Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS PENERAPAN ACCESS POINT DALAM RENTANG FREKUENSI 2400 – 2500 MHz DI BALMON KELAS II PONTIANAK Tomy Aswin; Fitri Imansyah; F. Trias Pontia W; Jannus Marpaung; Redi Ratiandi Yacoub
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 9, No 2: Juli 2021
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v9i2.51176

Abstract

Access Point merupakan node yang telah dikonfigurasi secara khusus pada sebuah WLAN (Wireless Local Area Network). fungsi access point adalah sebagai Hub/Switch yang bertindak untuk menghubungkan jaringan lokal dengan jaringan wireless/nirkabel para client. Pengukuran dilakukan dengan pemasangan antena yang berfungsi sebagai penerima pada rentang frekuensi wifi 2.4 GHz-2.5 GHz. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi penggunaan frekuensi 2.4 GHz dalam keperluan internet wireless di Balai Monitoring Spektrum Frekuensi Radio Kelas II Pontianak. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan datanya dengan melakukan in-depth interview kepada Balai monitoring. teknologi sinyal yang diaplikasikan, level sinyal (dBm) dan titik access point pengambilan data menggunakan Spectrum Analyzer (SPA) dan software wifi analyzer dari handphone. dimana dilantai 1 before terdapat area blank spot di ruangan lobby lantai bawah. Access point dilantai 1 before terletak di ruangan tata usaha dan ruangan kepala kantor. Dan hasil pengukuran after dilantai 1 terdapat 1 penambahan access point di ruangan lobby lantai 1 SSID nya RUANG_KABALMON. Di lantai 2 before terdapat area blank spot di ruangan kasi pemantauan dan penertiban (Pantib), ruang operator, ruang lobby lantai atas dan ruang rapat balmon. Access point lantai 2 terletak di ruangan staf pemantauan dan penertiban (Pantib) dan ruang staf sarana dan pelayanan (Sarpel). Dan hasil pengkuran lantai 2 after terdapat 2 penambahan access point yaitu di ruangan staf pantib SSID nya PANTIB2020 jadi di ruang staf pantib terdapat 2 perangkat  access point dan 1 access point lagi yang berada di ruang lobby atas SSID nya RUANG-RAPAT-BALMON.  Penambahan access point dikarenakan adanya terdapat area blank spot, fungsi utama dari access point sebagai pemancar sinyal internet. Penyebaran access point mempengaruhi kualitas sinyal wifi disetiap ruangan Balai Monitoring Spektrum Frekuensi Radio Kelas II Pontianak. Kualitas layanan sangat berpengaruh terhadap jarak pemancar terhadap penerima, semakin jauh jarak yang digunakan berbanding lurus dengan kualitas layanan.
Sistem Monitoring Rekayasa Kecerahan Ikan Arwana Aditya Rizky Wildani; Jannus Marpaung; Leonardus Sandy Ade Putra; Fitri Imansyah; Redi Ratiandi Yacoub
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 10, No 1: Januari 2022
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v10i1.52392

Abstract

Salah satu faktor penting dalam pemeliharaan ikan Arwana di aquarium adalah aspek kualitas air yang tergambar pada beberapa parameter fisik antara lain suhu dan derajat keasaman (pH), yang secara langsung mempengaruhi pertumbuhan dan daya tahan ikan Arwana. Maka, perlu melakukan pemantauan secara intensif yakni dengan merancang alat monitoring parameter air menggunakan teknologi ESP32. Tujuan penelitian ini merancang sensor parameter air menggunakan teknologi ESP32 dan meningkatkan warna ikan Arwana super red, untuk mengetahui keberhasilan dari penelitian ini maka peningkatan warna ikan Arwana super red akan di skala warna berdasarkan kecerahan dan di bandingkan dengan ikan pembanding arwana super red, dimana hasil skala warna ikan yang di berikan penyinaran naik 17 skala pada bagian sisik sedangkan untuk bagian pipi naik 9 skala dan untuk rata-rata hasil data yang keluar dari sensor dengan dua parameter air adalah suhu 27.33 ℃ dan pH 6.85.
ANALISIS QOS (QUALITY OF SERVICE) PADA LAYANAN VOD (VIDEO ON DEMAND) USEETV JARINGAN INDIHOME DI KOTA BENGKAYANG Delsy Zarnavannie Sagita; Fitri Imansyah; F. Trias Pontia W; Jannus Marpaung
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 8, No 2: Juli 2020
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v8i2.44110

