Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pelatihan Pembuatan Nugget dan Sosis Lele Sebagai Finger Food Berbasis Pangan Lokal Untuk Mencegah Stunting Pada Balita: Training on the Production of Catfish Nuggets and Sausages as Local Food-Based Finger Food to Prevent Stunting in Toddlers Marwan, Iis; Aisyah, Iseu Siti; Neni, Neni; Ghaffar, Mufti; Susilowati, Prima Endang; Utami, Annisa Dwi
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jppmi.v4i2.900

Abstract

Prevalensi stunting nasional pada tahun 2024 (19,8%) masih berada di atas target yang ditetapkan sebesar 14,2% pada 2029 dan 5% pada 2045. Program Gemarikan (Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan) digalakkan untuk mendukung percepatan penanganan stunting, mengingat ikan merupakan sumber protein hewani bernilai tinggi, mudah dicerna, dan terjangkau. Oleh karena itu, inovasi olahan ikan untuk Makanan Pendamping ASI (MPASI) diperlukan.Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk mengidentifikasi sumber pangan lokal, khususnya ikan, sebagai protein hewani dan metode pengolahannya. Kegiatan ini dilaksanakan melalui edukasi (metode ceramah) mengenai inovasi olahan lele, diikuti demonstrasi pengolahan nugget dan sosis lele. Pengetahuan peserta dianalisis menggunakan pre-test dan post-test.Hasil analisis paired sample t-test menunjukkan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,125 (p > 0,05), mengindikasikan bahwa intervensi ini belum memberikan peningkatan pengetahuan yang signifikan secara statistik. Meskipun demikian, observasi pada skor rata-rata menunjukkan peningkatan pemahaman pada topik manfaat asam amino ikan serta metode pengolahan dan penyimpanan produk. Peningkatan ini dimungkinkan karena informasi tersebut ditekankan kembali selama praktik demonstrasi memasak. Disimpulkan bahwa edukasi di masa depan memerlukan media yang melibatkan partisipasi aktif peserta dan pembelajaran berbasis tim.
Evaluasi Daya Terima Dan Nilai Gizi Mi Substitusi Tepung Ikan Gabus Dan Umbi Ganyong Sebagai Makanan Sehat Nurhamzah, Lutfi Yulmiftiyanto; Ghaffar, Mufti; Listyawardhani, Yana
Jurnal Teknologi Pangan Vol 19, No 2 : DESEMBER 2025
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jtp.v19i2.5500

Abstract

Mi sudah menjadi salah satu makanan pokok yang paling banyak dikonsumsi di Indonesia. Ikan gabus dan umbi ganyong merupakan bahan pangan lokal Kabupaten Tasikmalaya yang mempunyai nilai gizi tinggi. Tujuan penelitian ini menganalisis tingkat kesukaan dan nilai gizi mi dengan substitusi tepung ikan gabus dan umbi ganyong.  Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan. Formulasi mi yaitu perbandingan tepung terigu, tepung umbi ganyong dan tepung ikan gabus yaitu Formula F0 (100%:0%:0%), formula F1 (70%:20%:10%), formula F2 (70%:15%:15%), dan formula F3 (70%:10%:20%). Mi diuji organoleptik (skala hedonik 1-5) oleh 50 orang panelis tidak terlatih. Formulasi mi terbaik ditentukan dari skor nilai rata-rata hedonik tertinggi. Formulasi mi terbaik diuji proksimat. Hasil uji organoleptik menunjukkan bahwa formulasi mi terbaik terdapat pada formulasi F2 karena memiliki nilai rata-rata uji organoleptik tertinggi pada 5 parameter uji tingkat kesukaan. Formula F2 memilki kadar air 10,03%, kadar abu 0,87%, kadar protein 15,05%, kadar lemak 3,79%, dan karbohidrat 70,25%. Mi dengan perbandingan tepung terigu 70%, tepung umbi ganyong 15% dan tepung ikan gabus 15% merupakan formula produk mi terbaik dan sudah memenuhi SNI-8217-2015.
Prevalence and Molecular Detection of Toxigenic Genes of Bacillus cereus in Rice-Based Street Foods in Tasikmalaya, Indonesia Maerani, Maerani; Ghaffar, Mufti; Munggarani, Fadhiya; Nuraeni, Dina Aulia; Ismaya, Pandu Legawa; Faturochman, Hadi Yusuf
AgriHealth: Journal of Agri-food, Nutrition and Public Health Vol 7, No 1 (2026): April
Publisher : Research and Development Center for Food, Nutrition and Public Health (P4GKM) LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/agrihealth.v7i1.106053

Abstract

Bacillus cereus is a spore-forming foodborne pathogen frequently associated with rice-based foods and capable of causing emetic and diarrheal illnesses through the production of heat-stable and heat-labile toxins. This study investigated the prevalence, contamination levels, and toxigenic gene profiles of B. cereus in rice-based street foods. A total of 12 samples, including fried rice, chicken porridge, and nasi kuning, were collected from street vendors in Kahuripan Sub-district, Tasikmalaya, Indonesia. Presumptive B. cereus was isolated using mannitol yolk polymyxin agar (MYPA) as a selective medium and confirmed biochemically and molecularly by PCR targeting the gyrB gene. Toxigenic potential isolate was evaluated by detecting the nheA, hblD, cytK, entFM, and ces genes. Presumptive B. cereus was detected in 91.67% (11/12) of samples, while molecular confirmation identified gyrB-positive isolates in 42% (5/12) of samples, originating from fried rice and chicken porridge. No significant association was found between food type and gyrB detection (p > 0.05). Contamination levels ranged from < 1.5 × 10¹ to 2.95 × 10⁶ CFU g-1. All confirmed isolates harbored at least one toxigenic gene, with nheA being the most prevalent (80%), followed by cytK (60%), entFM (40%), ces (40%), and hblD (20%). Notably, one of the fried rice isolates carried all 5 toxin-related genes, indicating a high virulence potential. These findings demonstrate that rice-based street foods in Tasikmalaya may pose a significant public health risk due to contamination with toxigenic B. cereus. Enhanced hygiene practices, strict temperature control, and molecular surveillance are essential to reduce the risk of foodborne illness associated with street-vended rice products.