Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

ANALISIS KEPATUHAN SISWA TERHADAP ATURAN ANTI BULLYING DI SEKOLAH Bisnawati Fataruba; Fatimah Sialana; Susi Anita Patmawati
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 9 No. 4 (2024): Volume 09 No. 04 Desember 2024 In Press
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v9i4.19277

Abstract

ABSTRAK Pendidikan di Indonesia saat ini menghadapi beragam tantangan, yang terlihat dari berbagai fenomena dalam konteks pendidikan, menandakan bahwa kita berada dalam periode kritis. UUD 1945 menegaskan hak setiap warga negara untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas, tetapi saat ini pendidikan tampak kehilangan arah. Dengan kemajuan zaman, pendidikan muncul dalam berbagai bentuk dan ideologi. Di abad ke-21 ini, pendidikan di Indonesia dihadapkan pada tantangan dan peluang yang berbeda dari sebelumnya. Oleh karena itu, kita perlu selalu siap untuk beradaptasi dengan perubahan yang akan terus berlangsung di era ini. Metode penelitian yang diterapkan dalam studi ini adalah metode analisis deskriptif kualitatif, yang bertujuan untuk menggambarkan suatu kejadian secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai fakta-fakta atau fenomena yang diteliti (Sumardi Suryabarata, 1998: 18). Tujuan dari penelitian deskriptif ini adalah untuk menyajikan dan menggambarkan fakta-fakta tentang masalah yang diteliti sebagaimana adanya, disertai dengan analisis yang mendalam. Hal ini dilakukan dengan mengumpulkan dan menganalisis data yang relevan dengan objek kajian Dari analisis di atas, dapat disimpulkan bahwa penerapan aturan anti-bullying di sekolah telah dilakukan secara efektif. Hasil pengamatan dan wawancara yang dilakukan peneliti menunjukkan bahwa guru PPKn di SMP Negeri 18 Maluku Tengah secara konsisten menanamkan nilai-nilai karakter yang positif kepada siswa. Upaya ini tidak hanya dilakukan di dalam kelas, tetapi juga melalui kegiatan ekstrakurikuler namun, penanaman karakter yang baik pada siswa perlu dilakukan lebih dari sekadar melalui kegiatan pembelajaranPenerapan aturan anti bullying telah dilaksanakan sejak siswa baru masuk SMP, di mana mereka diberikan materi mengenai bullying dan diperkenalkan dengan aturan anti bullying yang berlaku di sekolah. bentuk-bentuk penerapan peraturan anti bullying sudah cukup efektif, hal ini dapat dilihat dari upaya dan tindakan yang diambil oleh guru dalam menangani kasus bullying. Kata Kunci: penerapan aturan anti bullying di sekolah
PENGEMBANGAN CIVIC DISPOSITION DALAM MENGATASI MASALAH BELAJAR SISWA DI SMP NEGERI 7 AMBON Damayana, Nessa Nur Aulia; Sialana, Fatimah; Patmawati, Susi Anita
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 9 No. 04 (2024): Volume 09 No. 04, Desember 2024.
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v9i04.19814

Abstract

Education plays a crucial role in shaping a generation that is both qualified and has strong character, which in turn supports the progress of a nation. Amid the waves of 21st-century globalization, Indonesia faces various social, cultural, and moral challenges, including an increase in social problems among students, such as fights, bullying, cheating, and other violations of school rules. The instilling of national character values and civic disposition in schools has become vital in addressing these issues. Civic Education (PKn) is expected to shape students' character to become intelligent, skilled, and responsible citizens. This study aims to examine the role of civic disposition in addressing social problems at SMP Negeri 7 Ambon, focusing on the development of better student character and behavior. Through a qualitative approach, the research reveals that the consistent application of civic disposition can reduce deviant behavior at school and foster more responsible citizens. The benefits of this research are expected to serve as a reference in the development of student character, particularly in addressing social challenges within the school environment. Practically, this study can help teachers design effective teaching strategies to develop civic disposition and tackle social problems in schools.
Digital Literacy and Ethics in the Concept of Global Citizenship: A Study on Social Media Use Susi Anita Patmawati; Dewilna Helmi; Dwi Partini
Jambura Journal Civic Education Vol 6, No 1 (2026): Vol.6 No.1 Mei 2026
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jacedu.v6i1.38578

