Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Gaya Bahasa dalam Novel Lebih Senyap dari Bisikan Karya Andina Dwifatma Novi Aryanti; Dian Hartati; Suntoko Suntoko
JURNALISTRENDI : JURNAL LINGUISTIK, SASTRA, DAN PENDIDIKAN Vol 10 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jurnalistrendi.v10i2.2546

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis gaya bahasa dalam novel Lebih Senyap dari Bisikan karya Andina Dwifatma. Kajian dilatarbelakangi oleh peran krusial gaya bahasa dalam membentuk makna, suasana, dan karakterisasi penulisan Andina Dwifatma. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analitis. Data primer berupa keseluruhan isi novel Lebih Senyap dari Bisikan, sedangkan data sekunder berdasar dari literatur stilistika. Pengumpulan data melalui pembacaan intensif, penyeleksian kutipan, klasifikasi gaya bahasa berdasarkan teori stilistika Keraf dan Tarigan. Analisis data mengikuti tahapan reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel ini memanfaatkan gaya bahasa secara estetis dan fungsional. Majas perbandingan, terutama perumpamaan, metafora, dan personifikasi muncul paling dominan dan berperan memperkuat imaji serta nuansa emosional. Majas pertentangan seperti hiperbola dan ironi digunakan untuk menyoroti ketegangan maupun konflik pada bagian awal cerita. Majas pertautan, termasuk metonimia, sinekdoke, alusi, dan eufemisme, berfungsi memperkaya asosiasi makna dan simbolisme. Majas perulangan seperti epizeuksis, anafora, dan asonansi berkontribusi pada penguatan ritme dan tema di beberapa bagian penting narasi. Temuan ini menegaskan bahwa Andina Dwifatma mengintegrasikan gaya bahasa sebagai perangkat naratif yang memperkaya struktur cerita, memperdalam karakterisasi, dan memperhalus penyampaian isu sosial serta emosional. Penelitian ini memberikan kontribusi pada kajian stilistika dengan memperlihatkan bahwa strategi kebahasaan membentuk kedalaman estetik dalam sastra Indonesia kontemporer.
Gambaran Status Gizi Murid Sekolah Dasar Usia 6-7 Tahun di Kecamatan Tinambung Polewali Mandar 2023 Nurul Annisa; Novi Aryanti; Ummu Kalsum; Nur Zakiah
Nutrition Science and Health Research Vol. 2 No. 2 (2024): Nutrition Science and Health Research
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/nutrition.v3i1.3862

Abstract

Anak sekolah merupakan sasaran strategis dalam perbaikan gizi masyarakat. Hal ini menjadi penting karena anak sekolah sedang mengalami pertumbuhan secara fisik dan mental yang sangat diperlukan untuk menunjang kehidupannya di masa mendatang (Depkes RI, 2005). Tujuan umum dalam penelitian ini adalah untuk melihat gambaran status gizi murid Sekolah Dasar usia 6-7 tahun di Kecamatan Tinambung Kabupaten Polewali Mandar. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan desain cross-sectional. Pengambilan sampel secara accidental sampling, dengan kriteria inklusi berada ditempat saat pengumpulan data. Hasil penelitian ini menunjukkan pada anak usia sekolah (6-7 tahun) berdasarkan indeks IMT menurut umur sebagian besar berada pada status gizi baik namun tetap ditemukan anak dengan status gizi kurang dan gizi lebih. Berdasarkan indeks TB menurut umur, ditemukan bahwa meskipun cukup banyak anak yang tidak mengalami stunting, namun jumlah anak yang mengalami stunting dan stunting berat lebih banyak dibandingkan anak yang tidak mengalami stunting atau normal. Kesimpulan perbaikan gizi pada anak usia sekolah perlu diupayakan oleh banyak pihak termasuk didalamnya adalah orang tua dan keluarga siswa, pihak sekolah, serta pemerintah sebagai penentu kebijakan. Kata kunci: anak usia 6-7 tahun; status gizi anak; stunting
Hubungan Penyakit Infeksi Ibu dengan Kejadian BBLR Nur Zakiah; Novi Aryanti; Nurul Annisa; Abdul Fandir
Nutrition Science and Health Research Vol. 3 No. 2 (2025): Nutrition Science and Health Research
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/nutrition.v3i2.4679

Abstract

One of the indicators of a country’s success in improving public health is the reduction in infant mortality rates (IMR). One of the main contributors to the high IMR is Low Birth Weight (LBW). Babies born with LBW tend to experience cognitive developmental disorders, mental retardation, and are more prone to infections that can lead to illness or even death.This study aims to examine the extent to which one of the factors causing low birth weight, namely maternal infectious diseases, is associated with LBW incidence. The research was conducted in Majene Regency, specifically in the East Banggae and Banggae subdistricts. This study employed a cross-sectional design with an accidental sampling method involving 80 respondents. In this study, we observed symptoms of infections such as sore throat, nasal congestion, fever, and cough lasting less than two weeks. Statistical analysis revealed that none of the variables were significant (p-value > 0.05). It is important to conduct further research on the relationship between maternal infectious diseases and LBW, focusing on different study locations. Keyword : Low Birth Weihgt, Infection, Mother, Infant.
Pengetahuan Gizi Ibu Hamil KEK Sebelum dan Sesudah Edukasidi Kecematan Pamboang Nur Zakiah Sahrir; Nurul Annisa; Novi Aryanti; Supyati
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v5i2.35793

Abstract

Latar belakang : Ibu hamil dengan Kekurangan Energi Kronik (KEK) masih menjadi permasalahan kesehatan di Indonesia yang berkontribusi terhadap tingginya angka kematian ibu dan bayi. Berdasarkan data Riskesdas 2018, prevalensi KEK pada ibu hamil sebesar 17,3%, dan meskipun menurun menjadi 16,9% pada tahun 2023, angka tersebut masih di atas target nasional 10% pada tahun 2024. Kondisi KEK berisiko menimbulkan komplikasi seperti perdarahan, preeklamsia, persalinan prematur, serta berat badan lahir rendah pada bayi. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi gizi seimbang terhadap peningkatan pengetahuan gizi ibu hamil dengan KEK di Desa Bonde Utara, Kecamatan Pamboang, Kabupaten Majene. Metode : Penelitian menggunakan desain pra-eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel diberi pretest kemudian diberikan edukasi gizi berupa penyuluhan dan sesi tanya jawab pada ibu hamil selanjutnya di beri posttest. Sampel terdiri atas 12 ibu hamil KEK yang dipilih secara purposif. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan gizi kehamilan yang diberikan sebelum dan sesudah intervensi edukasi gizi seimbang. Data dianalisis menggunakan uji paired t-test untuk mengetahui perbedaan skor pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi. Hasil : Hasil menunjukkan rata-rata skor pengetahuan sebelum edukasi sebesar 86,25 dan setelah edukasi sebesar 85,83 dengan nilai p = 0,7751 (p > 0,05). Hal ini menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara pengetahuan gizi ibu hamil sebelum dan sesudah edukasi. Kesimpulan : Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa edukasi gizi seimbang yang dilakukan satu kali belum mampu meningkatkan pengetahuan ibu hamil KEK secara signifikan. Diperlukan pendekatan edukasi yang lebih interaktif, penggunaan media audiovisual, serta pelaksanaan edukasi secara berulang dan berkelanjutan agar dapat memberikan dampak yang lebih optimal terhadap peningkatan pengetahuan gizi ibu hamil.