Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PERKEMBANGAN PENELITIAN POSITIVE INTERGENERATIONAL AFFECT (PIA)TINJAUAN LITERATURE SISTEMATIS Ketut Sunaryanto; Ferryal Abadi; Hendy Tannady; Triyono Arief Wahyudi
Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) Vol. 8 No. 4 (2025): COSTING : Journal of Economic, Bussines and Accounting
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/ebgkpq51

Abstract

Penelitian ini melakukan tinjauan literatur sistematis (SLR) terhadap konsep dan perkembangan teori Positive Intergenerational Affect (PIA) dalam beberapa tahun terakhir. PIA adalah pada dasarnya mendasarkan pada hubungan emosional positif antara individu dari generasi yang berbeda yang mana sikap dan perasaan positif antara generasi dapat mempengaruhi dinamika komunikasi dan kolaborasi yang pada gilirannya dapat mempengaruhi efektivitas pencarian pengetahuan. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan mengikuti pedoman PRISMA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penelitian tentang PIA telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir, dengan fokus pada berbagai konteks dan populasi. Terdapat 3 artikel dari Scopus yang telah dilakukan penyaringan sesuai dengan kriteria dan kemudian dianalisis untuk memahami perkembangan teori PIA. Penelitian ini juga mengidentifikasi perbedaan dalam definisi, metodologi, dan analisis data yang digunakan dalam studi-studi tentang PIA. Penelitian yang menggunakan metode kuantitatif, terutama analisis regresi dan mediasi-moderasi, dengan sampel beragam. PIA terbukti berkorelasi positif dengan pembelajaran yang dirasakan, rasa malu, transfer pengetahuan dan berperan sebagai mediasi dalam berbagai hubungan. Berdasarkan temuan ini, penelitian ini menyarankan beberapa arah potensial untuk penelitian masa depan, termasuk studi longitudinal dan eksperimental, eksplorasi mekanisme, studi pada konteks dan populasi yang beragam, serta pemeriksaan faktor dan hasil tambahan.
Perencanaan Keuangan Pada Produsen Beras Premium Berbasis Teknologi Smart Farming Di PT Agro Panca Unggul Yohana Puspita; Tantry Yanuar Rahmat Syah; Edi Hamdi; Ketut Sunaryanto
Jurnal Ekonomi, Akutansi dan Manajemen Nusantara Vol. 4 No. 2 (2025): Edisi September - Desember 2025
Publisher : Utiliti Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jeama.v4i2.343

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perencanaan keuangan pada produsen beras premium berbasis teknologi smart farming di PT Agro Panca Unggul (APU). Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode eksploratif untuk menggali aspek-aspek penting dalam perencanaan keuangan yang mendukung keberhasilan dan keberlanjutan operasional perusahaan. Fokus penelitian meliputi identifikasi kebutuhan modal, strategi penetapan harga, pengelolaan biaya, serta proyeksi keuangan yang mencakup titik impas (Break Even Point/BEP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT APU merencanakan kebutuhan modal sebesar Rp 60 miliar, yang sebagian besar berasal dari setoran modal pemegang saham dan sisanya dari pinjaman bank, untuk investasi teknologi smart farming dan pengembangan infrastruktur. Temuan ini memberikan dasar bagi pengembangan model keuangan agribisnis berbasis teknologi di Indonesia dengan prediksi peningkatan signifikan dalam lima tahun ke depan. Perencanaan keuangan PT APU dirancang secara matang dan komprehensif untuk mendukung implementasi teknologi smart farming, memberikan fondasi yang kuat bagi pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan
Implementation of Technology-Enabled Field Service Management (FSM) for Enhancing Operational Effectiveness A Case Study of PT Biner Sinergi Optima Lambok Parulian; Rhian Indradewa; Unggul Kustiawan; Ketut Sunaryanto
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9981

Abstract

The rapid advancement of digital transformation has driven organizations across various industries to integrate information and communication technologies into their operational processes to enhance efficiency, productivity, service quality, and organizational competitiveness. Within the security services industry, challenges related to human resource management, field supervision, operational monitoring, and compliance with customer service standards remain significant issues that require innovative and technology-driven solutions. This study aims to analyze the implementation of the Smart Field Service Management (Smart-FSM) model as a digital-based operational framework for security service management at PT Biner Sinergi Optima. This research employs a qualitative descriptive approach using documentation study methods, with data derived from the company’s operational planning documents and digital transformation initiatives. The Smart-FSM model integrates several advanced technologies, including cloud computing, the Internet of Things (IoT), Artificial Intelligence (AI), Machine Learning (ML), and drone-based patrol systems, to support real-time monitoring, data-driven decision-making, and operational optimization. The findings indicate that the implementation of Smart-FSM contributes significantly to improving supervisory effectiveness, accelerating response and decision-making processes, increasing transparency in service delivery, and strengthening compliance with operational standards. Furthermore, the system supports the achievement of a minimum Service Level Agreement (SLA) target of 90%, while simultaneously reducing operational inefficiencies and associated costs. The integration of these digital technologies also provides a sustainable competitive advantage through enhanced service quality, operational reliability, and customer satisfaction. Therefore, Smart-FSM can be considered a relevant and innovative operational model to support the digital transformation agenda of the security services industry in Indonesia and improve organizational performance in an increasingly technology-oriented business environment.
Analisa Determinan Value Co-Creation Pada Livestreaming Tiktok Savina Saharani; Joel Faruk Sofyan; Ketut Sunaryanto; Gilang Pratama Hafiz
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.13874

Abstract

Perkembangan teknologi digital mendorong pergeseran perilaku belanja konsumen ke ruang virtual, salah satunya melalui fitur live streaming pada platform TikTok yang memfasilitasi interaksi langsung antara penjual dan konsumen sekaligus mendorong terjadinya value co-creation. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh physical cues, yang meliputi aesthetic appeal, layout and functionality, serta financial security, dan interactivity terhadap customer engagement, serta pengaruh customer engagement terhadap value co-creation pada aktivitas livestreaming TikTok. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif kausal dengan data primer yang dihimpun melalui survei terhadap 200 responden yang pernah bertransaksi melalui livestreaming TikTok di wilayah Jabodetabek, dianalisis menggunakan metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aesthetic appeal, layout and functionality, financial security, dan interactivity berpengaruh positif signifikan terhadap customer engagement, dengan layout and functionality memberikan pengaruh terbesar, sementara customer engagement terbukti paling dominan mempengaruhi value co-creation. Penelitian ini menyimpulkan bahwa customer engagement merupakan katalis utama terbentuknya value co-creation, sehingga disarankan pelaku bisnis livestreaming meningkatkan kualitas antarmuka, keamanan transaksi, dan interaksi real-time, serta peneliti selanjutnya menambahkan variabel mediasi seperti trust.