Abstract

The development of digital technology and the widespread use of social media have changed the way people communicate and participate in various issues at the global level. The concept of global citizenship now not only includes identity and responsibility within geographical boundaries but also involves digital ethics and literacy in communicating in cyberspace. This study aims to explore the role of digital literacy and ethics in shaping global citizenship awareness among social media users, and this can help reduce social conflict and increase social responsibility in global interactions. This study uses a qualitative method with descriptive data exposure with case studies of social media users in Indonesia. Data were collected through in-depth interviews and content analysis from various social media platforms (Instagram, Facebook, and TikTok). The results of the study show that the majority of social media users do not reflect adequate digital literacy and ethics in the concept of global citizenship. Of the 1,000 data analyzed, 60% of them contain negative comments that are not by the principles of digital ethics. These findings underline the importance of digital literacy and ethics knowledge in creating a more positive and responsible interaction space in the global era. This study contributes to the development of a more inclusive and ethical concept of global citizenship in the real world. The limitations of this researcher lie in direct interaction with respondents.
Perlindungan Kesehatan Pekerja Pengangkut Sampah dalam Perspektif Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Keselamatan Kerja Ratna Salong; Titus Gaite; Susi Anita Patmawati
SUPREMASI: Jurnal Pemikiran, Penelitian Ilmu-ilmu Sosial, Hukum dan Pengajarannya Volume 21, Nomor 1 (Januari 2026)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/supremasi.v21i1.77527

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) bagi petugas pengumpulan sampah di Kota Ambon berdasarkan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Tujuan utama penelitian adalah menilai sejauh mana regulasi K3 diterapkan dalam praktik serta mengidentifikasi kesenjangan antara kebijakan dan pelaksanaan di lapangan. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum empiris dengan pendekatan kualitatif, melalui pengumpulan data primer berupa wawancara dan observasi terhadap petugas pengumpulan sampah serta pihak terkait, dan data sekunder dari kajian pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan hukum telah dilaksanakan dengan cukup baik, melalui penerapan prosedur K3 dan perlindungan terhadap risiko kecelakaan kerja sesuai ketentuan hukum. Temuan penelitian mengungkap adanya keterbatasan sarana pelindung diri, kurangnya pengawasan rutin, serta rendahnya kesadaran pekerja terhadap pentingnya keselamatan kerja. Keterbatasan penelitian ini terletak pada ruang lingkup yang terbatas pada Kota Ambon, sehingga generalisasi hasil ke daerah lain perlu dilakukan dengan hati-hati.
Transformasi Budaya Kewargaan di Era Digital: Studi Budaya Makassar dan Ambon Susi Anita Patmawati; Hairul Saleh Satrul; Rismawati Rismawati; Muhammad Asriadi
CIVICUS : Pendidikan-Penelitian-Pengabdian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 13, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/civicus.v13i2.35460

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis transformasi budaya kewargaan di era digital dalam konteks budaya Makassar dan Ambon. Melalui pendekatan kualitatif-deskriptif berbasis systematic literature review, data diperoleh dari sepuluh artikel ilmiah yang relevan mengenai transformasi budaya, kewargaan digital, dan pendidikan kewarganegaraan. Hasil analisis menunjukkan lima bentuk utama transformasi budaya kewargaan: pergeseran dari kewargaan pasif menuju partisipatif, transisi identitas tunggal menjadi majemuk, penguatan budaya inklusivitas, adaptasi kewargaan konvensional menuju bentuk digital, serta pergeseran makna kewargaan dari formalitas hukum menuju etika publik. Nilai-nilai lokal seperti Siri’ na Pacce, Sipakatau, dan Pela Gandong terbukti memainkan peran sentral dalam menumbuhkan etika kewargaan reflektif dan solidaritas sosial di tengah arus globalisasi digital. Pendidikan Kewarganegaraan berfungsi sebagai agen transformatif melalui penerapan kurikulum kontekstual, pedagogi reflektif-partisipatif, dan integrasi nilai lokal dalam bingkai global. Temuan ini memperkuat konsep technological citizenship dan multicultural civic education sebagai kerangka teoritis baru bagi pengembangan kewargaan digital yang beretika dan berkeadaban. Implikasi penelitian menegaskan perlunya penguatan literasi digital, etika publik, dan pendidikan kewarganegaraan berbasis nilai lokal untuk membentuk warga negara yang kritis, adaptif, dan inklusif dalam menghadapi tantangan globalisasi dan digitalisasi.This study aims to analyze the transformation of civic culture in the digital era in the context of Makassar and Ambon culture.. Through a qualitative-descriptive approach based on a systematic literature review, data were obtained from ten relevant scientific articles on cultural transformation, digital citizenship, and citizenship education. The analysis results indicate five primary forms of citizenship culture transformation: a shift from passive to participatory citizenship, the transition from a single to a plural identity, the strengthening of a culture of inclusivity, the adaptation of conventional citizenship to a digital form, and the shift in the meaning of citizenship from legal formality to public ethics. Local values, such as Siri' na Pacce, Sipakatau, and Pela Gandong, have been shown to play a central role in fostering reflective citizenship ethics and social solidarity amidst the flow of digital globalization. Citizenship Education functions as a transformative agent through the application of a contextual curriculum, reflective-participatory pedagogy, and the integration of local values within a global framework. These findings strengthen the concepts of technological citizenship and multicultural civic education as new theoretical frameworks for the development of ethical and civilized digital citizenship. The implications of the research underscore the need to enhance digital literacy, public ethics, and local value-based citizenship education to foster critical, adaptive, and inclusive citizens who can effectively face the challenges of globalization and digitalization.
EKSISTENSI NILAI-NILAI NASIONALISME PENINGGALAN MOHAMMAD HATTA DAN SUTAN SJAHRIR DI PULAU BANDA Asriana Yanto; Louisa Metekohy; Susi Anita Patmawati
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i1.9727

