Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Development Instrument Evaluation Mathematics HOTS -Based for Prospective Junior High School Teachers Asmarani, Dewi; Zahroh, Umy
Journal of Education and Learning Mathematics Research (JELMaR) Vol 6 No 2 (2025): November 2025
Publisher : Department of Mathematics Education, Faculty of Teacher Training and Education, Wisnuwardhana University of Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37303/jelmar.v6i2.3840

Abstract

Higher-order thinking skills (HOTS) are essential for meeting the challenges of the 21st century. Therefore, these skills must be possessed by every individual engaged in the learning process. Students, as learners, need frequent practice to develop these skills. To facilitate this, prospective teachers should be capable of designing assessment instruments that foster higher-order thinking. However, in practice, teachers often struggle to create such instruments effectively, as it is a complex task. This study was initiated to address that challenge. It employed a research and development (R&D) approach using the 4D model: define, design, develop, and disseminate. The research subjects were 15 prospective mathematics teachers who developed HOTS-based test items, which were then tested on 79 seventh-grade students at Darul Akhwan International Junior High School. The developed items were evaluated for their validity and practicality through construct and empirical validity tests. The practicality was further assessed using reliability tests, item difficulty levels, and discrimination indices. The results showed that the instrument achieved 100% validity based on expert judgment. The reliability test yielded an rcount=0.659r_{count} = 0.659rcount​=0.659, which exceeds the rtable=0.2213r_{table} = 0.2213rtable​=0.2213; thus, the instrument is considered reliable. The discrimination index analysis revealed that 60% of the items were in the “fair” category, while the remaining 40% were categorized as “good.” Meanwhile, the difficulty level analysis showed that 15% of the items were “very difficult,” 65% were “difficult,” and 20% were “easy.” These results indicate that the instrument has an appropriate level of difficulty. In conclusion, the assessment instrument developed in this study is both valid and practical for evaluating students’ higher-order thinking skills.
PEMANFAATAN QUIZZIZ DAN TESTMOZ SEBAGAI ALAT PENILAIAN PEMBELAJARAN Ivan Ashif Ardhana; Umy Zahroh
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 6 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i6.19175

Abstract

Abstrak: Penilaian merupakan bagian tidak terpisahkan dari proses pembelajaran yang bertujuan mengevaluasi keseluruhan aspek meliputi guru, siswa, model pembelajaran, dan media pembelajaran yang digunakan. Pandemi Covid-19 memunculkan dan memopulerkan kembali berbagai platform penilaian berbasis kuis atau tes dengan beragam fitur yang memudahkan pendidik sekaligus meningkatkan minat siswa. Dua dari sekian media penilaian online yang menarik digunakan adalah Quizziz dan Testmoz. Guru perlu dikenalkan dengan media penilaian online agar proses penilaian pembelajaran dapat menarik minat dan motivasi siswa, terutama guru di sekolah dengan akses internet terbatas. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan hardskill guru dalam mendesain penilaian pembelajaran berbasis online menggunakan Quizziz dan Testmoz. Sasaran kegiatan ini adalah seluruh guru di SMA/MA Terpadu Al-Anwar Durenan Trenggalek sebanyak 32 orang. Metode yang digunakan adalah dengan ceramah pemaparan materi, praktik penggunaan platform, dan pretes-posttest tentang persepsi digital guru. Hasil pretest menunjukkan skor 3,80 dan posttest sebesar 4,25 yang berarti terjadi peningkatan sebesar 11,84%. Hal ini menunjukkan terjadi peningkatan persepsi digital guru tentang penggunaan media penilaian pembelajaran berbasis online. Sebagian besar guru menjadi lebih tertantang dan memiliki keinginan untuk mempelajari platform-platform pembelajaran online lainnya.Abstract: Assessment is an integral part of the learning process that aims to evaluate the overall aspect of teachers, students, learning models, and the learning media used. The Covid-19 pandemic has emerged and re-populated a variety of quiz or test-based assessment platforms with various features that facilitate educators while increasing student interest. Two of the most interesting online rating media used are Quizziz and Testmoz. Teachers need to be introduced to online evaluation media so that the learning evaluation process can attract the interest and motivation of students, especially teachers in schools with limited internet access. The purpose of this community dedication activity is to improve the hardskill of teachers in designing online learning assessments using Quizziz and Testmoz. The target of this activity is the entire teacher at the Integrated Al-Anwar Durenan Trenggalek High School/MA of 32 people. The method used was with material exhibition lectures, platform use practices, and pretest-posttests on teacher digital perception. The pretest result showed a score of 3.80 and posttest of 4.25 which meant an increase of 11.84%. This suggests an increase in teacher's digital perceptions of using online-based learning evaluation media. Most teachers are becoming more challenged and have a desire to learn other online learning platforms.
STUDI KOMPARATIF IMPLEMENTASI STEM DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI INDONESIA DAN TIONGKOK : SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW (SLR) Munawaroh, Vina Shofwatul; Munir, Ulfa Saikhul; Hadi, Syaiful; Zahroh, Umy
Al-Irsyad Journal of Mathematics Education Vol 5 No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Darud Da'wah Wal Irsyad Pinrang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58917/ijme.v5i1.669

