Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Improving letter recognition skills through multisensory methods in Grade 1 Students at UPTD SD Inprens Sikumana 3, Kupang City Dinengsih Liliani Panab; Markus Sampe; Maxsel Koro
Educenter : Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): Educenter: Jurnal Ilmiah Pendidikan (In press)
Publisher : ARKA INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55904/a0976z05

Abstract

The multisensory method is a learning approach that has been proven effective for helping students with early reading difficulties, especially in the letter recognition stage. This approach integrates various senses simultaneously, so that students not only see and hear letters but also touch and engage in physical activities related to the shape and sound of letters, making the learning process more concrete, interesting, and aligned with students’ learning styles. This study aims to improve the early reading skills of first-grade students at UPTD SDI Sikumana 3 in Kupang City by applying the multisensory method through Classroom Action Research (CAR) conducted in two cycles, focusing on the aspects of the learning process and outcomes. The results show a significant increase in students’ reading skills, from 15% of students who achieved mastery at the beginning to 90% at the end of cycle II. However, one student still needed additional help, so differentiated learning strategies were applied. Overall, the application of the multisensory method has been proven to improve the effectiveness of early reading instruction, but it still requires continuous evaluation and adjustment for optimal results.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION (CIRC) BERBANTUAN CERITA BERGAMBAR UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN SISWA KELAS III SD SWASTA ANGKASA KUPANG Mariani Krismayanti Maro; Markus Sampe; Maxsel Koro
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 3 (2026): Vol. 6 No. 3 Juni - Agustus 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i3.4864

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa kelas III B SD Swasta Angkasa Kupang melalui penerapan model pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) berbantuan cerita bergambar. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas III B SD Swasta Angkasa Kupang yang terdiri dari 15 siswa laki-laki dan 12 siswa perempuan. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, tes, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan pada setiap siklus. Pada tahap pra siklus, nilai rata-rata kelas hanya mencapai 54,14 dengan persentase ketuntasan 22,22%. Setelah penerapan model CIRC pada siklus I, nilai rata-rata meningkat menjadi 65,81 dengan ketuntasan 44,44%. Pada siklus II, nilai rata-rata mencapai 82,56 dengan persentase ketuntasan 88,89%. Aktivitas siswa meningkat dari 61% (kategori cukup) pada siklus I menjadi 91,21% (kategori sangat baik) pada siklus II. Aktivitas guru meningkat dari 67,5% pada siklus I menjadi 100% pada siklus II. Dengan demikian, penerapan model pembelajaran CIRC berbantuan cerita bergambar terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa kelas III SD Swasta Angkasa Kupang.
Pelatihan Penyusunan Media Pembelajaran IPS Interaktif Berbasis Digital Bagi Guru Sekolah Dasar Treesly Y.N Adoe; Vera R Bulu; Markus Sampe; Taty R. Koroh
Jurnal Abdi Masyarakat dan Pemberdayaan Inovatif Vol 1 No 1 (2025)
Publisher : Prodi PGSD Unsultra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64690/jampi.v1i1.907

Abstract

The development of digital technology in education requires teachers to develop interactive, engaging, and learner-centered instructional media. However, some elementary school teachers still face challenges in designing and utilizing digital learning media, particularly in Social Studies (IPS) instruction. This community service program aimed to improve teachers’ understanding and skills in developing interactive digital-based Social Studies learning media. The program was conducted at SD Inpres Oeba 2 using a participatory approach through several stages, including planning, training implementation, media development practice, mentoring, and evaluation. The activities were carried out through material presentation, discussions, demonstrations, case studies, hands-on practice, consultations, and reviews of learning media developed by the teachers. The results showed that the training and mentoring activities contributed positively to improving teachers’ abilities to design digital-based Social Studies learning media. Teachers were able to develop media that integrated text, images, videos, digital resources, and interactive activities according to learning objectives and students’ characteristics. The program also increased teachers’ participation and confidence in utilizing digital technology to support Social Studies learning. The developed media have the potential to support the presentation of learning materials in a more systematic, concrete, engaging, and contextual manner. Therefore, practice-based training and mentoring can serve as relevant strategies for strengthening the digital competence of elementary school teachers. Further training and continuous mentoring are recommended to ensure the sustainable improvement and implementation of teachers’ skills in developing digital learning media in classroom instruction.
UPAYA PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA PERMULAAN SISWA KELAD 2 SD KATOLIK MARIA BUNDA KARMEL DENGAN PEMANFAATAN METODE COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION (CIRC) Julita Boimau; Markus Sampe; Kurniayu T. R. A. Ratu
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 1 (2026): Vol. 6 No. 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i1.3647