Abstract

Video on Demand merupakan fitur pada layanan UseeTv IndiHome yang diluncurkan PT.Telekomunikasi Indonesia, Tbk berbasis Internet Protocol. Video on Demand merupakan penyedia layanan yang memungkinkan pelanggan untuk dapat melakukan perekaman, penyimpanan dan penayangan kembali acara televisi tertentu. Untuk mendapatkan kinerja yang baik, maka layanan ini membutuhkan bandwidth yang cukup besar. Teknologi Gigabyte-Capable Passive Optical-Network (GPON) menjadi teknologi yang dapat mendukung layanan ini. Dalam layanan UseeTv, aktivitas kecepatan transfer data sangat mempengaruhi laju trafik agar menghasilkan parameter (QoS) Quality of Service yang baik. Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah membandingkan kualitas kecepatan transfer data pada paket IndiHome saat menggunakan fitur Video on Demand dengan menggunakan aplikasi wireshark berdasarkan parameter throughput, packet loss, delay dan jitter. Penelitian ini membahas tentang analisis kualitas kecepatan transfer data pada layanan UseeTV IndiHome di Kota Bengkayang berdasarkan parameter Quality of Service pada layanan IndiHome menggunakan aplikasi Wireshark, dari hasil penelitian ini merupakan data pengukuran QoS pada layanan IndiHome per masing-masing layanan 10 Mbps, 20 Mbps, dan 50 Mbps. Keunikan dari tugas akhir ini adalah pengambilan layanan sampel penelitian khususnya beberapa cafe yang menggunakan 10 Mbps atau 20 Mbps dengan 2 jalur layanan sebagai backup saat terjadi gangguan pada salah satu jalur layanan sebagai upaya kestabilan layanan sistem koneksi internet di cafe tersebut. Dari semua rekapitulasi kualitas kecepatan transfer data pada paket 10 Mbps, 20 Mbps dan 50 Mbps pada UseeTv IndiHome dapat disimpulkan bahwa nilai setiap parameter Quality of Service dapat berbeda-beda pada setiap paket yang meliputi kategori buruk, sedang, bagus dan sangat bagus walaupun pada paket yang sama.
RANCANG BANGUN ANTENA KALENG (WAVEGUIDE) DALAM MENINGKATKAN SINYAL 4G PADA WIFI ADAPTER SEBAGAI PENUNJANG BELAJAR MENGAJAR DI DESA SIAK Fajar Ramadhani; Fitri Imansyah; Leonardus Sandy Ade Putra; Jannus Marpaung; Eka Kusumawardhani
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 10, No 1: Januari 2022
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v10i1.52394

