Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

ANALISIS USAHATANI PEPAYA VARIETAS CALIFORNIA (Carica papaya L.) (Studi Kasus di Desa Bakalan Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro Propinsi Jawa Timur Tahun 2015) AGUSTINA RAHMAWATI, LAILY
Oryza : Jurnal Agribisnis dan Pertanian Berkelanjutan Vol. 1 No. 2 (2016): Oryza: Jurnal Agribisnis dan Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.814 KB) | DOI: 10.56071/oryza.v1i2.160

Abstract

Indonesia dikenal sebagai salah satu negara yang mempunyai iklim tropis berpeluang besar bagi pengembangan tanaman buah-buahan, terutama buah-buahan tropika. Buah–buahan merupakan salah satu komoditi yang penting dan terus ditingkatkan peroduksinya baik memenuhi konsumsi dalam maupun luar negeri Salah satu jenis tanaman buah-buahan yang sangat digemari oleh masyarakat adalah pepaya, (Carica papaya L.) di Desa Bakalan Kecamatan Kapas kabupaten Bojonegoro Banyak yang menanam pepaya california, Pada umumnya para petani belum pernah melakukan analisa usahatani pepaya california mereka belum pernah menghitung secara rinci berapakah biaya, penerimaan, pendapatan ,tingkat efisiensi, dan pada bulan keberapa modal usahataninya dapat kembali atau untuk pembayaran , mencapai Break Even Point (BEP).Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : (1) Berapakah pendapatan usahatani pepaya california di Desa Bakalan kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro.(Pada musim tanam maret –November 2014) (2) Berapakah efisiensi usahatani Pepaya california di Desa Bakalan Kecamatan Kapas?(3) Kapankah usahatani pepaya california sudah kembali modal atau mencapai Break Even Point (BEP)?.Adapun tujuan penelitian ini adalah : (1) Untuk mengetahui pendapatan usahatani pepaya california di Desa Bakalan Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro.(2)Untuk mengetahui efisiensi usahatani pepaya california di Desa Bakalan Kecamatan Kapas (3).Untuk mengetahui kapankah usahatani pepaya california sudah kembali pokok atau mencapai Break Even Point (BEP).Hipotesis dalam penelitian ini bahwa hipotesis : 1): Diduga bahwa usahatani pepaya california di Desa Bakalan kecamatan Kapas efisien (menguntungkan dan layak untuk di usahakan) Hipotesis: 2) di Duga bahwa usahatani pepaya California di Desa Bakalan Kecamatan Kapas Pada Tanaman umur ketujuh bulan sudah mencapai (BEP) atau mencapai titik impasMetode penentuan daerah penelitian ini dilakuakan secara sengaja atau motede purposive. Pelaksaksanaanya penelitian ini dilakuakn menggunakan metode sensus yaitu mengamati individu dari suatu populasi ,atau pengamatan keseluruhan populasi (objek penelitian) dengan populasi sebanyak 28 petani secara keseluruhan petani dijadikan responden.Berdasarkan hasil penelitian, dapat di ketahui rata-rata total biaya atau Total Cost (TC), per hektar untuk usahatani pepaya california di Desa Bakalan Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro sebesar Rp. 36.974.300. jumlah produksi rata-rata ditingkat petani adalah sebesar 22.497Kg. Dengan harga harga yang diterima petani pada saat itu antara Rp.2000 s/d Rp.2500 per kg maka diperoleh jumlah penerimaan sebesar Rp.49.453.000 pendapatan usahatani pepaya california di Desa Bakalan Kecamatan kapas yaitu sebesar Rp. 13.308.900.Untuk mengetahui kapankah usahatani pepaya california kembali modal (BEP) perlu adanya perhitungan Pay back priode(priode pembayaran kembali) untuk perhitungan Pay back priode rata-rata petani pepaya california di Desa Bakalan Kecamatan Kapas kabupaten Bojonegoro mencapai impas (BEP) pada saat tanaman umur 7 bulan modal para petani sudah kembali dan sudah memberikan keuntungan sebesar Rp. 838.200. dan Dari hasil perhitungan R/C Ratio, R/C Ratio sebesar 1,3 berdasarkan kaidah R/C Ratio > 1,2 pada saat saat tanaman umur delapan bulan, Dengan demikian penelitian ini terbukti diduga bahwa usahatani pepaya california di desa Bakalan Kecamatan Kapas menguntungkan dan layak untuk diusahakan.Dalam penelitian ini di beri saran untuk memperlancar petani dalam pengembangan sistem usahatani pepaya california di Desa Bakalan Kecamatan Kapas maka sarana (infrastruktur)yang dibutuhkan petani dapat dilengkapi contohnya saja saluran irigasi dan sarana transportasi yang belum memadai. Selain itu kemandirian dan kemampuan petani dalam membuat (input) pupuk dan pestisida organik, perlu ditingkatkan lagi sehingga ketergantungan petani terhadap orang lain dapat dikurangi.
OPTIMALISASI SEQUESTRASI KARBON DIOKSIDA (CO2) BERBASIS KEPEMILIKAN LAHAN RUMAH TANGGA LAILY AGUSTINA RAHMAWATI
Oryza : Jurnal Agribisnis dan Pertanian Berkelanjutan Vol. 1 No. 1 (2015): Oryza: Jurnal Agribisnis dan Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.597 KB) | DOI: 10.56071/oryza.v1i1.205

