Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Optimalisasi Pemanfaatan Limbah Peternakan Ayam Petelur Menjadi Pupuk Organik sebagai Upaya Meminimalisir Pencemaran Udara di Desa Biting Kinasih, Dinnar Lambang; Nurjanah, Putri Wahyu; Sari, Yosita Purnawan; Hariyanto, Putri Dwi; Ardana, M. Fikram; Rosyady, David Akhyar; Maharika, Mayang; Lajuardi, Arini Maulidiya; Firdausi, Soraya
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2025): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/bajpm.v5i4.2617

Abstract

Desa Biting merupakan salah satu desa dengan populasi peternakan ayam yang cukup tinggi di Jember. Permasalahan yang dapat ditemui di peternakan ayam yang ada di Desa Biting ini adalah munculnya bau tidak sedap yang disebabkan oleh limbah kotoran ayam. Limbah kotoran ayam tidak diolah melainkan hanya dibiarkan selama beberapa waktu tertentu, sehingga menimbulkan masalah munculnya bau tidak sedap yang berpotensi menyebabkan pencemaran udara. Kegiatan ini memiliki tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui upaya pemberdayaan oleh mahasiswa dengan memberikan solusi alternatif dan inovatif terkait penyelesaian masalah yang dialami oleh masyarakat. Pelaksanaan kegiatan ini menggunakan metode sosialisasi dan pendampingan dengan jumlah peserta 15 orang. Pendampingan yang dilakukan meliputi beberapa tahap yakni persiapan, pengolahan limbah kotoran ayam menjadi pupuk organik, penyimpanan, dan pengemasan. Seluruh rangkaian kegiatan ini dilaksanakan selama 1 bulan di peternakan ayam petelur Nilul Marom. Instrumen yang digunakan pada kegiatan ini adalah wawancara dan dokumentasi. Adapun teknik evaluasi yang digunakan adalah observasi langsung dan umpan balik terbuka. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa peserta memiliki pemahaman terkait dampak penumpukan limbah kotoran ayam dan mampu menerapkan solusi yang diberikan yakni pemanfaatan limbah menjadi pupuk organik. Implikasi jangka panjang dari kegiatan ini diharapkan dapat meminimalisir pencermaran udara dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat utamanya pekerja dan warga di sekitar usaha peternakan.
Problem-Based vs Design-Based Learning: Which Better Develops Computational Thinking in Middle School Science Students? Fadilah, Rizka Elan; Supeno, Supeno; Rusdianto, Rusdianto; Nuha, Ulin; Firdausi, Soraya; Prasetya, Ferry Budi; Izza, Nuril Ayyamil; Khasfiyatin, Siti
Jurnal Pendidikan MIPA Vol 25, No 3 (2024): Jurnal Pendidikan MIPA
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Computational thinking has become a crucial skill for students because it gives them the tools to solve complicated issues using organized methods. Implementing Problem-based learning and Design-based learning in science learning has significantly enhanced students' skills. This research aims to ascertain which of the two models is better for facilitating computational thinking skills among middle school students in science learning. The study used a sample of 69 middle school students selected through random sampling. This research employs a quasi-experimental, multi-group, post-test-only design. The instrument utilized in this research is a computational thinking skills test comprising five questions. The data were analyzed using one-way ANOVA to test the hypotheses. Tukey test results indicate that the mean difference score between the PBL and DBL groups is 1.2609, with a significance value greater than 0.05. The study confirms that Problem-based learning is more effective than Design-based learning in facilitating students' computational thinking skills. However, the difference between the two is not particularly noteworthy. PBL and DBL represent viable pedagogical approaches that can enhance middle school students' computational thinking skills in science learning.         Keywords: problem-based learning, design-based learning, computational thinking skill. DOI: http://dx.doi.org/10.23960/jpmipa/v25i3.pp1214-1223
Exploring Preservice Science Teachers’ Conceptual Understanding of Wave–Particle Duality through Prompt-Based Learning Jadnika Amrullah; Nur Ahmad; Sri Rejeki Dwi Astuti; Firdha Yusmar; Ika Dewi Sumiati; Soraya Firdausi; Bartolomeus Kristi Brahmantia Putra; Israel Ametepey
Jurnal Inovasi Pendidikan IPA Vol. 12 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jipi.v12i1.96211

Abstract

This study aims to explore preservice science teachers’ conceptual understanding of wave–particle duality and to examine the role of prompt-based learning in supporting conceptual change. A qualitative-dominant mixed-methods design was employed involving 32 preservice science teachers enrolled in a physics education course. Data were collected through pre- and post-instruction open-ended conceptual tasks and written responses to structured prompts during instruction. Quantitative analysis was used to identify trends in conceptual understanding, while qualitative thematic analysis examined the nature and development of participants’ explanations. The results indicate that prior to instruction, most participants demonstrated classical or hybrid reasoning regarding wave–particle duality. After engaging in prompt-based learning, there was a significant increase in quantum-consistent conceptual understanding, accompanied by a shift from ontological to epistemic, model-based reasoning. The findings also reveal that explanation, reflective, and prediction–evaluation prompts played a key role in fostering conceptual coherence and metacognitive awareness, although some hybrid reasoning persisted. These results highlight the potential of prompt-based learning as an effective instructional approach for supporting preservice science teachers’ understanding of abstract quantum concepts.
Pengaruh Faktor Pembaruan Kurikulum terhadap Proses Pembelajaran Siswa: Sistematik Review Aditya Satya Utama; Hebi Yuliantin; Intan Fitriana; Gita Delinda Putri; Sri Rejeki Dwi Astuti; Firdha Yusmar; I Ketut Mahardika; Soraya Firdausi
Pahlawan Jurnal Pendidikan-Sosial-Budaya Vol. 21 No. 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Universitas Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57216/pah.v21i2.8

