Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

PELATIHAN BASIC CONVERSATION AND GRAMMAR UNTUK ANAK-ANAK USIA DINI DI YAYASAN PANTI ASUHAN TASLIMIYAH BULULAWANG: Basic Conversation and Grammar Training for Early Age Children at The Taslimiyah Bululawang Orphanage Foundation Rozikin, Mochammad; Dwinanarhati S, Emei; Fithriana, Noora; Adhitama, Muhammad Okto; Dewi, Rizki Fitria
JAMAS : Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : Forind Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62085/jms.v2i2.132

Abstract

Bahasa Inggris merupakan bahasa Internasional yang mempunyai peran penting pada kehidupan didunia yang serba digital. Kemajuan jaman dan teknologi menuntut setiap aspek masyarakat untuk terus belajar dan mengejar ketertinggalannya dalam bahasa asing, tanpa terkecuali pada anak usia dini. Pelatihan ini menggunakan metode spelling. Pelaksanaan kegaitan meliputi tiga tahapan, yaiyu persiapan, pelaksanaan, dan tahap pelaporan. Hasil kegiatan pengabdian memperlihatkan program ini diterima dengan baik oleh pihak yayasan maupun anak-anak yang ada disana. Minat dan bakat anak terhadap bahasa Inggris meningkat, hal tersebut diharapkan menjadi motivasi ke depannya bagi anak-anak untuk terus mengasah dan mempertajam kemampuan linguistiknya. Program ini perlu dilaksanakan kembali untuk menanamkan konsep dan pemahaman bahasa Inggris lebih mendalam.
Penerapan Absensi Berbasis Biometric dalam Disiplin Jam Kerja Pegawai Negeri Sipil (PNS) Adiwidjaja, Ignatius; Kaurna, Elisabeth; Fithriana, Noora
REFORMASI Vol 14, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/rfr.v14i1.5099

Abstract

Workers in an organization use attendance to indicate their presence or absence from work. This study aims to determine the use of biometrics in terms of the discipline of civil servant working hours, as well as supporting and inhibiting factors. The main informant is a BKD officer who is the attendance admin of the Sukun Village office based on biometrics, and the informant identification method is a snowball sampling approach. Data analysis includes data reduction, data presentation, drawing conclusions, and verification. The research results show that the Sukun Village, Malang City has involved the participation of unique biometric-based signs to implement the government authorities' plans to complete the work. The utilization of fingerprint participation empowers the grounded, precise and high-security use of government representative discipline during working hours. Absenteeism is a training exercise used by individual staff to indicate their presence or absence at work in the office. Variables supporting the implementation of biometric-based participation include the presence of biometric-based participation, the appropriateness of the time used is very good and the existence of a unique finger impression machine can help see employee delays which have a big impact on TPP. The use of biometric-based attendance is hampered by factors such as poor interference with the internet network which hinders the operation of information systems, and outdated equipment which often causes problems (errors).AbstrakPekerja dalam suatu organisasi menggunakan absensi untuk menunjukkan kehadiran atau ketidakhadiran mereka dari pekerjaan. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan biometrik dilihat dari disiplin jam kerja PNS, serta faktor pendukung dan penghambatnya. Informan utama adalah petugas BKD yang merupakan admin absensi kantor Kelurahan Sukun berdasarkan biometrik, dan metode identifikasi informan adalah dengan pendekatan snowball sampling. Analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kelurahan Sukun Kota Malang telah melibatkan partisipasi tanda unik berbasis biometrik untuk melaksanakan rencana otoritas pemerintah untuk menyelesaikan pekerjaan. Pemanfaatan partisipasi sidik jari memberdayakan penggunaan disiplin perwakilan pemerintah yang membumi, tepat, dan aman tinggi selama jam kerja. Ketidakhadiran adalah pelatihan yang digunakan oleh individu staf untuk menunjukkan kehadiran atau ketidakhadiran mereka di tempat kerja di kantor. Variabel pendukung pelaksanaan partisipasi berbasis biometrik antara lain adanya partisipasi berbasis biometrik, kelayakan waktu yang digunakan sangat baik dan adanya mesin finger impression yang unik dapat membantu melihat keterlambatan pegawai yang sangat berpengaruh pada TPP. Penggunaan absensi berbasis biometrik terkendala oleh faktor-faktor seperti gangguan yang kurang baik pada jaringan internet yang menghambat pengoperasian sistem informasi, dan peralatan yang sudah ketinggalan zaman yang sering terjadi masalah (error).
Improving the Role of Employee Engagement: Job-Fit, Organizational-Fit to Intention to Quit (An Evidence from Hospitality Industries) Adi, Agung Nugroho
Journal of International Conference Proceedings Vol 7, No 1 (2024): 2024 ICPM Malaysia Proceeding
Publisher : AIBPM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32535/jicp.v7i1.2995

