Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

The Implementation of Tourism Communication for Developing Tourismpreneurship and Destination Branding in Cijengkol Village, Subang Mubarok, Muhamad Husni; Imaddudin
Community Development Journal Vol 8 No 2 (2024): Community Development Journal
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/cdj.v8i2.6166

Abstract

Cijengkol Village in Subang Regency boasts significant local tourism potential, including the Cijengkol Seven Springs known for its water pH resembling infused water, and River Tubing, a popular activity along the upper stretch of the Ciasem river. This community service initiative aims to promote understanding of tourism entrepreneurship and destination branding, vital for harnessing local potential and enhancing regional tourist attractions. By encouraging environmental responsibility and fostering collaboration in developing regional tourism, the program seeks to empower Cijengkol Village residents. Effective tourism communication skills are seen as key to unlocking economic opportunities indirectly. The initiative addresses two main challenges: a lack of awareness regarding tourism's potential as a key sector, affecting micro, small, and medium enterprises, and underutilization of modern digital media for tourism communication. The approach involves specialized training for community members, particularly those involved in Village-Owned Enterprises (BUMDES) and Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Cijengkol Village. The outcome includes the formation of Tourism Awareness Group (Pokdarwis) candidates who understand a tourism vision and mission aligned with SMART goals for sustainable tourism management. Consequently, the candidates are equipped with collaborative concepts and strategies for tourism management in Cijengkol Village, serving as a foundation for future implementation.
MEMPOSISIKAN BRAND LOYALTY GLOWIES BEAUTY DALAM KERANGKA KONSUMEN DAN BRAND Fayzka Medina Distiawan; Imaddudin , Imaddudin
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 2 No. 1 (2024): Agustus
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v2i1.2284

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Glowies Beauty memposisikan brand loyalty dalam kerangka hubungan konsumen dan brand. Dalam pelaksanaannya penelitian ini menggunakan pendekatan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, analisis konten, observasi, dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini merujuk pada teknik analisis data oleh Miles dan Huberman yaitu melalui tiga tahapan di antaranya reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Sementara teknik keabsahan data digunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian ini menemukan bahwa keanggotaan dalam komunitas tidak sekadar tentang menjadi konsumen, melainkan juga merasa menjadi bagian dari keluarga Brand Glowies Beauty itu sendiri. Penelitian ini juga menemukan bahwa dalam memposisikan brand loyalty, Glowies Beauty membentuk loyalitas kognitif konsumen adalah melalui pemberian pemahaman mengenai produk dengan memanfaatkan media sosial. Sementara dalam membetuk loyalitas afektif yaitu dengan membentuk dan meningkatkan hubungan baik dengan konsumen. Selanjutnya pada loyalitas konatif terbangun melalui hasil pengalaman dalam menggunakan produk seperti testimoni ataupun review baik. Serta pada loyalitas tindakan terbangun melalui konsistensi yang baik terhadap kualitas dan kandungan produk yang dimiliki sehingga membuat konsumen menjadi loyal dan terus menggunakan produk Glowies Beauty.
PENGALAMAN KOMUNIKASI GENERASI Z PADA DESTINASI WISATA MOJA Fina Priyansa Utami; Imaddudin Imaddudin
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 2 No. 2 (2024): November
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v2i2.2314

Abstract

Sebagai sebuah tempat wisata tematik, MoJa menampilkan konsep yang unik demi menciptakan pengalaman berbeda bagi pengunjung. Pengalaman pengunjung menjadi sumber utama kepercayaan pengunjung untuk berkunjung kembali, atau merekomendasikan tempat wisata tersebut ke orang lain. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi because of motive dan in order to motive pada pengalaman komunikasi Generasi Z pada Destinasi Wisata MoJa. Metode penelitian kualitatif fenomenologi dipilih untuk memahami situasi penelitian secara lebih detail. Data penelitian dikumpulkan melalui observasi, dokumen, dan wawancara semistruktur dan open-ended mengenai pengalaman komunikasi para pengunjung Generasi Z di destinasi wisata MoJa. Berdasarkan hasil wawancara dengan para informan, ditemukan bahwa because of  motive yang memengaruhi pengalaman komunikasi Generasi Z untuk berkunjung ke MoJa adalah pengalaman yang unik dan berbeda, daya tarik sosial, aksesibilitas yang mudah serta pengaruh media sosial. Sementara in order to motive yang menjadi tujuan pengalaman komunikasi Generasi Z untuk berkunjung ke MoJa adalah karena ingin mengunjungi MoJa untuk menikmati waktu bersama orang-orang terdekat, seperti pasangan untuk nge-date dan menghabiskan waktu liburan bersama teman-teman. MoJa dapat terus berinovasi dengan pengadaan acara-acara yang memungkinkan pengunjung untuk saling berinteraksi, meningkatkan aksesibilitas, dan menambah fasilitas yang unik dan menarik minat Generasi Z.
MENJELAJAHI COFFEE SHOP DAN BERBAGI PENGALAMAN KOMUNIKASI ALA GEN-Z JAKARTA SELATAN DI MEDIA SOSIAL TIKTOK Muhammad Rizky Pambudi; Imaddudin Imaddudin
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 2 No. 2 (2024): November
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v2i2.2315

