Claim Missing Document
Check
Articles

PERFORMANSI JARINGAN FIBER TO THE ACCESS POINT (FTTAP) PADA CCTV LALU LINTAS KOTA SINGKAWANG James Oloan Panggabean; Fitri Imansyah; F. Trias Pontia W; Redi Ratiandi Yacoub; Jannus Marpaung
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 10, No 1: Januari 2022
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v10i1.53844

Abstract

Teknologi yang digunakan serat optik saat ini pada umumnya adalah FTTx, dimana x merupakan titik pengguna jaringan serat optik. Pada penelitian ini FTTx diimplementasikan pada CCTV yang disebut sebagai Fiber To The Access Point dimana CCTV bertindak sebagai access point. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui performa dari jaringan FTTAP yang digunakan oleh CCTV lalu lintas Kota Singkawang. Data yang dikumpulkan dari berbagai pihak akan diolah untuk mendapatkan nilai link power budget dan rise time budget untuk menganalisis kelayakan sistem serta BER (Bit error rate) untuk mengetahui performansi sistem yang digunakan melalui aplikasi optisystem. Optisystem merupakan sebuah aplikasi yang dapat digunakan untuk melakukan simulasi serat optik dari central office hingga ke end-user. Dari hasil analisis 5 dari 6 CCTV yang dianalisis berdasarkan link power budget mempunyai kategori layak sementara 1 CCTV memiliki nilai loss 11,8004 dBm, yang berada sedikit diatas standar yang dimiliki oleh ICON+ yaitu 10 dBm sehingga memungkinkan terjadinya gangguan pada jaringan. Hasil analisis rise time budget seluruh CCTV dapat dikatakan layak karena keseluruhan nilai rise time budget yang didapat berada dalam standar nilai rise time budget yaitu tidak lebih dari 0,56 ns. Pada simulasi perangkat yang dilakukan dengan jarak terjauh dari OLT ke pengguna yaitu sejauh 17,001 Km dikatakan memiliki performa yang baik karena memiliki nilai BER sebesar 8,54375  dan nilai Q factor sebesar 11,4776.
UPAYA OPTIMASI JARINGAN 4G LTE DENGAN PARAMETER RSSI (RECEIVED SIGNAL STRENGTH INDICATOR) DAN RSRP (REFERENCE SIGNAL RECEIVED POWER) Rangga Hari Utama; Fitri Imansyah; Jannus Marpaung
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 9, No 2: Juli 2021
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v9i2.48390

Abstract

Penelitian dilakukan pada 3 lokasi yang memiliki kualitas sinyal buruk sesuai parameter RSSI dan RSRP dengan menggunakan provider Three. Lokasi pertama yang akan diteliti pada penelitian ini adalah Jl. Desa Durian Kecamatan Sungai Ambawang Kabupaten Kubu Raya. Lokasi kedua yang akan diteliti pada penelitian ini adalah Jl. Sungai Raya Dalam Kabupaten Kuburaya. Dan lokasi ketiga yang akan diteliti pada penelitian ini adalah Jl. Selat Panjang 2 Siantan Hulu Pontianak Utara. Dari hasil pengukuran yang telah dilakukan pada 5 titik berbeda dengan jarak 10m, 15m, 20m, 25m, 30m, yang mewakili posisi pengambilan data menggunkan software G-NeTack Lite maka didapatkan hasil dari parameter RSSI dan RSRP dilokasi I Jl. Desa Durian Kecamatan Sungai Ambawang Kabupaten Kubu Raya sebagai berikut : 1. jarak 10 meter nilai RSSI -63 dBm (sangat baik) RSRP -94 dBm (baik), jarak 15 meter nilai RSSI -70 dBm (baik) RSRP -99 dBm (baik), jarak 20 meter nilai RSSI -72 dBm (baik) RSRP -97 dBm (baik), jarak 25 meter nilai RSSI -70 dBm (baik) RSRP -98 dBm (baik), Jarak 30 meter nilai RSSI -74 dBm (sangat baik) RSRP -97 dBm (baik), pada Lokasi II Jl. Sungai Raya Dalam Kabupaten Kubu Raya : jarak 10 meter nilai RSSI -63 dBm (sangat baik) RSRP -98 dBm (baik), jarak 15 meter nilai RSSI -69 dBm (sangat baik) RSRP -95 dBm (baik), jarak 20 meter nilai RSSI -66 dBm (sangat baik) RSRP -94 dBm (baik), jarak 25 meter nilai RSSI -71 dBm (baik) RSRP -97 dBm (baik), jarak 30 meter nilai RSSI -70 dBm (sangat baik) RSRP -98 dBm (baik), pada Lokasi III Jl. Selat Panjang 2 Siantan Hulu Pontianak Utara : jarak 10 meter nilai RSSI -42 dBm (sangat baik) RSRP -93 dBm (baik), jarak 15 meter nilai RSSI -43 dBm (sangat baik) RSRP -95 dBm (baik), jarak 20 meter nilai RSSI -44 dBm (sangat baik) RSRP -95 dBm (baik), jarak 25 meter nilai RSSI -45 dBm (sangat baik) RSRP -96 dBm (baik), jarak 30 meter nilai RSSI -47 dBm (sangat baik) RSRP -97 dBm (baik). Dari hasil pengukuran QoS yang bernilai maka upaya optimasi berhasil dilakukan, dibuktikan dengan pengujian aplikasi whatsapp, google, youtube berjalan dengan lancar.
RANCANG BANGUN PEMBANGKIT SINYAL TIGA KELUARAN DENGAN MODUL SI5351 BERBASIS ARDUINO Ahmad Rizal; Dedy Suryadi; Abqori Aula; Jannus Marpaung; Syaifurrahman -
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 9, No 2: Juli 2021
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v9i2.50296

