Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Evaluasi Kebijakan Dukungan Industri Pelayaran Untuk Meningkatkan Daya Saing Ekonomi Maritim Anggeranika, Vidiana; Zulkarnain, Mokhammad; Setyawan, Deny Adi
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 6 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kebijakan dukungan industri pelayaran yang telah diterapkan untuk meningkatkan daya saing ekonomi maritim di Indonesia. Pelayaran memegang peran strategis dalam perdagangan dan konektivitas maritim, dan kebijakan dukungan yang tepat dapat membantu meningkatkan kinerja dan daya saing industri ini dalam skala nasional maupun global. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis kebijakan dan studi kasus. Data primer akan dikumpulkan melalui wawancara dengan para pemangku kepentingan, seperti perusahaan pelayaran, asosiasi industri, dan pemerintah terkait. Selain itu, data sekunder seperti undang-undang, regulasi, dan laporan ekonomi maritim akan dianalisis untuk mengevaluasi dampak dari kebijakan dukungan yang telah diterapkan. Penelitian ini akan mengevaluasi berbagai kebijakan dukungan industri pelayaran yang telah ada, seperti insentif fiskal, pembiayaan, pengembangan infrastruktur, pelatihan tenaga kerja, dan dukungan riset dan inovasi. Analisis akan difokuskan pada efektivitas kebijakan dalam meningkatkan daya saing ekonomi maritim Indonesia, serta mengidentifikasi potensi perbaikan dan penyesuaian kebijakan yang lebih baik sesuai dengan perubahan lingkungan ekonomi dan maritim yang terjadi.
Socialization of sailing safety for fishermen at Cituis Port Prasetyo, Hendi; Asnawi, Asnawi; Irwansyah, Rudi Harun; Munawir, Ahmad; Setyawan, Deny Adi; Zulkarnain, Mokhammad; Shulhany, Ahmad; Ischak, Rabbani; Hidayatuloh, Ade Taopik; Sunanto, Hari; Widodo, Agus
Journal of Community Service in Science and Engineering (JoCSE) Vol 3, No 2 (2024): Available Online in October 2024
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jocse.v3i2.29791

Abstract

This community service project, conducted by Politeknik Pelayaran Banten, focused on providing sailing safety counseling to fishermen at Cituis Port in Karang Serang village. The initiative sought to address the challenges faced by local fishermen by improving their awareness of safety practices, alleviating economic constraints, and mitigating the risks associated with navigating and operating in demanding marine environments. Through participatory workshops and practical demonstrations, fishermen were educated on effective safety practices and emergency responses. The distribution of life jackets further emphasized the importance of preparedness. The project also involved collaborating with local governments and organizations to enhance sustainability. By increasing safety awareness and equipping fishermen with critical resources, this program protected lives and fostered a safer and more resilient maritime community. This effort aligns with the institution's mission of contributing to sustainable marine development and community empowerment. Kegiatan pengabdian masyarakat ini, yang dilaksanakan oleh Politeknik Pelayaran Banten, bertujuan memberikan penyuluhan tentang keselamatan berlayar kepada para nelayan di Pelabuhan Cituis, Desa Karang Serang. Kegiatan ini dirancang untuk mengatasi tantangan yang dihadapi nelayan lokal dengan meningkatkan kesadaran mereka tentang praktik keselamatan, meringankan kendala ekonomi, dan mengurangi risiko yang terkait dengan navigasi serta operasi di lingkungan laut yang menantang. Melalui lokakarya partisipatif dan demonstrasi praktis, para nelayan diberikan edukasi tentang langkah-langkah keselamatan yang efektif dan respons darurat. Pembagian jaket keselamatan juga menjadi penekanan penting akan kesiapan menghadapi keadaan darurat. Proyek ini melibatkan kerja sama dengan pemerintah setempat dan organisasi terkait untuk memastikan keberlanjutan program. Dengan meningkatkan kesadaran keselamatan dan menyediakan sumber daya yang penting, program ini tidak hanya melindungi nyawa, tetapi juga membangun komunitas maritim yang lebih aman dan tangguh. Upaya ini selaras dengan misi institusi dalam mendukung pembangunan kelautan yang berkelanjutan dan pemberdayaan masyarakat.
A Comparative Analysis between K-Means and Agglomerative Clustering Techniques in Maritime Skill Certification Setyawan, Deny Adi; Purwatiningsih, Agustina
Compiler Vol 13, No 1 (2024): May
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/compiler.v13i1.2158

