Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Analisis Komunikasi Nirkabel Menggunakan IoT Network Protocols pada Stasiun Cuaca Mini Muhammad Ulum Burhani; Dwi Novianto; Risky Via Yuliantari
Jurnal Teknik Elektro Uniba (JTE UNIBA) Vol. 7 No. 2 (2023): JTE UNIBA (Jurnal Teknik Elektro Uniba)
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/jteuniba.v7i2.202

Abstract

Pengaruh cuaca sangat berpengaruh terhadap berbagai kegiatan manusia seperti pada sektor pertanian, kesehatan, transportasi. Informasi tentang iklim berpengaruh untuk menentukan pola tanam, penyiraman, pemetaan agroekologi. Pengembangan sistem mini weather station secara nirkabel dapat menjadi solusi dalam pembacaan parameter cuaca dalam wilayah tertentu. Dalam perkembangannya komunikasi nirkabel menggunakan jaringan internet disebut dengan IoT (Internet of Things) dengan beberapa protokol diantaranya adalah CoAP (Constrained Application Protocol), HTTP (Hypertext Transfer Protocol ), dan MQTT (Message Queuing Telemetry Transport). Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis QoS (Quality of Service) dari protokol komunikasi yang digunakan pada stasiun cuaca mini dengan parameter sensor arah mata angin, sensor intensitas cahaya, sensor tekanan undara, sensor kecepatan angin, sensor curah hujan, sensor suhu, sensor kelembaban. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan diperoleh rerata nilai error dari sensor yang digunakaan adalah 5,69% dengan 3,06% error pada sensor intensitas cahaya;12,5% error pada sensor arah angin; 0,88% error pada sensor tekanan udara; 10,33% error pada sensor kecepatan angin; 6,5% error pada sensor curah hujan; 1,7% error pada sensor suhu dan 4,9% pada sensor kelembaban. Metode pengukuran QoS digunakan untuk mengidentifikasi kualitas pengiriman protokol yang digunakan sehingga memperoleh data throughput sebesar 463,01 bps (bit per secon) dengan kategori sangat baik, delay sebesar 48,767 ms dengan kategori sangat baik, packet loss sebesar 0,0015% dengan kategori sangat baik, serta jitter sebesar 0,02ms dengan kategori baik.
Penentuan Karakteristik Lahan Tembakau Berdasarkan Retensi Hara Menggunakan Fuzzy Mamdani pada Kecamatan Tlogomulyo Kabupaten Temanggung Muhammad Farhan Mahfuzh; Risky Via Yuliantari
Journal of Telecommunication Electronics and Control Engineering (JTECE) Vol 5 No 2 (2023): Journal of Telecommunication, Electronics, and Control Engineering (JTECE)
Publisher : LPPM INSTITUT TEKNOLOGI TELKOM PURWOKERTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20895/jtece.v5i2.1056

Abstract

Fuzzy mamdani digunakan untuk menentukan karakteristik lahan tembakau berdasarkan retensi hara terdiri atas KTK Tanah, Ph H2O, dan C-Organik. Retensi hara merupakan salah satu karakteristik lahan tembakau yang dapat menghasilkan kualitas tembakau terbaik di Kecamatan Tlogomulyo Temanggung. Tidak semua di wilayah Kecamatan Tlogomulyo dapat menghasilkan tembakau kualitas terbaik atau srinthil. Srinthil merupakan jenis bentuk tembakau rajangan yang sudah mengering menyerupai rambut gimbal, menyatu dengan lainnya, serta memiliki ketajaman aroma. Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan menyatakan bahwa fuzzy mamdani mampu menentukan wilayah yang memiliki kecocokan lahan berdasarkan retensi hara untuk menanam tembakau kualitas srinthil. Lahan tersebut berada pada Desa Losari dengan karakteristik KTK tanah tinggi, Ph H2O sebesar 5.5-6.5 dan C-Organik Tinggi sehingga dihasilkan nilai 0.94 atau sangat cocok untuk dijadikan lahan tanaman tembakau.
AKUAPONIK SISTEM KINCIR UNTUK BUDIDAYA TANAMAN SAYURAN DI DESA GUNUNG PRING KECAMATAN MUNTILAN KABUPATEN MAGELANG Tri, Tri Suwarni Wahyudiningsih; Siti Nurul Iftitah; Eka Nur Jannah; Muzayyanah Rahmiyah; Risky Via Yuliantari; Fuad Hilmy
Jurnal Abditani Vol. 7 No. 1 (2024): April
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/abditani.v7i1.275