Abstract

Keberadaan kedai kopi dan cafe telah menjadi simbol yang mewakili gaya hidup anak muda. Generasi muda memanfaatkan kedai kopi untuk berbagai tujuan, termasuk belajar bersama teman, berkumpul, berdiskusi, dan mengerjakan pekerjaan kantor. Pengalaman berkunjung ke coffee shop kini menjadi salah satu topik menarik untuk dibagikan di sosial media. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motif because of dan motif in order to dalam menjelajahi coffee shop dan berbagi pengalaman komunikasi ala generasi Z Jakarta Selatan di media sosial TikTok. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode fenomenologi untuk menjelajahi fenomena yang dialami individu secara holistik. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi. Hasil penelitian menemukan bahwa because of motive Generasi Z menggemari kunjungan ke Coffee shop bukan hanya karena kecintaan mereka terhadap kopi, tetapi juga karena berbagai faktor lain yang menjadikan Coffee shop sebagai tempat multifungsi dalam kehidupan sehari-hari mereka. In order to motive dari berbagi pengalaman di Coffee shop melalui media sosial TikTok bisa karena  individu ingin mengekspresikan kecintaan mereka pada kopi, atau  berbagi  pengalaman, dan memberikan rekomendasi bagi pengikut mereka. Penelitian selanjutnya dapat dilakukan menggunakan metode kuantitatif untuk melengkapi penelitian yang sudah ada.
KETERLIBATAN UMKM TELAGA BATIK DALAM KOMUNIKASI PROMOSI KABUPATEN BEKASI Arisza Eltian Asfahami; Imaddudin Imaddudin
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 2 No. 2 (2024): November
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v2i2.2316

Abstract

Industri pariwisata berpotensi besar mendorong kemajuan ekonomi dan sosial, dengan UMKM Telaga Batik di Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, sebagai contoh aktif mendukung sektor ini melalui produk Batik khas daerah. Penelitian ini bertujuan memahami keterlibatan UMKM Telaga Batik dalam komunikasi promosi di Kabupaten Bekasi, dengan metode kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Telaga Batik telah berhasil mengalihkan strategi promosi dari media tradisional seperti televisi dan radio ke media digital, terutama melalui platform media sosial seperti Instagram. Kolaborasi dengan stasiun televisi dan dukungan pemerintah melalui promosi offline dan online juga telah meningkatkan visibilitas Telaga Batik di mata publik. Keterlibatan aktif dalam komunitas lokal dan dukungan pemerintah menjadi faktor kunci dalam memperkuat loyalitas konsumen dan citra positif Telaga Batik. Strategi promosi yang efektif, seperti diskon, penggunaan media sosial, dan partisipasi dalam pameran UMKM, terbukti mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap produk Batik Telaga Batik. Telaga Batik tidak hanya sebagai penghasil produk lokal, tetapi juga berperan sebagai agen promosi dan pembawa identitas budaya Kabupaten Bekasi. Selain itu, hubungan baik dengan komunitas lokal seperti Paguyuban Abang Mpok Kabupaten Bekasi juga membantu memperkuat hubungan antara UMKM dan masyarakat setempat, yang pada gilirannya mendukung keberhasilan bisnis.
Implementation of Research, Planning, Implementation, Evaluation (RPIE) in Developing Publish Awareness Through Instagram by Public Relations of Hope Worldwide Indonesia Stefanny, Jovanca; Muhammad Athalarik, Fadli; Astuti, Hani; Imaddudin, Imaddudin
Siber Journal of Advanced Multidisciplinary Vol. 2 No. 2 (2024): (SJAM) Siber Journal of Advanced Multidisciplinary (July - September 2024)
Publisher : Siber Nusantara Research & Yayasan Sinergi Inovasi Bersama (SIBER)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/sjam.v2i2.208