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis dan membandingkan implementasi Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) dalam pembelajaran matematika di Indonesia dan Tiongkok. Studi ini dilatarbelakangi tuntutan pendidikan abad ke-21 serta rendahnya pemerataan kualitas penerapan STEM di Indonesia dan perbedaan kesiapan ekosistem pendidikan kedua negara. Selain itu, kajian komparatif sistematis yang secara khusus membahas implementasi STEM pada pembelajaran matematika lintas negara masih terbatas. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review dengan pedoman PRISMA 2020. Pencarian dilakukan pada basis data Google Scholar dan Scopus terhadap publikasi tahun 2021 sampai 2025. Sebanyak 534 artikel diidentifikasi dan diseleksi melalui tahapan penghapusan duplikasi, penyaringan judul dan abstrak, serta telaah teks penuh hingga diperoleh 12 artikel yang relevan. Hasil analisis menunjukkan bahwa Indonesia dan Tiongkok sama-sama menerapkan pembelajaran matematika berbasis STEM melalui strategi aktif seperti eksperimen, proyek, diskusi, dan pemecahan masalah kontekstual. Perbedaan utama terletak pada sistem pendukung implementasi. Indonesia masih bergantung pada inisiatif guru dengan keterbatasan fasilitas dan variasi kompetensi, sedangkan Tiongkok didukung kebijakan nasional, kurikulum terintegrasi, dan pengembangan profesional guru yang sistematis. Studi ini menyimpulkan bahwa penguatan kompetensi guru, konsistensi kebijakan, dan pemerataan akses teknologi merupakan kunci peningkatan mutu pembelajaran matematika berbasis STEM di Indonesia pada jenjang pendidikan dasar dan menengah secara berkelanjutan.
SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW (SLR): STUDI KOMPARASI LANDASAN FILOSOFIS KURIKULUM MATEMATIKA DI INDONESIA DAN SINGAPURA Rahmawati, Putri Melinda; Rosidah, Nanda Nur Indah Kamilatur; Mubarok, Moch Yazid; Hadi, Syaiful; Zahroh, Umy
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 10 No. 4 (2025): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/pedagogy.v10i4.7711

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara sistematis landasan filosofis yang mendasari pengembangan kurikulum matematika di Indonesia pada Kurikulum Merdeka dan kurikulum matematika di Singapura. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan protokol PRISMA. Data diperoleh dari basis data Crossref dan Semantic Scholar menggunakan aplikasi Publish or Perish, dengan kata kunci “filosofi pendidikan”, “kurikulum matematika”, “kurikulum merdeka”, dan “kurikulum Singapura” dalam rentang publikasi 2021–2025. Dari 319 artikel yang ditemukan, setelah proses seleksi berlapis berdasarkan kriteria inklusi-eksklusi, diperoleh 5 artikel yang memenuhi syarat untuk dianalisis. Analisis dilakukan secara kualitatif melalui sintesis temuan dan visualisasi menggunakan VOSviewer dan WordCloud. Hasil penelitian menunjukkan bahwa landasan filosofis kurikulum matematika di Indonesia dan Singapura sama-sama berakar pada pragmatisme, konstruktivisme, dan humanisme, namun berbeda dalam penerjemahannya. Landasan filosofis tersebut tercermin dalam komponen kurikulum matematika. Tujuan kurikulum matematika di Indonesia berorientasi pada abad 21 dan penguatan karakter. Sedangkan di Singapura pengembangan konsep, kemampuan metakognitif, serta kesiapan menghadapi tantangan modern. Konten materi di Indonesia meliputi bilangan, aljabar, geometri, hubungan dan fungsi, statistika dan peluang, serta kalkulus, sedangkan di Singapura meliputi bilangan, algebra, geometri, dan statistika. Pendekatan pembelajaran di Indonesia menggunakan pendekatan kontekstual dengan mengintegrasikan proyek kolaboratif, sedangkan di Singapura menggunakan Concrete Pictorial Abstract (CPA), model drawing, bar model, dan pembelajaran berbasis penguasaan. Indonesia dan Singapura memiliki asesmen yang sama yaitu formatif dan sumatif, namun dengan orientasi tujuan yang berbeda.