Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Penguatan Proses Metakognitif Mahasiswa melalui Model Reflective Writing Learning dalam Meningkatkan Kemampuan Menulis Kalimat Efektif di Perguruan Tinggi Wita Dwi Payana; Siswantia Sar; Inas Ghina; Nurlayli Yanti; Abdul Hafis
JURNALISTRENDI : JURNAL LINGUISTIK, SASTRA, DAN PENDIDIKAN Vol 11 No 3 (2026)
Publisher : Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jurnalistrendi.v11i3.2785

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penerapan model reflective writing learning berorientasi metakognitif terhadap kemampuan menulis kalimat efektif mahasiswa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menerapakan posttest-only control group design. Subjek penelitian terdiri atas dua kelompok, yaitu kelas kontrol dan kelas eksperimen, masing-masing berjumlah 20 mahasiswa yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui tes tertulis berupa posttest kemampuan menulis kalimat efektif. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial yang meliputi uji normalitas, uji homogenitas varians, dan uji independent samples t-test. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa nilai rata-rata posttest kelas kontrol sebesar 58,50 dengan simpangan baku 17,554, sedangkan kelas eksperimen memperoleh nilai rata-rata sebesar 79,50 dengan simpangan baku 14,318. Selisih rata-rata nilai posttest antara kedua kelompok sebesar 21,00. Hasil uji independent samples t-test menunjukkan nilai t sebesar −4,146 dengan derajat kebebasan 38 dan nilai signifikansi dua arah < 0,001. Data pendukung ini menunjukkan adanya perbedaan capaian kemampuan menulis kalimat efektif antara kelas kontrol dan kelas eksperimen setelah penerapan perlakuan pembelajaran. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa penerapan model reflective writing learning berorientasi metakognitif dapat digunakan sebagai alternatif pembelajaran untuk mendukung pengembangan kemampuan menulis kalimat efektif mahasiswa di perguruan tinggi.
Acehnese Language Learning Materials through Animated Videos to Enhance Literacy and Cultural Identity Among Elementary Students Inas Ghina; Rahil Helmi; Wita Dwi Payana; Miftahul Husna
Jurnal Ilmiah Sekolah Dasar Vol 9 No 4 (2025): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jisd.v9i4.103418

Abstract

The limited availability of engaging learning media and the lack of contextual teaching materials lead to low student interest and engagement in regional language learning. This study aims to develop animated video-based Acehnese language learning materials to improve literacy skills and strengthen the cultural identity of elementary school students. This study uses a research and development approach with the Four-D model. The research subjects involved elementary school students and language and education experts as validators. Data collection was conducted through interviews, validation questionnaires, practicality questionnaires, and learning outcome tests. The research instruments consisted of media, language, and culture validation sheets and test kits. Data were analyzed descriptively based on the validation results, user responses, and student learning outcomes. The results showed that the developed animated video-based Acehnese language learning materials were deemed valid, practical, and effective in supporting the learning process. These findings suggest that the integration of culture-based digital media can be an effective learning strategy in improving regional language literacy while strengthening students' cultural identity. The implications of this study emphasize the importance of utilizing innovative technology-based learning media to support regional language revitalization and encourage teachers to develop more contextual and engaging learning.
TRAUMA HEALING MELALUI PERMAINAN TRADISIONAL BERBASIS BUDAYA LOKAL BAGI SISWA TERDAMPAK BENCANA ALAM DI SMK NEGERI 1 IDI RAYEUK Syahri Ramadhan; Ahmad Fajri; Nadra Akbar Manalu; Melly Tria Utari; Rika Wirandi; Wita Dwi Payana; Melda Munawarah; Ine Salvani Renggali SY; Rizka Ayunda
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 4 (2026): Inpress Vol. 7 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i4.57583

Abstract

Bulan November tahun 2025, terjadi bencana alam pada beberapa wilayah di Pulau Sumatera, salah satu wilayah yang terdampak bencana yaitu Aceh Timur di kecamatan Idi Rayeuk yang terkena banjir bandang. Banjir ini menimbulkan kerusakan cukup parah dari infrastruktur, ekonomi, hingga pendidikan. Upaya pemulihan berkala dari pemerintah, relawan, dan masyarakat sekitar seperti distribusi makanan, perbaikan infrastruktur, membersihkan lumpur yang tersisa sudah dilakukan. Namun, pemulihan psikologis pada anak sering luput dari perhatian karena terbatasnya tenaga medis untuk mengatasi trauma healing. Masalah psikologis jika tidak segera diatasi akan menimbulkan gangguan mental jangka panjang seperti depresi, kecemasan, stres, hingga kesulitan bersosialisasi. Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan metode yang terdiri dari tahapan-tahapan berikut ini: 1) tahapan persiapan dan sosialisasi, meliputi kegiatan survei awal serta koordinasi dengan mitra, 2) tahapan pelaksanaan dan penerapan, yaitu penerapan pendampingan trauma healing melalui permainan tradisional kepada siswa, dan 3) tahapan pendampingan dan evaluasi, difokuskan pada penilaian dampak kegiatan terhadap kondisi psikososial siswa. Pengabdian ini diharapkan dapat memberikan solusi terhadap pemulihan pascabencana, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak dan remaja, karena jika tidak segera diatasi akan berdampak panjang pada aspek psikososial anak. Upaya pemulihan dilakukan melalui media permainan tradisional berbasis budaya lokal. Aktivitas bermain memungkinkan anak mengekspresikan emosi secara nonverbal, mengalihkan fokus dari pengalaman traumatis, dan kemampuan kontrol diri. Selain hiburan, permainan tradisional juga dapat menjadi wadah untuk melestarikan budaya lokal.