Abstract

This research was conducted to determine the implementation of the RPIE concept in the role of PR to develop public awareness through Instagram of the HOPE Worldwide Indonesia organization. This research uses a type of qualitative research with descriptive research methods. The results of the study show that the role of PR in developing public awareness through the use of Instagram is carried out in several steps, namely 1) research, namely finding out the target audience with insight and research features used for making posts using SDG-type hashtags and seeing existing trends, 2) planning, namely PR having SOP, having a workflow in creating content and using digital media to develop wider public awareness, 3) implementation, namely public relations using the Instagram platform and activating all of its features, having a different core message from each content that is relatable, applying SOP in postings to packaging the content properly, 4) evaluation, namely PR HOPE Worldwide Indonesia conducted a review of the performance they had carried out to raise public awareness, look for data by looking at Instagram insights, seeing and feeling the changes and impacts that had occurred. The limitation of this research is that this research is only limited to how to implement the RPIE concept in the Instagram of HOPE Worldwide Indonesia. The Practical Implications of this research can provide benefits for researchers to explain the role played by a public relations person in developing public awareness of non-profit organizations through Instagram. The originality of this research is This research discusses HOPE Worldwide Indonesia as a non-profit organization that operates Instagram as one of its organizational media.
Persepsi Penonton Terhadap Tayangan Konten Youtube Deddy Corbuzier Periode 2022 Yandy Guntur Setiawan; Imaddudin
Jurnal Komunikasi, Masyarakat dan Keamanan Vol. 6 No. 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31599/jjxnys38

Abstract

Konten kontroversi Deddy Corbuzier pada tahun 2022 menyebabkan dirinya banyak mendapatkan umpatan dan respon kurang baik dari masyarakat, namun konten Deddy Corbuzier masih bisa bertahan dan konsisten dengan jumlah penonton yang banyak. Peneliti ingin mengetahui bagaimana persepsi penonton terhadap konten YouTube Deddy Corbuzier pada periode 2022. bagaimana YouTube-nya bisa tetap bertahan dan konsisten memiliki penonton sangat banyak setelah Deddy Corbuzier beberapa kali melakukan kontroversi, apa saja yang membuat konten Deddy Corbuzier ini menjadi menarik, melalui persepsi dari para penontonnya secara langsung. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa konten Deddy Corbuzier menurut persepsi mereka memiliki keberagaman konten yang variatif, adanya kebaruan narasumber, serta isi konten dan pembahasan yang menarik, hal itulah yang membuat konten Deddy Corbuzier ini tetap diminati oleh para penontonnya. Selain itu judul, thumbnail, dan tampilan awal konten Deddy Corbuzier juga terkesan clickbait sehingga membuat penasaran serta mampu menarik atensi lebih dari penontonnya. Dengan demikian, meskipun Deddy Corbuzier melakukan kontroversi pada tahun 2022, namun minat penonton terhadap kontennya tetap tinggi dikarenakan faktor-faktor tersebut.
Tourism Ambassador: Strategi Komunikasi Pemasaran Destinasi Wisata Jawa Barat Melalui Program Smiling West Java Ambassador 2022 Imaddudin, Imaddudin; Sinaga, Firman; Nur Efendi, Moch.; Koerniawaty, Francisca Titing; Amir, Firli Lanovia
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 5 (2023): Innovative: Journal of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Strategi komunikasi pemasaran destinasi wisata merupakan impelementasi dari sebuah perencanaan, tujuan, kebijakan hingga tindakan yang saling mempengaruhi dan membentuk pemahaman bersama. Program Smiling West Java Ambassador bertujuan untuk mengeksposure destinasi wisata unggulan Jawa Barat melalui konten kreatifnya. Penelitian dengan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian tersebut guna mengimplementasikan kebijakan dari penetapan strategi pembangunan pariwisata di Jawa Barat dalam konteks pemasarannya. Upaya yang dilakukan pada program SWJ Ambassador hanya fokus pada penyebaran destinasi wisata melalui konten kreatif dari para conten creator, influencer, selebtiktok, selebgram, dan lainnya yang secara tidak langgung memiliki jumlah pengikut yang cukup banyak. Sehingga potensi promosi destinasi wisata di Jawa Barat makin meluas dengan dibantunya para followers atau pengikut media sosial para duta pariwisata tersebut. Ditambah keahlian dalam membuat konten kreatif yang estetik, menambah kekayaan informasi yang mudah dipahami dan enak dilihat. Melalui dua strategi pemasaran baik pesan maupun media, diharapkan dapat memberikan informasi dan persuasi dengan cara yang lebih halus (soft selling) serta penempatan pada media yang sedang marak dikalangan masyarakat dapat lebih mudah diterima.
STRATEGI INTEGRATED MARKETING COMMUNICATION PMB FISIP UMJ 2023 MELALUI MEDIA SOSIAL INSTAGRAM @fisip_umj Lageni, Istisari Bulan; Muksin, Nani Nurani; Swarnawati, Aminah; Imaddudin; Syahid, Lingga
JP2N : Jurnal Pengembangan Dan Pengabdian Nusantara Vol. 1 No. 1 (2023): JP2N: September - Desember 2023
Publisher : Yayasan Pengembangan Dan Pemberdayaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62180/bgjzmc78

