahasa dan Budaya
Publisher : Asosiasi Periset Bahasa Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/semantik.v3i4.2431

Abstract

Pindang tetel is a traditional Pekalongan culinary specialty born from the creativity of the community in utilizing limited food ingredients, especially beef offal, which in the past was synonymous with lower-class consumption. This culinary dish not only serves as a daily meal, but also represents historical, social, and symbolic values ​​that reflect how Javanese people respond to their economic conditions and the dynamics of their lives. This study aims to examine the cultural meaning, local identity values, and the transformation process of pindang tetel in a modern context, especially when the dish is marketed in the tourist area of ​​Lake Al Kautsar, Kayugeritan. The study used a qualitative approach with a mini-ethnography method through direct observation, in-depth interviews with sellers, and informal conversations with consumers. The results show that pindang tetel has undergone adaptations in its presentation without losing its basic character, so it remains recognized as a traditional culinary dish. In the context of local tourism, pindang tetel serves as a representation of Pekalongan's cultural identity and a medium for cultural introduction for tourists. These findings confirm that traditional culinary plays an important role in shaping collective memory, strengthening local identity, and providing sustainable symbolic and social value in addition to economic value.
Analisis Nilai Religius Pada Serial Animasi Film Nussa Dan Rara Untuk Anak Usia Dini Naura Aufa, Najwa Hibatillahi Syahirah; Ningsih, Widia; Sari, Nur Indah; ilvia, Fila; Prabowo, Dimas Setiaji
Thufuli: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 2 No. 2 (2024): Thufuli: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62070/thufuli.v2i2.313

Abstract

Nussa and Rara adalah animasi edukasi yang menanamkan nilai-nilai agama pada anak-anak melalui narasi sederhana dan visual 3D yang menarik, termasuk episode "Dhikr" yang mengajarkan kebiasaan mengingat Allah dalam kehidupan sehari-hari. Nussa digambarkan sebagai sosok yang cerdas dan taat, sementara Rara ceria dan penasaran, menjadikan kedua karakter ini sebagai model perilaku yang dapat diterima oleh penonton muda. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi nilai-nilai agama yang disajikan dalam episode dhikr, menggambarkan peran karakter dalam pendidikan moral, serta menganalisis efektivitas animasi sebagai media untuk menginternalisasi ajaran agama pada pembelajaran anak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan pustaka, dengan mengkaji jurnal, buku, dan sumber digital untuk mengeksplorasi pesan agama, dinamika karakter, dan peran media digital dalam membentuk perilaku spiritual anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa episode ini efektif dalam mempromosikan ketenangan batin, membangun kebiasaan dhikr, dan menyampaikan nilai-nilai agama dengan jelas dan mudah dipahami, diperkuat oleh jangkauan luas saluran YouTube "Nussa Official", menjadikannya alat yang kuat untuk pendidikan agama.
Sinergi Pendidik dan Orang Tua dalam Penerapan Pendidikan Islam Humanis dalam Lingkungan Plural di RA Anak Emas Denpasar Bali Dwi Inggi Adiarti; I’anatul Inayah; Ichsaningtyas Jayeng Noorsy; Indrawati B. Lokuwaka; Dimas Setiaji Prabowo
Preschool : Jurnal Perkembangan dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 6, No 1 (2024): Preschool : Jurnal Perkembangan dan Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/pres.v6i1.36922

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sinergi antara pendidik dan orang tua dalam penerapan pendidikan Islam humanis pada lingkungan plural di RA Anak Emas Denpasar. Pendidikan Islam humanis mengedepankan nilai kemanusiaan, toleransi, dan penghargaan terhadap keberagaman budaya serta agama. Sinergi ini diwujudkan melalui komunikasi yang efektif, kerja sama aktif, dan peran bersama dalam menguatkan nilai-nilai tersebut dalam proses pembelajaran dan pembentukan karakter anak. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan rancangan studi deskriptif yang mencakup tiga teknik pengumpulan data, yaitu observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Analisis hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi yang intensif antara pendidik dan orang tua mampu menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif dan kondusif, mendukung perkembangan akademik, moral, dan sosial anak, serta menanamkan sikap saling menghargai dan membangun keharmonisan hidup di lingkungan masyarakat yang beragam.
Pembentukan Karakter Peduli Sosial melalui Kegiatan Pramuka Berbasis Pesantren Mahasiswa Irkham Auladi; Sumiarti Sumiarti; Iis Sugiarti; Dimas Setiaji Prabowo
SERUMPUN : Journal of Education, Politic, and Social Humaniora Vol. 4, No. 1 : SERUMPUN (JANUARY-JUNE 2026)
Publisher : Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61590/srp.v4i1.312

