Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Machinability of Polymer Foam Composites Reinforced with Oil Palm Empty Fruit Bunch (OPEFB) Fibers for Robot Car Body Applications Rosyadan, Dafa Amrina; Arif Adlie, Taufan; Arif, Zainal
JURUTERA - Jurnal Umum Teknik Terapan Vol 12 No 01 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/jurutera.v12i01.12083

Abstract

Oil Palm Empty Fruit Bunches (OPEFB) is one of the solid wastes of the palm oil industry that is used as an alternative material to replace composite products. Composite is a material that is formed from a combination of two or more materials so that a composite material is produced that has different mechanical properties and characteristics from the forming material. This research aims to make the body of a food delivery car robot and obtain the characteristics of being able to machine (Drilling and Sawing), The test material used is a foamed polymer composite material reinforced with OPEFB fiber. The composite manufacturing process is carried out by the hand lay-up method. This test was carried out using 3 variations of drill bits with diameters of 4 mm, 6 mm, and 8 mm and by using cutting speeds of 20 m/min, 40 m/min, and 60 m/min. From the results of the comparison, the use of drill bits with a diameter of 8 mm obtained the most optimal results, where a cutting speed of 20 m/min produced a rotation speed of 796.17 rpm, a cutting speed of 40 m/min produced a rotation speed of 1592.3 rpm, and a cutting speed of 60 m/min produced a rotation speed of 2388.5 rpm. The greater the cutting speed, the greater the spindle rotation produced; the low cutting speed followed by the low spindle rotation does not raise the cutting force enough so that the composite plane will break.
PENGARUH RADIASI CAHAYA TERHADAP PANEL SURYA DAN BATERAI LITHIUM-ION PADA ROBOT PENGANTAR MAKANAN (STUDI EKSPERIMEN INDOOR DAN OUTDOOR) Halim Vizar, Mhd. Raqhil; Arif Adlie, Taufan; Amin, Muhammad
JURUTERA - Jurnal Umum Teknik Terapan Vol 12 No 01 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/jurutera.v12i02.12099

Abstract

This research utilizes solar energy to generate electricity through solar panels with experimental study methods in outdoor (sunlight) and indoor (lights) conditions. Experiments using two 500-watt (12000 Lux) incandescent lamps produced a maximum power of 5.25 watts at 35°C with an intensity of 94.8 W/m², while sunlight produced up to 13.93 watts of power at 55°C with an intensity of 206.6 W/m² using a 20 Wp polycrystalline panel. The power increases to the optimum temperature, then decreases due to thermal effects. Low temperature improves efficiency; high temperature lowers it. A 21.6 Ah (12 V) lithium-ion battery stores 259.2 Wh of energy, and with the slow charging method, it takes about 2 hours to reach the 20% discharge limit. Indoor testing with light lamps provides a more stable alternative. The increase in light intensity increases power to a certain point before decreasing due to temperature.
DIVERSIFKASI IKAN BANDENG MENJADI PRODUK OLAHAN MAKANAN UNTUK MENINGKATKAN NILAI TAMBAH DI KOPERASI SERBA USAHA MUARA TANJUNG Muslimah, Muslimah; Arif Adlie, Taufan; Yusnawati, Yusnawati; Fitriyansah, Aidil; Tegar Iswara, Dito; Yolanda, Rico
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 12 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i12.5017-5024

Abstract

Koperasi serba usaha (KSU) Muara Tanjung (mitra) adalah sebuah koperasi bergerak di bidang pengolahan ikan bandeng dan pemasok kebutuhan pertanian dan perikanan untuk masyarakat setempat. mitra berlokasi di desa Tanjung Minjei Kecamatan Madat Kabupaten Aceh Timur merupakan salah satu daerah pesisir di provinsi Aceh. Kabupaten Aceh Timur memiliki produksi ikan bandeng 2.338 ton per tahun. Budidaya ikan bandeng di daerah mitra di tambak-tambak milik warga. Nilai gizi yang tinggi dan rasa yang lezat merupakan ciri ikan tersebut.  selain itu ikan bandeng memiliki duri yang cukup banyak diseluruh tubuh ikan, hal ini sangat menggangu penikmat bandeng. Mitra sudah mengolah ikan bandeng tanpa duri. Selama ini sistem produksi dilakukan berdasarkan pesanan. Permasalahan yang terjadi adalah pada proses produksi terdapat limbah yang selalu dibuang yaitu duri ikan yang terdapat diseluruh tubuh ikan. Padahal duri ikan memiliki kandungan gizi yang tinggi seperti kalsium dan protein, selain itu banyaknya bahan baku yang tersedia sangat disayangkan apabila ikan bandeng hanya diolah hanya menjadi ikan bandeng tanpa duri saja. Permasalahan yang lain adalah belum ada kemasan agar produk yang dihasilkan mudah diterima oleh masyarakat. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah memanfaatkan limbah produksi dan menambah variasi produk yang dihasilkan oleh mitra sehingga jumlah produk yang dihasilkan bertambah serta mendesain kemasan. Tahapan kegiatan pengabdian ini adalah pengadaan komponen produksi, perakitan mesin dan peralatan produksi, uji coba mesin dan peralatan, desain kemasan, penerapan teknologi, dan pendampingan operasional. Diversifikasi produk yang dihasilkan dalam kegiatan pengabdian adalah kerupuk tulang ikan, kerupuk bandeng, bakso ikan bandeng, dan nugget ikan bandeng.
PEMBUATAN ALAT PENETASAN TELUR ITIK UNTUK PENINGKATAN PRODUKSI PETERNAK DI KELOMPOK TANI SARI KENCANA DESA ALUR SELEBU KABUPATEN ACEH TAMIANG Suheri, Suheri; Arif, Zainal; Arif Adlie, Taufan; Azuar Rizal, Teuku; Safi’i, Muhamad
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 6 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i6.2617-2621

