Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Frekuensi Kunjungan Posyandu di Wilayah Kerja Puskesmas Kassi-Kassi Makassar Tahun 2025 Sulistyowati, Endang; Hafsah; Nirwana
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 3: Desember (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v5i3.1798

Abstract

Posyandu merupakan tempat kegiatan terpadu KB Kesehatan ditingkat desa karena dalam pelaksanaannya melibatkan berbagai instansi. Upaya peningkatan peran dan fungsi posyandu bukan semata-mata tanggung jawab pemerintah saja, namun semua komponen yang ada di masyarakat termasuk kader.  Posyandu menyediakan layanan untuk seluruh sasaran siklus kehidupan mulai dari ibu hamil, bersalin dan nifas, bayi, balita, anak prasekolah, usia sekolah dan remaja usia dewasa dan lansia. Diharapkan melalui posyandu masyarakat mendapat pelayanan kesehatan yang paripurna berupa kesehatan ibu dan anak (KIA), pelayanan Keluarga Berencana, perbaikan gizi dan penanggulangan diare. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi tentang faktor – faktor yang berhubungan dengan frekuensi kunjungan posyandu di wilayah kerja Puskesmas Kassi – Kassi. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional dengan rancangan Cross Sectional Study. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu rumah tangga binaan posyandu yang ada di wilayah kerja Puskesmas Kassi-Kassi. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu rumah tangga yang memiliki balita dan terdaftar pada setiap posyandu di wilayah kerja Puskesmas Kassi-Kassi, jumlah sampel sebanyak 235 orang. Pengumpulan data diperoleh melalui wawancara langsung kepada ibu yang mempunyai balita dengan menggunakan kuesioner yang telah disediakan. Data yang diperoleh diolah dan dianalisis dengan menggunakan program komputer SPSS dengan menggunakan uji Chi Square, sedangkan penyajian data dalam bentuk tabel disertai penjelasan.Hasil menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat pengetahuan ibu tentang posyandu maka semakin tinggi pula frekuensi kunjungan posyandu, semakin ramah kader dalam memberikan  pelayanan di posyandu maka semakin tinggi pula frekuensi kunjungan posyandu, dukungan yang diberikan oleh suami terhadap ibu dan jumlah anak balita dalam keluarga tidak mempunyai hubungan dengan frekuensi kunjungan ibu ke posyandu.
Pengaruh Terapi Bermain dengan Bahan Alam Berupa Batu dan Ranting untuk Meningkatkan Keterampillan Matorik Halus dan Kreatifitas Anak Usia Dini di TK Hikmah Jl Minasa Upa Blok AB 2 Makassar Hafsah; Suryani, Lilis; Sulistyowati , Endang
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 3: Desember (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v5i3.1856

Abstract

Perkembangan motorik halus dan kreativitas merupakan dua aspek penting dalam menunjang kesiapan belajar anak usia dini. Namun, stimulasi yang diberikan di lembaga PAUD sering kali masih terbatas pada media buatan sehingga anak kurang terekspos pada pengalaman eksploratif berbasis alam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh terapi bermain dengan bahan alam berupa batu dan ranting terhadap peningkatan keterampilan motorik halus dan kreativitas anak usia dini di TK Hikmah, Jl. Minasa Upa Blok AB 2 Makassar. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pretest–posttest one group. Subjek penelitian adalah anak usia 4–5 tahun yang terlibat dalam sesi terapi bermain menggunakan batu dan ranting selama beberapa kali pertemuan terstruktur. Instrumen penilaian mencakup lembar observasi perkembangan motorik halus (menggunting, memegang, menyusun, dan mengoordinasi gerak jari) serta indikator kreativitas (kelancaran, fleksibilitas, dan orisinalitas). Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kedua aspek tersebut setelah anak mengikuti terapi bermain. Aktivitas manipulatif menggunakan bahan alam mendorong anak berlatih ketepatan gerak sekaligus memicu imajinasi dalam menciptakan bentuk-bentuk baru. Dengan demikian, terapi bermain berbasis bahan alam dapat direkomendasikan sebagai alternatif strategi pembelajaran yang efektif, murah, dan ramah lingkungan untuk meningkatkan perkembangan motorik halus dan kreativitas anak usia dini.