Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Pelatihan Peningkatan Kapabilitas Lembaga dalam Menghadapi Kurikulum Merdeka Wijayanti, Wiwik; Rahmawati, Tina; Suharyadi, Aris; Supriyana, Heri; Sri Budi Herawati, Endang; Purwa Widiyan, Agung; Novita Sari, Maya; Astuti, Yuni; Rina Priyani Mirsa, Nur
Mejuajua: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2024): April 2024
Publisher : Yayasan Penelitian dan Inovasi Sumatera (YPIS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52622/mejuajuajabdimas.v3i3.108

Abstract

Kurikulum merdeka menekankan pada paradigma baru dan diferensiasi dalam pembelajaran, sehingga setiap siswa berkesempatan untuk belajar sesuai kebutuhannya. Guru perlu penguatan agar mampu mendesain pembelajaran berdeferensiasi dalam implementasi kurikulum merdeka. Kegiatan yang didukung oleh Universitas Negeri Yogyakarta ini memberikan penguatan dan pendampingan bagi guru dalam implementasi kurikulum merdeka. Materi Penguatan yang diberikan adalah pembelajaran berdiferensiasi, literasi, dan coaching dalam implementasi kurikulum merdeka. Pelatihan diberikan pada sekolah dasar di Kecamatan Mlati Kabupaten Sleman. Ada 26 peserta terdiri dari kepala sekolah dan guru, hadir mengikuti kegiatan ini. Kegiatan ini dilaksanakan dengan moda luring dan daring. Pada sesi luring/tatap muka, metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi dan latihan dalam kelompok. Dilanjutkan dengan belajar mandiri, peserta berpartisipasi dalam pengerjaan tugas mandiri melalui google classroom, penguatan kembali secara daring disertai evaluasi terhadap tugas mandiri. Melalui kegiatan ini guru dapat menyesuaikan metode pengajaran untuk memenuhi kebutuhan individual siswa, sehingga proses pembelajaran menjadi lebih efektif dan inklusif. Selain itu guru dapat mengembangkan pola pikir yang menekankan pada adaptabilitas dan penerimaan terhadap perbedaan, melatih guru beradaptasi dengan berbagai gaya belajar dan kemampuan siswa untuk tumbuh dan berkembang sesuai potensinya, serta siap menghadapi berbagai perubahan dalam implementasi kurikulum merdeka.
Needs Assessment for Professional Competence of Elementary School Teacher in Yogyakarta Mirsa, Nur Rina Priyani
IJCAR: Indonesian Journal of Classroom Action Research Vol. 2 No. 2 (2024): Indonesian Journal of Classroom Action Research-Available Online in July 2024
Publisher : DAS Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53866/ijcar.v2i2.535

Abstract

This research investigates the gaps in professional competence among teachers, focusing on the five key dimensions: interpersonal skills, work-related motivation, self-regulation, professional beliefs, and pedagogical content knowledge. The research utilizes a comprehensive analysis and synthesis of literature, validated by seven experts in educational administration, to identify the priority areas for development. A survey questionnaire was employed to 238 teachers to measure the level of professional competence gaps in Kabupaten Sleman, Yogyakarta. A Priority Needs Index (PNI) modified was calculated to analyze the data. The findings reveal that interpersonal skills have the highest Priority Needs Index (PNI) value of 0.932, indicating a critical need for improvement in collaboration with parents and community members. Work-related motivation and self-regulation follow as significant areas requiring attention, with PNI values of 0.462 and 0.398, respectively. The research emphasizes the interconnected nature of these dimensions, suggesting that enhancing interpersonal skills can positively impact other areas of professional competence.
Manajemen Konflik dalam Organisasi Pembelajar di Sekolah Mirsa, Nur Rina Priyani; Herawati, Endang Sri Budi; Sari, Maya Novita
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 6, No 6 (2024): December
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edukatif.v6i6.7766

