Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Uji Aktivitas Antibakteri Esktrak Biji Lada Hitam (Piper nigrum L.) Terhadap Bakteri Escherichia Coli Dan Shigella Disentri Nur Afika Nur Afika; Andi Nur Zam Zam
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 4 No. 2 (2025): Volume 4 Issue 2 2025
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v4i2.1535

Abstract

Daun Nangka memiliki potensi antibakteri sehingga dapat diformulasikan menjadi sediaan obat kumur. Tujuan penelitian ini yaitu utuk mengetahui aktivitas antibakteri sediaan Obat Kumur ekstrak etanol Daun Nangka (Arthocarpus heterphyllus L.) terhadap Streptococcus mutans. Daun Nangka diekstraksi mengguakan metode maserasi dengan cairan penyari etanol 70%. Hasil penelitian diperoleh nilai Konsentrasi Hambat Minimum yaitu 0,8%. Formulasi sediaan Obat Kumur ekstrak daun Nangka dibuat dengan empat variasi konsentrasi F1: 2%, F2: 3%, F3: 4%. Uji daya hambat mengguakan media MHA dengan metode difusi agar. Hasil uji aktivitas menunjukkan sediaan Obat Kumur ekstrak etanol daun Nangka dapat menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans dengan rata-rata diameter zona hambat yaitu F1: 1,04 mm, F2: 1,02 mm, F3: 0,90 mm K(+): 2,22 mm dan K(-): 0. Uji pH diperoleh 9,0 pH. Sediaan obat kumur yang memiliki efektivitas daya hambat paling tiggi terhadap bakteri streptococcus mutans adalah konsentrasi 2% yang terdapat pada formula 1
Formulasi dan Uji Stabilitas Sediaan Gel Ekstrak Etanol Buah Sawo Manila (Manilkara zapota L.) dan Uji Aktivitas Antibakteri Penyebab Jerawat Helmi Hasan; Jasmiadi Jasmiadi; Andi Nur Zam Zam
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 4 No. 2 (2025): Volume 4 Issue 2 2025
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v4i2.1734

Abstract

Sawo manila (Manilkara zapota L.) adalah tanaman buah yang termasuk dalam keluarga Sapotaceae. Buahnya mengandung senyawa aktif yang dapat menghentikan dan membunuh berbagai jenis bakteri seperti tanin. Tujuan Penelitian ini yaitu memformulasi gel dari ekstrak etanol buah sawo manila (Manilkara zapota L.) yang memiliki aktivitas sebagai antibakteri terhadap bakteri Propionibacterium acne dan Staphylococcus aureus serta memenuhi uji mutu fisik dan stabilitas sediaan gel yang baik. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%, diperoleh ekstrak kental sebanyak 15,36%. Dilakukan uji KHM dengan konsentrasi 0,625%, 1,25%, 2,5%, 5%, 10% dan 20%, kemudian diuji aktivitas antibakteri dan dibuat formulasi sediaan gel menggunakan variasi konsentrasi buah sawo manila F1 (1,25%), F2 (2,5%), F3 (5%). Dilakukan pengujian uji mutu fisik meliputi organoleptik, homogenitas, uji pH, viskositas, daya sebar, daya lekat dan uji aktivitas antibakteri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buah sawo manila dapat diformulasi dalam bentuk sediaan gel dan memenuhi syarat uji mutu fisik dan stabilitas serta memiliki daya hambat terhadap bakteri Propionibacterium acne berturut-turut 8,574%, 9,552% dan 11,116% dan terhadap bakteri Staphylococcus aureus berturut-turut 10,672%, 11,339 %, 12,628%
Pengaruh Carbopol 940 Sebagai Gelling Agent Terhadap pH Sediaan Spray Gel Sari Buah Lemon Cui (Citrus microcarpha Bunge) Abdul Vashar Adi; Arfiani Arifin; Andi Nur Zam Zam
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 4 No. 2 (2025): Volume 4 Issue 2 2025
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v4i2.1795

Abstract

ABSTRAK Lemon cui (Citrus microcarpha Bunge) merupakan salah satu tanaman yang mengandung vitamin C dalam jumlah tinggi dan berperan sebagai antioksidan. Kandungan ini menjadikannya berpotensi sebagai bahan alami dalam pengembangan sediaan farmasi, termasuk dalam bentuk spray gel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahu pengaruh variasi konsentrasi carbopol 940 sebagai gelling agent terhadap tingkat pH dari sediaan spray gel. Sari buah lemon cui dikeringkan menggunakan metode pembekuan dan pengeringan (freeze drying) untuk menghasilkan liofilisat. Formulasi spray gel dibuat dalam tiga variasi konsentrasi carbopol 940, yaitu F1 (0,3%), F2 (0,4%), dan F3 (0,5%). Sediaan kemudian dievaluasi meliputi uji organoleptik, homogenitas, dan pH. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penambahan Carbopol 940 memberikan pengaruh signifikan terhadap nilai pH sediaan spray gel sari buah lemon cui (Citrus microcarpha Bunge), semakin tinggi konsentrasi Carbopol 940 yang digunakan dalam formula, maka pH sediaan cenderung menurun. Kata Kunci: Carbopol 940, Gelling Agent, Lemon Cui (Citrus microcarpa Bunge), Uji pH.
Formulasi dan Aktivitas Antibakteri Obat Kumur Biji Delima Merah (Punica granatum) Terhadap Streptococcus mutans Alfira Arbi; andi nur zam zam; Andi dian Astriani
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 5 No. 1 (2026): volume 5 issue 1 2026
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v5i1.1918

Abstract

Biji delima Merah (Punica granatum) mempunyai kandungan metabolit sekunder yaitu senyawa fenolik. Senyawa fenolik berpotensi sebagai antibakteri. Asam galat telah diidentifikasi sebagai senyawa aktif dalam menghambat pertumbuhan bakteri. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui potensi antibakteri obat kumur ekstrak biji delima merah (Punica granatum) terhadap Streptococcus mutans. Penelitian menggunakan metode maserasi cairan penyari etanol 96%. Pengujian konsentrasi hambat minimum pada konsentrasi 0,8% dan pengujian konsentrasi bunuh minimum pada konsentrasi 0,8%. Evaluasi mutu fisik meliputi uji organoleptik, pH dan viskositas. Hasil mutu fisik memenuhi persyaratan meliputi warna kuning muda keruh dan kuning pekat, aroma mentol khas ekstrak dan homogen. Hasil pengujian pH memenuhi standar yang baik pada sediaan obat kumur antara 5,0-7,0. Hasil pengujian viskositas sesuai dengan standar obat kumur yang nyaman digunakan. Uji aktivitas antibakteri menunjukkan bahwa sediaan obat kumur ekstrak biji delima merah dengan konsenstrasi F3 (2%), F2 (1,5%) F1 (1%) menghasilkan diameter hambat pada bakteri Streptococcus mutans sebesar 20,42 mm; 19,64 mm; 16,59 mm; kontrol positif (chlorhexidine 0,2%) memiliki hambatan 21,97 dan kontrol negatif (DMSO) tidak menunjukkan adanya hambatan (6 mm yang berasal dari diameter paper disc). Hal ini menunjukkan bahwa sediaan obat kumur ekstrak biji delima merah memiliki aktivitas antibakteri terhadap Streptococcus mutans dengan kategori kuat.