Abstract

Salah satu sistem komunikasi yang merupakan andalan bagi terselenggaranya integrasi sistem telekomunikasi secara global adalah sistem komunikasi nir-kabel. Teknologi nirkabel banyak digunakan oleh masyarakat karena harganya yang sangat terjangkau. Tingginya kebutuhan internet pada perkembangan zaman pada saat ini untuk menunjang efektifitas dan efisiensi pengguna terutama pada saat ini dunia khususnya Indonesia sedang  dilanda musibah corona virus19 (covid19) yang mengharuskan semua menghentikan aktifitas normal, sehingga aktifitas bekerja sekolah maupun perkuliahan mahasiswa yang biasanya dilakukan tatap muka diganti secara daring (dalam jaringan) yang dilakukan dari rumah masing-masing. Akan tetapi perkembangan informasi tersebut tidak dapat dirasakan bagi masyarakat khususnya yang tinggal di area sinyal yang tidak stabil, sehingga sangat mengganggu aktifitas belajar mengajar mahasiswa yang di lakukan secara daring karena sulitnya mengakses jaringan internet di area yang tidak stabil tersebut khususnya di Desa Siak Kampung Jawa tengah. Tujuan penelitian ini untuk merancang dan mengiplementasikan antena kaleng di desa siak kampung jawa tengah supaya berguna bagi masyarakat disana sebagai penunjang akses belajar mengajar di masa pandemi ini. Hasil dari pengukuran antena Kaleng dilakukan pada lokasi yang telah ditetapkan, lokasi yang telah ditetapkan berjarak 5 hingga 7 km dari lokasi BTS Telkomsel, XL dan Smartfren dengan asumsi di lokasi tersebut masih bisa menerima sinyal 4G namun level dayanya sangat rendah dan tidak dapat menerima sinyal internet dengan baik jika menggunakan antena Kaleng dapat menerima sinyal internet yang cukup. Antena Kaleng digunakan sebagai penguat jaringan internet dengan dengan mengubah jaringan GSM yang berfrekuensi 1850 MHz menjadi sinyal Mi-Fi yang berfrekuensi 2415 MHz. Pada saat pengujian kecepatan internet menggunakan aplikasi Speedtest untuk mendapatkan nilai parameter RSSI, jitter, download dan upload. Hasil dari pengukuran menggunakan aplikasi Speedtest dengan ketinggian 10 meter dari 3 kartu yang berbeda Telkomsel, XL dan Smartfren. Nilai parameter menggunakan kartu Telkomsel pada antena Kaleng Ping  sebesar 54ms dengan nilai jitter 4 ms  kecepatan download sebesar 34,0Mbps dan kecepatan upload 0,66 Mbps, nilai parameter menggunakan kartu XL pada antena Kaleng, Ping  sebesar 83ms dengan nilai jitter 137 ms  kecepatan download sebesar 4,23Mbps dan kecepatan upload 0,06 Mbps, dan nilai parameter menggunakan kartu Smartfren pada antena Kaleng , Ping  sebesar 60ms dengan nilai jitter 69ms  kecepatan download sebesar 19,2Mbps dan kecepatan upload 0,15Mbps.
ANALISIS KINERJA KOMUNIKASI MODUL TRANSCIVER ESP32 PADA FREKUENSI 2,4 GHz YANG AKAN DI TERAPKAN PADA JARINGAN IoT Muhammad Syamsuddin; Fitri Imansyah; Jannus Marpaung; Redi Ratiandi Yacoub; F. Trias Pontia W
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 10, No 1: Januari 2022
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v10i1.52637

Abstract

Salah satu faktor penting dalam pemeliharaan ikan di akuarium adalah pemberian pakan yang teratur, yang secara langsung mempengaruhi pertumbuhan dan daya tahan ikan. Maka, perlu melakukan pemberian pakan secara intensif yakni dengan merancang alat pemberian pakan yang bisa dilakukan dari mana saja dan kapan saja dengan menggunakan teknologi ESP32. Tujuan penelitian ini merancang perangkat pemberian pakan untuk ikan di akuarium menggunakan teknologi ESP32, untuk mengetahui keberhasilan dari penelitian ini maka di lakukan pengukuran dari jarak 1 – 100 meter di laboratorium telekomunikasi dan di lakukan juga dengan jarak jauh mengunakan aplikasi blynk. Nilai RSSI yang rata 54,7 dBm dengan SSID Untan dan Pengoprasian feeding case dapat di lakukan dengan menggunakan aplikasi Blynk sehinggah lebih memudahkan pengopasian sistem lebih optimal dalam pemberian pakan.
ANALISIS QUALITY OF SERVICE PADA JARINGAN ICONNET MENGGUNAKAN APLIKASI WIRESHARK Nova Argita Damayanti; Fitri Imansyah; Leonardus Sandy Ade Putra; Jannus Marpaung; F. Trias Pontia W
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 10, No 1: Januari 2022
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v10i1.55591