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi manajemen konflik yang diterapkan dalam mengatasi konflik linguistik di SMP Negeri 15 Yogyakarta dan menganalisis penerapan prinsip-prinsip organisasi pembelajar yang kurang optimal, yang menjadi penyebab timbulnya konflik tersebut.  Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan observasi non-partisipatif dan wawancara sebagai teknik pengumpulan data. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan kerangka berpikir gaya manajemen konflik oleh M.A. Rahim yang mencakup lima gaya manajemen konflik yaitu dominating, integrating, compromising, avoiding, dan obliging, serta teori organisasi pembelajar oleh Peter Senge yang mencakup lima disiplin utama yaitu personal mastery, shared vision, mental models, team learning, dan systems thinking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan SOP berbasis Sistem Manajemen Mutu ISO 9001 yang kaku menghambat fleksibilitas dalam menerapkan strategi manajemen konflik, yang hanya terbatas pada obliging dan domination. Selain itu, penerapan prinsip-prinsip pembelajaran organisasi seperti personal mastery, mental models, dan shared vision di SMP Negeri 15 Yogyakarta belum optimal, yang menjadi latar belakang timbulnya konflik linguistik. Penelitian ini memberikan rekomendasi praktis bagi sekolah dan organisasi pendidikan lainnya untuk mengoptimalkan penerapan prinsip-prinsip pembelajaran organisasi dan strategi manajemen konflik guna mengurangi konflik linguistik di masa mendatang.
Peran Kepemimpinan Demokratis dalam Pengambilan Keputusan Lingkungan Sekolah Mirsa, Nur Rina Priyani; Herawati, Endang Sri Budi; Widiyan, Agung Purwa
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2024 (2)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v4i2.628

Abstract

Kepemimpinan dalam konteks pendidikan memiliki peran kunci dalam mempengaruhi, mengkoordinasikan, dan memotivasi seluruh pihak yang terlibat dalam proses pendidikan, termasuk guru, siswa, dan staf sekolah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan dan mengidentifikasi kepemimpinan dalam pendidikan demokrasi di sekitar lingkungan sekolah SMP Negeri 5 Yogyakarta. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, yang dimana penelitian ini menganalisis fenomena yang ada di lingkungan sekolah. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini mencakup observasi, dokumentasi, dan wawancara. dalam penelitian ini, analisis data dilakukan secara interaktif dan berkelanjutan, baik selama proses pengumpulan data maupun setelahnya dalam periode tertentu. Proses analisis data kualitatif meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa kepala sekolah menerapkan model kepemimpinan demokratis. Gaya kepemimpinan demokratis menunjukkan bahwa kepala sekolah aktif mendengarkan keluhan dan informasi dari bawahannya. Selain itu, kepala sekolah memberikan kesempatan kepada guru untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan, menciptakan rasa memiliki dan tanggung jawab yang tinggi. Sebagai kepala sekolah, pengambilan keputusan sekolah juga ditetapkan dengan sistem demokrasi terlebih dahulu. Dengan mengadopsi gaya kepemimpinan demokratis ini, meciptakan sekolah yang kondusif sehingga budaya organisasi dan iklim sekolah yang terbangun membuat seluruh warga sekolah bekerja sama untuk mencapai tujuan sekolah.
Edukasi Digital Safety Dalam Meningkatkan Kecakapan Bermedia Digital Siswa Herawati, Endang Sri Budi; Mustofa, Zaenal; Sari, Maya Novita; Mirsa, Nur Rina Priyani; Widiyan, Agung Purwa; Astuti, Yuni
Lamahu: Jurnal Pengabdian Masyarakat Terintegrasi Vol 3, No 1: February 2024
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/ljpmt.v3i1.24090

Abstract

Digital security plays a crucial role in today's digital era. As the responsible and safe use of the internet becomes increasingly important, encouraging digital security is essential, especially among children and families. By understanding and implementing digital security measures, every individual can reduce the negative impact of digital threats, create a safer and more secure online environment, and protect themselves in the virtual world. Digital safety education aims to provide students with education regarding digital security and tips for keeping personal and parental data secure. The target audience for this program is students at Texmaco Elementary School in grades V and VI. Evaluation of the Digital safety Education program can be measured using questionnaires and tests. Students' thoughts and experiences can be obtained through interviews or group discussions. The results show that the activity received a positive response. Some of the students understood digital safety and how to keep their data secure and controlled. Through digital safety education, it is hoped that students will be able to obtain comprehensive information to prevent themselves from virtual world crimes in the form of personal data hacking.
Digitalisasi Berbasis Nilai: Pelatihan Kreativitas dan Etika Digital bagi Komunitas Sekolah di Era Industri 5.0 Cindy, Agustin Hanivia; Pattipeilohy, Poltjes; Mirsa, Nur Rina Priyani; Hakim, Pratiwi Rahmah; Falenciah, Ajeng Nandarah
JUPAMU: Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin Vol. 1 No. 2: JANUARI 2026
Publisher : Ihsan Cahaya Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66031/jupamu.v1i2.54