Abstract

Alat penetas telur adalah salah satu perangkat yang banyak digunakan di bidang peternakan unggas. Alat ini dirancang untuk meningkatkan jumlah telur yang menetas. Banyak alat penetas telur yang diproduksi baik secara manual, dan konvensional. Namun tingkat keberhasilan alat penetas ini masih rendah. Produksi benih itik dan penetasan telur tidak efisien. Hal ini dikarenakan peternak itik masih biasa menggunakan alat penetas manual untuk telurnya. Untuk itulah perlu memiliki alat penetas telur otomatis agar lebih efisien, Alat tetas dirancang sendiri sehingga peternak dapat menentukan berapa jumlah telur yang akan ditetaskan dalam satu kali periode. Penerapan mesin penetas telur diharapkan dapat meningkatkan produktifitas peternak itik melalui penjualan anak itik, yang memiliki harga jual lebih tinggi. Selain pengembangan alat, proyek ini juga akan melibatkan kegiatan sosialisasi dan pelatihan kepada peternak mengenai penggunaan alat penetasan yang baru. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan penerimaan terhadap teknologi baru serta memberikan dukungan praktis bagi peternak untuk mengintegrasikan alat penetasan ke dalam operasi peternakan mereka. Melalui kegiatan ini dapat menambah pengetahuan masyarakat mengenai mesin penetas telur masih terbatas. Selanjutnya, pada tahap pengembangan solusi melalui perancangan dan pembuatan alat penetas. Luaran utama yang dicapai dalam kegiatan ini adalah alat penetas telur. Luaran lain yang dicapai adalah peningkatan wawasan dan pengetahuan tentang teknologi alat penetas telur otomatis.
TEKNOLOGI ALAT PENCETAKAN BATU BATA MERAH OTOMATIS UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS UMKM Yusnawati, Yusnawati; Arif Adlie, Taufan; Masthura, Lely
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 10 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i10.3823-3827

Abstract

Batu bata merupakan bahan bangunan yang sangat dibutuhkan masyarakat. Desa Padang Langgis, Kecamatan Seruway Kabupaten Aceh Tamiang terdapat sentra pengolahan batu bata merah. Ibu Riana adalah  salah satu pemilik usaha mikro kecil menengah (UMKM) batu bata merah di desa tersebut yang dijadikan mitra PKM. Dalam proses produksi mitra mempekerjakan 5 orang. Produksi batu bata diawali dengan pengadukan tanah liat, pencetakan batu bata merah, pengeringan batu bata merah dan pembakaran batu bata. Permasalahan yang dihadapi mitra adalah pekerja hanya bisa mencetak 1.000 buah/hari, dan lama pengeringan memerlukan waktu dua sampai tiga minggu. Hal ini dikarenakan kadar air hasil cetakan batu bata sangat tinggi. Tujuan dari pengabdian ini adalah membuat alat pencetak batu bata otomatis yang mampu meningkatkan efisiensi dan produktivitas dalam proses pembuatan batu bata dengan kualitas batu bata merah yang lebih baik.. Tahapan PKM ini adalah persiapan, sosialisasi kegiatan PKM, pengadaan mesin dan peralatan, perakitan alat, uji coba, penerapan teknologi, dan pendampingan. Mesin pembuat batu bata merah ini memiliki kemampuan untuk menghasilkan batu bata merah dengan ukuran dan bentuk yang seragam, sehingga kualitas batu bata merah yang dihasilkan lebih baik dan lebih konsisten.
PENERAPAN TEKNOLOGI PENGERING DAN PEMANGGANG BERBASIS HYBRID DALAM MENINGKATKAN HASIL PRODUKSI OLAHAN KELOR DAN JAHE MERAH PADA KELOMPOK USAHA KUSIBUK DI DESA KAMPUNG DURIAN ACEH TAMIANG Al Fajar, Beni; Nadya, Yusri; Arif Adlie, Taufan
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 10 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i10.3589-3594

Abstract

Industri rumah tangga banyak dijalankan oleh masyarakat khususnya kelompok ibu –ibu karena dapat dilakukan dengan modal relatif kecil. Mitra dalam kegiatan pengabdian ini adalah industri rumah tangga dengan nama kelompok KUSIBUK (Kelompok Usaha Kreasi Ibu-Ibu Kreatif) yang berdomisili di Desa Kampung Durian, Kecamatan Rantau, kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh. Mitra khusus mengolah produk berbahan dasar daun Kelor (Moringa oleifera) dan Jahe Merah (Zingiber Officinale). Bentuk kendala yang dihadapi mitra saat ini adalah penggunaan teknik pengeringan dan alat pemanggangan yang masih bersifat konvensional Serangkaian kendala tersebut tentunya berdampak buruk pada jumlah produksi. Oleh karena itu program pengabdian kepada  Masyarakat (PKM) ini dilakukan untuk mengganti dengan alat pengering hybrid dan oven pemanggang hybrid guna meningkatkan hasil produksi. Tahapan yang dilakukan dalam pelaksanaan kegiatan ini meliputi tahapan persiapan dan praktik lapangan. Berdasarkan hasil sosialisasi dan diskusi yang telah dilakukan dengan mitra, menunjukkan bahwa kelompok tertarik mengenai teknologi pengeringan daun kelor dan pemanggang dengan system hybrid. Dalam kegiatan pelatihan, mitra dilibatkan langsung secara penuh agar setelah pendampingan mitra dapat menggunakan alat secara mandiri. dengan adanya program PKM pada mitra di harapkan dapat membantu mempercepat proses pengolahan dan produksi sehingga dapat membantu meningkatkan perekonomian keluarga.  Â