Abstract

Kurikulum pendidikan memiliki peran penting dalam menentukan arah dan kualitas pembelajaran di sekolah. Faktor pembaruan kurikulum memiliki dampak signifikan terhadap proses pembelajaran siswa, baik dari segi pemahaman materi, sifat aktif dan kreatif siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pembaruan kurikulum terhadap proses pembelajaran siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini melalui pendekatan studi literatur dengan model PRISMA dengan database Google Schoolar dan jurnal yang telah terakreditasi oleh SINTA. Proses pengumpulan data dilakukan dengan menghimpun 32 jurnal yang peneliti cari sebagai referensi, dan didapatkaan 10 jurnal yang sesuai dengan topik yang dianalisis. Hasil observasi menghasilan data berupa faktok-faktor yang sangat berpengaruh terhadap pembaruan kurikulum pendidikan diantaranya adalah pemanfaatan teknologi, kualitas guru, sosialbudaya, serta tuntutan dunia kerja dalam era globalisasi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pembaharuankurikulum memiliki dampak yang signifikan terhadap proses pembelajaran siswa. Sebuah pembaruan yang ideal dapat terjadi apabila terdapat faktor- faktor pendukung yang melatarbelakangi suatu pembaruan.
PENGGUNAAN PHET UNTUK MENGHUBUNGKAN KONSEP STEM DAN DINAMIKA SOSIAL SAINS DALAM KELAS VI DI SDN 4 GAMBIRAN Farikha Ayulia Nada; Bela Zain Taqiyya; Rahmah Wulandari; Citra Nadya Anabila; Soraya Firdausi
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 9 No. 2 (2024): Volume 09 No. 2 Juni 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v9i2.15230

Abstract

Penerapan STEM (Sains, Teknologi, Rekayasa, dan Matematika) dapat menarik perhatian dunia pendidikan sebagai pendekatan efektif untuk meningkatkan minat belajar siswa dalam pembelajaran dan teknologi. STEM menjadi salah satu alternatif yang tepat dengan pendekatan keterampilan abad 21 karena penerapannya dalam dunia nyata yang mencantumkan empat pokok pembelajaran menjadi satu. PhET (Physics Education Technology) adalah suatu teknologi berupa simulasi yang membantu siswa dalam memahami konsep pembelajaran yang berbasis perhitungan dan sains. Artikel ini membahas hubungan antara penerapan STEM menggunakan simulasi PhET dengan pendekatan social science untuk meningkatkan minat belajar siswa dalam pembelajaran ipa, matematika, dan sains. Dalam artikel ini, kami menyajikan temuan dari beberapa penelitian serta meneliti langsung kegiatan penerapan STEM melalui simulasi PhET di kelas 6 SDN 4 GAMBIRAN yang mendukung integrasi STEM menggunakan simulasi PhET melalui pendekatan social science untuk meningkatkan minat belajar siswa dalam pembelajaran yang berbasis perhitungan dan sains.
Designing Metacognitive Scaffolding Based on Science Talk to Enhance Students Scientific Argumentation Rusdianto Rusdianto; Supeno Supeno; Ulin Nuha; Rizka Elan Fadilah; Soraya Firdausi; Ferry Budi Prasetya; Fauziyatul Iffah; Achmad Faisal Masruri; Li Yi Xuan
Unnes Science Education Journal Vol. 15 No. 2 (2026): August 2026
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/usej.v15i2.48402

Abstract

Scientific argumentation is essential for critical thinking and evidence-based reasoning in 21st-century science education. However, procedural teaching methods often neglect metacognitive regulation in argument construction. This study aims to analyze the validity, practicality, and effectiveness of student worksheets designed as operational representations of science talk-based metacognitive scaffolding. Employing a Research and Development (R&D) approach with the ADDIE model (Analyze, Design, Develop, Implement, Evaluate), the research involved Grade 7E students at SMP Negeri 2 Panti, Jember. Data were gathered through expert validation, observation, pretest-posttest assessments, and student questionnaires. Results demonstrated high validity (95.5%) and practicality (95.5%). Effectiveness was evidenced by a moderate N-gain score of 0.67 and a 93.0% positive student response rate. These findings suggest that integrating metacognitive scaffolding and dialogic pedagogy significantly enhances students' scientific argumentation skills. This research contributes to the theoretical framework of argumentative learning design and metacognitive regulation in science education.