Abstract

Transformasi digital di sektor pendidikan mengharuskan adanya perpaduan antara kemampuan teknologi dan nilai-nilai moral untuk menciptakan generasi pelajar abad ke-21 yang bertanggung jawab, kritis, dan kreatif. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman digital, kreativitas, dan etika digital yang berbasis pada nilai-nilai di kalangan komunitas sekolah. Fokus utama kegiatan ini berada di tiga lembaga pendidikan di Jawa Tengah: SMP Negeri 2 Temanggung, SMA Muhammadiyah 1 Surakarta, dan MA NU Al Ma’ruf Kudus. Metode yang diterapkan adalah Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan orang tua, siswa, dan guru sebagai peserta aktif dalam pelatihan serta pembimbingan. Pelaksanaan kegiatan berlangsung selama tiga bulan, mencakup workshop, simulasi proyek digital, dan evaluasi baik formatif maupun sumatif. Data dari pelatihan menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam pengetahuan peserta terkait literasi dan etika digital, serta pembuatan berbagai produk digital berlandaskan nilai, seperti video edukatif dan infografis. Para guru juga menunjukkan kesadaran yang lebih tinggi tentang peran penting mereka dalam membantu siswa menghadapi tantangan dunia digital dengan cara yang reflektif dan bermakna. Kegiatan ini menunjukkan bahwa digitalisasi yang berbasis nilai bisa menjadi strategi efektif dalam membangun ekosistem pembelajaran yang adaptif dan berciri khas. Program ini disarankan untuk diterapkan di berbagai lembaga pendidikan lain dengan adanya dukungan kebijakan yang terus menerus dan pembimbingan yang berkelanjutan.
STUDENT LEARNING ENGAGEMENT AMONG FIRST-SEMESTER STUDENTS: IMPLICATIONS FOR EDUCATIONAL MANAGEMENT Alpendi Alpendi; Miftakhi Diah Rina; Trikinasih Handayani; Nur Rina Priyani Mirsa
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i2.10683

Abstract

Learning engagement is a key construct in higher education that plays a crucial role in determining the quality of learning processes and outcomes. For first-semester students, engagement is particularly critical as it relates to academic adaptation, motivation, and the development of self-regulated learning. In the context of teacher education, especially in Elementary School Teacher Education (PGSD), learning engagement is essential for shaping pedagogical and professional competencies of prospective teachers. However, studies integrating learning engagement with educational management perspectives remain limited. This study aims to analyze the level of learning engagement among first-semester students and examine its implications for educational management. A quantitative approach with a survey method was employed, involving all first-semester students of the PGSD program at Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung in the 2025/2026 odd semester using total sampling. The instrument was a learning activity questionnaire covering six aspects: visual, oral, listening, writing, emotional, and mental activities, measured using a four-point Likert scale. Data were analyzed descriptively using mean scores and percentages. The results indicate that students’ learning engagement is generally in the “good” category, with an average score of 82.81%. The highest engagement was found in writing activities (86.38%), while the lowest was in oral activities (75.66%). These findings suggest that learning engagement is multidimensional but still dominated by receptive activities. Therefore, it is necessary to strengthen student-centered learning management effectively through discussions and project-based activities that can enhance student participation. In addition, learning evaluation should emphasize learning engagement rather than merely  final outcomes so that learning engagement can be effectively improved. ABSTRAK Learning engagement merupakan konstruk kunci dalam pendidikan tinggi yang berperan penting dalam menentukan kualitas proses dan hasil pembelajaran. Pada mahasiswa semester pertama, learning engagement menjadi isu krusial karena berkaitan dengan kemampuan adaptasi akademik, motivasi, serta pengembangan self-regulated learning. Dalam konteks pendidikan guru, khususnya Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), learning engagement memiliki peran strategis dalam membentuk kompetensi pedagogik dan profesional calon guru. Namun, kajian yang mengaitkan learning engagement dengan perspektif manajemen pendidikan masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat learning engagement mahasiswa semester pertama serta implikasinya terhadap manajemen pendidikan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei yang melibatkan seluruh mahasiswa semester pertama PGSD Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung pada Semester Ganjil Tahun Akademik 2025/2026 melalui teknik total sampling sejumlah 242 mahasiswa. Instrumen penelitian berupa angket keaktifan belajar yang mencakup enam aspek, yaitu visual, lisan, mendengarkan, menulis, emosional, dan mental, dengan skala Likert empat tingkat. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan nilai rata-rata dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa learning engagement mahasiswa berada pada kategori baik sebesar 82,81%. Aspek tertinggi terdapat pada aktivitas menulis (86,38%) dan terendah pada aktivitas lisan (75,66%). Temuan ini menunjukkan bahwa learning engagement bersifat multidimensional, namun masih didominasi oleh aktivitas reseptif. Oleh karena itu, diperlukan penguatan pengelolaan pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa melalui diskusi dan pembelajaran berbasis proyek yang mampu meningkatkan learning engagement, bukan sekadar aktivitas pembelajaran. Selain itu, evaluasi pembelajaran perlu menekankan proses keterlibatan mahasiswa, bukan hanya sekadar hasil akhir, agar learning engagement meningkat secara optimal.