Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Digital Impoliteness Strategies in Response to Finance Minister Purbaya’s Assertions on the High-Speed Whoosh Project: A Pragmatic Analysis Saragi, Christina Natalina; Silalahi, Dewi Paulina; Hasibuan, Nurainun; Saragih, Renita Br
JOLLT Journal of Languages and Language Teaching Vol. 14 No. 1 (2026): January
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jollt.v14i1.18410

Abstract

The phenomenon of impoliteness in digital spaces is gaining attention because it can affect the quality of public discourse, especially when it comes to national policy issues. This study aims to analyze the forms of impoliteness strategies used by netizens in responding to the attitude and statements of Finance Minister Purbaya regarding the project. Using a descriptive quantitative method, data was collected from netizen comments on the YouTube platform and classified based on Culpeper's impoliteness taxonomy. The results of the study show a total of 604 occurrences of impoliteness strategies, with positive impoliteness dominating at 37.1% through expressions of belittlement or disrespect. Bald on record impoliteness strategies also appeared significantly, mainly in the form of direct criticism without mitigation (10.76%). Meanwhile, negative impoliteness and sarcasm or mock impoliteness appeared in lower percentages, but still described a consistent pattern of verbal aggression. The results of the study show a total of 604 occurrences of impoliteness strategies, with positive impoliteness dominating at 37.1% through expressions of belittlement or disrespect. Bald on record impoliteness strategies also appeared significantly, mainly in the form of direct criticism without mitigation (10.76%). Meanwhile, negative impoliteness and sarcasm or mock impoliteness appeared in lower percentages, but still described a consistent pattern of verbal aggression. These findings indicate that netizens' responses tend to be evaluative-negative and are often realized through direct attacks on the self-image of public officials. This study concludes that netizens' rudeness is triggered by dissatisfaction with government statements and reinforced by the characteristics of digital communication, which allows for spontaneous expression without strong social control.
Analisis Hubungan Pemahaman Siswa Tentang Hak Asasi Manusia dengan Sikap Sosial Siahaan, Monalisa; Pardede, Lukman; Silalahi, Dewi Paulina; Damanik, Ira Estomihi; Manik, Selly Lorenza; Alexander, Irving Josafat; Sirait, Gloria
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2026): Januari-April 2026
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v6i1.3919

Abstract

Pendidikan Hak Asasi Manusia (HAM) memiliki peran strategis dalam membentuk sikap sosial siswa, khususnya di lingkungan sekolah yang multikultural. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pemahaman siswa tentang Hak Asasi Manusia dengan sikap sosial siswa kelas XII di SMA Swasta Utama Medan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional. Sampel penelitian terdiri atas 80 siswa yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui angket pemahaman HAM dan sikap sosial yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif, korelasi Pearson, dan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman siswa tentang HAM berada pada kategori cukup baik hingga baik, sedangkan sikap sosial siswa secara umum berada pada kategori positif. Analisis korelasi menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara pemahaman HAM dan sikap sosial siswa (r = 0,68; p < 0,01). Hasil analisis regresi mengungkapkan bahwa pemahaman HAM memberikan kontribusi sebesar 38,6% terhadap variasi sikap sosial siswa. Aspek penerapan HAM dalam kehidupan sehari-hari memberikan pengaruh paling dominan terhadap sikap sosial, sementara aspek pemahaman prinsip teoretis HAM menunjukkan kontribusi yang lebih rendah. Penelitian ini mengindikasikan pentingnya penguatan pendidikan HAM berbasis praktik dan kontekstual dalam pembelajaran guna membentuk sikap sosial siswa yang toleran, empatik, dan berkeadilan sosial.