Faridi, Abdurrachman
Unknown Affiliation

Published : 32 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

URGENSI PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN YANG TERPUSAT PADA PESERTA DIDIK DI ERA SOCIETY 5.0 Atika; Abdurrachman Faridi; Sita Nurmasitah; Delta Apriyani; Bayu Ariwibowo; Salamatul Chasanah; Azarine Shafa Milannisa; Adi Susanto
Bookchapter Pendidikan Universitas Negeri Semarang No. 6 (2023)
Publisher : Bookchapter Pendidikan Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1529/kp.v1i6.133

Abstract

Pengembangan model pembelajaran menjadi hal penting bagi dunia pendidikan di era society 5,0. Pengembangan model diharapkan mampu membantu peserta didik untuk meningkatkan kompetensi Abad 21 yang meliputi kolaborasi, kreatifitas, berfikir kritis, dan komunikasi. Berdasarkan kebijakan kurikulum merdeka belajar, peserta didik saat ini lebih dituntut untuk dapat berkolaborasi dengan berbagai pihak meskipun dengan orang yang memiliki latar belakang ilmu berbeda dalam penyelesaian tugas belajar. Berdasarkan kondisi tersebut dikembangkan model konseptual Simple Case Project terintegrasi dengan Peer Learning Community dengan 8 sintaks yaitu: pengungkapan kasus nyata, analisis proyek, penentuan time schedule, penentuan job description, konsultasi berkala, uji coba, evaluasi hasil akhir dan publikasi. perlu adanya penelitian lanjutan untuk melihat keefektifan model dengan uji coba skala kecil maupun besar.
Literasi Digital: Dampak dan Tantangan dalam Pembelajaran Bahasa Yentri Anggeraini; Abdurrachman Faridi; Januarius Mujiyanto; Dwi Anggani Linggar Bharati
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi informasi secara pesat menuntut kita untuk memiliki kemampuan dasar berkaitandengan konsep digital itu sendiri. Kemampuan mencari sumber informasi yang bisa dipertanggungjawabkanmenjadi sangat penting ditengah percepatan teknologi digital saat ini. Dalam kontek literasi digital, setiaporang memerlukan kemampuan untuk bisa mengakses, menganalis, mencipta, melakukan refleksi, danbertindak menggunakan beraneka ragam perangkat digital, berbagai bentuk ekspresi , dan strategi dalamkomunikasi. Artikel ini menyajikan gagasan awal dampak literasi digital dan tantangan dalam pembelajaranbahasa terkait dengan penerapan literasi digital. Adapun dampak positif literasi digital dalam pembelajaranbahasa yaitu 1) untuk membantu proses pembelajaran, 2) untuk dapat membedakan sumber-sumber belajaryang benar, signifikan dan dapat memberikan manfaat, dan 3) untuk membuka peluang bagi guru agar lebih produktif dalam menciptakan media ajar digital. Selain itu, dalam penerapan digital literasi dalampembelajaran bahasa yaitu guru tidak sekedar memerlukan penguasaan kemampuan mengoperasikanperangkat digital dan lunak saja tetapi juga memerlukan keterampilan kompleks seperti keterampilanmemproduksi, keterampilan photovisul, keterampilan hipertekstualitas, keterampilan mengevaluasi informasi, dan keterampilan socio-emosional.