Abstract

Rumah tangga dengan segala aktifitasnya turut menyumbang emisi CO2 yang memicu pemanasan global. Oleh karena itu, berdasarkan prinsip pencemar membayar (pollutant pay principle), rumah tangga dapat dikenai tanggung jawab atas emisi yang dihasilkan dalam bentuk konservasi lahan. Penelitian bertujuan menganalisis rata-rata emisi dan rata-rata sequestrasi, untuk menetukan luas minimum lahan yang harus dikonservasi masing-masing kelompok rumah tangga Kelas Ekonomi Atas (KEA- Daya ≥ 1300 VA), Kelas Ekonomi Menengah (KEM- Daya 900 VA), Kelas Ekonomi Bawah (KEA- Daya 450 VA) di Desa Sinduadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman, D. I. Yogyakarta. Emisi CO2 dihitung berdasarkan aktifitas rumah tangga terkait konsumsi listrik, konsumsi bahan bakar untuk transportasi, konsumsi bahan bakar untuk memasak, produksi sampah, serta konsumsi air PDAM, didapat dari hasil questioner yang selanjutnya dikalikan dengan nilai konversi emisi CO2 yang tersesedia. Sequestrasi CO2 dihitung berdasarkan biomassa yang dipertahankan oleh rumah tangga pada lahan bervegetasi mereka (pekarangan, sawah, kebun). Pendugaan biomassa diperoleh melalui metode Brown (1997) dan Hairiah (2007), dengan melakukan nested qudrat sampling pada masing-masing jenis lahan bervegetasi yang dimiliki rumah tangga. Luas minimum dan optimalisasi lahan, dihitung berdasarkan jumlah emisi CO2 rumah tangga dan biomassa per m2 lahan. Berdasarkan hasil penelitian diketahui, rumah tangga Sinduadi memiliki rata-rata emisi dan sequestrasi, serta luas minimum lahan secara berturut-turut sebesar: 7098,98 kgCO2/th, 267,34 kgCO2/th, dan 178,11 m2 dengan tingkat optimalisasi lahan sangat optimal (tutupan vegetasi 90%) pada lahan pekarangan untuk rumah tangga KEA; 3785,9 kgCO2/th, 632,61 kgCO2/th, dan 1551,37 m2 lahan pekarangan dengan dengan tingkat optimalisasi lahan sangat optimal (tutupan vegetasi 90%) pada lahan pekarangan untuk rumah tangga KEM; 1973,3 kgCO2/th, 780,21 kgCO2/th, dan 898,91 m2 dengan tingkat optimalisasi lahan sangat optimal (tutupan vegetasi 90%) pada lahan pekarangan untuk rumah tangga KEB.
Identifikasi Serapan Karbondioksida (CO2) Pada Pohon Mahoni (Swietenia Mahagoni) di Jalan Raya Ahmad Yani Desa Sukowati Kabupaten Bojonegoro Firdaus, Abilsa Duanda Ramadhan; Anggara, Oktavianus Cahya; Rahmawati, Laily Agustina
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience-Tropic) Vol 11 No 1 (2025): Agustus 2025
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/ejbst.v11i1.635