Abstract

Function generator atau pembangkit sinyal merupakan alat yang dapat menghasilkan gelombang baik gelombang sinus, persegi, ataupun gigi gergaji, dengan frekuensi dan amplitudo yang dapat diubah. Pembangkit sinyal yang terdapat di laboratorium umumnya hanya memiliki satu keluaran. Hal ini menyebabkan pelaksanaan praktikum tidak maksimal. Dalam tugas akhir ini dirancang pembangkit sinyal dengan tiga keluaran menggunakan rangkaian modul SI5351 yang dikendalikan oleh mikroprosesor Arduino. Pembangkit sinyal tiga keluaran ini di harapkan dapat membantu praktikum. Menggunakan Arduino Nano, modul SI5351 dapat menghasilkan tiga keluaran dengan mengendalikan moda dan frekuensi pada CLK0, CLK1 dan CLK2. < Prototype yang dirancang kemudian diuji di laboratorium Elektronika Dasar. Keluaran CLK0 digunakan untuk membangkitkan sinyal sinus, CLK1 untuk menghasilkan sinyal persegi, dan CLK2 untuk membangkitkan sinyal gigi gergaji. Keluaran CLK0 memiliki galat rata-rata 329 KHz sampai dengan 7 MHz, keluaran CLK1 memiliki galat rata-rata 359 KHz sampai dengan 7 MHz, dan keluaran CLK2 memiliki galat rata-rata 403 KHz sampai dengan 8 MHz, Hasil ini menunjukkan bahwa pembangkit sinyal yang dirancang mampu menghasilkan keluaran yang diinginkan, dengan rentang galat antara 363 KHz hingga 7 MHz. >
PENGIRIMAN PAKET DATA DIGITAL DENGAN PEMBAGIAN BANDWIDTH MODUL TRANSCEIVER SX1276 PADA FREKUENSI 915 MHZ Billie Limnan; Jannus Marpaung; Redi Ratiandi Yacoub; Fitri Imansyah; Bomo Wibowo Sanjaya
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 10, No 1: Januari 2022
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v10i1.52080

