Articles
Analisis Manajemen Administrasi Proyek Pembangunan Gedung Universitas Muhammadiyah Semarang
Sjahirul Alim, Muchammad Rully;
Rahman, Abdul
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (329.293 KB)
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis manajemen administrasi proyek pembangunan gedung Universitas Muhammadiyah Semarang. Metode penelitian ini yaitu dengan mengonfigurasikan antara manajemen pemberkasan administrasi dengan pembuatan sistem manajemen untuk menghasilkan sistem manajemen informasi administrasi pada unit pembangunan gedung UNIMUS. Hasil yang didapat bahwa variabel Manajemen SDM dan Sistem mampu mempengaruhi Manajemen Administrasi dengan di buktikan nilai R-squared sebesar 0,30 atau 30%, sehingga Manajemen Administrasi berkaitan dengan Manajemen SDM dan Sistem yang mampu menunjang kelengkapan sistem administrasi sesuai dengan kebutuhan di suatu entitas.
PENGARUH LOCUS OF CONTROL DAN KARAKTERISTIK INDIVIDU TERHADAP KINERJA
Muchammad Rully Sjahirul Alim
Value Added : Majalah Ekonomi dan Bisnis Vol 17, No 2 (2021): Value Added : Majalah Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1188.44 KB)
|
DOI: 10.26714/vameb.v17i2.7891
This research was motivated by the influence of globalization, where it hasan impact on human life as expressed by R. Robertson (2011) that globalization isa process of diminishing the individual and the growing awareness of theindividual.This study uses independent variables, locus of control (X1), karaakteristikindividuals (X2), and the performance of the employee as the dependent variable(Y). Research using questionnaires distributed to 62 people on the administrativestaff of University of Muhammadiyah Semarang by using purposive sampling.While the analysis is done by using SPSS version 16.0 for Windows.Regression analysis and t-test can be seen that the locus of control variable,the variable characteristics of the individual, and the Islamic work ethic variablepositive effect on employee performance variables. The coefficient of determinationR2 of variables Islamic work ethic was 81.8%. This means that the moderatingvariables were able to explain 81.8% while the variations and other variations inthe amount of 100% - 81.8% = 18.2% is explained by other variables that are notaddressed in this study.
Analisis Manajemen Administrasi Proyek Pembangunan Gedung Universitas Muhammadiyah Semarang
Sjahirul Alim, Muchammad Rully;
Rahman, Abdul
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2022): 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jptam.v6i1.3024
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis manajemen administrasi proyek pembangunan gedung Universitas Muhammadiyah Semarang. Metode penelitian ini yaitu dengan mengonfigurasikan antara manajemen pemberkasan administrasi dengan pembuatan sistem manajemen untuk menghasilkan sistem manajemen informasi administrasi pada unit pembangunan gedung UNIMUS. Hasil yang didapat bahwa variabel Manajemen SDM dan Sistem mampu mempengaruhi Manajemen Administrasi dengan di buktikan nilai R-squared sebesar 0,30 atau 30%, sehingga Manajemen Administrasi berkaitan dengan Manajemen SDM dan Sistem yang mampu menunjang kelengkapan sistem administrasi sesuai dengan kebutuhan di suatu entitas.
Mengkaji Dampak Pola Pendidikan Vokasi Kemaritiman Pada Self Efficacy Taruna Siap Prala
Ely Sulistiyowati;
Desy Yuli Aryani;
Fitri Suprapti;
Kholid Mawardi;
Muchammad Rully Sjahirul Alim
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 9 (2025): COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59141/comserva.v4i9.2780
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh self-efficacy terhadap kesiapan taruna dalam menghadapi Praktik Laut (Prala) pada konteks pendidikan vokasi kemaritiman. Prala merupakan tahap krusial dalam pendidikan kemaritiman yang memerlukan kesiapan mental dan kompetensi yang memadai. Self-efficacy, atau keyakinan individu terhadap kemampuan dirinya, dihipotesiskan memiliki peran signifikan dalam menentukan tingkat kesiapan taruna. Objek penelitian ini adalah 200 taruna semester 4 yang akan melaksanakan Prala dari empat kampus maritim di Semarang. Pemilihan taruna semester 4 didasarkan pada pertimbangan bahwa mereka berada pada tahap kritis persiapan menjelang pelaksanaan PRALA. Keempat kampus yang menjadi lokasi penelitian dipilih untuk memberikan gambaran yang komprehensif tentang kondisi pendidikan vokasi kemaritiman di Semarang. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, focus group discussion (FGD), dan observasi partisipatif. Wawancara mendalam dilakukan dengan taruna terpilih untuk menggali persepsi mereka tentang self-efficacy dan kesiapan menghadapi Prala. FGD dilaksanakan untuk memperoleh pemahaman kolektif tentang tantangan dan harapan taruna terkait Prala. Observasi partisipatif dilakukan untuk mengamati perilaku dan interaksi taruna dalam konteks persiapan Prala. Analisis data menggunakan metode analisis tematik, di mana transkrip wawancara dan FGD serta catatan observasi dikoding dan dikelompokkan ke dalam tema-tema utama. Triangulasi data dilakukan untuk memastikan validitas dan reliabilitas temuan. Hasil penelitian menunjukkan adanya keterkaitan yang kompleks antara self-efficacy dan kesiapan taruna menghadapi Prala. Temuan utama mengindikasikan bahwa tingkat self-efficacy yang tinggi cenderung berhubungan dengan kesiapan yang lebih baik, namun faktor-faktor kontekstual seperti dukungan institusi dan pengalaman praktik sebelumnya juga memainkan peran penting. Penelitian ini juga mengidentifikasi beberapa tantangan utama yang dihadapi taruna dalam mempersiapkan diri untuk Prala, serta strategi coping yang mereka gunakan. Implikasi dari penelitian ini menekankan pentingnya pengembangan program intervensi yang holistik untuk meningkatkan self-efficacy taruna sebagai bagian dari persiapan Prala. Rekomendasi meliputi penyusunan program mentoring, pelatihan manajemen stres, dan peningkatan exposure terhadap lingkungan kerja maritim sebelum Prala. Penelitian ini juga menyoroti perlunya pendekatan yang lebih personal dalam mempersiapkan taruna, mengingat variasi individual dalam tingkat self-efficacy dan kebutuhan persiapan.