Abstract

Jalan Raya Ahmad Yani Desa Sukowati merupakan salah satu jalur nasional yang padat dengan aktivitas kendaraan. Selain adanya sarana Pendidikan juga terdapat layanan Kesehatan seperti Poskesdes Sukowati. Kesibukan aktivitas kendaraan pribadi maupun transportasi umum dapat berpotensi mempengaruhi kegiatan Pendidikan dan layanan Kesehatan. Tujuan pada penelitian ini adalah menghitung massa jenis pohon mahoni, jumlah biomassa yang tersimpan dan serapan karbondioksida. Metode pada penelitian ini menggunakan metode purposive sampling. Mengukur keliling pohon dan mencari nilai massa jenis pohon, selanjutnya menghitung biomassa menggunakan rumus allometric. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah biomassa semua pohon baik berukuran kecil, sedang maupun besar, sehingga diperoleh total biomassa pohon (Wt) adalah 107.675,83 kg/pohon. Pengujian karbon tersimpan menunjukkan hasil 49.530,88 kg serta hasil serapan karbondioksida pada pohon mahoni di sepanjang Jalan Raya Ahmad Yani Desa Sukowati Kabupaten Bojonegoro menunjukkan hasil sebesar 181.778,30 kg.
PENDAMPINGAN PEMANFAATAN LIMBAH SAYURAN RUMAH TANGGA MENJADI PUPUK ORGANIK CAIR Hadi Susilo, Joko; Handayani, Tri Astuti; Astuti, Hartiningsih; Agustina Rahmawati, Laily; Endang; Suprastiyo, Ahmad; Erwanto; Surya Atmaja, Dimas; Beny Prasetya, Ammad
Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Abdi Masyarakat November 2024
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jaim.v8i1.5939

Abstract

Training on the utilization of household vegetable waste into liquid organic fertilizer in Bangle, Sukorame District, Lamongan Regency, aims to increase the awareness and skills of the younger generation in processing organic waste into useful products for agriculture. This program involves the collection of vegetable waste, a fermentation process with the help of EM4 (Effective Microorganisms 4), and the production of quality liquid fertilizer. Prior to the training, participants faced challenges in the form of a lack of knowledge about waste management and dependence on chemical fertilizers. After the training, participants demonstrated significant improvements in understanding and practical skills, with successful application of techniques that reduce waste, improve soil fertility and support plant growth. The success of the training is measured by the application of the techniques taught, positive changes in waste management habits, and tangible results in agriculture. Suggestions for improving program effectiveness include improving initial education, providing adequate facilities and equipment, ongoing support, and using technology. This training makes an important contribution to sustainable agricultural practices and environmentally friendly waste management.
Pembuatan Pupuk Organik Cair dari Limbah Tahu untuk Mencegah Pertumbuhan Eceng Gondok di Sungai Bengawan Solo Farahdiansari, Ardana Putri; Rahmawati, Laily Agustina; Insan Rendra, Mrabawani; Dewi, Efa Ranggata; Rosyadin, Aulia Dinar
Jurnal SOLMA Vol. 13 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v13i2.14685