Abstract

Abstract: This research aims to determine if employee engagement mediates the association between turnover intention, person-job fit (PJ Fit), and person-organization fit (PO Fit). This study employed a survey design involving employees from various hospitality industries in Indonesia. We distributed 470 questionnaires to the respondents (367 are available). SmartPLS 3.0's path analysis was utilized to verify the questionnaires' validity and reliability. Findings. Findings confirmed the direct effect the employee engagement mediates between Person-Job fit and Intention to Quit and Person-Organization Fit and Employee Engagement. In the indirect impact, employee engagement negotiated between Person-Job fit and Intention to Quit, Person-Organization Fit and Intention to Quit. Uniqueness. In the Indonesian hospitality sector, this study clarified the mediating role level of employee engagement between Person-Job fit and Intention to Quit, Person-Organization fit and Intention to Quit. This study also depicts the strength level of the previous model in hospitality industries. Keywords: Person-Job Fit, Person-Organization Fit, Employee engagement, Intention to Quit   
Investigasi Peran Motivasi dalam Pengembangan Karir dan Kepuasan Kerja: The Investigation of Motivation Roles Amid Career Development and Job Satisfaction Agung Nugroho Adi; Noora Fithriana
Society Vol 11 No 2 (2023): Society
Publisher : Laboratorium Rekayasa Sosial, Jurusan Sosiologi, FISIP Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/society.v11i2.593

Abstract

This study examines the role of motivation as a moderator between career development and job satisfaction. Career development is crucial to job satisfaction, and motivation is believed to strengthen this relationship. This quantitative research employed a survey involving 85 respondents from Kediri Civil Servants in 2021. To ensure the validity and reliability of the data, Confirmatory Factor Analysis was conducted using KMO and Bartlett’s tests, and reliability was tested using Cronbach’s Alpha. The classical assumption tests included the Kolmogorov-Smirnov test for normality, the Glejser test for heteroscedasticity, and the multicollinearity test. Moderation Regression Analysis was utilized to identify the types of moderators involved in the relationship between career development and job satisfaction. The findings indicate that motivation is a pure moderator, fully moderating the relationship between career development and job satisfaction. This suggests that motivation is an intervening variable and a significant determinant in enhancing job satisfaction through career development. The study provides practical implications for organizations to consider the importance of motivation in career development programs to boost employee job satisfaction. It is recommended that further research be conducted with more respondents and in various organizational contexts to obtain more comprehensive and generalizable results.
Pelayanan Prima Dan Faktor-Faktornya Dalam Pemberian Pelayanan Publik Di Kantor Kecamatan Dau Kabupaten Malang Kevin Djuka Wiliamto; Noora Fithriana; Dewi Citra Larasati
PANOPTIKON: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 2 No 1 (2022): November 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32492/panoptikon.v2i1.9