Abstract

This study aims to analyze the existence of the values of nationalism left behind by Mohammad Hata and Sultan Sjahrir on Banda Island. The importance of nationalism values for the Indonesian nation, the nationalism values that need to be instilled include love for the homeland, willingness to sacrifice, pride in diverse cultures, appreciation for the services of heroes, and prioritizing the public interest. Connecting the past and emphasizing the nationalism values instilled through history and their relevance in the era of disruption, directly connecting the importance of preserving the traces of heroes with the formation of the nation's character. The type of research is qualitative. The research location is Banda Island, Central Maluku Regency, Maluku Province. The subjects of this research are the community responsible for maintaining the Cultural Heritage Site or the managers of the exile house, traditional leaders, community leaders, and the people of  Banda Naira. The data collection techniques are observation and documentation. The data is analyzed using descriptive qualitative methods. The research results show that the values of nationalism contained in the historical traces of Mohammad Hatta and Sutan Sjahrir on Banda Island are reflected through their attitudes, thoughts, and activities during their exile. Translated with DeepL.com (free version) These values include love for the homeland, fighting spirit, sacrifice, unity, and efforts to educate the public through education and intellectual enlightenment. The historical traces left behind are proof of the existence of the nationalist values of these two figures. The preservation and utilization of the historical relics of Mohammad Hatta and Sutan Sjahrir on Banda Island play an important role in shaping the historical awareness and nationalism of the community. These historical relics not only serve as historical evidence, but also as a means of education and learning that can foster a love for the homeland and pride in the nation's history. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis eksistensi nilai-nilai nasionalisme peninggalan Mohammad Hata dan Sultan Sjahrir di Pulau Banda. Pentingnya nilai-nilai nasionalisme bagi bangsa Indonesia, Nilai-nilai nasionalisme yang perlu ditanamkan antara lain cinta tanah air, rela berkorban, bangga pada budaya yang beragam, menghargai jasa para pahlawan serta mengutamakan kepentingan umum. menghubungkan masalalu dan penekanan pada nilai-nilai nasionalisme yang ditanamkan melalui sejarah dan relevansinya di era disrupsi, secara langsung menghubungkan pentingnya pelestarian jejak pahlawan dengan pembentukan karakter bangsa, Tipe dalam penelitian ini adalah kualitatif. Lokasi penelitian pada Pulau Banda, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku Subjek dalam penelitian ini adalah masyarakat yang bertanggung jawab menjaga Cagar Budaya atau pengelola rumah pengasingan,  tokoh adat, tokoh masyarakat, serta masyarakat  Banda Naira. Teknik pengumpulan  data adalah observasi dan Dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil Penelitian bahwa Nilai-nilai nasionalisme yang terkandung dalam jejak-jejak sejarah Mohammad Hatta dan Sutan Sjahrir di Pulau Banda tercermin melalui sikap, pemikiran, dan aktivitas mereka selama masa pengasingan. Nilai-nilai tersebut meliputi cinta tanah air, semangat perjuangan, pengorbanan, persatuan, serta upaya mencerdaskan masyarakat melalui pendidikan dan pencerahan intelektual. Jejak sejarah yang ditinggalkan menjadi bukti eksistensi nilai-nilai nasionalisme kedua tokoh tersebut. Pelestarian dan pemanfaatan peninggalan sejarah Mohammad Hatta dan Sutan Sjahrir di Pulau Banda memiliki peran penting dalam membentuk kesadaran sejarah dan nasionalisme masyarakat. Peninggalan sejarah tersebut tidak hanya berfungsi sebagai bukti sejarah, tetapi juga sebagai sarana edukasi dan pembelajaran yang dapat menumbuhkan rasa cinta tanah air serta kebanggaan terhadap sejarah bangsa.