Abstract

Salah satu faktor penting dalam keberhasilan budidaya ikan Arwana di tambak adalah aspek kualitas air yang tergambar pada beberapa parameter fisik antara lain suhu, derajat keasaman (pH), dan kekeruhan air yang secara langsung mempengaruhi pertumbuhan dan daya tahan ikan Arwana. Untuk itu, perlu melakukan pemantauan secara intensif yakni dengan merancang alat monitoring parameter air menggunakan teknologi Transceiver SX1276 frekuensi 915 MHz. Tujuan penelitian ini merancang sensor parameter air menggunakan teknologi Transceiver SX1276 sebagai media komunikasi dan menganalisis kinerja dalam Transceiver SX1276 dengan pengujian variasi ketinggian antena dan variasi parameter BW (Bandwidth), F (Frequency), SF (Spreading Factor), dan CR (Coding Rate) yang hasilnya akan mempengaruhi nilai RSSI, SNR, PDR, dan ToA pada lingkungan ruang terbuka dan keadaan LOS. Hasil pengambilan data komunikasi menggunakan beberapa variasi ketinggian yang paling baik yaitu 2 meter dengan parameter yang digunakan yaitu nilai F 915 MHz, CR 4/5, BW 250 kHz, dan SF 7 dimana nilai rata-rata yang didapat yaitu RSSI sebesar -103.33 dBm, SNR sebesar 8.33 dB, ToA sebesar 4.51 s, dan rasio PDR sebesar 100%. Rata-rata hasil data yang keluar dari sensor dengan tiga parameter air adalah suhu 27.33 ℃, pH 6.85, dan turbidity 30.17 NTU
IDENTIFIKASI PENERIMAAN SINYAL ANTENA DIGITAL UNTUK TELEVISI MENGGUNAKAN METODE SINPO - Martripagelardo; Dedy Suryadi; F. Trias Pontia W; Fitri Imansyah; Jannus Marpaung
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 10, No 1: Januari 2022
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v10i1.52589

Abstract

Antena Televisi digital merupakan perangkat yang digunakan untuk menangkap sinyal digital. Siaran televisi digital mampu memancarkan sinyal gambar dan suara dengan kualitas penerimaan yang lebih jernih dilayar televisi dibandingkan siaran analog. Saat ini di Indonesia masih dalam tahap proses migrasi dari siaran televisi analog kesiaran televisi digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perolehan hasil kualitas gambar, suara serta sinyal yang dihasilkan oleh siaran televisi digital. SINPO merupakan kode angka untuk menilai kekuatan sinyal, gangguan,derau dari atmosfer, kondisi propagasi, dan kesan umum penerimaan. Penilaian dilakukan dengan angka mulai dari 5 (sangat baik) sampai 1 (sangat buruk). Hasil pengamatan kualitas gambar, suara serta sinyal yang dihasilkan siaran televisi digital memiliki kualitas yang sangat bagus.
RANCANG BANGUN SENTRAL TELEPON PORTABLE BERBASIS VOIP (VOICE OVER INTERNET PROTOCOL) MENGGUNAKAN RASPBERRY PI 4 M. Agil Fahmi; Fitri Imansyah; Jannus Marpaung; Redi Ratiandi Yacoub
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 9, No 1: Januari 2021
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v9i1.44560

Abstract

Penerapan teknologi VoIP dalam komunikasi suara memberikan manfaat yang luas bagi suatu komunitas yang menggunakan telepon, sebab dalam aktifitas berkomunikasi tidak lagi dikenakan biaya selama berbicara. Teknologi VoIP yang dibangun menggunakan Raspberry Pi sebagai komputer yang berfungsi memanage aktifitas komunikasi dan menyimpan data-data nomor telepon yang diaftarkan dan sebuah Router sebagai access point bagi perangkat yang sudah terdaftar dalam database Raspberry Pi. Raspberry Pi diprogram menggunakan software Kamailio sedangkan database menggunakan MySQL, sedangkan pada smartphome menggunakan aplikasi Zoiper. Pengujian yang dilakukan dengan variasi jarak antar router dan dua smartphone yang terhubung dengan metoda LOS dan NLOS. Saat smartphone sedang terhubung, parameter QoS diamati pada smartphone. Jarak efektif terbaik antara setiap smartphone terhadap router adalah 40 meter sehingga jarak antar smartphone menjadi 80 meter. Pada kondisi pengujian tersebut kualitas komunikasi tidak mengalami kendala atau berjalan dengan baik. Dari hasil yang diperoleh tersebut dilakukan peniliain persepsi atau subjektif yang disebut dengan MOS, dari 5 (lima) responden yang diinterview menyatakan VoIP yang dirancang telah bekerja dengan baik tanpa kendala dan merasa puas saat berkomunikasi.
ANALISIS QUALITY OF SERVICE SINYAL TERPANCAR JARAK JAUH MODUL TRANSCEIVER SX 1276 DENGAN DATA SERIAL MENGANDUNG INFORMASI KUALITAS GAS AMMONIA DAN HIDROGEN SULFIDA Nabila Dwi Laksono; Jannus Marpaung; Ade Elbani; Fitri Imansyah; Dedy Suryadi
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 10, No 1: Januari 2022
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v10i1.55264