Abstract

Pemerintah sebagai instansi penyelenggara pelayanan publik berkewajiban untuk memberikan pelayanan terbaiknya sehingga mampu memuaskan masyarakat. Berangkat dari kebutuhan itu, pemerintah mulai berbenah terhadap mutu pelayanan yang selama ini diberikan kepada pelanggannya. Untuk itu, dilakukannya penelitian ini agar dapat mengidentifikasi pelayanan prima dalam pemberian pelayanan publik pada Kantor Kecamatan Dau dan untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktornya. Metode kualitatif digunakan di dalam penelitian ini dengan mengumpulkan data sekunder dari beberapa dokumen milik Kecamatan Dau, serta data primer dari hasil dokumentasi, observasi dan wawancara dengan informan. Informan penelitian ini adalah Sekretaris Kecamatan, Kasi pelayanan, serta masyarakat. Hasil penelitian ini mengidentifikasikan bahwa prinsip 3-A dalam pelayanan prima dalam pemberian pelayanan publik di Kecamatan Dau belum optimal. Ketika diidentifikasi dan dianalisis, ketiga prinsip tersebut mendukung pelayanan prima dalam pemberian pelayanan publik di Kecamatan Dau. Namun, terdapat kendala dalam pelaksanaan tiga prinsip tersebut.
PERAN KELOMPOK INFORMASI MASYARAKAT (KIM) “NUKUS” DALAM MEWUJUDKAN PARTISIPASI PUBLIK PADA KELURAHAN SUKUN KOTA MALANG Fithriana, Noora; Blolon, Sesilia Kerong; Firdausi, Firman
Jurnal Mediasosian : Jurnal Ilmu Sosial dan Administrasi Negara Vol 8 No 2 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/mediasosian.v8i2.4608

Abstract

Pemerintah membentuk Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) sebagai sarana penghubung informasi yang tepat bagi publik, serta sebagai pengelolaan dan pelayanan informasi yang berkualitas untuk keberlangsungan kehidupan sosial masyarakat. Untuk mengetahui peran KIM “Nukus” dalam mewujudkan partisipasi publik, beserta faktor pendukung dan penghambatnya dilakukanlah penelitian ini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk mengumpulkan data primer dan sekunder. Data primer berupa hasil wawancara dengan informan (Kepala Kelurahan Sukun, Anggota KIM “Nukus”, Staf Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Malang, serta masyarakat Kelurahan Sukun). Data primer penelitian ini juga berupa hasil observasi lapangan dan dokumentasi, sedangkan data sekunder adalah dokumentasi kegiatan KIM “Nukus” yang disebarluaskan melalui sosial media milik KIM. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran KIM “Nukus” sudah baik dalam mewujudkan partisipasi masyarakat apabila dilihat dari interaksi berupa norma, wujud perilaku, penilaian dan sanksi, serta harapan meskipun masyarakat masih berharap agar profesionalitas KIM dalam menjalankan tugas dan fungsinya dapat ditingkatkan lagi. Dalam menjalankan perannya, KIM “Nukus” dapat mewujudkan partisipasi publik dapat dengan mengikutsertakan masyarakat guna menerima dan memanfaatkan informasi yang telah disebarluaskan oleh KIM “Nukus”. Hal ini didukung oleh faktor wujud perilaku dari sumber daya manusia KIM “Nukus” yang memiliki jiwa sosial tinggi dan solid, serta kompak. Namun, peran KIM “Nukus” terhambat oleh harapan karena kurangnya jumlah personil peliputan dan penyebaran informasi, terbatasnya alat dan belum adanya kemasan informasi dari masyarakat sendiri yang publikasinya dibantu oleh KIM
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PEMBANGUNAN SALURAN AIR DAN JALAN DI DESA TEGALGONDO KABUPATEN MALANG: Community Participation in The Construction of Waterways and Roads in Tegalgondo Village Malang District Adiwidjaya, Ignatius; Fithriana, Noora; Ate, Imelda Jaha
JADMENT: Journal of Administration and Development Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Penerbit Forind bekerja sama dengan FISIP Unitri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62085/jadment.v2i1.21