Abstract

Desa Gunung Pring Kecamatan Muntilan Kabupaten Magelang merupakan salah satu desa yang memiliki keterbatasan lahan, sebagian masyarakat belum mendapatkan informasi maupun pelatihan terkait inovasi pertanian. Tim pengabdian memberikan solusi berupa akuaponik sistem kincir sebagai alternatif teknik budidaya tanaman khususnya sayuran dan ikan. Kegiatan pengabdian meliputi penyuluhan budidaya tanaman sayuran, pembuatan dan pemasangan kincir, serta penyuluhan perawatan kincir. Keuntungan dari akuaponik sistem kincir yaitu masyarakat dapat memanen tanaman dan ikan yang waktu bersamaan. Respon kelompok PKK 1 dari 2 Dusun Sabrang sangat antusias dalam hal pengenalan teknologi akuaponik sistem kincir. Alat tersebut diharapkan dapat bertahan lama dan dapat dipakai bertahun-tahun hingga belasan tahun karena terbuat dari pipa holo dan lampu sehingga menambah nilai estetika. Sistem Akuaponik kincir ini dapat menghemat air, menghemat lahan, serta memberikan sirkulasi pada air dalam kolam dan tanaman. Akuaponik sistem kincir hasil pengabdian ini diharapkan menjadi inovasi teknologi tepat guna yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.
RANCANG BANGUN KERANGKA AKUAPONIK MODEL KINCIR UNTUK BUDIDAYA TANAMAN SAYURAN Yuliantari, Risky Via; Hilmy, Fuad; Wahyudiningsih, Tri Suwarni; Iftitah, Siti Nurul; Jannah, Eka Nur; Fatikhin, Choirul; Sholeh, Muhamad Khoirul; Setyawan, Muhammad Riko; Setiyawan, Rizky Joko
Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstorming Vol 6, No 3 (2023): Jurnal Abdimas PHB : Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstormin
Publisher : Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/japhb.v6i3.4608

Abstract

Akuaponik memiliki prinsip kerja dengan mengalirkan air dari kolam ikan ketempat media tanam. Kemudian air akan kembali mengalir dalam kolam, begitu seterusnya. Air yang mengalir dari dalam kolam ikan yang kotor dan kaya unsur hara akan diserap oleh akar tanaman. Sistem tanam akuaponik ada beberapa jenis, diantaranya adalah Nutrient Film Techniquw (NFT) yang merupakan sistem budidaya dengan meletakkan akar tanaman pada lapisan air yang dangkal, Media Filled Beds (MFB) menggunakan kontainer diisi dengan media batu dari tanah liat, dan Deep Water Culture (DWC) sistem akuaponik dengan tanaman yang mengambang diatas air. Jenis system tanam akuaponik tersebut memiliki perbedaan mekanisme dengan kontruksi yang berbeda dan memberikan hasil panen yang berbeda pula. Masyarakat Desa Gunungpring memanfaatkan sumber daya air yang baik hanya untuk memelihara berbagai jenis ikan dalam kolam. Padahal kolam tersebut berpotensi digunakan sebagai budidaya tanaman sayuran yang bermanfaat untuk keluarga dan bisa menambah pemasukan ekonomi. Oleh kerana itu dilakukan inovasi dalam penerapan budidaya tanaman sayuran dengan akuaponik model kincir yang bisa menghemat air, menghemat lahan, serta memberikan sirkulasi pada air dalam kolam dan tanaman. Selain itu, akuaponik model kincir dapat menambah nilai estetika dan kreativitas dibidang pertanian.
Control and Calculation of Industrial Machine Effectiveness Based on Programmable Logic Controller and Human Machine Interface Maryanto, Adika; Yuliantari, Risky Via; Fatkhurrozi, Bagus
Journal of Energy and Electrical Engineering Vol 6, No 1: Oktober 2024
Publisher : Teknik Elektro Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jeee.v6i1.12606