Desain Web-based Distance Learning: Model TPACK-in Practice untuk Meningkatkan Kesiapan Mengajar Mahasiswa Calon Guru Bahasa Inggris Agatha Lisa; Abdurrachman Faridi Faridi; Dwi Anggani Linggar Bharati; Mursid Saleh
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Mahasiswa calon guru saat ini tidak luput dari pengaruh perkembangan teknologi yang semakin pesat, khususnya dalam pemanfaatan fasilitas teknologi informasi dan komunikasi untuk pembelajaran. Mereka yang memiliki literasi teknologi yang baik bukan hanya mampu menguasai perangkat teknologi informasi dengan fitur-fitur terbaru, eye-catching, atau yang sedang booming, tetapi dapat juga memanfaatkan dan menggunakan teknologi secara tepat dan efektif dalam proses pengajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi model pengajaran dengan menggunakan kerangka TPACK sebagai upaya untuk mempersiapkan mahasiswa calon guru dalam memanfaatkan teknologi untuk mengajar di era revolusi industri 4.0, terutama pada masa darurat pandemi COVID-19. Dengan menggunakan pendekatan studi kasus, penelitian kualitatif ini mendeskripsikan penggunaan dan penerapan dari model pengajaran tersebut. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi kelas, interview, dan kajian dokumen tugas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui workshop yang diadakan secara online, 40 peserta dapat mendesain web-based distance learning yang kreatif dan inovatif. Mereka dapat menentukan berbagai macam aplikasi yang digunakan untuk menunjang kegiatan pengajaran dengan menyesuaikan beberapa aspek penting, seperti materi, tujuan pembelajaran, karakteristik, gaya belajar, dan kebutuhan siswa dalam mengembangkan keterampilan abad 21. Hasil wawancara menunjukkan bahwa mahasiswa tertarik dengan materi workshop yang disampaikan dan merasa puas dengan tugas kelompok yang diberikan. Namun demikian, ada beberapa tantangan dan kendala yang dihadapi peserta dalam menyelesaikan tugas workshop tersebut. Kata kunci: Web-based distance learning, TPACK-in Practice, kesiapan mengajar, mahasiswa calon guru. Abstract. Student-teacher candidates today do not escape the influence of increasingly rapid technological developments, especially in using information and communication facilities for learning. Those who have good technological literacy can master information technology with the latest, eye-catching, or booming features and utilize and use technology appropriately and effectively in the teaching process to achieve the expected learning objectives. Therefore, this study explores a teaching model using the TPACK framework to prepare student teacher candidates to use technology to teach in the era of industrial revolution 4.0, especially during the COVID-19 pandemic emergency. Using a case study approach, qualitative research describes the use and application of the teaching model. This study's data collection techniques used class observations, interviews, and review of assignment documents. The results showed that through an online workshop, 40 participants could design creative and innovative web-based distance learning. They can determine the various applications used to support teaching activities by adjusting several important aspects, such as materials, learning objectives, characteristics, learning styles, and student needs in developing 21st-century skills. The results of the interviews showed that they were interested in the workshop materials presented and were satisfied with the assigned group assignments. However, there were several challenges and obstacles faced by the participants in completing the workshop tasks. Key words: Web-based distance learning, TPACK-in Practice, teaching readiness, student teacher candidates.
Pengembangan Keprofesian Guru Bahasa Inggris Madrasah melalui Professional Learning Community Sayyidatul Fadlilah; Abdurrachman Faridi; Issy Yuliasri; Sri Wuli Fitriati
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) bagi guru madrasah, khususnya guru Bahasa Inggris di Madrasah Tsanawiyah (MTs), saat ini sedang mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya pemberian dana stimulan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) dari Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) yang didapatkan MGMP secara kompetitif melalui pengajuan proposal bantuan Block Grant Tahun Anggaran 2021 yang diseleksi secara bertahap dari tingkat lokal hingga nasional. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengekspos respon guru Bahasa Inggris terhadap dukungan pemerintah kepada Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) di Madrasah Tsanawiyah (MTs) untuk melaksanakan program kegiatan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB), 2) Mengekspos bagaimana program kegiatan PKB diimplementasikan oleh 2 MGMP Bahasa Inggris MTs di Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus Etnografi yang menggunakan paradigma interpretative, social constructivist, interactionist symbolic, dan participatory/emancipatory. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi di kelas pelatihan, Observasi di kelas pendampingan, wawancara, dan kajian dokumen pelaksanaan PKB pada 2 MGMP Bahasa Inggris MTs di Kota Semarang sebagai penerima Block Grant MGMP kemenag RI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 21 dari 21 guru (100%) MGMP Bahasa Inggris MTs Kota Semarang dan 23 dari 23 guru (100%) MGMP Bahasa Inggris MTs Kota Semarang 2 merespon secara positif Program PKB yang diselenggarakan oleh MGMP dengan skema anggaran dana stimulan MGMP dari Kemenag RI. Adapun Implementasi dari kegiatan PKB di 2 MGMP tersebut dilaksanakan dengan pola IN-ON-IN pada satu Unit Pembelajaran (UP) Wajib (Advertisement) dan UP Pilihan. . Kata kunci: Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB), Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Inggris, Pola Pelatihan dan Pendampingan IN-ON-IN Abstract. Continuous Professional Development (PKB) for madrasa teachers, especially English teachers at Madrasah Tsanawiyah (MTs), is currently receiving special attention from the government. This is evidenced by the provision of block grants for English Teacher Association (MGMP Bahasa Inggris) from the Ministry of Religious Affairs (MORA) of the Republic of Indonesia which MGMP obtained competitively through the submission of Block Grant assistance proposals for the 2021 Fiscal Year selected from local to national levels. This study aims to: 1) Expose the response of English teachers to government support for English Teacher Association (MGMP Bahasa Inggris) at Madrasah Tsanawiyah (MTs) to carry out a program of Continuous Professional Development (PKB), 2) Expose how the PKB program is implemented by 2 English Teacher Associations (MGMP Bahasa Inggris MTs Kota Semarang and MGMP Bahasa Inggris MTs Kota Semarang 2). This research employed an Ethnographic case study that uses interpretative, social constructivist, interactionist symbolic, and participatory/emancipatory paradigms. Data collection techniques in this study used observation in the training class, observation in the mentoring class, interviews, and documents from 2 English Teacher Associations. The results showed that 21 of the 21 (100%) English teachers from MGMP Bahasa Inggris MTs Kota Semarang and 23 out of 23 English teachers (100%) from MGMP Bahasa Inggris MTs Kota Semarang 2 responded positively to the PKB Program organized by English Teacher Association using the block grant from MORA. The implementation of PKB at 2 English Teacher Associations was carried out using the IN-ON-IN pattern in one Mandatory Learning Unit (UP) and Optional Learning Unit. Key words: Continuous Professional Development, English Teacher Association, IN-ON-IN pattern
Project Based Learning untuk Meningkatkan Keterampilan Speaking Mahasiswa Abad 21 Seftika Seftika; Januarius Mujiyanto; Abdurrachman Faridi; Zulfa Sakhiyya
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Globalisasi telah membawa perubahan dan tantangan tersendiri di berbagai bidang termasuk di bidang pendidikan. Program pembelajaran yang disusun harus dapat berselaras dengan pendidikan abad 21 yang menuntut setiap lulusan mampu berkompetisi dengan sejumlah keterampilan yang dipersyaratkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana project-based learning dapat meningkatkan keterampilan berbicara Bahasa Inggris mahasiswa dalam menghadapi era Pendidikan abad 21. Partisipan dalam penelitian ini adalah mahasiswa semester 4 program studi Pendidikan Bahasa Inggris di salah satu universitas swasta di Lampung, Indonesia. Penelitian ini menggunakan desain penelitian studi kasus deskriptif. Data penelitian diambil dari observasi selama kurang lebih 5 bulan. Kemudian sumber data juga berasal dari wawancara dengan 49 mahasiswa. Hasil penelitian menunjukan bahwa mahasiswa memberikan respon positif terhadap penggunaan project based learning. Pada mata kuliah speaking, project based learning dapat membantu mahasiswa untuk meningkatkan keterampilan berbicara dalam Bahasa Inggris serta meningkatakan keterampilan abad 21 yaitu berfikir kritis, menyelesaikan masalah, kreativitas, kemampuan berkomunikasi, kemampuan menggunakan media teknologi, dan kemampuan untuk berkerja sama. Kata kunci: Keterampilan abad 21, Project based learning, Speaking. Abstract. Globalization has brought its own changes and challenges in various fields including education. Every learning program that is prepared must be in harmony with 21st century education which requires every graduate to be able to compete with a number of required skills. This study aims to find out how project-based learning can improve students' English-speaking skills in facing the era of 21st century education. The participants in this study were 4th semester students of the English Education study program at a private university in Lampung, Indonesia. This research used a descriptive case study research design. The research data was taken from observation for approximately 5 months. Then, the data sources were obtained from interviews with 49 students. The results showed that students have positive response toward the implementation of project-based learning. In the speaking class, project-based learning can help students to improve their speaking skills in English and improve 21st century skills, namely critical thinking, problem solving, creativity, communication skills, media technology skills, and collaboration. Key words: 21st -century skills, Project based learning, Speaking
Pemanfaatan Aplikasi Synchronous dan Asynchronous Pada Pembelajaran Bahasa Inggris: Perspektif dan Urgensi Mahasiswa Pada Fenomena Pendidikan Abad 21 Isnaini Eddy Saputro; Abdurrachman Faridi; Mursid Saleh; Frimadhona Syafri
