Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

KEBIJAKAN PEMERINTAH DAERAH TERHADAP TEMPAT TINGGAL SUKU ANAK DALAM PADA PERUMAHAN MADANI DI DESA LUBUK JERING KECAMATAN AIR HITAM KABUPATEN SAROLANGUNG Parwanida; Budi Juliardi; Indra Rahmat
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Terbit
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.32144

Abstract

This study aims to analyze the Sarolangun Regency Government's policy regarding the housing of the Suku Anak Dalam (SAD) through the Madani Housing program in Lubuk Jering Village, Air Hitam District. The research focuses on the social impact of this policy on the lives of the SAD and the extent of their participation in the decision-making process. This study used a qualitative approach with descriptive methods, and data collection techniques included observation, in-depth interviews, and documentation. The results indicate that the policy of relocating the SAD to Madani Housing has had a positive impact in terms of providing physical facilities, but it is not fully aligned with the SAD's nomadic culture and lifestyle. Furthermore, SAD community participation in the decision-making process remains low due to limited communication and a lack of cultural understanding on the part of the government. This lack of participation has led to internal conflict within the SAD community and hindered their adaptation to their new environment. This study recommends the need for a more participatory approach based on local wisdom in formulating policies related to indigenous communities such as the SAD.
ARAT SABULUNGAN AS A RELIGIOUS IDENTITY OF MENTAWAI COMMUNITY Budi Juliardi
Bhineka Tunggal Ika Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKN
Publisher : Universitas Sriwijaya in Collaboration with AP3Kni (Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia/Indonesia Association Profession of Pancasila and Civic Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jbti.v11i1.25

Abstract

Sebagai negara majemuk, Indonesia dihuni oleh berbagai suku bangsa yang mempunyai adat istiadat, budaya, tradisi dan kepercayaan masing-masing. Salah satu suku bangsa yang menghuni nusantara adalah suku Mentawai yang bermukim di Kepulauan Mentawai, Provinsi Sumatera Barat. Masyarakat Mentawai masih mempercayai Arat Sabulungan sebagai sistem keagamaan mereka. Artikel ini ingin mengkaji eksistensi masyarakat Mentawai dalam menjaga dan melestarikan kepercayaan Arat Sabulungan. Kajian ini penting untuk menjaga keharmonisan hidup dalam keberagaman yang ada di negara multikultural. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode Library Research, dimana peneliti memperoleh data dari berbagai macam literatur yang berhubungan dengan kepercayaan Arat Sabulungan, seperti buku, jurnal, dan lain sebagainya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemajuan dari waktu ke waktu belum mampu meruntuhkan kepercayaan tersebut dan hingga saat ini masih ada masyarakat Mentawai yang melakukan berbagai ritual terkait Arat Sabulungan.   As a plural country, Indonesia is inhabited by various ethnic groups who have their own customs, culture, traditions and beliefs. One of the ethnic groups that inhabit the archipelago is the Mentawai tribe who live in the Mentawai Islands, West Sumatra Province. The Mentawai people still believe in Arat Sabulungan as their religious system. This article wants to examine the existence of the Mentawai people in maintaining and preserving the Arat Sabulungan belief. This study is important to maintain harmony in living in the diversity that exists in a multicultural country. The method used to collect data is the Library Research method, where researchers obtain data from various kinds of literature related to Arat Sabulungan beliefs, such as books, journals, and so on. The results of the study show that progress over time has not been able to destroy this belief and to this day there are still Mentawai people who perform various rituals related to Arat Sabulungan.
PEMBERLAKUAN ATURAN NEW NORMAL DAN IMPLEMENTASINYA DI KELURAHAN PASIE NAN TIGO KOTA PADANG Jaenam Jaenam; Budi Juliardi
Ekasakti Jurnal Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 2 (2021): Ekasakti Jurnal Penelitian dan Pengabdian
Publisher : LPPM Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/ejpp.v1i2.321

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat tentang sosialisasi mengenai pemberlakuan aturan new normal dan implementasinya di Kelurahan Pasie nan Tigo Kota Padang dilatarbelakangi dengan adanya kebijakan pemerintah tentang Peraturan Daerah Provinsi Sumatera Barat No. 6 tahun 2020 tentang Adaptasi kebiasaan baru dalam pencegahan dan pengendalian corona virus disease 2019. Adapun yang menjadi permasalahan disini adalah bahwa masyarakat Pasie Nan Tigo masih banyak yang belum memahami mengenai bagaimana mengimplementasikan aturan new normal serta cara menjaga kesehatan selama masa new normal untuk mencegah penyebaran virus covid 19. Metode kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan dengan melalui tahapan 1) analisis kebutuhan, 2) rencana kerja, 3) pelaksanaan kegiatan, 4) evaluasi. Hasil Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan target sasaran adalah masyarakat dengan cara penyebaran pamphlet yang disebarkan kepada warga masyarakat. Pamphlet juga disebarkan pada warga RT 001/RW/004 Kelurahan Pasie Nan Tigo yang berjumlah lebih kurang 50 kepala keluarga mendapat respon positif masyarakat dan pemahaman masyarakat cukup baik.