Abstract

Modul transceiver SX1276 memiliki kemampuan untuk komunikasi jarak jauh, kecepatan data yang rendah, konsumsi daya rendah, dan transmisi data yang aman. Karena kemampuannya, modul transceiver SX1276 sangat cocok digunakan untuk memonitoring keadaan dari jarak jauh. Penggunaan sistem komunikasi modul transceiver SX1276 diimplementaskan dalam sistem monitoring kualitas udara, khususnya gas Ammonia dan Hidrogen Sulfida pada pabrik karet. Pada penelitian ini menggunakan modul transceiver SX1276 untuk mengetahui kinerja telekomunikasi data optimal dengan parameter pengujian Receive Signal Streng Indicator (RSSI) dan Signal Noise Ratio (SNR). Pengujian juga menghitung Quality Of Service (QOS) pada sistem komunikasi modul transceiver SX1276 berupa delay, throughput, dan  packet loss. Pengujian dilakukan pada kondisi Line Of Sight (LOS) dan Non Line Of Sight (NLOS) terhadap perubahan jarak dengan 5 kali percobaan, yang mana setiapa percobaan melakukan 10 kali pengiriman data. Jarak yang diuji adalah 25m, 50m, 75m, 100m, dan 125m dengan ketinggian antena 1 meter. Pengujian ini menggunakan SF 12, Bandwidth 250 KHz, Coding Rate 4/5, frekuensi 915 Mhz, dan Syn Word 0xF4. Pada pengujian modul transceiver SX1276  ini terdapat perubahan performansi setiap perubahan jarak pada kondisi LOS dan NLOS. Pada kondisi LOS semakin jauhnya jarak maka nilai RSSI, SNR, dan throughput menurun, sedangkan nilai delay naik tanpa adanya data yang hilang dalam pengiriman data. Pada kondisi NLOS semakian jauhnya jarak dan banyaknya halangan maka nilai RSSI, SNR, dan throughput menurun, sedangkan nilai delay naik tanpa adanya data yang hilang dalam pengiriman data
RANCANG BANGUN SISTEM KOMUNIKASI MONITORING LEVEL AIR PADA WATER BARREL COVID-19 MENGGUNAKAN LORA DENGAN MODEL POINT TO POINT Miftahul Huda; Fitri Imansyah; Jannus Marpaung
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 9, No 2: Juli 2021
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v9i2.48647

Abstract

Terjadinya pandemi  virus corona yang belum juga berakhir dan pemerintah terus berupaya untuk bisa memutuskan mata rantai penularan covid-19. Menteri Kesehatan mengeluarkan peraturan tentang bagaimana cara memutus rantai penyebaran. Salah satu nya adalah masyarakat dihimbau untuk selalu menjaga protokol kesehatan yang biasa di sebut 5M antara lain, Memakai masker, Menjaga jarak, Menjauhi kerumunan, Mengurangi mobilitas dan Mencuci tangan dengan sabun, husus mencuci tangan yang di sediakan pemerintah seringkali kosong di tempat-tempat umum.Solusi dari permasalahan tersebut adalah dengan membuat sebuah sistem monitoring, yang bisa menyampaikan informasi jarak jauh menggunakan sistem komunikasi LoRa untuk menyampaikan ke pihak terkait terhadap kekosongan air yang ada pada water barrel di tempat-tempat umum tersebut. LoRa memungkinkan transmisi jarak jauh dengan konsumsi daya yang rendah mencapai jarak jangkauan +-3km dengan mendapatkan hasil RSSI, SNR, PDR, TOA untuk mengetahui pengiriman data berjalan dengan baik. Semakin besar spreading factor yang di gunakan mendapatkan hasil nilai RSSI dan SNR yang bervariasi SF 7 hingga 12 mendapatkan nilai RSSI dari -113,6 dBm hingga -115 dBm, semakin besar perubahan Bandwith maka semakin kecil nilai RSSI dan SNR dari nilai RSSI yang terendah yaitu -114 dBm dan yang tertinggi -115 dBm, untuk perubahan coding rate pada pengukuran LOS mendapatkan nilai yang bervariasi dari -114,3 dBm hingga -115 dBm sedangkan NLOS mendapatka nilai meningkat, untuk hasil nilai PDR dari Spreading Factor,Bandwith dan Coding Rate mendapatkan hasil rasio 100% dan sebagian mendapatkan di bawah 100%.
PERANCANGAN ANTENA HELICAL PADA RADIO TRANSCEIVER SX1276 PADA FREKUENSI 915 MHZ Dul Fitri; Jannus Marpaung; F. Trias Pontia W; Fitri Imansyah; Redi Ratiandi Yacoub
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 10, No 1: Januari 2022
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v10i1.51851