Abstract

The maritime industry must constantly adjust seafarer training to meet evolving operational demands and ensure compliance with new regulations. This study addresses the challenge of assessing the relevance of Certificate of Proficiency (COP) services by categorizing them to determine which qualifications are essential for marine professionals. The goal is to identify obsolete or misaligned training programs that need updates or enhancements to better serve industry needs. To this end, the study employed two clustering algorithms, K-Means and Agglomerative Clustering, on data from 2021 to 2023. K-Means was chosen for its efficiency in processing large datasets and creating clear, non-overlapping groups. Agglomerative Clustering was selected for its ability to offer a detailed, hierarchical view of data, which helps in understanding the complex structure of certification demands more comprehensively. The analysis identified three main clusters; notably, Cluster 2 indicated a high demand for critical certifications, while Cluster 1, containing the majority of certifications, received little interest, suggesting they may be less relevant. This insight encourages training providers to consider refining their offerings. Although comprehensive, the study's three-year timeframe suggests extending this period in future research for a more detailed trend analysis and forecasting in maritime training adaptations.
Analisis Pola Lalu Lintas Kapal Selat Bali Berbasis AIS, K-Means, Traffic Flow Adi Setyawan, Deny; Purwatiningsih, Agustina; Sulistyo Budi, Febrian
JURNAL FASILKOM Vol. 15 No. 3 (2025): Jurnal FASILKOM (teknologi inFormASi dan ILmu KOMputer)
Publisher : Unversitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jf.v15i3.10782

Abstract

The Bali Strait is one of the busiest sea crossing routes in Indonesia, characterized by high intensity of ship movements and dynamic traffic patterns throughout the day. These conditions require comprehensive analysis to understand the characteristics of vessel movements, identify density zones, and determine peak periods that potentially increase navigation risks. This study aims to analyze ship traffic patterns in the Bali Strait using a combination of K-Means Clustering and Traffic Flow Model based on Automatic Identification System (AIS) data. The dataset consists of 790 AIS records collected during the period of 20–26 June 2025. The research stages include data preprocessing, determination of the optimal number of clusters using the Elbow method, classification of vessel movement behavior using the K-Means algorithm, and analysis of traffic parameters comprising volume, speed, density, and traffic flow. The results reveal the formation of three main clusters: low-speed vessels concentrated around port areas, medium-speed vessels operating on main trajectories, and high-speed vessels dominating the crossing lanes. Evaluation of clustering quality using the Silhouette Coefficient produced a value of 0.3040, indicating a reasonably good level of cluster separation. Furthermore, a consistent peak hour pattern was identified at 12:00, along with two high-density zones located near Ketapang Port and Gilimanuk Port. These findings demonstrate that AIS-based analysis is capable of providing measurable representation of the dynamics of ship traffic in the Bali Strait and has the potential to support operational optimization, enhancement of navigation safety, and consideration for the implementation of a Traffic Separation Scheme (TSS)
Profil Karakter Mahasiswa Politeknik Pelayaran Banten Berdasarkan Atribut Soft-Skill Pedoman Pengasuhan BPSDM Perhubungan Mokhammad Zulkarnain; Dedtri Anwar; Renta Novaliana Siahaan; Deny Adi Setyawan
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 7 No. 2 (2026): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v7i2.11743

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis profil karakter taruna Politeknik Pelayaran Banten dan mengidentifikasi tingkat keterampilan intrapersonal, interpersonal, dan organisasional yang dimiliki taruna sesuai indikator soft-skills BPSDM Perhubungan. Karakter taruna merupakan aspek fundamental dalam pembentukan sumber daya manusia pelaut yang unggul, berintegritas, disiplin, dan profesional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif verifikatif dengan instrumen kuesioner skala Likert 1–5 yang diberikan kepada taruna aktif sebanyak 150 responden. Data dianalisis menggunakan bantuan SPSS melalui uji validitas, reliabilitas, statistik deskriptif, uji asumsi klasik, uji t, uji F, dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profil karakter taruna berada pada kategori Tinggi yang hasilnya Sangat Tinggi dengan nilai rata-rata 4.30 dan instrumen karakter terbukti valid serta reliabel (r = 0.557–0.811; α = 0.916). Keterampilan intrapersonal taruna berada pada kategori Tinggi dengan nilai rata-rata 4.21, yang mencakup kompetensi integritas, etos kerja, adaptasi, inisiatif, kreativitas, manajemen waktu, pengambilan keputusan, kemampuan analisis informasi, dan berpikir kritis. Keterampilan interpersonal dan organisasional juga berada pada kategori Tinggi–Sangat Tinggi dengan masing-masing rata-rata 4.18 dan 4.25. Hasil uji regresi linear menunjukkan bahwa ketiga variabel soft-skills intrapersonal (X₁), interpersonal (X₂), dan organisasional (X₃) berpengaruh signifikan terhadap karakter taruna (Y). Uji t menunjukkan bahwa masing-masing variabel memiliki pengaruh signifikan (Sig = 0.000), dengan variabel organisasional sebagai dimensi paling dominan (B = 0.312; t = 5.331). Uji F menghasilkan nilai F = 92.331 (Sig = 0.000) yang berarti seluruh variabel secara simultan berpengaruh signifikan terhadap karakter taruna. Koefisien determinasi R² sebesar 0.610 menunjukkan bahwa 61% karakter taruna dijelaskan oleh ketiga dimensi soft-skills tersebut. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa karakter taruna Politeknik Pelayaran Banten berada pada tingkat yang sangat baik dan dipengaruhi secara signifikan oleh keterampilan intrapersonal, interpersonal, dan organisasional. Temuan ini menegaskan pentingnya pembinaan soft-skills dalam proses pendidikan vokasi kepelautan untuk menghasilkan lulusan yang unggul, profesional, dan kompetitif di dunia maritim.
Implementasi Go Green di kampus Politeknik Pelayaran Banten untuk masa depan lingkungan yang asri & berkelanjutan Andesvan Gumay; Rob Danang Priatmaja; Siwi Woro Herningsih; Rahmat Santoso; Ageng Permadi; Deny Adi Setyawan; Dwi Endah Kurniasari; Indah Purnaningratri; Nurfadhlina; Mokhammad Zulkarnain; Weli Agus Setiawan
Journal Marine Services Vol. 2 No. 1 (2026)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/jms.v2i1.246

