Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Dampak Sosial Ekonomi Aktivitas Pertambangan di Desa Tolondadu Satu Kecamatan Bolaang Uki Wahulo, Karmila; Ibrahim, Ridwan; Harold, Rudy; Nadia, Sabrina
Sosiologi Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): Sosiologi Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/sjppm.v3i1.412

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak sosial ekonomi aktivitas pertambangan di Desa Tolondadu Satu, Kecamatan Bolaang Uki, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan. Sebelum adanya pertambangan, mayoritas masyarakat bekerja sebagai petani dengan penghasilan terbatas. Namun, dengan berkembangnya sektor pertambangan, banyak masyarakat beralih menjadi penambang karena potensi sumber daya alam berupa emas, yang memberikan pendapatan lebih besar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan wawancara sebagai metode pengumpulan data, melibatkan tujuh informan dari berbagai latar belakang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dampak sosial yang terjadi antara lain menurunnya partisipasi masyarakat dalam kegiatan sosial, timbulnya perselisihan antara penambang dan non-penambang, serta perbedaan status sosial. Dampak ekonomi yang positif termasuk terbukanya lapangan pekerjaan baru dan meningkatnya pendapatan keluarga, yang membantu memenuhi kebutuhan primer dan sekunder. Namun, dampak lingkungan yang timbul seperti pencemaran air sungai dan penebangan pohon liar juga menjadi perhatian. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun sektor pertambangan meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat, ada perubahan sosial yang signifikan, termasuk memudarnya nilai kebersamaan dalam masyarakat.
Partisipasi Masyarakat Dalam Program Ketahanan Pangan Di Desa Luhuto Kecamatan Biau Kabupaten Gorontalo Utara Harmain, Ilham Agung; Latare, Sainudin; Harold, Rudy
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7810

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pemahaman, partisipasi, dan manfaat program ketahanan pangan bagi masyarakat Desa Luhuto, yang menjadi fokus penting pembangunan desa karena berkaitan dengan kemampuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri, berkelanjutan, dan berkualitas. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam terhadap warga, khususnya petani dan generasi muda yang aktif dalam program. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman masyarakat bervariasi; sebagian warga memahami ketahanan pangan sebagai upaya meningkatkan kemandirian dan produktivitas pertanian, sedangkan sebagian lain masih mengaitkannya dengan bantuan konsumtif berupa sembako. Partisipasi masyarakat terlihat melalui keterlibatan aktif dalam kegiatan pertanian, pemanfaatan bantuan bibit dan alat pertanian, serta pengelolaan pangan di tingkat rumah tangga. Generasi muda berperan penting dalam menjaga keberlanjutan program, termasuk dalam mengelola bantuan dan mendorong partisipasi kolektif di komunitas. Program ketahanan pangan memberikan manfaat signifikan, antara lain peningkatan produktivitas pertanian, efisiensi penggunaan sarana produksi, pengetahuan teknik bercocok tanam, serta pengelolaan hasil panen yang lebih optimal. Selain itu, program ini juga mendorong kemandirian keluarga dan menumbuhkan kesadaran kolektif dalam menjaga ketersediaan pangan. Analisis menggunakan teori modal sosial menunjukkan bahwa kepercayaan, norma, dan jaringan sosial antarwarga berperan penting dalam memperkuat partisipasi masyarakat dan keberhasilan program, di mana interaksi yang harmonis antara warga dan pemerintah desa menjadi faktor kunci. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan pemahaman dan partisipasi aktif masyarakat, perluasan sosialisasi dan pendampingan oleh pemerintah desa, serta kajian lanjutan terkait dampak jangka panjang program dan efektivitas modal sosial di desa lain. Temuan ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan desa melalui kolaborasi yang berkelanjutan antara masyarakat dan pemerintah desa..
Perspektif Masyarakat Desa Paris tentang Penegakan Disiplin Siswa di SMKN 1 Mootilango Sasmita Djafar; Ridwan Ibrahim; Rudy Harold
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9070

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perspektif masyarakat Desa Paris terhadap penegakan disiplin siswa di SMK Negeri 1 Mootilango serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kedisiplinan siswa. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif untuk memperoleh gambaran mendalam mengenai penerapan disiplin di lingkungan sekolah dan dampaknya terhadap perilaku siswa dalam kehidupan sehari-hari. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan melibatkan guru, guru Bimbingan Konseling (BK), komite sekolah, orang tua siswa, siswa, dan masyarakat Desa Paris sebagai informan penelitian. Data yang diperoleh dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan sehingga menghasilkan informasi yang sistematis dan sesuai dengan kondisi di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penegakan disiplin di SMK Negeri 1 Mootilango dilaksanakan secara konsisten melalui penerapan tata tertib sekolah, pembinaan karakter, pengawasan rutin, pemberian sanksi edukatif, serta pendekatan persuasif oleh guru dan guru BK kepada siswa yang melakukan pelanggaran. Bentuk disiplin yang diterapkan meliputi ketepatan waktu, kehadiran, kerapian berpakaian, tanggung jawab terhadap tugas, kepatuhan terhadap aturan sekolah, serta etika perilaku siswa di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Masyarakat Desa Paris pada umumnya memberikan pandangan positif terhadap penerapan disiplin tersebut karena dianggap mampu membentuk siswa menjadi lebih tertib, sopan, bertanggung jawab, mandiri, serta memiliki kepedulian sosial yang baik. Keberhasilan penegakan disiplin dipengaruhi oleh kerja sama antara pihak sekolah, orang tua, komite sekolah, dan masyarakat sekitar dalam melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap siswa. Namun demikian, terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi kedisiplinan siswa, seperti lingkungan pergaulan, rendahnya kesadaran diri siswa, pengaruh media sosial, serta kurang optimalnya pengawasan dan komunikasi dalam keluarga.