Abstract

In today's fast growing technology, industries need a system that is able to control machines more effectively and efficiently to improve quality and reduce production costs. In addition, an efficient control system can minimize excessive process time. PT Chemco Harapan Nusantara, a manufacturing company, requires a system to automate the control of the Vibratory Deburring Machine or barrel machine which is currently still operated manually. This manual operation increases the production process time. This research aims to develop an automation system for controlling and evaluating the effectiveness of industrial machines using a Programmable Logic Controller and Human Machine Interface to increase production efficiency and reduce processing time. Testing in this study was carried out by simulating the production process at PT Chemco Harapan Nusantara 28 times. The results showed that the highest percentage of effectiveness obtained was 99.94% with a loss time of 14 seconds, while the lowest percentage was 99.91% with a loss time of 23 seconds. The average effectiveness reached 99.96% with a loss time of 9 seconds. In addition, the process time was successfully reduced by 20 seconds from over 5 minutes 20 seconds to only 5 minutes.
Duval Triangle-Based Dissolved Gas Analysis using GNU Octave for Transformer Fault Detection Putri, Ervina Galuh Ika; Pravitasari, Deria; Yuliantari, Risky Via
Aviation Electronics, Information Technology, Telecommunications, Electricals, and Controls (AVITEC) Vol 7, No 3 (2025): November (Special Issue)
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/avitec.v7i3.3156

Abstract

Transformers are vital components in electrical power systems. However, they are also susceptible to various types of failures, including thermal and electrical faults caused by the formation of electromotive force, which, if left unaddressed, may result in degradation of the oil insulation. One effective approach to mitigate such issues is to conduct feasibility testing and oil analysis, commonly known as Dissolved Gas Analysis (DGA), which examines the condition of the insulating fluid within the transformer. In this study, gas concentration levels were identified as follows: C₂H₄ = 9 ppm, CH₄ = 4 ppm, and C₂H₂ = 11 ppm. These values were visualized using the Duval Triangle Method, an established technique for analyzing gas content by measuring the concentration of three primary gases: Methane (CH₄), Ethylene (C₂H₄), and Acetylene (C₂H₂), all of which dissolve in the transformer oil. The advantage of this method lies in its ability to serve as an early fault detection tool for transformer oil. The analysis results indicated an electrical fault categorized as a High Energy Discharge in zone D2, identified by a single plotted point where the three gas lines intersect on the triangle diagram. This type of discharge is predominantly associated with Acetylene gas (C₂H₂) and is typically triggered by intense internal arcing within the transformer. The interpretation was further implemented using an automated data plotting system in GNU Octave, serving as a Transformer Fault Detection tool and computational software that utilizes the C++ programming language for data processing and visualization.
Rancang Bangun Driver Arus Konstan Pada Lampu Light Emitting Diode (LED) Muhammad Febian Adi Pamungkas; Risky Via Yuliantari; Ibrahim Nawawi
Jurnal JE-UNISLA : Electronic Control, Telecomunication, Computer Information and Power System Vol 10 No 2 (2025): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/je-unisla.v10i2.1539

Abstract

Pencahayaan berbasis Light Emitting Diode (LED) menawarkan efisiensi energi dan umur operasional yang melampaui teknologi pencahayaan terdahulu. Performa dan keandalan lampu LED bergantung pada kestabilan arus listrik yang disuplai oleh rangkaian penggerak (driver). Ketidakstabilan arus dapat mengakibatkan penurunan efisiensi, perubahan warna cahaya, dan memperpendek umur LED , sehingga perancangan driver arus konstan menjadi sebuah kebutuhan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang, merealisasikan, dan menguji performa sebuah prototipe driver arus konstan untuk aplikasi lampu LED 15 watt dengan komponen IC DP9511S. Kinerja prototipe divalidasi dengan acuan standar SNI IEC 62612:2016 dan perbandingan terhadap tiga produk lampu komersial berstandar SNI. Metode penelitian mencakup studi literatur, perancangan skema dan PCB, fabrikasi prototipe, dan serangkaian pengujian selama 1000 jam yang meliputi stabilitas arus, daya tahan siklus pensaklaran, konsumsi daya, serta degradasi intensitas cahaya dan efikasi. Hasil penelitian menunjukkan prototipe mampu menjaga arus keluaran pada nilai 0,11 A meskipun tegangan masukan bervariasi. Prototipe dapat bertahan lebih dari 20.000 siklus pensaklaran, dua kali lipat dari batas minimum standar SNI. Efikasi awal tercatat 31.00 Lux/Watt , sebuah angka yang melampaui semua produk pembanding. Penurunan performa jangka panjangnya menunjukkan laju yang sama dengan produk lampu di pasar , membuktikan bahwa driver yang dirancang telah bekerja sesuai fungsinya dan berpotensi untuk aplikasi produksi massal lampu LED. Untuk pengembangan ke depan, direkomendasikan peningkatan intensitas cahaya puncak melalui optimasi pemilihan LED atau penggunaan optik sekunder , serta eksplorasi manajemen termal untuk memperlambat laju degradasi performa jangka panjang
Peningkatan Kualitas Citra pada Foto Sejarah Menggunakan Metode Histogram Equalization dan Intensity Adjustment Siti Fatimatuzzahro; Risky Via Yuliantari
Journal of Applied Electrical Engineering Vol. 5 No. 2 (2021): JAEE, December 2021
Publisher : Politeknik Negeri Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30871/jaee.v5i2.3160