Abstract

Desa Tegalgondo merupakan salah stau desa yang sedang melakukan pembangunan saluran air dan jalan, karena ketersediaan fasilitas yang kurang baik. Hal tersebut menunjukkan adanya kebutuhan partisipasi masyarakat yang aktif dalam keberhasilan pembangunan yang dilakukan. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui partisipasi masyarakat dalam pembangunan saluran air dan jalan serta untuk mengidentifikasi apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat dalam pembangunan saluran air dan jalan di Desa Tegalgondo. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Tingkat partisipasi masyarakat Desa Tegalgondo pada tahap perencanaa, pelaksanaan, dan pengawasan tergolong baik. Faktor pendukung partisipasi masyarakat dalam pembangunan saluran air dan jalan di Desa Tegalgondo adalah dukungan dari pihak pemerintah, sikap pemerintah desa yang transparan, dan masyarakat kritis. Sementara itu, faktor yang menghambat partisipasi masyarakat dalam pembangunan saluran air dan jalan di Desa Tegalgondo adalah keterbatasan dana yang masih minimalis dan minimnya ketersediaan dana ADD.
Peran P2TP2A Dalam Menyikapi Kekerasan Seksual Di Lingkungan SMA Kota Batu Wulandary, Roro Merry Chornelia; Fithriana, Noora; Fepiani, Feronika
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP) Vol 14, No 1 (2025): April
Publisher : Universitas Tribhuwana Tungga Dewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jisip.v14i1.2676

Abstract

Getting protection is a right for every child; however, cases of child sexual violence are prevalent evenly in school neighborhoods included. P2TP2A becomes a governmental institution authorized to give a fast, precise, and integrating service to protect children who are vulnerable to violence. This research aims to discover the role of P2TP2A in addressing sexual violence in high school milieus in Batu. This research viewed the P2TP2A’s role from these three active, participative, and passive role forms by a qualitative research method. The results of this research discover that P2TP2A of Batu does well in an active role with psychological and legal assistance services. P2TP2A of Batu also participates in sexual violence handling and prevention dissemination in schools. P2TP2A of Batu also has a passive role in addressing the cases of children’s sexual acts of violence that happened in Senior High-Schools of Batu because it is waiting only for the entry of reports of sexual violence.Mendapatkan perlindungan merupakan suatu hak asasi bagi setiap anak, namun kasus kekerasan seksual pada anak justru makin marak termasuk di lingkungan sekolah. P2TP2A merupakan lembaga pemerintah yang berwenang memberikan pelayanan yang terpadu, tepat dan cepat guna perlindungan anak yang rentan terhadap tindak kekerasan. Dilakukannya penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran P2TP2A dalam menyikapi kekerasan seksual di lingkungan SMA di Kota Batu. Peran P2TP2A dalam penelitian ini dilihat dari tiga bentuk, yaitu: peran aktif, partisipatif dan pasif, dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa peran aktif telah dilakukan dengan baik oleh P2TP2A Kota Batu berupa pelayanan pendampingan psikologis dan hukum. Peran partisipatif juga telah dilakukan dengan baik oleh P2TP2A Kota Batu dengan sosialisasi penanganan dan pencegahan kekerasan seksual di sekolah-sekolah. P2TP2A Kota Batu juga berperan pasif dalam menyikapi kasus kekerasan seksual pada anak SMA di Kota Batu karena P2TP2A hanya menunggu masuknya laporan.
Evaluasi Kebijakan Vaksinasi Rabies dalam Upaya Pencegahan Penularan oleh Hewan Penular Rabies melalui Pusat Kesehatan Hewan Kota Batu, jawa Timur Arsyad, Sukarnia; Larasati, Dewi Citra; Fithriana, Noora
Indonesian Social Science Review Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : Yayasan Lentera Avanya Nagari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61105/issr.v3i2.146

