Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Lokakarya Public speaking Untuk Optimalisasi Kemampuan Komunikasi Calon Guru Sekolah Dasar sebagai Penguatan Profesionalisme Tiara Yogiarni; Indah Nurmahanani; Neneng Sri Wulan; Hisny Fajrussalam; Nenden Permas Hikmatunisa
Amal Ilmiah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2026): Edisi November 2026
Publisher : FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/amalilmiah.v7i3.617

Abstract

Kemampuan komunikasi yang efektif merupakan salah satu kompetensi esensial bagi calon guru sekolah dasar dalam membangun interaksi yang baik dengan siswa, orang tua, dan rekan sejawat. Namun, berbicara di depan umum masih menjadi tantangan bagi sebagian individu, termasuk mahasiswa calon guru. Padahal, keterampilan ini menjadi prasyarat penting dalam menunjang keberhasilan proses pembelajaran. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wawasan edukatif yang komprehensif mengenai public speaking melalui pelatihan yang diselenggarakan oleh penulis. Metode dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini meliputi empat tahapan, yaitu (1) perencanaan kegiatan, (2) pelaksanaan kegiatan, (3) praktik menjadi pewara/MC, dan (4) pemberian saran serta umpan balik kepada mahasiswa calon guru. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan ini mampu meningkatkan kepercayaan diri dan keberanian mahasiswa untuk tampil di depan umum, khususnya dalam peran sebagai pewara/MC, serta membantu kesiapan mental mereka dalam menghadapi praktik pembelajaran di sekolah. Urgensi lokakarya public speaking dalam kurikulum saat ini menjadi sangat penting, mengingat kompetensi guru abad ke-21 menegaskan bahwa keterampilan komunikasi merupakan bagian dari 4C (Communication, Collaboration, Critical Thinking, Creativity) yang wajib dimiliki pendidik agar pembelajaran berjalan efektif dan interaktif. menunjukkan bahwa kompetensi komunikasi memiliki kontribusi signifikan terhadap efektivitas pembelajaran dan profesionalisme guru di abad ke-21.