Abstract

Ajang penerimaan mahasiswa baru atau PMB merupakan salah satu ajang cukup penting terutama bagi kampus swasta. Jumlah mahasiswa baru (Maba) ditiap tahunnya akan mempengaruhi keberlangsungan kampus tersebut. Namun dengan hadirnya kampus baru tiap tahu dan juga berkurangnya jumlah calon mahasiswa baru (Camaba), missal karena dampak perekonomian akibat covid19 beberapa tahun lalu, membuat kampus-kampus memutar otak mencari cara-cara baru yang belum pernah mereka lakukan sebelumnya. Adapun salah satu cara tersebut adalah kegiatan komunikasi pemasaran terpadu atau dikenal juga sebagai integrated marketing communication (IMC). merupakan suatu strategi pemasaran bagi bisnis untuk mengomunikasikan pesan yang sama di semua saluran pemasaran. Tujuan yang ingin dicapai oleh strategi IMC adalah untuk memengaruhi khalayak ramai dengan elemen promosinya sampai ke tingkat kognisi, afeksi, dan konasi. Elemen promosi yang digunakan biasanya terbagi menjadi dua, yaitu soft sell dan hard sell. Salah satu dari kegiatan soft sell yaitu komunikasi pemasaran yang dilakukan melalui media sosial. Bukan tanpa alasan, seperti yang kita tahu, media berbasis internet ini merupakan salah satu media yang jangkauannya luas dan memungkinkan para penggunanya berinteraksi melalui dunia maya. Maka dari itu, kegiatan PMB melalui media sosial dapat dijadikan pilihan untuk mendongkrak jumlah Camaba. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Jakarta melalui akun Instagram @fisip_umj melakukan hal serupa. Dalam upaya menarik Camaba, konten-konten yang diunggah di akun @fisip_umj secara khusus dibuat sesuai dengan karakteristik Camaba. Konten-konten tersebut bertujuan untuk menghasilkan awareness dan kemudian ketertarikan Camaba terhadap kampus Fisip UMJ.    
Bijak Bermedia Sosial untuk Stabilitas Kesehatan Mental Remaja Hidayanto, Syahrul; Syafrina, Annisa Eka; Imaddudin, Imaddudin
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 4 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v4i4.769

Abstract

The main objective of implementing this community service program is to increase adolescents' awareness and understanding of the healthy and responsible use of social media. The method used was interactive training that included material presentation, discussion, and practical activities. The results of this program showed a significant increase in participants' understanding of the limits of social media use, emotional management, and strategies to deal with negative impacts such as Fear of Missing Out (FOMO). In conclusion, the training successfully provided the necessary insights and tools for adolescents to use social media wisely, supporting their mental health stability.ABSTRAKTujuan utama dari pelaksanaan program pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman remaja tentang penggunaan media sosial yang sehat dan bertanggung jawab. Metode yang digunakan adalah pelatihan interaktif yang mencakup penyajian materi, diskusi, dan kegiatan praktik. Hasil dari program ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta mengenai batasan penggunaan media sosial, manajemen emosional, dan strategi menghadapi dampak negatif seperti Fear of Missing Out (FOMO). Kesimpulannya, pelatihan berhasil memberikan wawasan dan alat-alat yang diperlukan bagi remaja untuk menggunakan media sosial dengan bijak, mendukung stabilitas kesehatan mental mereka.