Abstract

Background: Terjadinya kemarau berkepanjangan dan tersedianya bahan organik yang melimpah akibat limbah UMKM di sekitar perairan Bengawan Solo, memicu organisme perairan, seperti Eceng Gondok, dapat hidup dan beradaptasi dengan baik di perairan tersebut. Perkembangan Eceng Gondok menjadi sangat cepat, bahkan menjadi tidak terkendali yang disebut blooming Enceng Gondok sehingga mengganggu fungsi Bengawan Solo. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengurangi limbah tahu cair yang masuk ke dalam aliran sungai. Metode: Pengadaan pelatihan dan pendampingan kepada masyarakat yang tinggal di area Bengawan Solo yaitu melalui pembuatan Pupuk Organik Cair yang menggunakan bahan dasar limbah cair dari UMKM Tahu. Pelatihan akan melibatkan 10 para pemilik UMKM dan sekitar 15 masyarakat dan berlokasi di Balai Desa Kuncen. Hasil: Diharapkan kegiatan ini telah membuka wawasan masyarakat termasuk pelaku UMKM agar menyadari bahaya limbah tahu untuk kelestarian Sungai. Selain itu supaya masyarakat juga turut mendayagunakan limbah tahu menjadi produk yang lebih bermanfaat, selain mampu mengurangi dampak buruk terhadap lingkungan. Kesimpulan: Pengelolaan limbah cair dari UMKM Tahu ternyata mampu meningkatkan nilai fungsi serta nilai ekonomis limbah cair tahu sekaligus mengurangi dampak buruk kepada lingkungan khususnya Sungai Bengawan Solo.
Adaptasi Petani Padi Terhadap Perubahan Iklim Di Desa Kabalan Dan Desa Sumberwangi Kecamatan Kanor Kabupaten Bojonegoro Azizi, Abdullah Nafi'; Mulyanti, Hery; Rahmawati, Laily Agustina
Jurnal Sains Agro Vol 10, No 2 (2025): Jurnal Sains Agro
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jsa.v10i2.1854

Abstract

Penelitian ini menganalisis dampak perubahan iklim terhadap usaha tani padi serta strategi adaptasi yang diterapkan petani di Desa Kabalan dan Desa Sumberwangi, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro. Metode Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif melalui survei dan kuesioner terstruktur kepada petani padi sebagai responden. Hasil menunjukkan bahwa petani di Desa Kabalan lebih rentan terhadap banjir karena lokasinya rendah dan dekat sungai, strategi adaptasinya yaitu dengan pembangunan saluran drainase, peninggian pematang sawah, dan penyesuaian waktu tanam. sedangkan petani di Desa Sumberwangi lebih terdampak kekeringan akibat keterbatasan air. Strategi adaptasinya meliputi penggunaan varietas tahan kekeringan, penyesuaian waktu tanam, penampungan air hujan, pemanfaatan pupuk organik dan pestisida alami, serta pembangunan saluran drainase. Persepsi dan respons adaptasi dipengaruhi faktor usia, tingkat pendidikan, dan pengalaman bertani. Penelitian ini menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas petani melalui akses informasi iklim, teknologi adaptif, serta dukungan kelembagaan untuk menjaga keberlanjutan pertanian.
PEMANFAATAN TUMBUHAN BAMBU UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS GENERASI MUDA Hadi Susilo, Joko; Handayani, Tri Astuti; Rahmawati, Laily Agustina; Astuti, Hartiningsih; Endang; Suprastiyo, Ahmad; Erwanto
Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2023): Jurnal Abdi Masyarakat November 2023
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jaim.v7i1.4940

Abstract

The purpose bamboo trees to have economic value. The method used in this activity is PAR (Participatory Action Research). PAR has three words that are always related to one another, namely participation, research, and action. All research must be implemented in action. PAR-based research is designed to examine something in order to change and make improvements to it. The results of theassistance explained that the education carried out was well received by the target group with the evaluation results that there were obstacles encountered in utilizing bamboo trees as creativity with economic value due to the interests and desires of the target group, lack of motivation and due to the impact of changing lifestyles drastically so that one looks at the benefits of bamboo trees and the results of education and discussion it can be explained that the bamboo tree craft made is a chicken cage because it suits the needs of the village community in general. Meanwhile, the implementation process of making crafts can run smoothly and with the constraints that the target group still does not understand the agreed systematics of making crafts. 
PENDAMPINGAN ALTERNATIF METODE PENJUALAN DAN REKOMENDASI PENGELOLAAN LIMBAH TEMBAKAU Hadi Susilo, Joko; Handayani, Tri Astuti; Rahmawati, Laily Agustina; Astuti, Hartiningsih; Endang, Endang; Suprastiyo, Ahmad; Erwanto, Erwanto; Dawud, Moh. Yusuf; Abid, M. Alwi; Atmaja, Dimas Surya
Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal Abdi Masyarakat Mei 2024
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jaim.v7i2.5493