Abstract

Hasil penelitian oleh Julita Boimau NIM 2101140071 dengan judul Upaya Peningkatan Keterampilan Membaca Permulaan Siswa Kelas 2 SD Katolik Maria Bunda Karmel Dengan Pemanfaatan Metode Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) Materi Berhati-hati di mana Saja dengan rumusan masalah Bagaimana Meningkatkan Keterampilan Membaca Permulaan Siswa Dengan Pemanfaatan Metode Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC)? Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan membaca permulaan siswa dengan pemanfaatan metode Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC). Latar belakang dari penelitian ini adalah rendahnya Kemampuan keterampilan membaca permulaan siswa. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan subjek penelitian sebanyak 20 siswa. Teknik pengumpulan data mencakup observasi terhadap aktivitas guru dan siswa, serta instrumen bacaan awal dan akhir untuk siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) mampu meningkatkan keterampilan membaca permulaan siswa secara signifikan, ditandai dengan meningkatnya keterampilan membaca permulaan siswa dari 55% pada siklus 1 menjadi 85% pada siklus II. Dari hasil tersebut disimpulkan bahwa penggunaan metode Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) efektif meningkatkan keterampilan membaca permulaan siswa. Peningkatan ini mencerminkan bahwa pendekatan yang interaktif dan kontekstual mampu merangsang rasa ingin tahu serta partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran.
ANALISIS MODEL ROLE PLAYING DALAM MENINGKATKAN KREATIVITAS MENULIS CERITA FIKSI PADA SISWA KELAS VI SD GMIT KUANINO 3 Melin Thonak; Markus Sampe; Kurniayu Ratu
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 2 (2026): Vol. 6 No. 2 Edisi Mei 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i2.4692

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran Role Playing dalam meningkatkan kreativitas menulis cerita fiksi pada siswa kelas VI SD GMIT Kuanino 3. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Subjek penelitian meliputi guru kelas VI dan 13 siswa kelas VI SD GMIT Kuanino 3. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Role Playing mampu meningkatkan kreativitas siswa dalam menulis cerita fiksi yang ditunjukkan melalui kemampuan mengembangkan ide, menyusun alur cerita, menggambarkan tokoh, serta menuangkan imajinasi dan gagasan secara lebih terstruktur dalam tulisan. Selain itu, penerapan model ini turut meningkatkan partisipasi aktif, antusiasme, dan kepercayaan diri siswa selama proses pembelajaran. Meskipun dalam pelaksanaannya ditemukan kendala berupa keterbatasan waktu pembelajaran dan rendahnya kepercayaan diri sebagian siswa saat bermain peran, model pembelajaran Role Playing secara umum memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kreativitas menulis cerita fiksi. Oleh karena itu, model pembelajaran Role Playing dapat dijadikan sebagai alternatif  strategi pembelajaran dalam meningkatkan keterampilan menulis kreatif siswa sekolah dasar.
PENERAPAN METODE PQ4R UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA TEKS EKPSLANASI SISWA KELAS VI UPTD SDN BALFAI Renwan Merliani Baly; Labu Djuli; Markus Sampe; Marselus Robot
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 2 (2026): Vol. 6 No. 2 Edisi Mei 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i2.4719

Abstract

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode PQ4R mampu meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran. Hal ini ditunjukkan oleh peningkatan aktivitas guru dari 77,27% pada siklus I menjadi 95% pada siklus II, serta aktivitas siswa dari 68% menjadi 82%. Pada tahap pre-test, diperoleh 7 siswa (25,92%) yang tuntas dan 20 siswa (74,07%) yang belum tuntas. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan awal siswa masih rendah sehingga perlu dilakukan tindakan perbaikan pada siklus I. Pada siklus I, jumlah siswa yang tuntas meningkat menjadi 11 orang (40,74%), sedangkan 16 siswa (59,26%) masih belum tuntas. Peningkatan ini terjadi karena sebagian siswa mulai menunjukkan fokus dan keaktifan dalam pembelajaran. Namun, hasil tersebut belum mencapai kriteria ketuntasan yang ditetapkan, karena masih terdapat kendala dalam pengelolaan pembelajaran oleh guru, rendahnya keaktifan siswa, serta beberapa aspek penilaian yang belum tercapai. Selanjutnya, pada siklus II terjadi peningkatan yang signifikan, yaitu sebanyak 25 siswa (92,59%) telah mencapai ketuntasan, sedangkan 2 siswa (7,41%) belum tuntas. Hasil ini telah melampaui kriteria ketuntasan klasikal yang ditetapkan, yaitu 80%. Adapun siswa yang belum tuntas disebabkan belum optimal dalam mencapai aspek-aspek membaca teks eksplanasi, sehingga diperlukan tindak lanjut berupa bimbingan khusus melalui pendekatan individual serta kerja sama dengan orang tua. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat dikatakan bahwa penerapan metode PQ4R mampu meningkatkan kemampuan membaca teks eksplanasi siswa kelas VI UPTD SDN Balfai.
PENERAPAM MODEL PEMBELAJARAN ROLE PLAYING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENANGGAPI PERTANYAAN PADA SISWA KELAS III UPTD SD INPRES TARUS I Makrina Feliksia Prada; Labu Djuli; Markus Sampe; Marselus Robot
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 2 (2026): Vol. 6 No. 2 Edisi Mei 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i2.4720