Abstract

Foto sejarah merupakan gambar yang berisikan gambaran di masa lampau. Seringkali, foto sejarah yang ada memiliki kualitas citra yang buruk dikarenakan teknologi kamera yang ada di masa lampau masihlah sederhana. Karena keterbatasan teknologi, foto sejarah yang ada hingga saat ini pun berkualitas rendah dengan warna dominan abu-abu. Kondisi ini mengakibatkan informasi yang terkandung terkadang tidak bisa diterima ataupun menyebabkan salah pemahaman. Image enchancement adalah salah satu operasi dari pengolahan citra yang bertujuan untuk meningkatkan citra dengan memanipulasi parameter-parameter citra. Operasi ini banyak diterapkan pada citra yang memiliki kualitas buruk agar kualitasnya dapat meningkat. Pada penelitian ini akan menerapkan operasi image enchancement pada foto sejarah sehingga kualitasnya dapat meningkat. ada banyak metode yang bisa dilakukan pada image enchancement, diantaranya histogram equalization dan intensity adjustment yang sudah banyak digunakan untuk meningkatkan citra khususnya citra greyscale (abu-abu). Kedua metode tersebut biasa dilakukan pada citra dengan menggunakan Aplikasi Matlab karena penggunaannya yang cukup sederhana
Deteksi Kadar Amonia Menggunakan Sensor pH, Suhu, dan Turbidity untuk mengoperasionalkan Pompa Aerator pada Kolam Ikan Air Tawar Nasution, Harun; Nugroho, Dimas; Firmansyah, Pelangi; Yuliantari, Risky Via
Journal of Applied Electrical Engineering Vol. 8 No. 1 (2024): JAEE, June 2024
Publisher : Politeknik Negeri Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30871/jaee.v8i1.7566

Abstract

Kualitas pH dan suhu yang buruk penghambat pertumbuhan ikan. Oleh karena itu, dirancang alat pendeteksi kadar amonia menggunakan sensor pH, suhu dan turbidity untuk mengoperasionalkan pompa aerator pada kolam ikan. Sensor yang digunakan adalah sensor pH-4502, suhu DS18B20, dan turbidity DFRobot untuk pengukuran parameter kualitas air yang menjadi acuan dalam penentuan kadar amonia pada kolam. Setiap sensor terhubung dengan mikrokontroler Arduino Uno yang juga dilengkapi oleh pompa aerator. Pengujian dilakukan 10 kali percobaan dengan batas toleransi kadar amonia 1 mg/l. Hasil rata-rata pengukuran suhu adalah 28,948°C, pengukuran pH adalah 7,654, dan kekeruhan air adalah 37,6%. Data pengukuran tersebut digunakan untuk menentukan kadar amonia pada kolam ikan. Dari 10 percobaan yang dilakukan, hasil rata-rata kadar amonia adalah 0,869 mg/l. Hasil tersebut menunjukkan kadar amonia belum melebihi batas toleransi, sehingga pompa aerator tidak menyala dan alat ini dapat digunakan untuk memantau kadar amonia pada kolam ikan sebagai solusi peningkatan kadar amonia.
Sistem Monitoring Security Building Berbasis E-KTP dan NodeMCU ESP8266 Faahmi, Muh. Kharis; Nawawi, Ibrahim; Yuliantari, Risky Via
Journal of Applied Electrical Engineering Vol. 8 No. 2 (2024): JAEE, December 2024
Publisher : Politeknik Negeri Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30871/jaee.v8i2.8076

Abstract

This article discusses a building security monitoring system based on the Internet of Things (IoT), designed to monitor the main door using the MQTT (Message Queuing Telemetry Transport) protocol, a technology that enables long-distance data transmission with very low power consumption. The main advantage of this system is its energy efficiency, making it ideal for security applications that require long-term monitoring without draining resources. The system works by collecting data from sensors installed on the main door and sending it to a web server, where the data is stored and can be monitored in real-time by users. This allows building managers to quickly detect and respond to potential security threats, such as unauthorized access or disturbances at the main door. In addition to providing accurate monitoring, the system also offers reliable protection, enhancing the overall security of the building. The ability to respond quickly to threats makes this system an effective and dependable security solution for safeguarding property.