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aplikasi Synchronous dan Asynchronous adalah alat atau fitur yang digunakan untuk mengakses sumber pembelajaran oleh mahasiswa dan pengajar di abad 21. Beberapa fitur synchronous dan asynchronous yang digunakan dalam proses pembelajaran Bahasa Inggris di pendidikan abad 21. Tujuan dari penilitian ini adalah untuk menjelaskan persepektif dan urgensi mahasiswa dari pemanfaatan teknologi pada pembelajaran Bahasa Inggris di abad 21. Penelitian ini menggunakan deskripsi kualitatif untuk menjelaskan persepsi dan urgensi 26 mahasiswa di Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kota Sorong. Pendistribusian angket berupa kuisioner yang berjumlah 20 pernyataan melalui Google Form untuk mendapatkan respon mahasiswa terkait tujuan penelitian ini. Hasil penelitian menyebutkan bahwa adanya pembelajaran Bahasa Inggris menggunakan aplikasi synchronous dan Asynchronous sangat menyenangkan dan menimbulkan rasa percaya diri. Mahasiswa sangat terbantu untuk belajar Bahasa Inggris. Mahasiswa dengan mudah mengakses banyak materi dan informasi saat menggunakan Google, YouTube, E-Mail, dan grup WhatsApp. Penggunaan Zoom, dan Google Meet sangat menyenangkan dan mendukung mahasiswa secara keseluruhan bisa menyampaikan opini, ide, serta pembelajaran bahasa Inggris mampu menumbuhkan berpikir kritis dan kreativitas mahsiswa dalam membuat video pembelajaran Bahasa Inggris untuk keterampilan berbicara.
Implementasi Project Based Learning dalam pengajaran mata kuliah English for Specific Purpose pada masa pandemi Covid-19 Novita Eka Tristiana; Rudi Hartono; Abdurrachman Faridi; Sri Wuli Fitriati
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Project based learning sebagai metode pembelajaran yang bisa digunakan untuk mengeksplorasi kemampuan mahasiswa dengan berbagai proyek yang diberikan dalam pembelajaran. Penelitian-penelitian sebelumnya menemukan bahwa project based learning merupakan metode yang tepat dan efektif dalam perkuliahan English for specific purpose (ESP) . ESP merupakan salah satu mata kuliah yang ada di dalam program studi bahasa inggris yang memiliki tujuan untuk membekali siswa dengan pengetahuan tentang konsep dan penggunaan bahasa Inggris untuk tujuan tertentu seperti bahasa Inggris untuk sains dan teknologi, sekolah kejuruan, bisnis, dll. Sehingga, tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskrisikan implementasi PjBL dalam mata kuliah ESP pada masa pandemi Covid-19 dan untuk mengetahui persepsi mahasiswa terhadap implementasi PjBL dalam mata kuliah ESP pada masa pandemic Covid-19. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yakni studi kasus deskriptif. Penelitian ini dilakukan pada mata kuliah English for Specific Purposes. 34 mahasiswa semester tujuh program Studi Bahasa Inggris di sebuah universitas di Lampung, Indonesia yang mengambil mata kuliah ESP berpartisipasi dalam penelitian ini. Proses perkuliahan menggunakan Google Classroom dan Google Meet karena penelitian ini dilakukan pada masa pandemi Covid-19 pada semester gasal tahun ajaran 2021-2022.Untuk memperoleh data, peneliti menggunakan teknik pengumpulan data, antara lain; wawancara, dokumen dan kuesioner. Kemudian, enam siswa berpartisipasi dalam wawancara penelitian. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa implementasi project-based learning pada mata kuliah English for specific purpose berjalan dengan baik dan seluruh mahasiswa mampu mengerjakan dan mempresentasikan hasil karya dari proyek mereka. Kemudian, mahasiswa juga memiliki persepsi yang baik terhadap metode project based learning dalam pembelajaran English for specific purpose. Abstract: Project based learning as a learning method that can be used to explore student abilities with various projects given in learning. Previous studies have found that project-based learning is an appropriate and effective method in English for specific purpose (ESP) lectures. ESP is one of the courses in the English study program which aims to equip students with knowledge of the concepts and use of English for specific purposes such as English for science and technology, vocational schools, business, etc. Thus, the purpose of this study is to describe the implementation of PjBL in ESP courses during the Covid-19 pandemic and to determine student perceptions of PjBL implementation in ESP courses during the Covid-19 pandemic. The research design used in this study is a descriptive case study. This research was conducted in the English for Specific Purposes course. 34 seventh semester students of the English Studies program at a university in Lampung, Indonesia who took ESP courses participated in this study. The lecture process uses Google Classroom and Google Meet because this research was conducted during the Covid-19 pandemic in the odd semester of the 2021-2022 academic year. To obtain data, researchers used data collection techniques, including; interviews, documents and questionnaires. Then, six students participated in the research interview. The results of this study indicate that the implementation of project-based learning in English for specific purpose courses is going well and all students are able to work on and present the work of their projects. Then, students also have a good perception of the project-based learning method in learning English for specific purposes.