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh menurunnya kepedulian sosial generasi muda akibat berkembangnya individualisme, budaya digital, dan lemahnya internalisasi pendidikan karakter di lingkungan pendidikan. Penelitian ini bertujuan menganalisis model pembentukan karakter peduli sosial melalui kegiatan Pramuka berbasis pesantren mahasiswa di Pesantren Mahasiswa An Najah Purwokerto. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis field research dan paradigma konstruktivistik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter peduli sosial dibentuk melalui kegiatan Bina Diri (Bindi), Penerimaan Tamu Racana (Pentana), Penerimaan Calon Pandega (Pencaga), donor darah, dan bakti sosial yang mengintegrasikan nilai Dasadharma Pramuka dengan kultur pesantren. Proses internalisasi nilai dilakukan melalui keteladanan, pembiasaan, pengalaman langsung, nasihat, dan penguatan disiplin sehingga mampu membentuk empati, solidaritas, dan tanggung jawab sosial santri. Penelitian ini menghasilkan novelty berupa model pembentukan karakter peduli sosial berbasis integrasi pendidikan kepanduan dan tradisi pesantren mahasiswa yang relevan sebagai alternatif pengembangan pendidikan karakter di lembaga pendidikan Islam dan perguruan tinggi.
Eksistensi Gerabah Ceria di Tengah Gempuran Globalisasi di Desa Wonorejo Kabupaten Pekalongan Salma Failasufa; Roro Lintang Aningtyas; Sabrina Maharani; Dina Ayu Pramesti; Dimas Setiaji Prabowo
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.41090

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sejarah Gerabah Ceria di Desa Wonorejo Kabupaten Pekalongan, mengidentifikasi jenis produk yang dihasilkan, serta menganalisis eksistensinya di tengah gempuran globalisasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi gerabah di Desa Wonorejo telah berlangsung selama kurang lebih 180 tahun dan diwariskan secara turun-temurun. Gerabah Ceria hadir sebagai upaya pelestarian budaya melalui wisata edukasi serta inovasi produk yang menyesuaikan perkembangan zaman. Selain menghasilkan produk tradisional, pengrajin juga mengembangkan produk modern yang memiliki nilai estetika dan ekonomi. Dengan demikian, Gerabah Ceria tetap eksis sebagai warisan budaya lokal yang mampu beradaptasi dengan perubahan sosial dan perkembangan era modern.
Eksistensi Permainan Tradisional Jawa di Era Digital Nandita Amabel Zahra; Hanum Salsabila; Fatwa Tyas Falah; Dimas Setiaji Prabowo
Lingua Scientia Journal Vol. 1 No. 4 (2026): Edisi: Juni-Agustus
Publisher : Pustaka Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mengubah pola bermain anak sehingga permainan tradisional Jawa semakin jarang dimainkan. Padahal, permainan tradisional merupakan warisan budaya yang mengandung nilai pendidikan, sosial, dan karakter. Penelitian ini bertujuan menganalisis eksistensi permainan tradisional Jawa di era digital serta mengidentifikasi faktor pendukung, penghambat, dan strategi pelestariannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara dan observasi di Desa Pesucen, Kabupaten Pemalang, dengan melibatkan tiga tokoh masyarakat dan satu orang tua sebagai narasumber. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permainan tradisional masih dikenal oleh sebagian anak, tetapi intensitas memainkannya menurun akibat tingginya penggunaan gawai, banyaknya permainan digital, dan kurangnya pengenalan dari keluarga maupun sekolah. Pelestarian permainan tradisional dapat dilakukan melalui kolaborasi keluarga, sekolah, masyarakat, dan pemerintah, serta pemanfaatan media digital sebagai sarana promosi agar tetap dikenal dan diwariskan kepada generasi mendatang.
Eksistensi Seni Pertunjukan Wayang di Tengah Masyarakat Pekalongan : Antara Tradisi dan Modernitas Daffa Afrizal Maulana; Dafa Hermafahriza; Dwijo Ferdianto; Jamaluddin Husein; Dimas Setiaji Prabowo
Jurnal Yudistira : Publikasi Riset Ilmu Pendidikan dan Bahasa Vol. 4 No. 3 (2026): Juli : Jurnal Yudistira : Publikasi Riset Ilmu Pendidikan dan Bahasa
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/yudistira.v4i3.2907

Abstract

Wayang is an intangible cultural heritage of Indonesia recognized by UNESCO since 2003 and serves as a medium for entertainment, education, and the transmission of cultural values. Technological developments and changes in people's entertainment consumption patterns present both challenges and opportunities for the sustainability of wayang performing arts. This study aims to describe efforts to preserve traditional values ​​and forms of adaptation of wayang performing arts to modernity in Doro District, Pekalongan Regency. The study uses a qualitative approach with descriptive methods. Data were obtained through observation, in-depth interviews with puppeteers and founders of wayang studios, and documentation. Data analysis was carried out through data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study indicate that the existence of wayang performing arts is maintained through intergenerational inheritance carried out sustainably through art studios, youth development, and organizing performances at various traditional activities and community celebrations. In addition, artists carry out various forms of adaptation by utilizing social media as a means of promotion, organizing live broadcasts of performances, inviting guest stars, and developing more creative performance concepts without eliminating the main values ​​of wayang. Local government support through organizing festivals, facilitating performances, and community development also strengthens preservation efforts. This research shows that the sustainability of wayang performance art depends on a balance between preserving tradition and adapting to technological developments, changing audience characteristics, and socio-cultural dynamics.