Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Effectiveness of Education on Providing Complementary Feeding Textures Appropriate to Toddlers' Ages for Stunting Prevention Susilowati, Prima Endang; Listyawardhani, Yana; Betaditya, Dika; Ghaffar, Mufti; Sukmawati, Heni
Jurnal Abmas Negeri (JAGRI) Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 Nomor 1 Juni 2025
Publisher : Sarana Ilmu Indonesia (salnesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36590/jagri.v6i1.1331

Abstract

Failure to thrive in children is influenced by the quality of food consumed. Children aged six months and above require complementary feeding as a nutritional supplement, which should be prepared with texture suitable for their age to ensure digestibility. Local fish, containing low allergencity protein, is a recommended choice for complementary feeding. This activity aimed to enhance knowledge among mothers of toddlers, particularly those with children aged 6–12 months, about complementary feeding using local ingredients. The participants were mothers active in Naluri Posyandu and Kencana Posyandu in Panglayungan Village, Tasikmalaya City. The method involved stages of activity, including (1) monitoring child weight and (2) providing nutritional education on complementary feeding. The nutritional status monitoring showed that 20,00% of toddlers in Naluri Posyandu were stunted, with 9,00% severely stunted. While in Kencana Posyandu, 21,00% were stunted and 6,00% severely stunted. Through educational activities, mothers’ knowledge significantly improved, with pretest scores averaging 5.87 and posttest scores 8.02. The Wilcoxon test confirmed a significant difference in knowledge before and after intervention (p-value =0,000, p-value <0,05). This program had a positive impact on enhancing maternal knowledge. It is recommended that posyandu continue regular educational activities on complementary feeding and related topics, either through posyandu cadres or in collaboration with relevant institutions.
Pelatihan Pembuatan Nugget dan Sosis Lele Sebagai Finger Food Berbasis Pangan Lokal Untuk Mencegah Stunting Pada Balita: Training on the Production of Catfish Nuggets and Sausages as Local Food-Based Finger Food to Prevent Stunting in Toddlers Marwan, Iis; Aisyah, Iseu Siti; Neni, Neni; Ghaffar, Mufti; Susilowati, Prima Endang; Utami, Annisa Dwi
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jppmi.v4i2.900

Abstract

Prevalensi stunting nasional pada tahun 2024 (19,8%) masih berada di atas target yang ditetapkan sebesar 14,2% pada 2029 dan 5% pada 2045. Program Gemarikan (Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan) digalakkan untuk mendukung percepatan penanganan stunting, mengingat ikan merupakan sumber protein hewani bernilai tinggi, mudah dicerna, dan terjangkau. Oleh karena itu, inovasi olahan ikan untuk Makanan Pendamping ASI (MPASI) diperlukan.Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk mengidentifikasi sumber pangan lokal, khususnya ikan, sebagai protein hewani dan metode pengolahannya. Kegiatan ini dilaksanakan melalui edukasi (metode ceramah) mengenai inovasi olahan lele, diikuti demonstrasi pengolahan nugget dan sosis lele. Pengetahuan peserta dianalisis menggunakan pre-test dan post-test.Hasil analisis paired sample t-test menunjukkan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,125 (p > 0,05), mengindikasikan bahwa intervensi ini belum memberikan peningkatan pengetahuan yang signifikan secara statistik. Meskipun demikian, observasi pada skor rata-rata menunjukkan peningkatan pemahaman pada topik manfaat asam amino ikan serta metode pengolahan dan penyimpanan produk. Peningkatan ini dimungkinkan karena informasi tersebut ditekankan kembali selama praktik demonstrasi memasak. Disimpulkan bahwa edukasi di masa depan memerlukan media yang melibatkan partisipasi aktif peserta dan pembelajaran berbasis tim.
Evaluasi Daya Terima Dan Nilai Gizi Mi Substitusi Tepung Ikan Gabus Dan Umbi Ganyong Sebagai Makanan Sehat Nurhamzah, Lutfi Yulmiftiyanto; Ghaffar, Mufti; Listyawardhani, Yana
Jurnal Teknologi Pangan Vol 19, No 2 : DESEMBER 2025
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jtp.v19i2.5500

Abstract

Mi sudah menjadi salah satu makanan pokok yang paling banyak dikonsumsi di Indonesia. Ikan gabus dan umbi ganyong merupakan bahan pangan lokal Kabupaten Tasikmalaya yang mempunyai nilai gizi tinggi. Tujuan penelitian ini menganalisis tingkat kesukaan dan nilai gizi mi dengan substitusi tepung ikan gabus dan umbi ganyong.  Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan. Formulasi mi yaitu perbandingan tepung terigu, tepung umbi ganyong dan tepung ikan gabus yaitu Formula F0 (100%:0%:0%), formula F1 (70%:20%:10%), formula F2 (70%:15%:15%), dan formula F3 (70%:10%:20%). Mi diuji organoleptik (skala hedonik 1-5) oleh 50 orang panelis tidak terlatih. Formulasi mi terbaik ditentukan dari skor nilai rata-rata hedonik tertinggi. Formulasi mi terbaik diuji proksimat. Hasil uji organoleptik menunjukkan bahwa formulasi mi terbaik terdapat pada formulasi F2 karena memiliki nilai rata-rata uji organoleptik tertinggi pada 5 parameter uji tingkat kesukaan. Formula F2 memilki kadar air 10,03%, kadar abu 0,87%, kadar protein 15,05%, kadar lemak 3,79%, dan karbohidrat 70,25%. Mi dengan perbandingan tepung terigu 70%, tepung umbi ganyong 15% dan tepung ikan gabus 15% merupakan formula produk mi terbaik dan sudah memenuhi SNI-8217-2015.