Abstract

Rabies is one of the deadly zoonotic diseases and has a significant impact on public health. This disease is caused by a virus that attacks the nervous system and can be transmitted through bites, scratches, or direct contact with the saliva of rabies-transmitting animals (HPR) such as dogs, cats, and monkeys. Rabies in Indonesia is also a very old disease and most of Indonesia is endemic to rabies. Although reports of rabies cases are almost non-existent in Batu City compared to other areas, the potential for transmission remains high due to the high mobility of HPR, both owned by residents and wild animals. The Batu City Government in an effort to prevent rabies-transmitting animals has implemented a vaccination policy through the Animal Health Center. However, the success of this rabies vaccination policy still faces various challenges. One of the main obstacles is the low level of public awareness of the importance of vaccinating their pets. This study aims to evaluate the rabies vaccination policy as an effort to prevent rabies-transmitting animals at the Batu City Animal Health Center. Observation and documentation are used as data sources with a qualitative approach and the Swot technique as an analysis tool. The results of this study obtained a total IFAS matrix score of 2.88 which indicates that the rabies vaccination policy is in a strong internal position and a total EFAS matrix score of 2.69 which indicates that Puskeswan responds to existing opportunities by avoiding external threats. And the position of the rabies vaccination policy quadrant is in quadrant I. Rabies merupakan salah satu penyakit zoonosis yang mematikan dan memiliki dampak signifikan terhadap kesehatan masyarakat. Penyakit ini disebabkan oleh virus yang menyerang sistem saraf dan dapat ditularkan melalui gigitan, cakaran, atau kontak langsung dengan air liur hewan penular rabies (HPR) seperti anjing, kucing, dan kera. Rabies di Indonesia juga merupakan penyakit yang sudah sangat lama dan sebagian besar wilayah Indonesia adalah endemik rabies. Meskipun laporan kasus rabies hampir tidak ditemukan di Kota Batu dibandingkan dengan wilayah lain, potensi penularan tetap tinggi karena tingginya mobilitas HPR, baik yang dimiliki oleh penduduk maupun hewan liar. Pemerintah Kota Batu dalam upaya pencegahan hewan penular rabies melakukan kebijakan vaksinasi melalui lembaga Pusat Kesehatan Hewan. Namun, keberhasilan kebijakan vaksinasi rabies ini masih menghadapi berbagai tantangan. Salah satu kendala utama adalah rendahnya tingkat kesadaran masyarakat tentang pentingnya vaksinasi hewan peliharaan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kebijakan vaksinasi rabies sebagai upaya pencegahan hewan penular rabies di Pusat Kesehatan Hewan Kota Batu. Observasi dan dokumentasi digunakan sebagai sumber data dengan pendekatan kualitatif dan teknik Swot sebagai alat analisis. Hasil penelitian ini memperoleh total skor matriks IFAS 2,88 yang menunjukan bahwa kebijakan vaksinasi rabies berada di posisi internal yang kuat dan total skor matriks EFAS 2,69 yang menunjukan bahwa Puskeswan merespon peluang yang ada dengan cara menghindari ancaman eksternal. Serta posisi kuadran kebijakan vaksinasi rabies berada pada kuadran I.
Training on MAXQDA for Qualitative Research Analysis to Empower Beginner Researchers in Academic Writing Adi, Agung Nugroho; Azzuhri, Misbahuddin; Fithriana, Noora; Wibawanti, Krisetya Prili
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Asia Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32815/jpm.v6i2.2216

Abstract

Purpose: This community engagement program aimed to introduce beginner researchers to MAXQDA, a qualitative data analysis software, to enhance their understanding and application of qualitative research methods. The initiative sought to address the low interest in qualitative research by providing practical tools and training that simplify data interpretation and improve academic writing. Method: The program was conducted through face-to-face sessions, including theoretical instruction and hands-on practice. Participants learned to install and operate MAXQDA, analyze interview data, and visualize findings using features such as word clouds and code matrices. Practical Applications: The training enabled participants to conduct qualitative research more effectively, improving their ability to manage complex data and present results clearly. It also fostered greater interest in qualitative inquiry and encouraged the use of digital tools in academic research. Conclusion: MAXQDA proved to be a valuable tool for beginner researchers, enhancing their analytical skills and confidence in qualitative research. The program contributed to the development of methodological competence and improved the quality of academic writing.