Abstract

LoRa merupakan modul transceiver yang bekerja pada rentang frekukensi 433 MHz sampai dengan 920 MHz. Modul ini bisa berkomunikasi dalam jangkauan jauh dengan treatment yang tepat. Salah satu solusi untuk mendapatkan jangkauan yang jauh adalah menambahkan antena pada sisi pemancar dan penerima untuk meningkatkan daya terima sinyal LoRa pada tempat-tempat yang memiliki sinyal dengan level daya rendah. Sehingga peneliti merasa perlu untuk melakukan penelitian dengan melakukan pengukuran RSSI dengan menambahakan antena helical untuk meningkatkan sinyal RSSI (Received Signal Strength Indication) pada ketinggian 40 meter kondisi LOS (Line Of Sight) di atas gedung kedokteran UNTAN Pontianak dan melakukan pengukuran dalam kondisi LOS (Line of sight) dan NLOS (Non Line Of Sight) Dikawasan Lab Telekomunikasi Fakultas Teknik UNTAN Pontianak. Pada penelitian ini dirancang sebuah antenna helical untuk meningkatkan sinyal RSSI pada pemancar dan penerima dengan jangkauan jarak jauh.
ANALISIS PERFORMANSI MODUL RADIO TRANSCEIVER RFM95W MENGGUNAKAN SISTEM KOMUNIKASI BERGERAK SECARA REAL-TIME DI AREA URBAN KOTA PONTIANAK Fikri Shaumanadri; Neilcy Tjahjamooniarsih; Jannus Marpaung; Redi Ratiandi Yacoub; F. Trias Pontia W; Fitri Imansyah
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 10, No 1: Januari 2022
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v10i1.52520

Abstract

Kebutuhan akan suatu komunikasi sangat meningkat mengikuti perkembangan populasi manusia, sehingga untuk mencukupi kebutuhan itu memerlukan jaringan komunikasi yang besar. Wireless merupakan jaringan tanpa kabel yang banyak diminati dan mudah diintegrasikan dengan peralatan – peralatan elektronik. Salah satu teknologi tersebut adalah modul transceiver RFM95W, yaitu sebuah modul seri LoRa (Long Range) dengan kualitas tinggi, seperti penggunaan daya rendah, tahan inteferansi, serta jangkauan komunikasi yang jauh. Pada penelitian ini menggunakan modul transceiver RFM95W untuk mengetahui performansi komunikasi dari modul tersebut dengan menggunakan sistem komunikasi bergerak dan menganalisis kinerja transceiver RFM95W dengan pengujian variasi pola pergerakan, yaitu pola melingkar dan pola lurus, dan variasi kecepatan dari pengujian tersebut akan terlihat nilai RSSI, SNR, PDR, ToA, dan Throughput yang berbeda - beda pada area urban. Hasil nilai RSSI terhadap perubahan kecepatan pada pengujian dengan pergerakan berdasarkan pola pergerakan melingkar, dan lurus diperoleh semakin cepat kecepatan bergerak dapat menurunkan hasil RSSI dan SNR yang dihasilkan dan memperpanjang hasil ToA. Dari hasil RSSI dan SNR yang menurun dapat mempengaruhi transmisi pengiriman dan penerimaan data sehingga ratio PDR pola melingkar, yaitu 92% sedangkan pada pola lurus 100% dari hasil tersebut bahwa pada pola melingkar terdapat banyak penghalang antara transmitter dengan receiver sedangkan pola lurus lebih minim penghalang antara transmitter dengan receiver. Pada perubahan data Throughput berpengaruh pada banyaknya data yang dapat diterima dalam interval waktu tertentu meskipun pola pergerakan yang dilakukan tetap sama