Abstract

The aim of this assistance is to provide insight and knowledge about alternative ways of selling tobacco and recommend tobacco waste management to the younger generation in Banggle Village, Sukorame District, Lamongan Regency. The reason for determining the location and focus on mentoring the younger generation is to maintain the regeneration of tobacco farmers as a form of improving the quality of the agricultural sector in the future and at the same time the majority of farmers in Banggle Village are tobacco farmers. . Assistance is carried out in stages starting with basic observations in the field regarding the management and sales system of tobacco plants. The results of this assistance concluded that there were three sales methods, namely the direct sales system, the sales system through the enumeration stage using sugar additives and not using sugar additives. The most recommended sales method in this assistance is the sales system through the chopping stage using sugar additives, followed by the sales method through the chopping stage without using sugar additives and finally the alternative direct sales method. The results of the assistance recommended that the most appropriate management of tobacco waste is to use organic fertilizer. The evaluation results show a lack of resources that understand detailed calculations regarding tobacco sales methods.
EDUKASI ISU LINGKUNGAN GLOBAL UNTUK SISWA SEKOLAH DASAR DI SD MUHAMMADIYAH 3 ICP SUMBERREJO Laily Agustina Rahmawati; Joko Hadi Susilo; Nindy Callista Elvania; Ahmad Niamul Abrori; Winda Uswatun Khasanah
Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Abdi Masyarakat Mei 2025
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jaim.v8i2.6579

Abstract

Global environmental issue education at SDM 3 ICP Sumberrejo aims to improve elementary school students' understanding of global environmental issues, with the hope of creating environmental awareness that triggers pro-environmental actions. Educational activities consist of two stages, the first is by providing learning knowledge in class, the second is by using posters. Before the educational activities were held, many students still did not know about global environmental issues. Thus, students' awareness of the importance of the environment had not yet been formed and student actions that led to pro-environmental activities were still very rare. After the educational activities were held, the general conditions showed positive changes starting from increasing students' understanding of global environmental issues, school support to ensure the sustainability of the education process, and changes in student behavior towards being pro-environment. The success of the program is measured by increasing student understanding and changes in student behavior. Suggestions for increasing program effectiveness are by implementing environmental education regularly, implementing pro-environmental activities especially in commemoration of World Environment Day, and making school-university cooperation agreements for environmental assistance. This program makes an important contribution to efforts to foster environmental awareness from an early age in order to realize sustainable development.
Edukasi Pemanfaatan Buah dan Pohon Pisang untuk Keberlajutan Nilai Ekonomi Pelaku UMKM Susilo, Joko Hadi; Endang, Endang; Rahmawati, Laily Agustina; Suprastiyo, Ahmad; Erwanto, Erwanto; Astuti, Hartiningsih; Thohir, Muhammad Bakhru
Pelita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2023): Pelita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Perkumpulan Kualitama Edukatika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.603 KB) | DOI: 10.51651/pjpm.v3i1.326

Abstract

Micro, small and medium enterprises have an important role in maintaining general economic balance in an area through increasing income in the category of community economic independence. Micro-enterprises are more directed at production carried out by households. However, there are still many problems in its operations, especially in human resources and the management of products and waste from products in a sustainable manner. In this activity, researchers use a participatory approach which is often called participatory action research (PAR). The result of this assistance is that improving the quality of knowledge of business actors can be carried out properly through providing education regarding administrative requirements that must be met by business actors in managing their business, including NPWP, NIB, PIRT, Trademarks and Halal Certification. improvement of product quality that has been carried out for business actors in this assistance through the implementation of a marketing mix strategy as expected. Utilization of tree waste and banana peels through education in this activity can run well. Utilization of banana peel waste is carried out for animal feed and this assistance can be carried out properly starting from the drying process to milling.