Mengkaji Dampak Pola Pendidikan Vokasi Kemaritiman Pada Self Efficacy Taruna Siap Prala
Sulistiyowati, Ely;
Aryani, Desy Yuli;
Suprapti, Fitri;
Mawardi, Kholid;
Sjahirul Alim, Muchammad Rully
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 9 (2025): COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59141/comserva.v4i9.2780
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh self-efficacy terhadap kesiapan taruna dalam menghadapi Praktik Laut (Prala) pada konteks pendidikan vokasi kemaritiman. Prala merupakan tahap krusial dalam pendidikan kemaritiman yang memerlukan kesiapan mental dan kompetensi yang memadai. Self-efficacy, atau keyakinan individu terhadap kemampuan dirinya, dihipotesiskan memiliki peran signifikan dalam menentukan tingkat kesiapan taruna. Objek penelitian ini adalah 200 taruna semester 4 yang akan melaksanakan Prala dari empat kampus maritim di Semarang. Pemilihan taruna semester 4 didasarkan pada pertimbangan bahwa mereka berada pada tahap kritis persiapan menjelang pelaksanaan PRALA. Keempat kampus yang menjadi lokasi penelitian dipilih untuk memberikan gambaran yang komprehensif tentang kondisi pendidikan vokasi kemaritiman di Semarang. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, focus group discussion (FGD), dan observasi partisipatif. Wawancara mendalam dilakukan dengan taruna terpilih untuk menggali persepsi mereka tentang self-efficacy dan kesiapan menghadapi Prala. FGD dilaksanakan untuk memperoleh pemahaman kolektif tentang tantangan dan harapan taruna terkait Prala. Observasi partisipatif dilakukan untuk mengamati perilaku dan interaksi taruna dalam konteks persiapan Prala. Analisis data menggunakan metode analisis tematik, di mana transkrip wawancara dan FGD serta catatan observasi dikoding dan dikelompokkan ke dalam tema-tema utama. Triangulasi data dilakukan untuk memastikan validitas dan reliabilitas temuan. Hasil penelitian menunjukkan adanya keterkaitan yang kompleks antara self-efficacy dan kesiapan taruna menghadapi Prala. Temuan utama mengindikasikan bahwa tingkat self-efficacy yang tinggi cenderung berhubungan dengan kesiapan yang lebih baik, namun faktor-faktor kontekstual seperti dukungan institusi dan pengalaman praktik sebelumnya juga memainkan peran penting. Penelitian ini juga mengidentifikasi beberapa tantangan utama yang dihadapi taruna dalam mempersiapkan diri untuk Prala, serta strategi coping yang mereka gunakan. Implikasi dari penelitian ini menekankan pentingnya pengembangan program intervensi yang holistik untuk meningkatkan self-efficacy taruna sebagai bagian dari persiapan Prala. Rekomendasi meliputi penyusunan program mentoring, pelatihan manajemen stres, dan peningkatan exposure terhadap lingkungan kerja maritim sebelum Prala. Penelitian ini juga menyoroti perlunya pendekatan yang lebih personal dalam mempersiapkan taruna, mengingat variasi individual dalam tingkat self-efficacy dan kebutuhan persiapan.
