Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Nilai-Nilai Pendidikan dan Kebersamaan dalam Tradisi Perayaan Isra Mikraj di Kecamatan Krian Didit Darmawan; Solchan Ghozali; Ella Anastasya Sinambela; Arif Rachman Putra; M. Sifa Fauzi Yulianis; Uswatun Chasanah; Suwito Suwito
Jurnal Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 1 (2022): Jurnal Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (NALA)
Publisher : Jurnal Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui Posyandu Lansia di Desa Pekauman, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo, bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup lansia dengan mengatasi masalah kesehatan, sosial, dan psikologis yang mereka hadapi. Posyandu Lansia memberikan layanan pemeriksaan kesehatan rutin serta edukasi untuk meningkatkan pemahaman lansia dan masyarakat tentang perawatan kesehatan yang tepat. Metode yang digunakan adalah pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat dalam perencanaan dan pelaksanaan kegiatan. Hasil dari pelaksanaan program menunjukkan peningkatan jumlah kunjungan lansia ke Posyandu, peningkatan pengetahuan tentang kesehatan, serta penguatan solidaritas sosial melalui aktivitas bersama. Meskipun dihadapkan dengan tantangan seperti keterbatasan fasilitas dan alat medis, program ini menunjukkan efek positif terhadap kesehatan dan kesejahteraan lansia. Pengembangan lebih lanjut direkomendasikan untuk meningkatkan fasilitas dan kolaborasi dengan layanan kesehatan yang lebih besar.  
Studi Tentang Pemahaman Guru Smp Mengenai Asesmen Autentik Solchan Ghozali; Abd. Rohman Wahid; Joko Prasetyo; Mochamad Irfan; Mila Hariani; Yusuf Rahman Al-Hakim; Dwi Sembe Sigita
Jurnal Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 2 (2022): Jurnal Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (NALA)
Publisher : Jurnal Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asesmen autentik adalah salah satu bentuk dari pengukuran keterampilan proses peserta didik di pembelajaran oleh guru yang mencakup semua aspek, yaitu aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Asesmen bentuk ini dirasa oleh beberapa guru lebih sulit untuk diterapkan. Permasalahan yang dihadapi adalah guru kurang terampil untuk menerapkan bentuk asesmen ini di proses pembelajaran. Tulisan ini adalah laporan mengenai studi mengenai tingkat pemahaman guru tentang asesmen autentik. Instrumen pelaksanaan kegiatan ini meliputi instrumen berupa daftar pertanyaan yang bentuknya berupa pretest dan posttest. Ada juga bentuk kuesioner yang bertujuan untuk memperoleh respon guru terhadap penerapan metode asesmen autentik. Pelaksanaan pengabdian ini meliputi beberapa tahap, yaitu penyampaian pretest, sosialisasi pemahaman, bentuk dan contoh asesmen autentik, praktek pengembangan dan penyusunan asesmen autentik; penyajian hasil; dan posttest. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa terdapat perbedaan skor skor pemahaman konsep asesmen yang berasal dari hasil sosialisasi kepada guru berdasarkan hasil pretest dan post test. Nilai rata-rata pretes tergolong rendah sebesar 44,86, dan nilai rata-rata postest 71,44 di kategori cukup sehingga kegiatan sosialisasi asesmen autentik dapat diterima dengan baik oleh guru.  
Efektivitas Konseling Kelompok untuk Mengatasi Permasalahan Kepercayaan Diri Pada Siswa Solchan Ghozali; Didit Darmawan; Ridwan Rahmawan; Yusran Mohamad; Saifuddin Isnani; Lutfi Yustyanto Sulaiman; Aziz Wardhana Sopyan
Jurnal Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 1 (2024): Jurnal Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (NALA)
Publisher : Jurnal Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepercayaan diri siswa merupakan elemen penting untuk mendukung keberhasilan mereka baik secara akademik maupun sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan literature review untuk menganalisis efektivitas konseling kelompok untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa. Hasil kajian menunjukkan bahwa konseling kelompok bekerja melalui mekanisme seperti catharsis, self-reflection, dan modeling, yang membantu siswa mengatasi rasa tidak percaya diri, meningkatkan keterampilan sosial, dan membangun kepercayaan diri secara bertahap. Dukungan sosial dalam konseling kelompok memberikan siswa rasa diterima dan dihargai sehingga mempercepat proses perubahan psikologis. Namun, penelitian ini juga mengidentifikasi tantangan utama, seperti kurangnya pelatihan konselor, keterbatasan waktu dan sumber daya, serta resistensi siswa. Penelitian ini merekomendasikan pelatihan literasi kelompok bagi konselor, dukungan yang memadai dari pihak sekolah, dan pendekatan berbasis bukti untuk meningkatkan efektivitas layanan konseling kelompok di sekolah. Dengan strategi yang tepat, konseling kelompok dapat menjadi alat yang sangat efektif untuk membangun generasi yang percaya diri dan mampu menghadapi tantangan kehidupan.
Literasi Digital Sebagai Pilar Peningkatan Kualitas Pendidikan Modern Rafadi Khan Khayru; Solchan Ghozali; Didit Darmawan; Arif Rachman Putra; Samsul Arifin; Fachruddin Arrozi; Bagus Firmansyah; Busro Muhammad Al Mursyidi
Jurnal Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 2 (2024): Jurnal Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (NALA)
Publisher : Jurnal Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Literasi digital telah menjadi kebutuhan mendasar dalam masyarakat modern yang semakin tergantung pada teknologi. Namun, tantangan seperti kesenjangan akses teknologi, kurangnya pelatihan pendidik, dan minimnya integrasi kurikulum berbasis digital, menciptakan hambatan signifikan dalam pengembangan literasi digital. Kajian ini menganalisis literatur untuk memahami isu-isu utama dalam literasi digital, termasuk peran pendidikan, dampak sosial-ekonomi, dan tantangan infrastruktur. Literasi digital menjadi kemampuan teknis, dan mencakup pemikiran kritis, evaluasi informasi, dan etika digital, yang diperlukan untuk menghadapi tantangan era informasi. Di sektor pendidikan, literasi digital memungkinkan pembelajaran berbasis teknologi yang interaktif dan efektif, sementara di sektor ekonomi, literasi ini membuka peluang kerja dan kewirausahaan berbasis digital. Meskipun demikian, kesenjangan digital tetap menjadi penghalang utama, terutama di daerah terpencil. Kajian ini merekomendasikan strategi yang tepat seperti pengembangan infrastruktur, pengembangan kompetensi, penguatan kolaborasi lintas sektor, dan penyediaan konten digital yang relevan. Literasi digital meningkatkan kemampuan individu, dan berkontribusi pada pembangunan sosial dan ekonomi yang inklusif. Dengan upaya kolektif, literasi digital dapat menjadi pilar transformasi masyarakat menuju masa depan yang lebih adil dan berkelanjutan. Dengan pendekatan studi literatur, kajian ini menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menciptakan program literasi digital yang inklusif dan relevan. Hasilnya menunjukkan bahwa literasi digital meningkatkan kualitas pendidikan dan memberdayakan masyarakat untuk beradaptasi dengan tuntutan era digital
Model Pembelajaran Berpengaruh Dalam Berpikir Kritis Pada Peserta Didik Mahbubah Lihani Hibatullah; Eli Masnawati; Solchan Ghozali
AL-MIKRAJ Jurnal Studi Islam dan Humaniora (E-ISSN 2745-4584) Vol. 5 No. 2 (2025): AL-Mikraj Jurnal Studi Islam dan Humaniora
Publisher : Pascasarjana Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/almikraj.v5i2.6717