Abstract

Iconnet merupakan layanan internet dengan jaringan Fiber Optic yang handal. Solusi konektifitas yang diberikan berupa komunikasi data yang menghubungkan lokasi pelanggan di berbagai wilayah Indonesia. Aktivitaskecepatan transfer data sangat mempengaruhi laju trafik agar menghasilkan parameter (QoS) Quality of Service yang baik. Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah membandingkan kualitas kecepatan transfer data pada paket Iconnet pada saat melakukan Video Call dan   bermain Game Online dengan menggunakan aplikasi wireshark berdasarkan parameter throughput, packet loss, delay dan jitter. Penelitian ini dilakukan di Kota Pontianak, dan datadiambil   di 3 waktu yaitu pagi hari,siang hari dan sore hari. Kualitas kecepatan transfer data tersebut di ujimenggunakan aplikasi wireshark dengan cara menghubungkan laptop ke wifi pada setiap rumah pelanggan Iconnet melalui aktivitas internet pada saat melakukan Video Call dan bermain Game Online. Kualitas jaringan di sore hari merupakan titik waktu lalu lintas jaringan sangat padat atau traffic pada jaringan penuh (full traffic) yang dimana banyak pengguna pada saat jam-jam tersebut. Kualitas kecepatan transfer data dinilai dengan angka 1 s/d 5, angka 1 merupakan hasil terburuk, sedangkan angka 5 merupakan hasil terbaik. Dari semua rekapitulasi kualitas kecepa tan transfer data pada paket 10 Mbps, 20 Mbps dan 50 Mbps dapat disimpulkan bahwa nilai setiap parameter Quality of Service berbeda-beda pada setiap paket, pada parameter packet loss 20 mbps user Tasya bernilai 0,34%, Jesica bernilai0,8% dan Aris bernilai 0,96%, hal ini berarti walaupun besar paketnya sama tidak menjamin bahwa kualitas kecepatan transfer data nya juga sama.
ANALISIS KINERJA MODUL TRANSCEIVER SX1278 PADA SISTEM MONITORING DENGAN MODEL JARINGAN STAR Mochamad Setya Fajar; Fitri Imansyah; Jannus Marpaung
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 9, No 2: Juli 2021
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v9i2.48524

Abstract

Modul Transceiver SX1278, yaitu sebuah modul seri LoRa (Long Range) dengan kualitas tinggi, seperti penggunaan daya rendah, tahan interferensi, serta jangkauan komunikasi yang jauh. Pada penelitian ini menggunakan modul Transceiver SX1278 untuk menampilkan kinerja komunikasi dengan parameter-parameter transmisi, yaitu spreading factor, bandwidth, dan coding rate terhadap hasil performansi, yaitu RSSI (Received Signal Strength Indicator), SNR (Signal to Noise Ratio), PDR (Packet Delivery Ratio), PLE (PathLoss Exponent), dan ToA (Time on Air) dengan kondisi LOS dan NLOS serta hasil implementasi sistem monitoring pada model jaringan star dengan 4 perangkat node mengirimkan data ke 1 perangkat sentral. Pada pengujian komunikasi modul SX1278 terdapat perubahan hasil performansi, yaitu pada spreading factor, jarak jangkauan semakin panjang, namun hasil RSSI dan SNR yang dihasilkan berkurang dan memperpanjang hasil ToA. Pada bandwidth, hasil RSSI bertambah dan memperpendek hasil ToA, namun jarak jangkauan semakin pendek. Pada coding rate, jarak jangkauan tidak berubah dan ToA semakin bertambah, namun hasil RSSI bertambah serta hasil SNR berkurang pada komunikasi LOS dan bertambah pada komunikasi NLOS. Hasil PDR pada ketiga parameter menghasilkan rasio 100% atau semua data dapat diterima dengan baik, namun pada kondisi tertentu menghasilkan rasio 93% serta hasil PLE pada kondisi LOS dan NLOS berupa free space dan shadowed urban area. Hasil implementasi sistem monitoring jaringan star yang terdiri dari 1 perangkat sentral dan 4 perangkat node dengan data sensor yang berbeda, yaitu data suhu dan kelembaban, data deteksi suara, data deteksi pergerakan, dan data deteksi gas CO. Pada hasil implementasinya, keempat data sensor dari masing-masing node dapat dibaca dengan baik oleh sentral meskipun ditempatkan dilokasi yang berbeda yang membentuk jaringan star.
IDENTIFIKASI PENGUKURAN INTENSITAS RADIASI GELOMBANG ELEKTROMAGNETIK PEMANCAR RADIO DAN PENGARUH TERHADAP KESEHATAN MANUSIA Jecksen Fresley; Fitri Imansyah; F. Trias Pontia W; Redi Ratiandi Yacoub; Jannus Marpaung
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 11, No 1: Januari 2023
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v11i1.62999

