Fransina Alfonsina Izaac
Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Cenderawasih, Jayapura, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

INTEGRASI PENDIDIKAN KETERAMPILAN HIDUP SEHAT PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Fransina Alfonsina Izaac; Yane Tambing; Mona Safitri Fatiah; Lisda Oktavia Madu Pamangin
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 2 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i2.22260

Abstract

Abstrak: Masalah kesehatan yang terjadi pada remaja menjadi bagian yang menjadi sorotan bagi pihak pemerintah, hal ini mengingat banyak ditemukan remaja yang telah melakukan hubungan seks pada usia 15-19 tahun baik pada laki-laki (59%) dan perempuan (74%) pada tahun 2018. Untuk itu tujuan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dilakukan dengan tujuan meningkatkan pengetahuan anak usia sekolah dan remaja tentang pendidikan keterampilan hidup sehat, agar remaja mampu menghadapi berbagai masalah yang dilalui dalam tahapan perkembangannya. Kegiatan PkM dilakukan pada hari Minggu, 30 Oktober 2023 dengan kelompok sasaran adalah remaja dengan rentang usia antara 12 – 24 tahun sejumlah 40 orang. Kegiatan PkM ini dilakukan secara online pada siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) Paulus, remaja gereja, Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Cenderawasih (FKM UNCEN), Politeknik Kesehatan (Poltekes Kemkes Jayapura). Kelompok sasaran yang ikut dalam kegiatan ini di ambil dengan teknik accidental, dimana metode yang digunakan pada 3 yaitu: metode tanya jawab, metode penyuluhan kesehatan dan metode pengumpulan data. Hasil kegiatan PkM ini diperoleh jika sebagian besar peserta yang ikut pada kegiatan PkM ini berusia paling banyak 13 tahun dengan jenis kelamin terbanyak adalah perempuan, selain itu diperoleh selisih peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan sekitar 13,2%. Hasil ini didapatkan melalui evaluasi yang dilakukan setelah kegiatan PkM dengan menggunakan quis. Setelah menerima materi, kelompok remaja dapat menjawab soal pada kuis sekitar 8 bahkan 9 jawaban benar dari 10 soal, dibandingkan sebelum mendapatkan materi. Sehingga dapat dikatakan bahwa terdapat hubungan antara penkesmas dengan tingkat pengetahuan. Saran yang dapat diberikan dari kegiatan ini adalah perlu adanya upaya berkesinambungan dan komprehensif yang melibatkan lintas sektor, seperti Dinas Kesehatan, BKKBN, pihak sekolah maupun akademisi dalam memberikan penyuluhan untuk meningkatkan pengetahuan dengan tujuan meningkatkan pemahaman dan juga sikap menuju remaja sehat.Abstract: Health problems that occur in adolescents are part of the spotlight for the government, this is considering that many adolescents have had sex at the age of 15-19 years both in men (59%) and women (74%) in 2018. For this reason, the purpose of Community Service (PkM) activities is carried out with the aim of increasing the knowledge of school-age children and adolescents about healthy life skills education, so that adolescents are able to face various problems passed in their development stages. The PKM activity will be carried out on Sunday, October 30, 2023 with the target group being adolescents with an age range between 12 – 24 years old totalling 40 people. This PKM activity was carried out online for Paul Junior High School (SMP) students, church teenagers, students of the Faculty of Public Health, Cenderawasih University (FKM UNCEN), Health Polytechnic (Poltekes Kemkes Jayapura). The target group that participated in this activity was taken by accidental techniques, where the methods used in 3 are: question and answer method, health counselling method and data collection method. The results of this PKM activity were obtained if most of the participants who participated in this PKM activity were at most 13 years old with the most gender being women, while the difference in increasing knowledge before and after counselling was given around 13.2% and a relationship was obtained between the health centre and the level of knowledge. Suggestions for this activity: the need for continuous and comprehensive efforts in involving the academic community and also the health office, BKKBN and schools in Jayapura City in providing counselling to increase knowledge in order to increase understanding and also attitudes of adolescents towards healthy adolescents.
NAMAI, KENALI DAN AKHIRI BULLYING; EDUKASI MELALUI MEDIA FILM PADA SISWA SEKOLAH DASAR Fransina Alfonsina Izaac; Fajrin Violita
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 1 (2025): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i1.27910

Abstract

Abstrak: Peningkatan pengetahuan bagi siswa sangat penting dilakukan untuk mencegah terjadinya perilaku bullying. Bullying hingga saat ini menjadi masalah terutama pada lingkungan sekolah. Peningkatan pengetahuan melalui media film bertujuan untuk memberikan informasi tentang jenis- jenis, dampak dan cara mencegah terjadinya bullying pada siswa sekolah dasar. Sehingga dapat meningkatkan sofskill siswa dalam lingkungan bersosial di sekolah. Kegiatan PkM ini dilakukan dengan metode cerama juga melalui pemutaran film pendek berdurasi 20 menit. Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan pada tanggal 11 September 2024 di SD Negeri Inpres 1 Arso 3. dan diikuti siswa kelas IV,V dan VI dengan total 45 orang. Pada akhir kegiatan dilakukan evaluasi dengan menjawab posttest yang dibuat dalam bentuk angket dengan 10 pertanyaan. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat menunjukkan peningkatan pengetahuan murid tentang jenis- jenis tindakan bullying serta cara pencegahan perundungan. Berdasarkan hasil pre- test yaitu nilai rata- rata adalah 75 dan hasil posttest adanya peningkatan menjadi 90 atau adanya peningkatan 14,25%.Abstract: Increasing knowledge for students is very important to prevent bullying behaviour. Bullying has become a problem until now, especially in the school environment. Increasing knowledge through film media aims to provide information about the types, impacts and ways to prevent bullying in elementary school students. So that it can improve students' soft skills in the social environment at school. This PkM activity was carried out using the speech method also through a 20-minute short film screening. Community service activities will be held on September 11, 2024 at SD Negeri Inpres 1 Arso 3 and followed by students in grades IV, V and VI with a total of 45 people. At the end of the activity, an evaluation was carried out by answering a posttest made in the form of a questionnaire with 10 questions. The results of community service activities showed an increase in students' knowledge about the types of bullying and how to prevent bullying. Based on the results of the pre-test, the average score is 75 and the results of the posttest have increased to 90 or an increase of 14.25%.