High-Performance Work System and Self-Efficacy on Academic Performance: Work-Life Balance as Mediator
Zami, Imel Nabila Zam;
Fajri, Annisa;
Alim, Muchammad Rully Sjahirul
Research Horizon Vol. 6 No. 1 (2026): Research Horizon - February 2026
Publisher : LifeSciFi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54518/rh.6.1.2026.981
The background of the study stems from the increasing number of employee-level students facing dual role pressures between work and study, necessitating a deeper understanding of the factors influencing their academic success. This study aims to analyze the influence of high performance work system and self-efficacy on the academic performance of employee-level students in Semarang City, with work-life balance as a mediating variable. The research method used a quantitative approach with an explanatory design and involved 100 employee-level management students as respondents. Data analysis was conducted using SEM-PLS through SmartPLS. The results showed that HPWS and self-efficacy had a positive and significant effect on work-life balance and academic performance. In addition, work-life balance was shown to have a partial mediating role in the relationship between HPWS and self-efficacy with academic performance. These findings confirm that employee-level students’ academic performance is influenced not only by institutional support and self-efficacy, but also by their ability to maintain role balance. This study provides a theoretical contribution by expanding the application of the HPWS concept in the context of higher education and provides a practical contribution to universities in designing learning support that is adaptive to the needs of employee-level students.
Pengaruh Work Life Balance dan Kepemimpinan Transformasional Terhadap Kinerja Karyawan Melalui Employee Engagement di RS Muhammadiyah Darul Istiqomah Kendal
Salsabila, Kinanti Faradita;
Muchammad Rully Sjahirul Alim
JURNAL MANAJEMEN MOTIVASI Vol 22 No 1 (2026): Jurnal Manajemen Motivasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29406/jmm.v22i1.8596
This study examines the effects of work-life balance and transformational leadership on employee performance, mediated by employee engagement, among nurses and midwives at Muhammadiyah Darul Istiqomah Hospital, Kendal. Using a quantitative approach with 90 respondents and SmartPLS 4.0 for data analysis, results reveal that work-life balance significantly affects performance but not engagement. Conversely, transformational leadership positively influences engagement but not performance directly. These findings highlight that work-life balance supports performance quality, while transformational leadership through engagement can enhance employee productivity, underscoring the practical importance of balancing personal and professional life and adopting inspirational leadership styles in healthcare settings.
Factors Affecting Employee Job Hoping Millennial Generation in Semarang City
Edy Purwanto;
Muchammad Rully Sjahirul Alim;
Gyda Leilani Zaneta
International Conference on Economics, Management, Business, and Accounting Vol 2 No 1 (2025): International Conference on Economics, Management, Business, and Accounting
Publisher : P3I UMSurabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30651/iconemba.v2i1.30147
There is a phenomenon currently occurring in society, namely job hopping behavior. A job hopper is someone who job hops, leaving a job quickly, or in general, he only stays for a few years. This trend is not only occurring in Indonesia, but also a global phenomenon closely related to the dynamics of the increasingly flexible labor market and the characteristics of the younger generation of workers. This study uses a quantitative research method. The population of this study is millennial generation employees working in Semarang City with a sample size of 100 employees. The sampling method is a purposive sampling method. Meanwhile, hypothesis testing uses multiple regression analysis techniques with the help of SPSS software. The results of the study indicate that the Psychological Capital variable influences job hopping. Job satisfaction does not influence job hopping, and Emotional Exhaustion has a negative effect on job hopping. Meanwhile, simultaneously, Psychological Capital, job satisfaction, and Emotional Exhaustion have a positive and significant effect on job hopping.
Peran Job Crafting, Supervisor Support, Dan Pshycological Safety Terhadap Work Engagement Karyawan Industri Garment Di Kota Semarang
Alma Aulia Sari;
Sjahirul Alim, Muchammad Rully;
Salma Ida, Luluk
JURNAL MANAJEMEN MOTIVASI Vol 22 No 1 (2026): Jurnal Manajemen Motivasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29406/jmm.v22i1.8986
This study examines the effect of competency development on job satisfaction and organizational commitment in improving employee performance at CV. Innovation Science Solution, Samarinda. Using a quantitative explanatory approach, data were collected from 43 employees and analyzed with SEM-PLS. The results show that competency development significantly influences job satisfaction, organizational commitment, and employee performance, both directly and indirectly through mediating variables. The findings imply that organizations should enhance competency development programs to improve satisfaction, strengthen commitment, and ultimately achieve better employee performance.
Pengaruh Workload, Work Environment Terhadap Turnover Intention Melalui Work Stress Sebagai Variabel Intervening Pada Pekerja Generasi Z Kabupaten Demak
Ana soraya;
Sjahirul Alim, Muchammad Rully;
Salma Ida, Luluk
JURNAL MANAJEMEN MOTIVASI Vol 22 No 1 (2026): Jurnal Manajemen Motivasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29406/jmm.v22i1.8995
This study investigates the influence of workload and work environment on turnover intention among Generation Z employees in Demak Regency, with work stress serving as an intervening variable. A quantitative approach was employed using a survey of 100 respondents selected through purposive sampling. Data were analyzed using Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM). The results indicate that workload significantly increases work stress and turnover intention, whereas a supportive work environment reduces both. Work stress positively affects turnover intention and mediates the relationships between workload, work environment, and turnover intention. These findings highlight the importance of workload management and a conducive work environment to improve employee retention.