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi aktif civitas akademika serta masyarakat sekitar dalam menjaga kelestarian lingkungan kampus Politeknik Pelayaran Banten melalui program "Go Green". Kampus yang terletak di wilayah pesisir Sukadiri menghadapi tantangan lingkungan berupa pesatnya pembangunan dan dampak polusi udara dari aktivitas pelayaran serta aktivitas nelayan yang padat. Masalah utama yang diidentifikasi meliputi kurangnya ruang terbuka hijau dan rendahnya motivasi komunitas kampus untuk terlibat dalam aksi konservasi nyata. Metode yang diterapkan dalam kegiatan ini mencakup survei analisis kebutuhan lahan, penyuluhan edukatif mengenai gaya hidup ramah lingkungan, serta aksi praktis penanaman 50 pohon pelindung dan pohon buah di area strategis kampus. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pengetahuan dan motivasi taruna dalam menerapkan praktik hijau, serta terciptanya lingkungan kampus yang lebih asri, sejuk, dan nyaman. Keberhasilan program ini diharapkan menjadi fondasi bagi terciptanya budaya lingkungan berkelanjutan yang mendukung kesehatan dan estetika kawasan pesisir Banten secara jangka panjang.   This community service activity aims to increase the awareness and active participation of the academic community and the surrounding society in preserving the environment of the Banten Marine Polytechnic campus through the "Go Green" program. The campus, located in the Sukadiri coastal area, faces environmental challenges such as rapid development and the impact of air pollution from shipping activities and busy fishing operations. The main issues identified include a lack of green open spaces and low motivation among the campus community to engage in concrete conservation actions. The methods applied in this activity consist of a land needs analysis survey, educational counseling on eco-friendly lifestyles, and practical implementation by planting 50 shade and fruit trees in strategic campus areas. The results of the activity show a significant increase in the knowledge and motivation of cadets to implement green practices, as well as the creation of a more beautiful, cool, and comfortable campus environment. The success of this program is expected to be a foundation for creating a sustainable environmental culture that supports the health and aesthetics of the Banten coastal region in the long term.
Penyuluhan kebersihan terhadap pengelolaan sampah berkelanjutan pada kawasan pesisir Kabupaten Tangerang Rahmat Santoso; Boedi Prihandono; Astri Kustina Dewi; Deny Adi Setyawan; Alvian Demaz Peramutya; Nurfadhlina; Ade Taopik Hidayatuloh; Rabbani Ischak; Weli Agus Setiawan
Journal Marine Services Vol. 2 No. 1 (2026)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/jms.v2i1.251

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat Desa Kohod, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, dalam mengelola sampah secara berkelanjutan di kawasan pesisir. Kawasan pesisir sering kali menjadi tempat pembuangan sampah yang tidak terkelola, sehingga mengancam ekosistem laut dan kesehatan masyarakat. Masalah utama yang diidentifikasi meliputi rendahnya pemahaman mengenai dampak sampah plastik serta keterbatasan sarana pembuangan sampah yang memadai. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini mencakup penyuluhan teori mengenai klasifikasi sampah dan daur ulang, diskusi interaktif, serta implementasi praktis berupa pembagian 25 drum sampah dan aksi pembersihan pantai bersama warga. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan warga mengenai pemilahan sampah organik dan non-organik serta terciptanya lingkungan pesisir yang lebih bersih. Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi model bagi desa-desa pesisir lainnya untuk mewujudkan lingkungan maritim yang asri dan berkelanjutan melalui kolaborasi antara akademisi, pemerintah desa, dan komunitas lokal.   This community service activity aims to increase the awareness and active participation of the people in Kohod Village, Pakuhaji District, Tangerang Regency, in managing waste sustainably in coastal areas. Coastal regions often become unmanaged waste disposal sites, threatening marine ecosystems and public health. The main issues identified include low understanding of the impact of plastic waste and the limited availability of adequate waste disposal facilities. The methods used in this activity include theoretical counseling on waste classification and recycling, interactive discussions, and practical implementation through the distribution of 25 trash drums and a joint beach cleanup with residents. The results show a significant increase in residents' knowledge regarding organic and non-organic waste sorting and the creation of a cleaner coastal environment. This success is expected to serve as a model for other coastal villages to achieve a beautiful and sustainable maritime environment through collaboration between academics, village governments, and local communities.