Abstract

Perkembangan radio dimulai dari penemuan phonograph (gramofon), yang juga bisa digunakan memainkan rekaman, oleh Edison pada tahun 1877. Setiap stasiun pemancar memiliki kekuatan pemancar (daya) tersendiri, penentuan kekuatan pemancar ditentukan oleh pihak stasiun radio berdasarkan jumlah penduduk atau pemirsa radio dan luas wilayah, Namun tidak dapat dipungkiri bahwa pancaran gelombang lektromagnetik dapat berpengaruh terhadap kesehatan manusia.Bahan penelitian yang digunakan yaitu berupa pendekatan metode pengukuran nilai intensitas radiasi gelombang elektromagnetik pada pemancar Radio yang berada pada di kota Pontianak. Mengukur nilai intensitas radiasi gelombang elektromagnetik pada Pemancar Radio menggunakan alat Radiation Elektromagnetik Detector.Hasil Pengukuran Pada pemancar Radio Duta Kharisma Pontianak nilai E-field (V/m) untuk jarak 10-30 meter maksimal nilainya 2, Radio Volare dan Gita Kenari Ceria maksimal nilainya 2, Radio Diah Rosanti maksimal nilainya 5, Radio Suara Manusa Indah maksimal nilainya 3, Radio Swara Mas Mujahidin maksimal nilainya 2 dan RRI Pontianak maksimal nilainya 3.Besar pancaran radiasi dari berbagai lokasi adalah mulai dari 1 V⁄m paling kecil terukur sampai 5 V⁄m paling besar terukur, nilai dari rata rata pada seluruh antena pemancar radio FM yang ada di kota Pontianak memiliki standarisasi aman sesuai dari standar lembaga WHO yaitu ICNIRP yaitu 28 V/m-1 untuk frekuensi 100-400 MHz.
ANALISIS QUALITY OF SERVICE JARINGAN INTERNET 4G PROVIDER AXIS UNTUK MENDUKUNG PEMBELAJARAN DARING DI KOTA PONTIANAK Muhammad Angga; Redi Ratiandi Yacoub; Jannus Marpaung; Elang Derdian Marindani; Fitri Imansyah
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 11, No 1: Januari 2023
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v11i1.66618