Pre-Service Teachers’ Opinion about Using Digital Storytelling as a Tool to Learn Speaking Skills Endang Sulistianingsih; Januarius Mujiyanto; Abdurrachman Faridi; Sri Wuli Fitriati
International Conference on Science, Education, and Technology Vol. 8 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract. Many studies have discussed effective instructions for teaching speaking skills, but very few studies that explored students' preferences regarding the appropriate instruction for improving their speaking skills. This paper tries to fill the research gap by finding out the student's opinions on the use of digital storytelling for their speaking skills instruction. This study recruited 28 pre-service teachers to be participants. A qualitative approach was employed to answer the problems in this study. The findings were derived from analyzing the pre-service teacher’s opinions through observations and interviews. The findings revealed that most pre-service teachers feel satisfied with using digital storytelling to learn speaking skills. Moreover, those pre-service teachers presume that speaking was no longer boring activity, it became both fun and challenging and develop their digital literacy. The study suggests that the activities during creating a digital storytelling project should be well prepared.
A Story of Readers’ Characteristics and Text Preferences in Reading Time Mega Mulianing Maharani; Abdurrachman Faridi; Dwi Rukmini; Sri Wuli Fitriati
International Conference on Science, Education, and Technology Vol. 8 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract. This qualitative study investigated 20 students as readers on a certain university in Semarang who joined reading class at a certain semester. The purpose of the study was to share the readers’ characteristics and their text preferences in reading time. The researchers examined the readers’ characteristics (socio-economic status and gender) and text preferences (animation, non-animation, printed and digital) used in accompanying their reading time. Female and male students who came from different socio-economic status read differently in their reading time. They had different preferences in choosing text. Female and male students had different preferences in choosing animation and non-animation texts. Printed and digital texts were also classified to be different choice for female and male students. Implications include how to mediate students with the most dominant text preferences in facilitating their reading time. The text selection can accommodate the success of reading activities.
Investigating the Need of Students in Developing a Model of Web 2.0-Based Extensive Listening Materials Surti Milarisa; Abdurrachman Faridi; Rudi Hartono; Frimadhona Syafri
International Conference on Science, Education, and Technology Vol. 8 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Learning English especially for listening is still considered as challenging area. It is due to the unavailability of suitable material of listening which is in accordance to the students’ needs. Moreover, students face the difficulty in listening, because they have no sufficient background about listening in their previous school. Therefore listening remains untouched in English teaching. Moreover, this study attempts to investigate the need analysis in developing a model of web 2.0-based Extensive Listening (EL) materials by students' need. This study applied a descriptive qualitative method in analyzing data. The questionnaires was used for collecting the data from 68 students in English Department in Berau, East Kalimantan. The results showed that 82.2% students chose the authentic materials for learning extensive listening. The finding also showed that the 86.9% students agree with web-based as a tool for extensive listening. The most of students chose fiction as a material for EL as Listening for pleasure learning. The students need to listen several of activities of listening; for instance: folklores such as history of the kingdom from the education web.