Abstract

Learning model aims to build a learning atmosphere that supports and is in line with learning styles of students. Based on the results initial analysis conducted in class 5 MI Darul Ulum Tambakrejo Waru Sidoarjo, that teacher center learning using traditional learning methods. This situation causes students to not have critical thinking skills. The solution to dealing with this problem is through the application project-based learning model. The purpose writing is to provide analysis results related to the influence learning models on critical thinking skills in students. The type of research used is using quasi-experiments. The results calculation average percentage of students' pretests before using the PJBL model obtained score of 51.8% or were in "Low" category. While the results calculation average percentage of students' pretests after implementing the PJBL learning model obtained score 76.1% in the "High" category. The results calculation average percentage of students' pretests using the conventional model obtained score 51.6% or were in the "Low" category. Meanwhile, the results calculation average percentage of students' pretests on the use of conventional models obtained value 71.3% in the "High" category. The conclusion drawn is that increasing critical thinking skills can be improved by using learning models.
Implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Kurikulum Merdeka dalam Meningkatkan Pembentukan Karakter Peduli Lingkungan Siswa di MINU Waru 1 Sidoarjo Nazilatul Auliyah; Nelud Darajaatul Aliyah; Solchan Ghozali
AL-MIKRAJ Jurnal Studi Islam dan Humaniora (E-ISSN 2745-4584) Vol. 5 No. 2 (2025): AL-Mikraj Jurnal Studi Islam dan Humaniora
Publisher : Pascasarjana Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/almikraj.v5i2.6918

Abstract

The implementation of the Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5) in the Independent Curriculum is an effort to build student character by providing students with opportunities to gain knowledge through direct experience. This study aims to describe the implementation of Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5) Independent Curriculum in improving the environmentally caring character of students at MINU Waru 1. Data collection techniques used interviews, observations and documentation. The results of the study indicate that the Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5) can improve students' environmentally conscious character with the existence of recycling project activities and teacher strategies that are implemented can bring about changes in students' mindsets towards items that can pollute the environment, and increase students' awareness of the environment around them. The conclusion in this study, the Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5) provides students with the opportunity to gain knowledge through direct experience so that it can improve students' environmentally conscious character.