Abstract

Ketersediaan internet menjadi mutlak pada era serba digital seperti saat ini. Kebutuhan akan informasi yang cepat membuat internet sangat penting, kebutuhan tersebut harus didukung dengan adanya internet yang selalu tersedia dan stabil. Ketersediaan internet yang stabil dan baik pada provider Axis dibutuhkan untuk mendukung pembelajaran daring di Kota Pontianak. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis kualitas jaringan internet pada provider Axis. Analisis dilakukan menggunakan metode Quality of Service (QoS) untuk mengetahui kemampuan kinerja jaringan yang ada. Pengujian menggunakan Wireshark untuk mendapatkan nilai parameter throughput, jitter, delay dan packet loss. Hasil Penelitian menunjukkan kuliatas jaringan internet provider Axis sangat bagus di Universitas Nahdlatul Ulama Jl. Parit Derabak, Sungai Raya, Kec. Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Dengan nilai Throughput = 850,624 dengan nilai cukup bagus dengan indeks 2 kbps, packet loss = 0% dengan nilai sangat bagus dengan indeks 4 yaitu data yang hilang mendekati nol, delay 9,57 ms dengan nilai sangat bagus dengan indeks 4 dan jitter = 9,57 ms dengan indeks 3 bagus.
IDENTIFIKASI PENGARUH OBSTACLE PROPAGASI TERHADAP KINERJA TRANSCEIVER SX1278 PADA FREKUENSI 433 MHZ DALAM MENTRANSMISIKAN PAKET DATA DIGITAL Reza Yansah; Jannus Marpaung; Redi Ratiandi Yacoub; Fitri Imansyah; Ferry Hadary
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 10, No 1: Januari 2022
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v10i1.52587

Abstract

Dunia telekomunikasi mengalami perkembangan yang sangat pesat dengan adanya sebuah modul telekomunikasi yang saat ini banyak digunakan untuk proses penelitian dan  termasuk ke dalam bagian dari teknologi  wirelles yang menggunakan gelombang elektromagnetik di udara bebas, yaitu modul Transceiver SX1278. Modul Transceiver SX1278 merupakan suatu modul seri LoRa (Long range) yang mempunyai kualitas tinggi seperti jangkauan komunikasi nya yang jauh, tahan interferensi, dan memiliki penggunaan daya yang rendah. Tapi pada saat proses transmisi biasanya terdapat suatu penghalang atau penghambat yang membuat proses pentransmisian menjadi terganggu yang di sebut obstacle. Hujan merupakan salah satu obstacle biasanya dikenal dengan redaman hujan, di Indonesia sendiri hujan bukan lagi hal asing  karena Indonesia merupakan negara yang mempunyai iklim tropis. Pada penelitian ini menggunakan modul Transceiver SX1278 untuk mengetahui kinerja telekomunikasi dengan mengetahui perubahan Spreading Factor, Bandwidth, dan Coding rate terhadap hasil performansi pada penerima yaitu RSSI (Received Signal Strengt Indicator), SNR (Signal To Noise ratio) dan ToA (Time On Air) pada saat tidak hujan, hujan ringan, hujan sedang, dan hujan lebat, untuk mengetahui apakah redaman hujan berpengaruh terhadap proses pentransmisian paket data digital dari Transmitter ke Receiver dengan kondisi Komunikasi LOS dan NLOS pada jarak yang ditentukan yaitu 50 m dan 100 m. pada pengujian modul Transceiver SX1278 terdapat perubahan performansi pada setiap perubahan parameter Spreading Factor dari 7 ke 12  jarak jangkauan menjadi semakin luas tapi nilai RSSI dan SNR semakin berkurang dan ToA yang semakin bertambah. Karena pada penelitian ini menggunakan Bandwidth 500KHZ dan CR 4/5 jadi tidak ada Analisa secara lebih tentang keduanya. Pada saat kondisi hujan rata-rata nilai RSSI dan SNR juga berkurang dibanding dengan kondisi saat tidak hujan baik dalam kondisi komunikasi LOS dan NLOS, kecuali pada ToA, tidak terlalu ada perubahan yang signifikan pada saat tidak hujan dan 3 kondisi hujan lainnya, berarti redaman hujan tidak mempengaruhi nilai ToA, tapi mempengaruhi nilai dari RSSI dan SNR baik dalam jarak dan kondisi LOS atau NLOS yang ditentukan.