Abstract

Penelitian dengan judul “Penerapan Model Pembelajaran Role Playing Untuk Meningkatkan Keterampilan Menanggapi Pertanyaan Pada Siswa Kelas III UPTD SD Inpres Tarus I”, dilatarbelakangi oleh rendahnya keterampilan siswa kelas III UPTD SD Inpres Tarus 1 dalam menanggapi pertanyaan, yang disebabkan oleh pembelajaran yang cenderung konvensional dan kurang interaktif. Hal ini berdampak pada keaktifan siswa yang rendah, rasa takut salah, dan kurangnya rasa percaya diri saat berbicara di kelas. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan menanggapi pertanyaan siswa kelas III melalui penerapan model pembelajaran role playing. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas III UPTD SD Inpres Tarus 1 yang berjumlah 26 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, tes lisan, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model role playing efektif dalam meningkatkan keterampilan menanggapi pertanyaan siswa. Pada tahap awal (pre-test), tingkat ketuntasan belajar siswa hanya 19,23%. Setelah siklus I, ketuntasan meningkat menjadi 61,54%, dan pada siklus II meningkat signifikan menjadi 88,46%. Peningkatan ini terlihat pada aspek keberanian, artikulasi, ketepatan jawaban, dan kesantunan siswa saat menanggapi pertanyaan. Aktivitas guru dan siswa selama pembelajaran juga menunjukkan peningkatan yang baik dari siklus I ke siklus II. Kesimpulan dari penelitian ini adalah model pembelajaran role playing dapat meningkatkan keterampilan menanggapi pertanyaan pada siswa kelas III UPTD SD Inpres Tarus 1. Diharapkan penelitian ini dapat menjadi referensi bagi guru dalam menciptakan pembelajaran yang lebih aktif, interaktif, dan menyenangkan.
Pengalaman Guru dalam Mendesain Pembelajaran IPS Berbasis Kearifan Lokal di Sekolah Dasar Treesly Y.N Adoe; Taty R. Koroh; Vera R Bulu; Markus Sampe
Journal of Humanities, Social Sciences, and Education Vol. 1 No. 7 (2025): Edisi September 2025
Publisher : FKIP UNSULTRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64690/jhuse.v1i7.906

Abstract

This study aims to explore teachers’ experiences in designing Social Studies learning based on local wisdom in elementary schools. The study employed a qualitative approach with a phenomenological design to understand teachers’ subjective experiences in understanding, designing, and implementing Social Studies learning that integrates local sociocultural contexts. The participants consisted of elementary school teachers and a school principal who had experience implementing learning based on the local social and cultural environment. Data were collected through in-depth interviews, classroom observations, and documentation of teaching modules, learning materials, instructional media, and students’ assignments. Data were analyzed through data condensation, data display, and conclusion drawing, while data validity was ensured through source and technique triangulation. The findings show that teachers understand local wisdom as a learning resource encompassing culture, history, social values, economic activities, community habits, and everyday social life. Teachers’ strategies included utilizing the surrounding environment, local stories, observation, discussion, and students’ personal experiences. However, implementation still faced several challenges, including limited references, teaching materials, time, facilities, and institutional support. Phenomenologically, teachers’ experiences indicate that local wisdom-based Social Studies learning is understood as a pedagogical adaptation process that connects the curriculum with students’ lived realities. This study emphasizes the importance of teacher creativity and school support in developing Social Studies learning that is contextual, meaningful, and rooted in the sociocultural life of the community.
Inovasi Media Digital Storytelling dalam Pembelajaran IPS untuk Meningkatkan Literasi Sosial Siswa Treesly Y.N Adoe; Markus Sampe; Taty R Koroh; Vera R Bulu
Jurnal Kajian Pendidikan dan Cakrawala Pembelajaran Vol. 1 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64690/jakap.v1i1.905

Abstract

This study aims to analyze the effectiveness of Digital Storytelling media in improving students’ social literacy in Social Studies learning at SD Inpres Naikoten 1, Kupang. The study employed a quantitative approach using a quasi-experimental method with a Pretest–Posttest Control Group Design. The participants consisted of 64 fifth-grade students, comprising 32 students in the experimental class and 32 students in the control class. The experimental class received Social Studies instruction using Digital Storytelling media, while the control class received conventional instruction. Data were collected through social literacy tests, student activity observation sheets, student response questionnaires, and documentation. The data were analyzed using descriptive statistics, the Shapiro–Wilk normality test, Levene’s homogeneity test, Independent Sample t-test, and Normalized Gain analysis. The results showed that the experimental class achieved a higher posttest mean score of 87.63 compared with 73.28 in the control class. The Independent Sample t-test produced a significance value of 0.000 (<0.05), indicating a significant difference between the two groups. Furthermore, the experimental class obtained an N-Gain score of 0.69, while the control class obtained 0.35. These findings indicate that Digital Storytelling is more effective than conventional learning in improving students’ social literacy. The integration of narration, images, animation, video, music, and reflective questions creates a more contextual, interactive, and meaningful learning experience. Digital Storytelling also encourages students to analyze social problems, communicate ideas, collaborate, demonstrate empathy, and formulate responsible solutions. Therefore, Digital Storytelling can be considered an effective and innovative learning medium for supporting Social Studies learning and strengthening elementary school students’ social literacy in the context of 21st-century education and the implementation of the Merdeka Curriculum.